Berbagai Pengobatan untuk Mengatasi Kista Ginjal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kista ginjal adalah kantung kecil berisi cairan di dalam organ ginjal. Kantung ini umumnya tidak berbahaya dan jarang menunjukkan gejala. Namun, kista ginjal yang berkembang dapat menyebabkan komplikasi. Jika hal ini terjadi, penderita kista ginjal memerlukan obat dan penanganan khusus. 

Lantas, apa saja yang perlu dilakukan agar penderita kista ginjal bisa sembuh?

Obat dan penanganan mengatasi kista ginjal

kista ginjal

Pada kebanyakan kasus, kista ginjal sederhana tidak memerlukan obat atau penanganan khusus. Pengobatan akan dilakukan jika kista memberikan terlalu banyak tekanan pada organ lain. Hal ini dapat memengaruhi fungsi dan kerja ginjal, sehingga kista perlu dikecilkan dan dibuang. 

Dilansir dari Mayo Clinic, ada dua cara yang paling sering dilakukan untuk mengobati kista ginjal sederhana. 

1. Aspirasi dan skleroterapi

Salah satu obat dan penanganan untuk mengatasi kista ginjal adalah aspirasi yang disertai dengan skleroterapi. Prosedur ini bertujuan untuk mengecilkan ukuran kista. 

Awalnya, dokter memasukkan jarum panjang dan tipis ke kulit pasien. Jarum tersebut nantinya akan menembus dinding kista ginja. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan cairan di dalam kantung di ginjal Anda. 

Jika cairan sudah keluar dan kista sudah menyusut, dokter akan mengisi kista dengan larutan alkohol. Pemberian larutan alkohol dilakukan untuk mencegah kista kembali kambuh dan berkembang. 

Pengobatan penyakit ginjal yang satu ini biasanya tidak mengharuskan Anda untuk menjalani rawat inap. Hanya saja, Anda akan diberikan obat bius selama prosedur dilakukan. Jika berhasil, Anda dapat pulang pada hari yang sama. 

2. Operasi pengangkatan kista ginjal

operasi kanker kulit

Jika kista ginjal sudah sangat besar dan menimbulkan gejala seperti sakit perut hingga tekanan darah tinggi, Anda mungkin memerlukan operasi. Pada umumnya dokter akan merekomendasikan tiga pilihan operasi pengangkatan kista ginjal yang sesuai dengan kondisi Anda, yaitu:

a. Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS)

RIRS adalah salah satu jenis obat dan penanganan ketika kista sudah sangat besar hingga dapat dicapai dari bagian pengeringan cekungan ginjal. Dokter biasanya akan memasukkan teleskop kecil yang melewati lubang alam, seperti anus atau saluran kencing, hingga ke dalam ureter dan naik ke ginjal. 

Setelah itu, tim bedah akan memotong kantung berisi cairan tersebut dengan laser. Jika berhasil, kista akan dibuka ke dalam sistem pengeringan. Anda mungkin akan diberikan tabung kecil (stent) yang diletakkan di ureter selama dua minggu. 

Keuntungan dari pengobatan kista ginjal rawat jalan ini adalah proses pemulihannya yang lebih cepat. Bahkan, rasa sakit setelah operasi tidak terasa terlalu lama. 

b. Percutaneous Kidney Surgery

Selain RIRS, pilihan obat dan operasi untuk mengatasi kista ginjal lainnya adalah percutaneous kidney surgery. Operasi ini dilakukan untuk mengangkat kista besar yang berada di belakang ginjal. 

Biasanya, dokter akan melakukan operasi endoskopi di dalam ginjal dengan bantuan saluran kecil. Saluran ini adalah lubang yang dibuat melalui sayatan kecil pada kulit dan jaringan langsung ke ginjal. Dengan saluran tersebut, dokter akan membuka dan menghilangkan sebagian besar lapisan dinding.

Berbeda dengan RIRS, operasi yang biasa dilakukan untuk mengangkat batu ginjal ini memerlukan rawat inap, setidaknya satu malam di rumah sakit.

c. Laparoskopi

kolesistektomi adalah operasi batu empedu

Bagi pasien dengan jumlah kista yang banyak dan berukuran besar di ginjal mereka, laparoskopi mungkin menjadi pilihan terbaik. Laparoskopi adalah pengobatan yang dilakukan untuk menghilangkan sejumlah besar kista ginjal. Pada umumnya, prosedur ini sering dijalani oleh pasien ginjal polikistik dewasa.

Pada saat operasi dimulai, dokter akan memberikan tiga sayatan kecil yang dibuat di perut. Hal ini bertujuan agar alat bedah kecil dapat masuk ke perut dan ginjal. Normalnya, laparoskopi termasuk prosedur rawat jalan. 

Jika ada banyak kista yang perlu dikeluarkan dari kedua ginjal pada saat yang sama, Anda mungkin memerlukan rawat inap di rumah sakit semalaman. 

Pengobatan kista ginjal di rumah

minum mengatasi bau urin menyengat

Selain pilihan obat dan penanganan kista ginjal di atas, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat proses pemulihan. Selain itu, beberapa cara di bawah ini juga membantu mencegah kembali kambuhnya kista ginjal. 

1. Minum air yang banyak

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh adalah hal yang penting, terutama bagi Anda yang pernah mengalami kista ginjal. Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini yang satu ini dengan minum air yang banyak. 

Jika Anda termasuk pasien penyakit gagal ginjal, tanyakan pada dokter perihal banyaknya kebutuhan cairan yang perlu dipenuhi. Pasalnya, kebutuhan cairan pasien penyakit ginjal akan berbeda dengan mereka yang memiliki ginjal sehat. 

2. Pemeriksaan secara berkala

Walaupun Anda sudah bisa dinyatakan sembuh dari kista ginjal, sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan rutin. Tes dan pemeriksaan fungsi ginjal yang dilakukan secara berkala bertujuan agar dokter lebih cepat mendeteksi kista ginjal. 

Dengan demikian, kondisi kista di ginjal Anda dapat dipantau dan mungkin tidak memerlukan obat dan penanganan khusus. 

3. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang

Pola makan yang sehat adalah awal yang baik demi mengurangi risiko timbulnya kembali kista ginjal. Sebagai contoh, diet rendah lemak dan garam dapat dilakukan untuk mengurangi beban kerja ginjal. 

Daftar Pantangan Pasien Sakit Ginjal yang Perlu Dihindari

Ada beberapa makanan yang bisa Anda pilih karena baik untuk ginjal, seperti:

  • Apel karena membantu menurunkan kadar kolesterol dan glukosa berkat seratnya yang larut.
  • Blueberry yang kaya antioksidan membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung.
  • Ikan yang mengandung asam lemak omega-3 tinggi membantu mengendalikan pembekuan darah.

Jangan lupa untuk rutin berolahraga saat menjalani proses pemulihan usai operasi pengangkatan kista. Dengan begitu, Anda dapat menjaga fungsi ginjal tetap optimal, meskipun pernah mempunyai kista. 

Jika Anda merasakan gejala terkait kista ginjal, segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Beberapa Gejala Infeksi Ginjal yang Perlu Anda Ketahui

infeksi ginjal pielonefritis disebabkan oleh bakteri atau virus yang mulanya menyerang kandung kemih. Lantas, apa saja gejala infeksi ginjal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat dan Penanganan untuk Mengatasi Ginjal Bengkak

Pilihan obat untuk ginjal bengkak bervariasi sesuai dengan penyebab dan keparahannya. Pada kasus tertentu, dokter mungkin menyarankan Anda perlu operasi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah kelainan yang dapat mengakibatkan frekuensi buang air kecil bertambah dan rasa haus yang berlebihan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 12 menit

Hidronefrosis (Ginjal Bengkak)

Hidronefrosis (ginjal bengkak) adalah pembengkakan ginjal akibat urin yang menumpuk. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hemodialisis

Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
penyakit ginjal adalah

Penyakit Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 12 menit
transplantasi ginjal

Transplantasi Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit
kista ovarium harus dioperasi

Kapan Kista Ovarium Dianggap Bahaya dan Harus Dioperasi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit