Definisi

Apa itu keguguran?

Keguguran adalah kondisi kehilangan janin di dalam kehamilan secara spontan. Janin bisa dikatakan gugur atau hilang, apabila ibu mengalami kondisi ini sebelum usia kehamilan di minggu  ke 20 atau 5 bulan.

Gugurnya janin di dalam kandungan ini bisa menjadi tanda sesuatu yang salah dalam kehamilan atau indikasi janin tidak berkembang dengan baik. Dilaporkan bahwa sekitar 10-20 persen kehamilan berakhir dengan kondisi keguguran.

Seberapa umum keguguran?

Kondisi sangat umum terjadi. Lima puluh persen kehamilan bisa berakhir dengan keguguran, meskipun wanita belum menyadari bahwa dirinya sedang hamil,

Dalam tiga bulan pertama kehamilan, ada lebih dari 80% kasus kehamilan yang dilaporkan mengalami keguguran.

Setelah masa kehamilan memasuki usia 20 minggu, kondisi gugurnya janin di dalam kandungan mulai jarang terjadi. Ibu hamil bisa menghindari kondisi kehamilan ini dengan mengurangi faktor risiko dan pencegahan lebih lanjut. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Jenis-Jenis

Keguguran punya beberapa jenis, dan tiap jenis bisa terjadi tergantung sejauh mana tahap kehamilan Anda berlangsung. Tiap jenis gugurnya kandungan di dalam rahim punya gejala yang berbeda. Berikut adalah hal yang harus Anda ketahui:

1. Keguguran dini (Chemical Pregnancy)

Kondisi ini terjadi ketika ada gangguan pada janin yang terjadi pada tahap awal kehamilan dan disebut kehamilan kimiawi. Pada kondisi janin yang gugur dini ini, telur yang telah dibuahi tidak menempel di dinding rahim alias implantasinya tidak berhasil.

Sebagian besar kehamilan kimia terjadi karena kelainan kromosom pada sel telur yang dibuahi. Tanda kehamilan kimiawi adalah perdarahan yang mungkin terjadi.

2. Kelainan pada ovum (blighted ovum)

Kondisi blighted ovum juga bisa disebut sebagai kehamilan anembrionik. Jenis gugurnya janin di dalam kandungan ini termasuk keguguran tahap awal. Ini terjadi ketika telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim, tetapi embrio tidak berkembang dengan baik.

Dokter dapat mendiagnosis sel telur yang tidak berkembang dengan baik ini dengan melakukan USG, melihat adanya kantung kehamilan, dan mendengar detak jantung bayi.

Untuk mengatasi ini, ibu hamil harus dikuret untuk membersihkan sisa ovum yang tidak berkembang baik.

3. Keguguran diam-diam (Missed Miscarriage)

Kondisi ini terjadi saat janin meninggal di fase awal kehamilan. Akan tetapi jaringan sisa kehamilan masih ada di dalam tubuh wanita. Wanita yang telah mengalami kondisi ini akan terus mengalami gejala kehamilan.

Beberapa gejala nyata keguguran diam-diam bisa berupa keputihan dan kram vagina. Seorang wanita perlu dikuret untuk menghilangkan jaringan janin dari rahimnya.

4. Keguguran umum (Inevitable Miscarriage)

Keguguran yang tak terhindari ini ditandai dengan adanya perdarahan vagina dan kram perut yang terjadi selama awal kehamilan.

Kondisi ini menyebabkan pelebaran saluran serviks dan menandakan bahwa janin di dalam tubuh Anda sedang dalam proses gugur.

5. Gugurnya kandungan dan proses aborsi tidak menyeluruh (Incomplete Abortion)

Keguguran dengan aborsi yang tidak lengkap, wanita akan t mengalami perdarahan vagina dan sakit perut yang hebat.

Gugurnya janin di dalam kandungan ini menandakan adanya pembukaan dan keluarnya  sebagian kecil jaringan janin dari saluran serviks. Tes ultrasonografi dapat mendeteksi sisa jaringan di dalam rahim.

6. Keguguran total (Complete Miscarriage)

Dalam keguguran total, seluruh jaringan janin keluarkan dari  dalam rahim. Beberapa tanda umum dari gugurnya janin di dalam kandungan ini adalah nyeri perut yang parah dan perdarahan vagina yang berat. Pada kondisi ini, rasa sakit dan perdarahan dapat  mereda dengan cepat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala keguguran?

Gejala dan tanda keguguran paling umum adalah:

  • Bercak-bercak darah atau perdarahan vagina
  • Perut atau punggung bagian bawah terasa nyeri atau kram
  • Vagina mengeluarkan cairan atau jaringan
  • Perdarahan yang berkembang dari ringan sampai berat
  • Kram parah
  • Sakit perut
  • Demam
  • Lesu
  • Nyeri punggung

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau ingin bertanya, konsultasikanlah dengan dokter. Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab keguguran?

Ada beberapa penyebab gugurnya janin di dalam kandungan, antara lain:

1. Masalah pada janin

Apabila janin yang dikandung memiliki masalah genetik fatal, ini juga dapat menyebabkan keguguran. Biasanya, kondisi ini bukanlah disebabkan karena faktor risiko ibu.  Melainkan sebanyak 60% dugaan gugurnya janin di dalam rahim disebabkan karena ketidakcocokan kromosom pada janin.

Kromosom adalah struktur kecil yang ada di setiap sel manusia dan bertanggung jawab untuk membawa genetik.  Tubuh manusia terdiri dari 23 pasang kromosom, satu dari ibu dan satu set dari ayah.

Dalam beberapa kasus, ketika sel telur dan sperma bertemu, salah satu kromosom ternyata rusak. Embrio yang dihasilkan jadi memiliki kelainan kromosom, dan kehamilan berakhir dengan keguguran. Pasangan yang mengalami kondisi ini  berulang bisa disebakan karena ada kelainan pada kromosom keduanya.

2. Rahim ibu lemah

Serviks atau rahim ibu yang lemah juga dapat menjadi faktor risiko janin gugur terjadi. Kondisi ini juga bisa disebut sebagai inkompeten serviks.

Keguguran yang disebabkan karena rahim ibu lemah cenderung terjadi di trimester kedua. Beberapa gejala kondisi rahim ibu yang lemah adalah kurangnya fungsi serviks, antara lain bisa ditandai dengan perut yang merasa seperti ditekan, kantung ketuban pecah, dan jaringan antara janin dan tali pusar keluar tanpa adanya rasa sakit.

3. Penyakit ibu yang tidak diobati

Penyakit kronis seperti diabetes yang tidak terkontrol atau masalah tiroid (hipertiroidisme dan hipotiroidisme) dapat membuat rahim ibu tidak berfungsi dengan baik. Alhasil embrio bakal janin tidak dapat bertahan hidup dan mengakibatkan keguguran.

4. Sindrom ovarium polikistik (PCOS):

Wanita yang menderita PCOS berisiko lebih tinggi mengalami keguguran berulang dalam. Ini karena sindrom ovarium polikistik dalam tubuh wanita mengandung kadar hormon testosteron pria yang tinggi sehingga menyebabkan ovulasi dan menstruasi tidak teratur.

PCOS juga dapat mencegah lapisan endometrium tubuh wanita matang di waktu tepat. Dokter merekomendasikan asupan obat anti-diabetes oral, seperti metformin untuk mengurangi risiko janin gugur pada wanita dengan PCOS.

5. Infeksi Bakteri

Ada bakteri  berbahaya yang bisa membuat kondisi gugurnya janin di dalam kandungan ibu terjadi. Beberapa bakteri yang berbahaya bagi kandungan adalah bakteri mycoplasma hominis dan  ureaplasma urealyticum.

Bakteri tersebut hidup di saluran kencing tubuh manusia dan meningkatkan risiko keguguran Infeksi bakteri ini bisa merusak endometrium (lapisan rahim) dan merusak embrio.

6. Merokok, alkohol, narkoba, dan terpapar racun lingkungan

Nikotin yang ada dalam di dalam tembakau rokok bisa mengalir mencapai plasenta dan menghambat darah untuk mencapai janin yang sedang berkembang. Perokok atau ibu yang terpapar asap rokok pasif dapat berisiko mengalami keguguran.

Selain itu, minum minuman beralkohol juga memicu gugurnya janin di dalam kandungan secara mendadak. Paparan racun lingkungan yang lebih tinggi seperti asap industri, asap dari pembakaran barang laboratorium rumah sakit, atau asap pabrik juga dapat menyebabkan keguguran.

 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko keguguran?

Ada banyak faktor risiko yang bisa menyebakan kondisi ini terjadi

  • Pernah keguguran sebelumnya. Jika Anda pernah mengalami gugurnya janin di dalam kandungan sebanyak dua kali atau lebih sebelumnya, Anda lebih berisiko mengalami kehamilan gugur lagi.
  • Kondisi kronis seperti diabetes melitus yang tidak terkendali.
  • Gangguan rahim atau serviks
  • Merokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang. Merokok selama hamil membuat Anda lebih berisiko mengalami keguguran daripada wanita yang tidak merokok.
  • Berat badan. Berat badan di bawah atau di atas rata-rata telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko kehamilan.
  • Tes prenatal invasif, contohnya seperti pengambilan sampel chorionic villus dan amniocentesis, bisa sedikit meningkatkan risiko keguguran.

Fakta keguguran yang harus Anda ketahui

1. Kebanyakan kondisi meninggalnya janin di dalam kandungan disebabkan karena kelainan.  kematian janin mendadak karena kelainan. Bahkan, beberapa penyebab keguguran bisa disebabkan karena faktor hormonal dan masalah kekebalan tubuh ibu

2. Olahraga dan berhubungan intim tidak pernah menyebabkan keguguran dini.

3. Risiko keguguran lebih berisiko terjaid pada ibu yang hamil di atas usia 35 tahun . Sebagian besar kondisi gugurnya janin di dalam kandungan terjadi sebelum minggu ke-13 kehamilan.

4.Wanita yang mengalami keguguran berulang harus menjalani pemeriksaan medis, seperti yang disarankan oleh dokter kandungan. Pasalnya, dengan gejala awal seperti kram perut (mirip dengan nyeri haid) dan sebagian kecil perdarahan sering diabaikan dan dikira sebagai menstruasi.

5. Wanita, yang  mengalami keguguran, perlu menjalani dilatasi dan kuretase (D & C) segera setelah diketahui bahwa janin yang dikandung meninggal. Prosedur ini akan menghilangkan sisa-sisa jaringan janin di dalam  rahim.

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis keguguran?

Untuk mendiagnosis kondisi gugurnya kehamilan,dokter mungkin meminta Anda menjalani sejumlah tes.

  • Pemeriksaan panggul mampu membantu dokter mengetahui apakah serviks Anda mulai melebar.
  • Tes ultrasound atau USG yang berfungsi untuk memeriksa detak jantung janin dan mengidentifikasi apakah janin berkembang dengan baik.
  • Tes darah penting untuk menentukan apakah Anda telah sepenuhnya mengeluarkan semua jaringan tali pusar ketika janin yang dikandung telah meninggal.Tes darah dapat termasuk pengukuran hormon kehamilan dan beta HCG.
  • Tes jaringan, yang digunakan untuk mendeteksi bahwa jaringan alias janin sudah keluar. Lalu sampel jaringan dapat dikirim ke laboratorium untuk memastikan bahwa keguguran telah terjadi.

Bagaimana cara mengobati keguguran?

1. Apabila jaringan janin sudah keluar dengan sendirinya, Anda akan disarankan untuk melakukan operasi kuret.  Kuret dilakukan untuk menghilangkan sisa jaringan janin dari rahim Anda. Setelah prosedur kuret ini, siklus menstruasi Anda kemungkinan akan berlanjut dalam 4 hingga 6 minggu kemudian.

2. Apabila Anda didiagnosis mengalami keguguran yang mengancam nyawa, Anda bisa disarankan untuk beristirahat sampai perdarahan atau rasa sakit hilang. Anda juga disarankan menghindari berolahraga serta berhubungan seks terlebih dahulu.

3. Untuk mempercepat pembersihan rahim dari sisa keguguran, silakan berdiskusi dengan dokter tentang penggunaan obat. Obat dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan jaringan dan tali pusar sisa kehamilan sebelumnya.

Selain itu, memasukkan obat ke dalam vagina lebih efektif dan dapat mengurangi efek samping seperti mual dan diare ketika menggunakan obat yang minum.

4. Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini :

  • Jika Anda mengalami perdarahan berat, demam, atau sakit perut selama beberapa jam pemulihan fisik setiap hari, hubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan medis.
  • Anda harus menghindari berhubungan intim atau memasukkan apapun ke dalam vagina, misalnya tampon, selama dua minggu setelah keguguran.
  • Anda harus memastikan bahwa Anda siap secara fisik dan mental bila Anda ingin hamil lagi.
  • Para ahli medis juga merekomendasikan Anda untuk menunggu satu kali siklus menstruasi normal sebelum Anda mulai mencoba untuk hamil lagi.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mencegah keguguran?

Ada beberapa cara untuk mencegah janin gagal bertahan di dalam kandungan, antara lain adalah:

1. Minum suplemen asam folat

Mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung asam folat sebelum atau selama kehamilan untuk mencegah keguguran. Dokter menyarankan asupan 600 mg asam folat per hari yang menghilangkan bayi kemungkinan cacat lahir.

2. Imunisasi rutin

Beberapa kondisi medis kronis meningkatkan risiko keguguran. Anda dapat mencegah penyakit seperti itu melalui vaksinasi. .

Selama kehamilan, Anda juga  perlu menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes darah rutin untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda di dalam rahim

3. Olahraga secara teratur

Berolahraga secara teratur disarankan untuk mendapatkan kehamilan yang sehat. Selama kehamilan, ibu disarankan untuk melakukan olahraga yang aman seperti pilates dan yoga. Hindari olahraga terlalu berat, karena itu meningkatkan suhu tubuh Anda dan mengurangi jumlah suplai darah ke janin.

4. Makan makanan bergizi

Selama hamil, Anda dapat mengonsumsi ikan laut yang kaya akan asam lemak omega-3. Selain kaya protein dan vitamin A, ikan mengandung asam lemak sehat. Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan dapat membantu meningkatkan produksi hormon. Di mana ini bisa membuat siklus menstruasi teratur dan mengurangi peradangan rahim.

Selain itu, konsumsi juga makanan yang mengandung biji-bijian seperti gandum utuh dan sereal yang baik untuk kadar gula darah dalam tubuh tetap sehat.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Direview tanggal: Mei 23, 2019 | Terakhir Diedit: Mei 23, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan