Abortus Imminens, Ancaman Keguguran yang Perlu Diwaspadai Saat Hamil Muda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Trimester pertama merupakan masa-masa rentan untuk ibu hamil. Salah satu risiko terbesar yang mungkin terjadi saat hamil muda adalah abortus imminens. Komplikasi kehamilan trimester awal ini dapat membahayakan kesehatan ibu dan calon jabang bayinya.

Apa itu abortus imminens?

Membaca namanya, Anda mungkin berpikiran bahwa abortus imminen ada hubungannya dengan tindak aborsi. Bukan.

Abortus imminens adalah istilah yang menggambarkan tanda dan gejala peringatan keguguran. Kata “Abortus” berarti keluarnya fetus secara tiba-tiba sebelum ia dapat bertahan hidup sendiri di luar kandungan, sementara “imminens” berasal dari kata imminent yang artinya “sebentar lagi” atau “dalam waktu dekat”.

Kondisi ini utamanya ditandai dengan kemunculan flek kecokelatan (kadang ada gumpalan darah) dari vagina ketika usia kehamilan kurang dari 20 minggu. Kadang juga disertai nyeri di sekitar perut dan punggung bawah akibat kontraksi rahim, padahal belum terjadi pelebaran leher rahim.

Dalam dunia medis, abortus imminens juga dikenal dengan sebutan threatened miscarriage atau ancaman keguguran. Dikatakan sebagai ancaman karena keluarnya flek darah pada trimester awal adalah salah satu tanda keguguran yang biasanya muncul paling pertama.

Sekitar 20-30 persen ibu hamil bisa mengalami komplikasi ini dalam 20 minggu pertama kehamilan.

Apa penyebab abortus imminens?

Penyebab pastinya masih belum diketahui secara jelas. Namun, komplikasi kehamilan muda ini terkait dengan risiko keguguran. Ada berbagai hal yang menyebabkan perempuan rentan keguguran. Mulai dari:

  • Kelainan kromosom. Sekitar 60-70 persen penyebab keguguran berasal dari kelainan kromosom pada janin atau embrio.
  • Masalah plasenta.
  • Infeksi virus dan bakteri selama kehamilan
  • Mengalami trauma atau benturan keras di sekitaran perut
  • Kehamilan usia tua (di atas 35 tahun)
  • Terpapar zat kimia berbahaya atau obat-obatan tertentu
  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein

Dalam kasus tertentu, wanita yang mengalami obesitas dan memiliki riwayat penyakit diabetes sebelum kehamilan juga berisiko tinggi mengalami kondisi ini.

Bagaimana cara mengatasi abortus imminens?

Bagi beberapa wanita, abortus imminens adalah penegalaman yang sangat menakutkan. Apalagi jika ini merupakan kehamilan pertama Anda.

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami perdarahan dan nyeri perut yang tidak biasa pada trimester pertama kehamilan, sebaiknya Anda segera konsultasi ke dokter. Semakin cepat Anda mendapatkan pertolongan medis, maka dampaknya pun akan semakin baik untuk Anda dan janin.

Dokter Anda mungkin akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menentukan pengobatan yang terbaik sesuai dengan kondisi Anda. Selain memeriksa kondisi dan riwayat kesehatan Anda, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium.

Berikut beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan dokter untuk mendiagnosis abortinus imminens.

1. Pemeriksaan panggul

Selama pemeriksaan panggul, dokter akan memeriksa organ reproduksi Anda, termasuk vagina, leher rahim, dan rahim Anda. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari sumber perdarahan serta memeriksa kantung ketuban. Biasanya dokter hanya memerlukan beberapa menit saja untuk melakukan pemeriksaan satu ini.

2. USG transvaginal

Dokter akan melakukan pemeriksaan USG transvaginal untuk mendeteksi perdarahan abnormal, memantau detak jantung, dan perkembangan janin di dalam rahim Anda.

USG transvaginal lebih direkomendasikan ketimbang skrining USG abdominal karena bisa mendapatkan akses yang lebih dekat dengan organ-organ yang diperiksa. Alhasil, gambar yang dihasilkan pun akan tampak lebih jelas dan akurat.

3. Tes darah

Tes darah, mungkin juga dapat dilakukan dokter untuk memeriksa kadar hormon HCG dan progesteron. HCG sendiri merupakan hormon yang diproduksi tubuh selama kehamilan. Sementara progesteron adalah hormon yang menjaga kehamilan dan mendukung tumbuh kembang kehamilan. Jika kedua hormon tersebut tidak normal, itu artinya ada masalah kesehatan yang dialami oleh ibu hamil.

Setelah Anda melakukan serangkaian pemeriksaan yang sudah disebutkan di atas, barulah dokter bisa menentukan pengobatan. Salah satu pengobatan yang paling umum dianjurkan dokter bagi ibu hamil yang mengalami abortus imminens adalah istirahat total, alias bed rest.

Dokter juga mungkin akan menyarankan Anda untuk tidak berhubungan seksual sementara waktu sampai kondisi Anda membaik. Suntik progesteron untuk meningkatkan kadar hormon juga bisa dilakukan dokter.

Apakah saya bisa melahirkan bayi yang sehat?

Dalam banyak kasus, abortus imminens tidak benar-benar menyebabkan keguguran. Namun, Anda pasti khawatir perihal kondisi bayi yang akan Anda lahirkan nantinya.

Kabar baiknya, wanita hamil yang mengalami abortus imminens tetap bisa melahirkan bayi yang sehat. Dengan catatan, jika serviks (leher rahim) Anda belum melebar dan jika janin masih berada di dinding rahim dengan aman.

Apabila tubuh Anda kekurangan hormon HCG dan progesteron, dokter mungkin akan memberikan terapi hormon untuk membantu Anda melahirkan bayi sampai cukup bulan.

Namun, jika pada akhirnya Anda mengalami keguguran, peluang Anda untuk bisa hamil di kemudian hari tetap ada.

Cara menjaga kehamilan agar tetap sehat

Agar kesehatan ibu dan bayi tetap optimal hingga persalinan tiba, Anda harus benar-benar menjaga kehamilan dengan sebaik mungkin. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

  • Rajin konsul ke dokter. Pastikan Anda rutin melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh dokter kandungan. Dokter kandungan biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, dan USG untuk mengecek kondisi kehamilan Anda.
  • Perhatikan asupan makanan. Selama hamil, penting bagi Anda untuk memerhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Pastikan makanan yang Anda konsumsi mengandung zat gizi lengkap, terutama makanan yang menjadi sumber protein dan berserat tinggi. Sebisa mungkin, hindari menuruti ngidam makanan yang mengandung gula dan lemak tinggi karena hal tersebut bisa meningkatkan risiko prediabetes atau bahkan diabetes gestasional.
  • Istirahat yang cukup. Ibu hamil memang dianjurkan untuk melakukan berbagai aktivitas normal seperti biasanya, namun jangan lupa perhatikan kondisi tubuh Anda. Hindari melakukan aktivitas yang terlalu berat. Pastikan tubuh Anda mendapatkan istirahat dan tidur yang cukup.
  • Melakukan vaksinasi. Setidaknya ada 5 vaksin wajib yang idealnya dilakukan oleh semua ibu yang akan merencanakan kehamilan. Vaksin tersebut di antaranya hepatitis B, MMR, varisela, tetanus/diphtheria/pertussis (Tdap), dan vaksin kanker serviks. Anda bisa melakukan berbagai vaksinasi tersebut di puskesmas, klinik, mauun rumah sakit.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca