backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Tak Perlu Panik, Ini 6 Tanda Anda Mengalami Keguguran Palsu

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 27/08/2023

Tak Perlu Panik, Ini 6 Tanda Anda Mengalami Keguguran Palsu

Keguguran merupakan mimpi buruk bagi ibu hamil. Namun, sebelum memutuskan menjalani perawatan untuk keguguran, pastikan bahwa Anda tidak mengalami suatu kondisi yang disebut keguguran palsu.

Lantas, bagaimana keguguran palsu bisa terjadi? Adakah tanda-tandanya yang bisa Anda kenali? Simak informasi berikut untuk mengetahui penjelasannya.

Apa itu keguguran palsu?

rumput fatimah keguguran

Keguguran palsu adalah kondisi ketika ibu hamil mengalami gejala yang mirip dengan keguguran, padahal janin sebenarnya baik-baik saja sehingga kehamilan bisa dilanjutkan.

Tanda keguguran palsu paling sering terasa saat usia kehamilan masih di bawah 20 minggu. Ini memang merupakan masa-masa ketika ibu hamil rentan mengalami keguguran.

Selain karena kepanikan dari ibu hamil sendiri, dokter bisa juga salah mendiagnosis keguguran. Namun, kondisi ini sangat jarang terjadi.

Pada umumnya, keguguran palsu terdiagnosis pada ibu hamil yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

Dokter mungkin kesulitan memantau perkembangan janin pada awal kehamilan karena tidak bisa menentukan usia kehamilan secara pasti.

Akibatnya, dokter bisa mendiagnosis keguguran palsu karena mengira janin tidak berkembang sesuai usia kandungan. Padahal, dokter sebenarnya salah memperhitungkan usia janin.

Tanda dan gejala keguguran palsu

Gejala keguguran palsu umumnya terasa pada awal kehamilan, terutama bagi ibu yang baru hamil untuk pertama kalinya.

Kebanyakan kondisi berikut sebenarnya tidak membahayakan kehamilan, tetapi ibu tetap tidak boleh mengabaikannya.

Berikut adalah beberapa gejala yang sering disalahartikan sebagai tanda keguguran.

1. Nilai hCG rendah

Tes hormon hCG (human chorionic gonadotropin) merupakan salah satu cara mendeteksi kehamilan, sebab kadar hormon ini meningkat pesat pada awal masa kehamilan.

Maka, saat pemeriksaan hCH menghasilkan nilai yang lebih rendah dari seharusnya, Anda mungkin menyangkanya sebagai keguguran.

Ada beragam faktor lain yang bisa menyebabkan pemeriksaan kadar HCG lebih rendah, salah satunya kesalahan perhitungan tanggal pembuahan.

Jika usia kehamilan salah hitung, kadar hCG bisa lebih rendah dari perkiraan. Oleh karena itu, jangan khawatir jika kadar hCG pada tes pertama Anda lebih rendah dari seharusnya.

Dokter akan melakukan pemantauan apakah kadar hCG Anda meningkat seiring usia kehamilan.

2. Tidak mengalami morning sickness

Mual dan muntah pada awal kehamilan memang merupakan salah satu keluhan umum ibu hamil. Hilangnya keluhan tersebut ternyata juga bisa menandakan keguguran palsu.

Pasalnya, tidak semua ibu hamil mengalami keluhan berupa mual dan muntah. Faktanya, sepertiga dari ibu hamil tidak mengalami kondisi yang disebut juga sebagai morning sickness ini.

Anda mungkin tidak mengalami morning sickness karena tubuh Anda tidak “terkejut” dengan adanya perubahan terhadap kadar hormon ataupun peningkatan aliran darah.

Beberapa perempuan justru merasa beruntung ketika tidak mengalami morning sickness. Pasalnya, kondisi ini sering kali membuat ibu hamil mual dan muntah hebat.

3. Muncul bercak darah

Kemunculan bercak darah dari vagina pada awal kehamilan merupakan hal yang normal. Ini bahkan merupakan salah satu tanda kehamilan.

Laman National Health Service menyebutkan bahwa kondisi ini umumnya terjadi saat embrio mulai tertanam pada dinding rahim.

Selain itu, peningkatan aliran darah selama kehamilan juga bisa menjadi penyebab keluarnya bercak darah dari vagina.

Namun, jika kemunculan bercak berubah menjadi perdarahan, penting untuk segera menghubungi dokter. Perdarahan pada awal kehamilan bisa menjadi pertanda keguguran atau kehamilan ektopik.

Tahukah Anda?

Perdarahan terjadi pada 25% ibu hamil selama masa awal kehamilan. Untungnya, sekitar 50% ibu hamil yang mengalami perdarahan masih bisa melanjutkan kehamilan dengan kondisi janin yang sehat sampai melahirkan.

4. Kram perut

Seperti halnya kemunculan bercak darah, kram juga merupakan salah satu kondisi yang wajar terjadi pada awal masa kehamilan.

Akan tetapi, kram sebagai tanda keguguran palsu biasanya hanya terjadi secara singkat.

Melansir dari laman National Childbirth Trust, kram perut umumnya terjadi begitu sel telur yang berhasil dibuahi menempel pada dinding rahim atau saat rahim meregang pada awal kehamilan.

Meski begitu, kram juga bisa menjadi pertanda keguguran yang sebenarnya. Kram sebagai tanda keguguran biasanya disertai rasa nyeri perut bawah saat hamil.

Meski kram pada awal kehamilan biasanya tidak membahayakan, tidak ada salahnya untuk tetap periksa ke dokter jika Anda mengalaminya.

5. Hasil USG tidak pasti

Pemeriksaan USG merupakan salah satu cara untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan janin.

Pada awal kehamilan, Anda mungkin belum bisa melihat bentuk janin. Pemeriksaan USG mungkin juga belum bisa mendeteksi detak jantung janin dengan jelas.

Anda tak perlu khawatir, sebab perkembangan tersebut akan semakin tampak dari waktu ke waktu. Jadi, jangan sampai Anda salah mengiranya sebagai tanda keguguran yang sebetulnya palsu.

Jika menginginkan hasil USG yang lebih jelas, Anda bisa meminta saran dokter untuk melakukan USG transvaginal.

6. Gejala kehamilan menghilang

Satu lagi tanda keguguran palsu adalah menghilangnya berbagai gejala kehamilan, terutama memasuki trimester kedua. Lagi-lagi, ini sebenarnya adalah hal yang wajar.

Ketika memasuki trimester kedua, gejala kehamilan seperti mual atau muntah memang bisa menghilang atau berganti. Ini lantaran tubuh ibu sudah terbiasa dengan perubahan yang ada.

Meski begitu, jika Anda khawatir dengan perubahan ini, segera hubungi dokter kandungan untuk mengetahui penyebab dan penanganannya.

Keguguran tentu menjadi hal yang paling tidak diinginkan selama kehamilan. Maka, wajar jika ibu khawatir secara berlebihan dengan mengartikan tanda awal kehamilan sebagai gejala keguguran yang ternyata palsu.

Meski kebanyakan gejala di atas merupakan kondisi yang wajar, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter demi memastikan kesehatan ibu dan janin.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 27/08/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan