backup og meta
Kategori

26

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini yang Harus Diketahui!

Ditinjau secara medis oleh dr. Noviyani Sugiarto, Sp.OG · Kebidanan dan Kandungan · Rumah Sakit St. Carolus (RSSC)


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 05/06/2023

Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini yang Harus Diketahui!

Kehamilan dapat menjadi hal yang traumatis apabila Anda pernah mengalami keguguran. Rasa khawatir dan bingung bisa membuat wanita menjadi enggan untuk mencoba hamil kembali setelah keguguran.

Lantas, kapankah waktu yang tepat untuk mengikuti program kehamilan kembali? Adakah kiat-kiat tertentu yang bisa dilakukan agar ibu bisa cepat hamil? Simak jawabannya dalam uraian berikut ini.

Kapan Anda bisa hamil lagi setelah keguguran?

dokter kandungan

Anda bisa langsung mencoba hamil kembali setelah keguguran. Bahkan, program kehamilan sebenarnya sudah bisa dimulai sebelum periode menstruasi kembali normal.

Ini karena setelah keguguran, tubuh akan mulai menjalankan fungsi reproduksi seperti biasanya. Tubuh pun sudah bisa berovulasi (melepaskan sel telur) sebelum masa haid selanjutnya datang.

Mengutip hasil beberapa studi yang dimuat pada situs Miscarriage Association, program kehamilan yang dilakukan dalam enam bulan usai keguguran pun memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar.

Selain itu, risiko komplikasinya pun lebih rendah ketimbang jika Anda menunggu lebih dari enam bulan untuk hamil kembali.

Meski demikian, peneliti juga mengingatkan terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan wanita untuk menunggu lebih lama sebelum mencoba hamil lagi.

Ini pun bukan berarti Anda bisa langsung mencoba berhubungan intim setelah keguguran. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan keamanannya.

Sedikit berbeda dengan rekomendasi tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) justru menyarankan untuk menunggu setidaknya enam bulan sebelum hamil kembali setelah keguguran.

Menunggu setidaknya dua atau tiga periode menstruasi bertujuan agar ibu bisa melakukan persiapan kehamilan yang matang setelah kuret.

Saat mencoba hamil lagi usai keguguran, setidaknya tubuh Anda harus berada pada kondisi yang sudah benar-benar pulih.

Jika tubuh Anda belum siap untuk mendukung kehamilan lagi, risiko Anda untuk mengalami keguguran lagi justru meningkat.

Tubuh Anda membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi rahim dan juga untuk menguatkan kembali lapisan endometrium dalam rahim.

Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, bisa disimpulkan bahwa waktu terbaik untuk hamil lagi setelah keguguran adalah ketika ibu sudah benar-benar siap secara lahir dan batin.

Anda bisa langsung mencoba hamil lagi setelah menunggu beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung kesiapan masing-masing.

Paling tidak, Anda harus menunggu sampai semua gejala akibat keguguran seperti rasa sakit atau perdarahan telah berhenti untuk menghindari risiko infeksi.

Jika Anda menjalani prosedur caesar, Anda mungkin juga harus menunda lebih lama sampai lapisan rahim kembali pada keadaan semula.

Cara cepat hamil setelah keguguran

peran suami dalam promil

Jika Anda sudah siap untuk hamil kembali, berikut beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mendapatkan kehamilan yang sehat.

1. Berkonsultasi dengan dokter kandungan

Konsultasi sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh Anda sudah siap untuk kembali menjalani kehamilan.

Lakukan juga kunjungan ke dokter secara rutin ketika ingin hamil kembali usai keguguran agar keadaan fisik Anda bisa dipantau dengan baik.

Terlebih jika Anda mengalami satu dari beberapa kondisi berikut.

  • Pernah mengalami keguguran dua kali atau lebih.
  • Berusia di atas 35 tahun.
  • Mempunyai penyakit yang bisa memengaruhi kehamilan.
  • Pernah mengalami masalah kesuburan.

2. Makan makanan bergizi seimbang

Perbanyak konsumsi makanan agar cepat hamil seperti sayuran berdaun hijau, buah-buahan segar, serta sumber protein seperti telur, daging ayam, dan susu.

Tidak lupa, minumlah vitamin kesuburan guna meningkatkan peluang kehamilan usai prosedur kuret.

Perbanyak juga minum air mineral guna mencegah dehidrasi serta agar tubuh Anda bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

3. Rutin berolahraga

Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan pada masa subur.

Anda bisa memulai dengan berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau jogging selama satu jam. Paling tidak, lakukan olahraga tiga kali dalam seminggu.

4. Batasi konsumsi kafein

Meski kaitannya belum diketahui pasti, konsumsi kafein dipercaya berpengaruh pada kesuburan ibu dan kesehatan janin.

Itu sebabnya beberapa ahli menyarankan agar ibu yang sedang menjalani program kehamilan mengurangi konsumsi kafeinnya.

Namun, jangan khawatir karena Anda masih bisa mengonsumsi kafein seperti kopi atau teh asal tidak lebih dari dua gelas per hari.

5. Mengelola stres dengan baik

Sangat wajar jika Anda memiliki ketakutan untuk hamil kembali setelah keguguran. Akan tetapi, perlu diingat bahwa stres sangat berdampak pada fungsi hormon dan ovulasi.

Oleh karena itu, jauhkanlah pikiran Anda dari stres agar peluang kehamilan dapat meningkatkan. Cobalah juga untuk memberikan sugesti positif pada diri sendiri.

Lakukan apa pun yang menyenangkan hati dan melegakan pikiran Anda, seperti jalan-jalan, meditasi, atau menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasangan.

6. Jaga berat badan tetap ideal

Kekurangan atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko masalah kesuburan.

Maka dari itu, menjaga berat badan tetap ideal menjadi salah satu syarat untuk bisa cepat hamil setelah keguguran.

7. Gunakan alat prediksi ovulasi

Alat tes kesuburan dapat membantu memprediksi masa subur. Jadi, Anda bisa mengetahui kapan waktu terbaik untuk berhubungan intim dengan pasangan.

Selain itu, Anda juga bisa mengunduh aplikasi khusus penghitung masa ovulasi. Dengan mengetahui saat yang tepat untuk berhubungan seks, peluang pembuahan akan lebih besar.

Bagaimana jika Anda keguguran lebih dari sekali?

program hamil setelah keguguran

Jangan khawatir bila Anda telah mengalami keguguran berulang atau lebih dari satu kali.

Kabar baiknya, wanita yang sudah pernah mengalami keguguran bisa kembali mengalami kehamilan yang sehat setelahnya.

Setidaknya, sekitar 85% wanita yang pernah mengalami keguguran satu kali dapat mengalami kehamilan yang sukses selanjutnya.

Tidak hanya itu, sekitar 75% wanita berhasil hamil dengan bayi yang sehat setelah mengalami sekitar tiga kali keguguran.

Namun, perlu diketahui hal ini amat bergantung pada kondisi tubuh ibu. Oleh karena itu, konsultasikan pada dokter tentang kondisi serta riwayat keguguran Anda.

Setelah itu, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menjadi pemicu keguguran.

Beberapa pemeriksaan tersebut meliputi cek darah untuk mengetahui level hormon, tes genetik, tes USG untuk memeriksa rahim dan ovarium, dan lain-lain.

Pada beberapa kasus, tindakan bedah laparoskopi dapat menjadi alternatif. Prosedur ini bertujuan untuk melihat kondisi organ-organ pada panggul ibu.

Perlu diingat bahwa kehamilan setelah keguguran bukanlah hal yang mustahil. Namun, sebaiknya pastikan kembali bahwa Anda dan pasangan sudah siap secara fisik dan mental.

Apalagi, keguguran bukanlah peristiwa yang dapat dilalui dengan mudah. Jadi, tak apa jika Anda membutuhkan waktu lebih hingga benar-benar pulih.

Tetaplah berkomunikasi dengan pasangan agar Anda bisa mencari solusi bersama. Anda juga bisa berkonsultasi ke dokter kebidanan dan kandungan terdekat bila ingin memulai program hamil lagi.

Kesimpulan

  • Wanita bisa hamil kembali dalam waktu enam bulan setelah keguguran.
  • Namun, waktu terbaik untuk hamil kembali usai keguguran sebenarnya adalah ketika ibu siap secara fisik dan mental.
  • Jika pernah menjalani operasi caesar, ibu perlu menunggu hingga gejala terkait keguguran hilang sebelum boleh hamil kembali.
  • Beberapa tips untuk meningkatkan peluang kehamilan yaitu makan makanan bergizi seimbang, berolahraga rutin, mengurangi konsumsi kafein, dan memantau masa subur.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Noviyani Sugiarto, Sp.OG

Kebidanan dan Kandungan · Rumah Sakit St. Carolus (RSSC)


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 05/06/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan