Daftar Makanan dan Minuman yang Bisa Menyebabkan Keguguran

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Keguguran adalah kondisi berakhirnya kehamilan secara tiba-tiba ketika usia kehamilan masih terlalu dini. Biasanya, keguguran rentan terjadi di bawah 20 minggu, atau saat berat janin kurang dari 400 gr. Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil keguguran, salah satunya adalah gaya hidup tidak sehat. Karena itu para ibu hamil harus berhati-hati dengan pemilihan makanan dan minuman selama kehamilannya. Anda juga perlu lebih mewaspadai beberapa makanan pemicu keguguran berikut ini. 

Kenapa makanan bisa menyebabkan keguguran?

Pada dasarnya, makanan dan minuman tidak secara langsung menyebabkan keguguran. Yang bisa memicu terjadinya keguguran adalah efek beracun pada beberapa makanan tertentu, yang berasal dari kontaminasi bakteri dan virus, atau zat tertentu yang tidak bisa diterima oleh janin atau tubuh ibu hamil.

Misalnya, bakteri listeria yang dapat ditemukan pada produk susu yang tidak dipasteurisasi, parasit toxoplasma yang dapat diperoleh dari konsumsi daging mentah atau setengah matang (biasanya domba dan babi), dan bakteri salmonella yang dapat ditemukan pada telur mentah atau setengah matang.

Daftar makanan pemicu keguguran yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil

1. Ikan yang tinggi merkuri

Sebetulnya makan seafood saat hamil itu sah-sah saja. Anda bisa mengonsumsi berbagai macam ikan saat hamil karena mengandung zat gizi yang menunjang perkembangan janin. Namun, ada beberapa jenis ikan yang sebaiknya Anda hindari. Seperti ikan hiu, swordfish atau ikan todak, ikan king makarel, dan tuna.

Ikan-ikan tersebut mengandung kadar merkuri cukup tinggi. Merkuri merupakan zat beracun bagi tubuh. Semakin tingginya kadar merkuri akan menjadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, serta ginjal.

2. Seafood mentah

Berbagai jenis seafood atau makanan laut yakni ikan, cumi-cumi, udang dan lain sebagainya jika dikonsumsi mentah sangat berisiko bagi ibu hamil. Apalagi kerang. Seafood mentah berisiko mengandung sejumlah parasit berbahaya seperti norovirus, vibro, salmonella, listeria, serta parasit lainnya.

Virus dan bakteri-bakteri tersebut akan menimbulkan berbagai infeksi di dalam tubuh. Beberapa jenis infeksi yang menyerang ibu bisa membuat kondisi kesehatan semakin melemah. Infeksi juga dapat diteruskan ke bayi dalam kandungan yang bisa berdampak fatal.

Contohnya saja bakteri listeria yang ada dalam ikan mentah, bisa diteruskan ke janin melalui plasenta ibu dan meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur, keguguran, atau bayi lahir mati.

3. Daging mentah

Hindari mengonsumsi daging mentah atau setengah matang saat hamil. Dilansir dalam laman NHS UK, daging mentah berpotensi menimbulkan infeksi toksoplasmosis. Toksoplamosis umum disebabkan oleh parasit yang ada di dalam daging mentah, susu kambing yang tidak dipasteurisasi, tanah, kotoran kucing, dan air yang terkontaminasi.

Toksoplasmosis akan berdampak bahaya bagi perkembangan janin. Parahnya lagi, biasanya infeksi ini tidak menimbulkan gejala apa pun pada ibu hamil.

Selain itu, daging mentah merupakan sarang bakteri lainnya yakni E.coli, Listeria dan juga Salmonela. Bakteri-bakteri ini bisa menimbulkan berbagai macam infeksi yang mengganggu kondisi ibu dan janin.

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi daging yang sudah matang sempurna untuk menghindari segala kontaminasi berbahaya. Selain itu, meskipun matang lebih aman ibu hamil, ibu hamil juga perlu berhati-hati jika membeli makanan olahan daging dari luar. Penyimpanan daging yang tidak tepat juga bisa memicu banyaknya kontaminasi pada daging tersebut meskipun selanjutnya akan dimasak.

4. Telur mentah dan setengah matang

Telur ayam, bebek, maupun telur puyuh yang mentah dan setengah matang mengandung bakteri Salmonela yang tinggi.

Salmonela bisa mengganggu kesehatan ibu hamil secara keseluruhan, termasuk mengalami mual muntah, keram perut, dan diare yang berat. Dilansir dari Healthline, pada beberapa kasus infeksi salmonella bisa memicu terjadinya kelahiran bayi mati.

5. Jeroan

Beberapa jenis jeroan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Misalnya hati, entah itu hati ayam, sapi, kambing. hingga babi. Hati hewan memang mengandung tinggi zat besi, vitamin B 12, copper (tembaga), dan vitamin A yang baik bagi kesehatan ibu dan kandungannya. Namun, makan kebanyakan makan jeroan bisa menyebabkan penumpukan vitamin A dan mineral tembaga di dalam tubuh. Kelebihan vitamin A dan copper bisa menjadi racun yang mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

6. Alkohol

Alkohol sangat dilarang keras untuk ibu hamil karena efeknya secara langsung memengaruhi keguguran atau kelahiran janin yang mati. Bahkan sejumlah kecil saja dapat memberikan dampak yang sangat negatif bagi perkembangan sel bayi di dalam kandungan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 28, 2017 | Terakhir Diedit: Januari 15, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca