Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kehamilan adalah hal yang paling ditunggu-tunggu bagi sebagian besar pasangan suami istri. Sayangnya, kehamilan juga dapat menjadi hal yang traumatis apabila terjadi keguguran. Rasa khawatir dan bingung bisa membuat wanita menjadi enggan untuk mencoba hamil setelah keguguran. Berikut penjelasan mengenai program hamil setelah kuret atau keguguran yang perlu diketahui!

Cara agar cepat hamil setelah keguguran

cara hamil setelah keguguran

Ada berbagai macam hal yang bisa menjadi penyebab keguguran. Namun, seringkali hal ini pun tidak diketahui.

Dikutip dari Mayo Clinic, banyak keguguran terjadi karena janin tidak berkembang secara normal.

Hal yang perlu diperhatikan adalah rasa sedih berkelanjutan sehingga Anda mengalami trauma serta stres setelah keguguran.

Maka dari itu, diperlukan kesiapan baik dari emosi juga fisik apabila ingin hamil setelah kuret atau keguguran.

Jika Anda sudah siap untuk kembali mendapatkan kehamilan, usaha bersama pasangan tentunya juga harus diikuti dengan menjalani pola hidup yang sehat.

Berikut adalah beberapa cara cepat hamil setelah kuret atau keguguran yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Konsultasikan pada dokter

Hal pertama ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh sudah siap untuk kembali menjalani masa kehamilan.

Lakukan juga kunjungan ke dokter secara rutin ketika ingin hamil setelah keguguran agar keadaan fisik bisa dipantau dengan baik.

Beberapa kondisi lainnya setelah keguguran yang membutuhkan konsultasi dokter, seperti:

  • Pernah mengalami keguguran dua kali atau lebih.
  • Wanita dengan usia di atas 35 tahun.
  • Mempunyai penyakit yang bisa memengaruhi kehamilan.
  • Pernah mengalami masalah kesuburan.

2. Jalani pola makan dengan gizi yang seimbang.

Perbanyak konsumsi makanan agar cepat hamil seperti sayuran berdaun hijau, buah-buahan segar, protein, juga yang kaya akan zat besi.

Tidak lupa vitamin untuk promil untuk meningkatkan peluang kehamilan pasca kuret. Perbanyak juga minum air mineral untuk menghindari dehidrasi serta melindungi organ tubuh.

3. Lakukan olahraga

Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan di masa subur.

Lalu, cara cepat hamil setelah kuret atau keguguran ini juga diharapkan mampu mempercepat proses pembuahan.

Anda bisa memulai dengan berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau jogging selama satu jam.

4. Batasi konsumsi kafein

Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa konsumsi kafein dapat menyebabkan masalah kesuburan atau bahkan keguguran.

Maka dari itu tidak ada salahnya untuk membatasi asupan kafein sebagai cara cepat hamil setelah kuret atau keguguran.

Namun, jangan khawatir karena Anda masih bisa mengonsumsi kafein setidaknya 200 hingga 3000 mg kafein per hari.

5. Berpikir tenang dan hindari stres

Sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa keguguran dapat menimbulkan trauma juga stress apabila tidak ditangani dengan baik.

Seperti yang telah banyak diketahui, stres dapat sangat berdampak pada fungsi hormon dan ovulasi.

Agar dapat membantu, cara cepat hamil setelah keguguran lainnya yang bisa dicoba adalah meditasi atau bercerita pada pasangan juga orang-orang terdekat.

6. Kendalikan berat tubuh Anda

Kekurangan atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami masalah kesuburan.

Pastikan juga apabila ingin cepat hamil setelah keguguran, kadar gula darah di tubuh berada pada angka yang normal.

7. Gunakan alat prediksi ovulasi

Alat ini dapat membantu memprediksi masa subur. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa mengunduh aplikasi khusus penghitung masa ovulasi.

Dengan mengetahui saat yang tepat untuk berhubungan seks, Anda juga akan meningkatkan kemungkinan pembuahan sehingga cepat hamil setelah kuret atau keguguran.

Kapan bisa hamil lagi setelah keguguran?

hamil setelah kuret

Selain trauma, terkadang wanita cenderung takut mencoba untuk melakukan program hamil kembali setelah keguguran karena merasa ragu dengan keadaan tubuhnya.

Perasaan khawatir akan menimbulkan masalah pada tubuh atau risiko komplikasi lainnya membuat wanita jadi menunda rencana untuk memiliki anak dalam beberapa waktu yang lama.

Nyatanya, Anda bisa saja kembali mendapatkan kehamilan sesegera mungkin.

Anda bisa hamil pasca kuret atau keguguran bahkan sebelum periode menstruasi kembali normal.

Hal ini disebabkan karena setelah keguguran, tubuh akan mulai melakukan proses untuk kembali ke rutinitas reproduksi seperti biasanya.

Tubuh sudah bisa berovulasi sebelum menstruasi selanjutnya datang.

Ovulasi dapat terjadi dalam dua minggu, Anda juga diperkirakan dapat memasuki masa subur satu bulan setelah keguguran.

Penelitian terbaru pun telah menunjukkan bahwa semakin cepat semakin baik untuk mencoba hamil lagi pasca mengalami keguguran.

Dibuktikan bahwa wanita yang hamil dalam waktu 6 bulan setelah keguguran mempunyai kehamilan lebih baik dan komplikasi lebih rendah daripada wanita yang menunggu lebih lama untuk hamil lagi.

Namun, peneliti juga mengingatkan terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan wanita untuk menunggu lebih lama sebelum mencoba hamil lagi.

Ini pun bukan berarti Anda bisa langsung mencoba berhubungan seks setelah keguguran.

Waktu yang tepat untuk hamil setelah keguguran

Walaupun beberapa ahli mengatakan semakin cepat semakin baik untuk mencoba hamil lagi setelah keguguran, berbeda dengan rekomendasi dari WHO.

WHO merekomendasikan untuk menunggu hamil setidaknya 6 bulan pasca kuret atau keguguran. Saran lain juga ada yang mengatakan menunggu sampai 18 bulan.

Menurut American Pregnancy Association, menunggu setidaknya dua atau tiga periode menstruasi tergolong aman untuk kembali melakukan persiapan kehamilan setelah kuret.

Saat mencoba hamil lagi setelah keguguran, setidaknya Anda harus berada pada kondisi yang sudah benar-benar pulih.

Jika tubuh belum siap untuk mendukung kehamilan lagi, risiko Anda untuk mengalami keguguran lagi justru meningkat.

Tubuh Anda membutuhkan beberapa waktu untuk memulihkan kondisi rahim dan juga untuk menguatkan kembali lapisan endometrium dalam rahim.

Dari semua perbedaan pendapat tersebut, intinya adalah Anda bisa memulai untuk mencoba hamil lagi pasca kuret atau keguguran saat kondisi benar-benar siap secara lahir dan batin.

Anda bisa langsung mencoba hamil lagi setelah menunggu beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung kesiapan masing-masing.

Paling tidak Anda harus menunggu sampai semua gejala akibat keguguran seperti rasa sakit atau pendarahan telah berhenti untuk menghindari risiko infeksi.

Jika Anda menjalani prosedur caesar, ada kemungkinan pula harus menunda waktu lebih lama untuk menunggu sampai lapisan rahim kembali ke keadaan semula.

Jika keguguran pernah terjadi lebih dari satu kali

program hamil setelah keguguran

Jangan khawatir bila Anda telah mengalami keguguran berulang atau lebih dari satu kali.

Kabar baiknya, biasanya wanita yang sudah pernah mengalami keguguran akan mempunyai kehamilan yang sehat setelahnya.

Setidaknya, 85% wanita yang pernah mengalami keguguran satu kali dapat memiliki kehamilan yang sukses selanjutnya.

Tidak hanya itu saja, sekitar 75% wanita berhasil hamil dengan bayi yang sehat setelah mengalami sekitar tiga kali keguguran.

Namun perlu diketahui, hal ini bisa bergantung pada keadaan tubuh Anda.

Oleh karena itu, konsultasikan pada dokter tentang kondisi serta riwayat keguguran Anda.

Setelah itu, Anda mungkin akan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menjadi pemicu keguguran.

Beberapa pemeriksaan tersebut meliputi cek darah untuk mengetahui level hormon, tes genetik, tes ultrasound untuk memeriksa uterus dan ovaries, dan lain-lain.

Pada beberapa kasus, laparoskopi juga mungkin sekali dilakukan. Laparoskopi penglihatan melalui teleskop medis pada bagian perut dan organ panggul.

Ingatlah, ingin hamil setelah keguguran bukanlah hal yang mustahil.

Namun, sebaiknya pastikan kembali bahwa Anda dan pasangan sudah siap tak hanya secara fisik tapi juga mental.

Apalagi, keguguran bukanlah peristiwa yang dapat dilalui dengan mudah.

Tidak apa-apa jika Anda membutuhkan lebih banyak waktu untuk menghadapi perasaan sedih yang masih tersisa sebelum memulai program hamil lagi.

Tetaplah komunikasikan kondisi yang Anda rasakan dengan pasangan agar bisa mencari solusi bersama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Berbagai Penyebab Bayi Lahir Prematur

Jika bayi belum cukup umur untuk keluar dari rahim, mengapa bisa keluar sebelum waktunya? Berikut berbagai penyebab bayi lahir prematur.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi. Ini merupakan jenis anemia yang umum terjadi. Bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
garis hitam di perut

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit