Apa itu kanker pankreas?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa yang dimaksud dengan kanker pankreas?

Kanker pankreas adalah kanker yang terjadi karena adanya peningkatan jumlah sel abnormal di dalam pankreas. Pankreas adalah sebuah kelenjar yang terletak di belakang perut dan tepat di depan tulang belakang.

Pankreas berperan dalam membantu mencerna makanan, dan memproduksi berbagai macam hormon termasuk insulin untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Kanker ini awal mulanya bisa muncul di jaringan kelenjar pankreas. Sel kankernya bisa menyebar dengan cepat ke organ-organ terdekat. Gejalanya jarang terdeteksi pada tahap awal.

Tetapi bagi orang-orang yang sudah punya riwayat kista pankreas atau riwayat keluarga kanker pankreas, beberapa langkah skrining mungkin membantu mendeteksi suatu masalah sejak dini.

Salah satu risiko kanker pankreas adalah kondisi diabetes, terutama ketika itu terjadi dengan penurunan berat badan, penyakit kuning atau rasa sakit di perut bagian atas yang menyebar ke punggung. Apabila dideteksi lebih awal, kanker pankreas dapat diobati secara efektif. Tetapi karena gejala-gejala kanker tersebut jarang terlihat, kanker pankreas lebih sulit untuk dideteksi lebih awal.

Seberapa umumkah kanker pankreas?

Biasanya semakin tua umur seseorang, semakin besar risiko terkena kanker pankreas. Pengidap kanker ini kebanyakan berumur 45 tahun ke atas. Kurang lebih, dua dari tiga pengidap kanker ini berumur 65 tahun ke atas, yaitu sekitar umur 71.

Perempuan biasanya lebih banyak terkena kanker pankreas daripada laki-laki. Kanker ini bisa dicegah dengan cara mencegah dan menghindari faktor risikonya. Dimohon konsultasikan dahulu dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Tanda dan gejala apa saja yang dialami penderita kanker pankreas?

Gejala tahap awal dari kanker pankreas sulit untuk diidentifikasi. Namun, ada beberapa tanda-tanda umum yang terasa seiring berkembangnya kanker di dalam tubuh. Antara lain:

  • Nyeri pada bagian belakang badan
  • Mata menguning
  • Nafsu makan berkurang drastis
  • Anda mengalami depresi
  • Anda mengalami penggumpalan darah
  • Air kencing berwarna kuning gelap
  • Badan terasa sakit
  • Badan terasa lemah dan lelah

Gejalanya dibedakan menjadi dua menurut jenis kankernya:

1. Gejala kanker pankreas jenis karsinoma

  • Kanker yang disebabkan karena karsinoma ini punya gejala yang ditandai dengan nyeri di bagian perut atas. Rasa nyeri di perut ini bisa menyebar hingga ke punggung. Selain itu, nyeri di perut ini bisa datang kambuhan.
  • Tumor karsinoma yang ada di pankreas ini sering membuat ada rasa tidak nyaman di perut, salah satunya perut terasa kembung. Selain kembung, gejala mual, muntah, dan setiap makan jadi gampang kenyang juga bisa menjadi gejala kanker karsinoma pada pankreas Anda.
  • Tubuh yang cenderung berubah warna menjadi kuning bisa didiagnosis menjadi  jaundice, atau penyakit kuning. Penyakit kuning ini terjadi akibat sel kanker dalam pankreas yang menyumbat aliran empedu. Alhasil, bisa terjadi penumpukan empedu dalam darah. Empedu yang menumpuk akan menyebabkan beberapa bagian tubuh yang berwarna putih jadi kuning. Misalnya, urin, mata, ndankulit yang menguning, Jaundice juga bisa ditandai dengan gejala feses buang air besar yang berwarna kuning dan badan jadi gatal-gatal.

Ketika sudah menyebar, gejala kanker pankreas karsinoma akan memengaruhi seluruh tubuh yang meliputi:

  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Rasa tidak nyaman pada tubuh
  • Kehilangan selera makan
  • Tekanan gula darah meningkat karena kemampuan pankreas untuk memproduksi insulin terganggu.

2. Gejala kanker pankreas jenis neuroendokrin (tumor sel islet

Selain disebabkan karena karsinoma, pankreas yang terkena kanker juga bisa disebabkan karena neuroendokrin. Ini adalah jenis kanker pankreas yang menyerang kelenjar yang memproduksi  hormon.

Kanker ini juga disebut tumor sel islet dan beberapa gejalanya hampir menyerupai kanker pankreas adenokarsinoma. Contohnya seperti sakit perut, berat badan menurun drastis, hingga mual dan muntah. Hormon yang dilepaskan oleh tumor sel islet juga bisa menyebabkan beberapa gejala, seperti:

  • Glukagonoma. Ini adalah kondisi kelebihan glukagon. Di mana ditandai dengan gejala diare, haus berlebihan atau sering kencing, dan penurunan berat badan.
  • Gastrinoma. Ini adalah kondisi kelebihan gastrin. Di mana ditandai dengan sakit perut seperti maag namun mengeluarkan darah dan penurunan berat badan.
  • Somatostatinoma. Ini adalah kelebihan somatostatin. Di mana ini ditandai dengan diare, nyeri perut, feses berlemak dan berbau busuk, serta penurunan berat badan.
  • VIPomas. Ini adalah kelebihan peptida usus vasoaktif. Di mana ini ditandai dengan diare, kram perut, dan kemerahan pada wajah.

Insulinoma, tumor berisiko kanker di pankreas

Insulinoma adalah tumor kecil yang tumbuh di pankreas. Tumor ini termasuk dalam penyebab  kanker pada pankreas yang disebabkan karena neuroendrokin. Ukuran tumor ini sangat kecil, diameternya berukuran 2 cm.

Sebetulnya, insulinoma adalah tumor jinak, yang mana kecil kemungkinannya untuk berubah ganas menjadi kanker.

Akan tetapi, tiap tumor yang berkembang berisiko untuk berubah menjadi kanker. Apalagi bila perkembangan insulinoma Anda disertai gangguan neoplasia pada kelenjar endokrin lainnya.

Dalam kondisi normal tanpa gangguan apapun, umumnya pankreas Anda hanya akan memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Pankreas juga akan mengeluarkan insulin sesuai banyaknya glukosa yang dibutuhkan tubuh, fungsinya agar gula darah tetap normal.

Namun, adanya tumor pada pankreas dapat meningkatkan produksi insulin berlebih walaupun saat tidak dibutuhkan. Akibatnya, kadar glukosa penderita insulinoma bisa menurun drastis dan menyebabkan hipoglikemia.

Kemungkinan ada gejala lain yang tidak dicantumkan di sini. Maka dari itu, baiknya Anda berkonsultasi dengan apabila mengalami tanda-tanda yang telah disebutkan di atas.

Kapan sebaiknya saya berkonsultasi dengan dokter?

Hubungi dokter apabila Anda merasakan adanya gejala yang tidak terjelaskan seperti berat badan berkurang, nyeri pada beberapa area otot tubuh, menguningnya mata, ataupun gejala-gejala lain di atas. Respon tubuh setiap orang berbeda-beda. Berkonsultasi dengan dokter adalah langkah yang terbaik untuk mendiagnosis dan mengobati Anda.  

Penyebab

Apa saja penyebab kanker pankreas?

Para dokter dan ilmuwan belum bisa memastikan apa saja penyebab pasti dari kanker pankreas. Menurut beberapa dokter, kanker pankreas muncul ketika adanya perubahan DNA dalam sel.

Sel-sel yang bermutasi tersebut memperbanyak diri dan tumbuh secara cepat. Sel-sel tersebut kemudian bersatu, menjadi tumor yang menyebabkan kanker, menjangkit sel sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh lainnya (kanker idiosinkratik).

Kebanyakan kanker pankreas berasal dari sel-sel yang terdapat pada lapisan dalam dari saluran-saluran pankreas. Jenis kanker ini disebut dengan pankreas karsinoma atau kanker pankreas eksokrin.

Pada kasus lain yang jarang terjadi, kanker ini terbentuk dalam sel-sel pankreas yang memproduksi hormon, kasus ini disebut dengan islet cell cancer atau kanker pankreas endoktrin.   

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker pankreas?

Ada  beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker pankreas, di antaranya:

  • Ras tertentu seperti ras Afrika-Amerika punya risiko yang paling tinggi terkena kondisi ini
  • Obesitas
  • Mengalami kondisi pankreatitis akut
  • Diabetes

Riwayat keluarga yang berhubungan dengan sindrom genetik termasuk mutasi genetik BRCA2, sindrom lynch, sel-sel tumor yang berasal dari  genetic tar malignant mole, atau pasien kanker pankreas, merokok.

Obat & Pengobatan

Informasi yang disampaikan ini tidak bisa dijadikan sebagai pengganti saran medis. Harap SELALU berkonsultasi dengan dokter.

Apa saja pilihan pengobatan kanker pankreas?

Ada beberapa pilihan pengobatan yang sesuai bisa dipilih oleh para dokter berdasarkan status kesehatan pasien dan progres kanker.  Pengobatan bisa termasuk:

Operasi

1. Operasi Whipple (pengangkatan kepala pankreas)

Operasi Whipple adalah operasi yang dilakukan dengan cara mengangkat kepala bagian pankreas. Untuk penyembuhan, operasi cukup sering dilakukan dan disarankan dokter. Proses operasi ini dilakukan oleh dokter bedah. Di mana dokter pertamanya akan mengangkat bagian usus kecil, kantong empedu, bagian saluran empedu, dan terkadang sebagian dari lambung.

Beberapa pasien yang telah melakukan operasi Whipple ini, bisanya butuh obat enzim untuk membantu tubuhnya saat mencerna makanan. Jenis operasi ini membutuhkan prosedur rawat inap. Operasi ini juga lebih cepat dilakukan dibanding dengan operasi kanker pada pankreas lainnya.

2. Operasi pancreatectomy(pengangkatan organ pankreas)

Operasi ini adalah operasi yang dilakukan untuk mengangkat seluruh organ pankreas Anda. Selain pankreas, limpa, saluran empedu, usus kecil dan setengah bagian dari lambung juga dapat diangkat oleh dokter. Ini hanya diangkat apabila sel kanker telat menyebar ke bagian sistem pencernaan lainnya.

Setelah operasi pengangkatan pankreas ini, Anda juga tetap harus mengonsumsi enzim untuk membantu mencerna makanan. Organ pankreas yang diangkat umumnya akan berpengaruh pada insulin yang dihasilkan tubuh Anda. Di mana, secara tidak langsung pasien akan berisiko juga terkena diabetes. Pasien juga diharuskan minum obat antibiotik penisilin seumur hidup dan imunisasi rutin untuk mencegah terkena infeksi.

3. Operasi pancreatectomy distal (pengangkatan ekor dan badan pankreas)

Ini adalah operasi yang dilakukan untuk mengangkat bagian tubuh dan ekor pankreas, namun tidak bagian kepalanya. Terkadang organ limpa Anda juga berisiko diangkat dalam waktu bersamaan.  Selain limpa, sebagian lambung, sebagian usus besar, ginjal sebelah kiri, kelenjar adrenal bagian kiri, dan kemungkinan diafragma bagian kiri juga akan diangkat.

Kondisinya pertimgangan operasi ini, sama dengan operasi Whipple. Dokter tidak akan melakukan operasi ini jika kanker tidak bisa diobati dengan obat-obatan.

Radioterapi

Ini adalah terapi radiasi yang dilakukan dengan energi sinar X untuk menghancurkan semua sel kanker. Radioterapi ini akan dilakukan apabila pasien kanker organ pankreasnya sudah dioperasi atau dilakukan kemoterapi.

Kemoterapi

bSama dengan kanker lainnya, dokter pastinya akan menyarankan pengobatan melalui kemoterapi. Ini adalah pengobatan dengan menggunakan obat-obatan atau zat kimia untuk membunuh sel-sel kanker.

Para pasien mungkin menggunakan satu jenis obat atau lebih selama masa terapi. Metode ini biasanya dilakukan bersama dengan radioterapi.  Untuk kanker pankreas stadium akhir, kemoterapi bisa dikombinasikan dengan terapi target untuk menghancurkan sel-sel kanker.

Terapi Target

Terapi Target menggunakan erlotinib (Tarceva) untuk menghindari pertumbuhan sel-sel kanker.

Tes apa saja yang digunakan untuk mendiagnosis kanker pankreas?

Diagnosis kondisi ini umumnya agak sulit, ini pankreas terletak jauh di dalam perut. Maka dari itu, kadang dokter tidak dapat melihat atau merasakan tumor selama pemeriksaan fisik. Meski demikian, dokter dapat menggunakan beberapa tes untuk membuat diagnosis. Tapi, tidak ada tes standar untuk mendiagnosis kanker pankreas.

Umumnya, dokter akan melakukan diagnosis gejala dan gambaran awal melalui beberapa metode seperti tomografi (CT),  magnetic resonance imaging, dan ultrasound. Beberapa metode ini membantu dokter untuk menentukan stadium kanker secara akurat (tidak termasuk kecepatan penyebarannya).

Para dokter juga bisa melakukan metode yang bernama retrograde cholangiopancreatography endoscopic (ERCP).  Metode ini  dilakukan dengan menggunakan pipa sintetis kecil halus yang dimasukkan pada usus melewati tenggorokan.

Kemudian setelah itu dokter melakukan analisa radiograph. Lebih lanjut lagi, dokter mungkin mengangkat sampel lapisan pankreas dan menelitinya menggunakan sebuah mikroskop untuk melihat sel-sel kanker. Metode ini dinamakan biopsi.

Pengobatan di rumah

Perubahan gaya hidup dan perawatan di rumah apa saja yang membantu penyembuhan kanker pankreas?

Setelah didiagnosis dan mendapatkan pengobatan kanker pada pankreas, Anda dapat menjalani pola makan hidup sehat berikut ini:

Makanan yang dianjurkan:

Menurut dr. Prabhleen Chahal, MD, dari Cleveland Clinic, gangguan pada pankreas baiknya makan makanan yang berprotein tinggi dan daging tanpa lemak, Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya Anda makan:

  • Sayuran
  • Buah-buahan
  • Biji-bijian utuh
  • lentil
  • Susu rendah lemak atau tanpa lemak (almond atau susu rami)

Selain itu, makan makanan  kaya antioksidan seperti sayuran buah berry, ubi, anggur, wortel, dan buah delima juga bermanfaat. Akan tetapi, batasi makan alpukat, minyak zaitun, ikan berlemak, dalam jumlah sedang.

Makanan yang harus dihindari

Ketika dalam masa penyembuhan, Anda harus menghindari makanan yang dapat memperlambat proses penyembuhan operasi. Makanan ini juga dapat menyebabkan risiko kanker makin tinggi. Berikut adalah makanan yang harus dihindari.

  • Daging merah
  • Jeroan hewan
  • Makanan yang digoreng seperti kentang goreng
  • Mayones
  • Margarin dan mentega
  • Susu penuh lemak
  • Kue kering
  • Minuman manis

Mengapa makanan ini harus dihindari? Begini, pankreas Anda umumnya memproses sebagian besar lemak yang Anda makan. Jadi, semakin banyak Anda makan, semakin sulit kerja pankreas Anda. Makanan tinggi lemak dan gula sederhana juga dapat meningkatkan kadar trigliserida Anda.

Lakukan juga beberapa hal berikut ini

Anda juga bisa mencegah penyebaran kanker melalui langkah sebagai berikut:

  • Melakukan diet yang sehat dan olahraga ringan secara teratur.
  • Memiliki motivasi yang kuat dan optimis.
  • Melakukan kunjungan dokter secara berkala.
  • Melakukan pengobatan yang disarankan oleh dokter.

Jika Anda mempunyai beberapa pertanyaan, mohon berkonsultasi dengan dokter untuk pemahaman dan solusi yang terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 12, 2019 | Terakhir Diedit: April 12, 2019

Yang juga perlu Anda baca