Abortus Imminens, Ancaman Keguguran yang Perlu Diwaspadai Saat Hamil Muda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Trimester pertama merupakan masa-masa rentan untuk ibu hamil. Salah satu risiko terbesar yang mungkin terjadi saat hamil muda adalah abortus imminens. Komplikasi kehamilan trimester awal ini dapat membahayakan kesehatan ibu dan calon jabang bayinya.

 

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Apa itu abortus imminens?

tanda tanda keguguran atau abortus imminens

Bila dilihat dari namanya, sekilas mungkin berpikiran bahwa abortus imminen ada hubungannya dengan tindak aborsi. Namun ini berbeda.

Abortus imminens adalah istilah yang menggambarkan tanda dan gejala peringatan keguguran.

Kata “Abortus” berarti keluarnya fetus secara tiba-tiba sebelum ia dapat bertahan hidup sendiri di luar kandungan. Sementara “imminens” berasal dari kata imminent yang artinya “sebentar lagi” atau “dalam waktu dekat”.

Artinya, ini adalah perdarahan yang ditandai dengan kemunculan flek kecokelatan (kadang ada gumpalan darah) dari vagina ketika usia kehamilan kurang dari 20 minggu.

Kadang juga disertai nyeri di sekitar perut dan punggung bawah akibat kontraksi rahim, padahal belum terjadi pelebaran leher rahim.

Dalam dunia medis, abortus imminens juga dikenal dengan sebutan threatened miscarriage atau ancaman keguguran. Ini adalah jenis keguguran yang masih bisa diselamatkan.

Dikatakan sebagai ancaman karena keluarnya flek darah pada trimester awal adalah salah satu tanda keguguran yang biasanya muncul paling pertama.

Sekitar 20-30 persen ibu hamil bisa mengalami komplikasi kehamilan ini dalam 20 minggu pertama kehamilan.

Apa penyebab abortus imminens?

perdarahan setelah keguguran

Penyebab pastinya masih belum diketahui secara jelas. Namun, komplikasi kehamilan muda ini terkait dengan risiko keguguran. Ada berbagai hal yang menyebabkan perempuan rentan keguguran, seperti:

  • Kelainan kromosom. Sekitar 60-70 persen penyebab keguguran berasal dari kelainan kromosom pada janin atau embrio.
  • Masalah plasenta.
  • Infeksi virus dan bakteri selama kehamilan
  • Mengalami trauma atau benturan keras di sekitaran perut
  • Kehamilan usia tua (di atas 35 tahun)
  • Terpapar zat kimia berbahaya atau obat-obatan tertentu
  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein

Dalam kasus tertentu, wanita yang mengalami obesitas dan memiliki riwayat penyakit diabetes sebelum kehamilan juga berisiko tinggi mengalami kondisi ini.

Bagaimana cara mengatasi abortus imminens?

ibu hamil susah tidur

Bagi beberapa wanita, abortus imminens adalah pengalaman yang sangat menakutkan. Apalagi jika ini merupakan kehamilan pertama.

Oleh sebab itu, jika mengalami perdarahan dan nyeri perut yang tidak biasa pada trimester pertama kehamilan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Semakin cepat Anda mendapatkan pertolongan medis, maka dampaknya pun akan semakin baik untuk ibu hamil dan janin.

Dokter mungkin akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menentukan pengobatan yang terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Selain memeriksa kondisi dan riwayat kesehatan, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium.

Berikut beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan dokter untuk mendiagnosis abortus imminens.

1. Pemeriksaan panggul

Selama pemeriksaan panggul, dokter akan memeriksa organ reproduksi, termasuk vagina, leher rahim, dan rahim.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari sumber perdarahan serta memeriksa kantung ketuban. Biasanya dokter hanya memerlukan beberapa menit saja untuk melakukan pemeriksaan satu ini.

2. USG transvaginal

Dokter akan melakukan pemeriksaan USG transvaginal untuk mendeteksi perdarahan abnormal, memantau detak jantung, dan perkembangan janin di dalam rahim Anda.

USG transvaginal lebih direkomendasikan ketimbang skrining USG abdominal karena bisa mendapatkan akses yang lebih dekat dengan organ-organ yang diperiksa. Alhasil, gambar yang dihasilkan pun akan tampak lebih jelas dan akurat.

3. Tes darah

Tes darah, mungkin juga dapat dilakukan dokter untuk memeriksa kadar hormon HCG dan progesteron.

HCG sendiri merupakan hormon yang diproduksi tubuh selama kehamilan. Sementara progesteron adalah hormon yang menjaga kehamilan dan mendukung tumbuh kembang kehamilan.

Jika kedua hormon tersebut tidak normal, itu artinya ada masalah kesehatan yang dialami oleh ibu hamil.

Setelah Anda melakukan serangkaian pemeriksaan yang sudah disebutkan di atas, barulah dokter bisa menentukan pengobatan.

Salah satu pengobatan yang paling umum dianjurkan dokter bagi ibu hamil yang mengalami abortus imminens adalah istirahat total, alias bed rest.

Dokter juga mungkin akan menyarankan Anda untuk tidak berhubungan seksual sementara waktu sampai kondisi Anda membaik. Suntik progesteron untuk meningkatkan kadar hormon juga bisa dilakukan dokter.

Apakah saya bisa melahirkan bayi yang sehat?

hamil di masa pandemi

Dalam banyak kasus, abortus imminens tidak benar-benar menyebabkan keguguran. Namun, Anda pasti khawatir perihal kondisi bayi yang akan Anda lahirkan nantinya.

Kabar baiknya, wanita hamil yang mengalami abortus imminens tetap bisa melahirkan bayi yang sehat. Dengan catatan, jika serviks (leher rahim) belum melebar dan jika janin masih berada di dinding rahim dengan aman.

Apabila tubuh kekurangan hormon HCG dan progesteron, dokter mungkin akan memberikan terapi hormon untuk membantu Anda melahirkan bayi sampai cukup bulan.

Namun, jika pada akhirnya Anda mengalami keguguran, peluang Anda untuk bisa hamil di kemudian hari tetap ada.

Cara menjaga kehamilan agar tetap sehat

penyebab keguguran terlambat late miscarriage

Agar kesehatan ibu dan bayi tetap optimal hingga persalinan tiba, Anda harus benar-benar menjaga kehamilan dengan sebaik mungkin. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

Rajin konsultasi ke dokter

Pastikan Anda rutin melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh dokter kandungan.

Dokter kandungan biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, dan USG untuk mengecek kondisi kehamilan Anda.

Perhatikan asupan makanan

Selama hamil, penting bagi Anda untuk memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Pastikan makanan yang Anda konsumsi mengandung zat gizi lengkap, terutama makanan yang menjadi sumber protein dan berserat tinggi.

Sebisa mungkin, hindari menuruti ngidam makanan yang mengandung gula dan lemak tinggi karena hal tersebut bisa meningkatkan risiko prediabetes atau bahkan diabetes gestasional.

Istirahat yang cukup

Ibu hamil memang dianjurkan untuk melakukan berbagai aktivitas normal seperti biasanya, namun jangan lupa perhatikan kondisi tubuh Anda.

Hindari melakukan aktivitas yang terlalu berat. Pastikan tubuh Anda mendapatkan istirahat dan tidur yang cukup.

Melakukan vaksinasi

Setidaknya ada 5 vaksin wajib yang idealnya dilakukan oleh semua ibu yang akan merencanakan kehamilan.

Vaksin tersebut di antaranya hepatitis B, MMR, varisela, tetanus/diphtheria/pertussis (Tdap), dan vaksin kanker serviks. Anda bisa melakukan berbagai vaksinasi tersebut di puskesmas, klinik, maupun rumah sakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Stres saat hamil memang normal. Tetapi jika ibu hamil mengalami stres hingga mengganggu aktivitasnya, dampak stres tersebut bisa memengaruhi janin.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Perkembangan Janin, Kehamilan 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Jenis Obat Penambah Darah yang Umum Diresepkan Dokter

Meski umumnya bersifat ringan, pada beberapa kasus Anda mungkin butuh obat anemia. Tak hanya zat besi, dokter mungkin meresepkan obat kurang darah lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nutrisi trimester ketiga

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Faktor Rhesus digunakan untuk mengelompokkan golongan darah, selain sistem ABO. Faktor Rhesus juga bisa disebut dengan faktor Rh.

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit
aps adalah antiphospholipid syndrome

Sindrom Antifosfolipid (APS)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit