9 Makanan yang Bisa Mengugurkan Kandungan Ibu Hamil, Perlu Diwaspadai!

    9 Makanan yang Bisa Mengugurkan Kandungan Ibu Hamil, Perlu Diwaspadai!

    Keguguran adalah kondisi berakhirnya kehamilan secara tiba-tiba ketika usia kandungan masih terlalu dini. Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil keguguran, salah satunya adalah makanan ibu hamil. Ya, ada beberapa makanan yang berisiko menyebabkan keguguran kandungan sehingga perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Apa saja makanan tersebut?

    Makanan yang berpotensi menyebabkan keguguran

    pengalaman keguguran

    Pada dasarnya, makanan dan minuman tidak secara langsung menyebabkan keguguran.

    Namun, yang bisa menyebabkan terjadinya keguguran adalah efek beracun pada beberapa makanan dan minuman tertentu terhadap kehamilan.

    Efek beracun itu berasal dari kontaminasi bakteri, virus, maupun zat tertentu yang tidak bisa diterima oleh janin atau tubuh ibu hamil.

    1. Makananan dan minuman yang belum melalui proses pasteurisasi

    Mengonsumsi makanan dan minuman yang belum melalui proses pasteurisasi bisa menyebabkan keguguran kandungan ibu hamil.

    Mengutip dari NHS, makanan produk olahan susu yang tidak melalui proses pasteurisasi bisa mengandung bakteri listeriosis yang bisa menyebabkan infeksi pada ibu hamil.

    Bakteri listeriosis yang ada di dalam makanan produk olahan susu bisa bisa menggugurkan kandungan, bayi lahir mati (stillbirth), atau membuat bayi lahir dalam keadaan tidak sehat.

    Beberapa contoh makanan yang tidak dipasteurisasi yaitu sebagai berikut.

    • Keju lunak dengan lapisan putih di bagian luar.
    • Berbagai jenis susu, seperti susu sapi, kambing, atau susu domba.
    • Keju dari susu kambing yang lembut.

    Ibu hamil bisa mengalami listeriosis akibat bakteri Listeria monocytogenes yang dapat ditemukan pada produk susu yang tidak dipasteurisasi.

    2. Daging dan makanan mentah

    Ibu hamil perlu untuk menghindari makan daging mentah atau kurang matang karena termasuk makanan yang bisa menyebabkan keguguran kandungan.

    Ini termasuk pada semua jenis daging, baik untuk steak, daging cincang, salami, pepperoni, sampai sosis yang mudah dimasak.

    Mengutip dari Tommy’s, parasit toksoplasmosis bisa terkandung di dalam daging mentah atau setengah matang.

    Selain itu, daging mentah merupakan sarang bakteri lainnya yakni E.coli, Listeria monocytogenes, dan Salmonella.

    Bakteri-bakteri ini bisa menimbulkan berbagai macam infeksi yang mengganggu kondisi ibu dan janin.

    Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi daging yang sudah matang sempurna untuk menghindari segala kontaminasi berbahaya.

    Selain itu, meskipun matang lebih aman, ibu hamil juga perlu berhati-hati jika membeli makanan olahan daging dari luar.

    Penyimpanan daging yang tidak tepat juga bisa memicu banyaknya kontaminasi pada daging tersebut meskipun selanjutnya akan dimasak.

    3. Ikan yang tinggi merkuri

    Sebetulnya makan seafood saat hamil itu sah-sah saja. Anda bisa mengonsumsi berbagai macam ikan saat hamil karena mengandung zat gizi yang menunjang perkembangan janin.

    Namun, ada beberapa jenis ikan yang sebaiknya Anda hindari, seperti ikan hiu, swordfish atau ikan todak, ikan tenggiri, dan ikan tuna.

    Ikan-ikan tersebut merupakan ikan dengan kadar merkuri yang cukup tinggi. Merkuri merupakan zat beracun bagi tubuh.

    Semakin tingginya kadar merkuri akan menjadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, serta ginjal.

    4. Seafood mentah

    alergi seafood

    Berbagai jenis seafood atau makanan laut yakni ikan, cumi-cumi, udang dan lain sebagainya jika dikonsumsi mentah sangat berisiko bagi ibu hamil, terutama kerang.

    Seafood mentah berisiko mengandung sejumlah parasit berbahaya seperti norovirus, vibro, bakteri Salmonella, Listeria monocytogenes, serta parasit lainnya.

    Virus dan bakteri-bakteri tersebut akan menimbulkan berbagai infeksi di dalam tubuh. Beberapa jenis infeksi yang menyerang ibu bisa membuat kondisi kesehatan semakin melemah.

    Infeksi juga dapat diteruskan ke bayi yang bisa berdampak fatal, sehingga makanan tersebut bisa menggugurkan kandungan Anda.

    Sebagai contoh, bakteri Listeria monocytogenes yang ada dalam ikan mentah bisa diteruskan ke janin melalui plasenta ibu dan meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur, keguguran, atau bayi lahir mati.

    5. Telur mentah dan setengah matang

    Telur ayam, bebek, maupun telur puyuh yang mentah dan setengah matang mengandung bakteri Salmonella yang tinggi.

    Salmonella bisa mengganggu kesehatan ibu hamil secara keseluruhan, termasuk mengalami mual muntah, keram perut, dan diare yang berat.

    Pada beberapa kasus, infeksi Salmonella bisa memicu terjadinya kelahiran bayi mati.

    6. Jeroan termasuk makanan yang menggugurkan kandungan

    Beberapa jenis jeroan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, misalnya hati, entah itu hati ayam, sapi, kambing. hingga babi.

    Hati hewan memang mengandung tinggi zat besi, vitamin B 12, copper (tembaga), dan vitamin A yang baik bagi kesehatan ibu dan kandungannya.

    Namun, makan terlalu banyak jeroan bisa menyebabkan penumpukan vitamin A dan mineral tembaga di dalam tubuh.

    Kelebihan vitamin A dan copper bisa menjadi racun yang mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

    7. Alkohol

    Minuman mengandung alkohol untuk ibu hamil sangat dilarang keras karena efeknya secara langsung bisa menjadi penggugur kandungan atau bayi lahir mati (stillbirth).

    Bahkan, sejumlah kecil alkohol saja dapat memberikan dampak yang sangat negatif bagi perkembangan sel bayi di dalam kandungan.

    8. Kafein

    Terlalu banyak mengonsumsi minuman mengandung kafein bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan janin, seperti menyebabkan keguguran dan berat badan lahir rendah (BBLR).

    Kafein tidak hanya ditemukan di dalam kopi, tetapi juga di beberapa minuman ini.

    • Minuman bersoda.
    • Cokelat.
    • Teh.

    Ibu hamil harus membatasi makanan dan minuman mengandung kafein yang bisa menggugurkan kandungan.Setidaknya tidak lebih dari 200 mg per hari.

    Berikut kandungan kafein dalam takaran minuman yang berisiko menyebabkan keguguran bila dikonsumsi terlalu banyak.

    • Satu kaleng kola mengandung 40 mg kafein.
    • Satu cangkir teh mengandung 75 mg kafein.
    • Sebatang cokelat mengandung 50 mg kafein.
    • Satu cangkir kopi instan mengandung 100 mg kafein.
    • Satu cangkir kopi saring mengandung 140 mg kafein.

    Anda bisa membatasi konsumsinya dengan mengurangi takaran setiap hari. Sebagai contoh, ibu hamil hanya minum kopi satu minggu atau bahkan satu bulan sekali.

    9. Pepaya muda

    Walau umumnya disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian selama hamil, ibu hamil mungkin harus menghindari buah tertentu, salah satunya pepaya.

    Meski demikian, tidak semua jenis pepaya harus dihindari selama masa kehamilan, tetapi hanya pepaya muda.

    Ada banyak vitamin dalam buah pepaya yang bermanfaat untuk kesehatan ibu dan janin, seperti beta karoten, kolin, serat, kalium, folat, serta vitamin A,B, dan C.

    Sementara buah pepaya muda mengandung getah (latex) dan papain. Getah pada pepaya muda diketahui dapat memicu kontraksi di dalam rahim.

    Begitu juga dengan papain yang bisa diduga oleh tubuh sebagai prostaglandin, yaitu zat pemicu persalinan yang juga bisa melemahkan lapisan pelindung janin.

    Jika Anda memiliki pertanyaan atau keraguan sebelum mengonsumsi makanan dan minuman tertentu, jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut dengan dokter kandungan, ya.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 24/10/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan