Apa itu gigitan serangga?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu gigitan serangga?

Umumnya gigitan serangga tidak berbahaya, walau kadang menyebabkan rasa tidak nyaman. Sengatan lebah, tawon, pikat, dan gigitan semut api biasanya terasa sakit. Gigitan nyamuk dan kutu biasanya terasa gatal. Serangga juga dapat menyebarkan penyakit.

Gigitan dan sengatan serangga dapat menyebabkan reaksi kulit langsung. Gigitan dari semut api dan sengatan dari lebah, tawon dan pikat adalah yang paling sakit. Gigitan dari nyamuk, kutu, dan tungau lebih menyebabkan gatal daripada rasa sakit.

Seberapa umumkah gigitan serangga?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Gigitan serangga dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gigitan serangga?

Gejala tergantung pada jenis gigitan atau sengatan. Gejala-gejala umum dari gigitan serangga adalah:

  • Nyeri
  • Kemerahan
  • Bengkak
  • Gatal
  • Sensasi terbakar
  • Mati rasa
  • Kesemutan

Gejala biasanya akan membaik dalam beberapa jam atau beberapa hari, walau kadang dapat berlangsung lebih lama. Beberapa orang memiliki reaksi yang parah dan berbahaya terhadap sengatan lebah atau gigitan serangga. Kondisi ini disebut syok anafilaksis dan dapat terjadi sangat cepat dan menyebabkan kematian jika tidak diatasi dengan cepat.

Gejala dari anafilaksis dapat terjadi dengan cepat dan mempengaruhi seluruh tubuh, meliputi:

  • Nyeri dada
  • Pembengkakan wajah atau mulut
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Pingsan atau pusing
  • Sakit perut atau muntah
  • Ruam atau merona

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Anda khawatir terhadap gigitan atau sengatan
  • Gejala Anda tidak membaik dalam beberapa hari atau bahkan memburuk
  • Anda disengat atau digigit di mulut atau tenggorokan, atau dekat mata
  • Area yang besar (sekitar 10 cm atau lebih) di sekitar gigitan menjadi merah dan bengkak
  • Anda memiliki gejala infeksi luka, seperti nanah atau nyeri yang meningkat, pembengkakan atau kemerahan
  • Anda memiliki gejala infeksi yang lebih menyebar, seperti demam, pembengkakan kelenjar dan gejala seperti flu lainnya

Segera cari pertolongan jika Anda mengalami:

  • Mengi atau kesulitan bernapas
  • Wajah, mulut atau tenggorokan yang membengkak
  • Mual atau muntah
  • Detak jantung yang cepat
  • Pusing atau merasa ingin pingsan
  • Kesulitan menelan
  • Kehilangan kesadaran

Penyebab

Apa penyebab gigitan serangga?

Gigitan atau sengatan dari keluarga atau spesies serangga Hymenoptera, dapat menyebabkan reaksi serius pada orang yang alergi. Faktanya, kematian dari sengatan lebah 3-4 kali lebih umum dari pada kematian akibat gigitan ular.

Serangga yang menyengat meliputi:

  • Kumbang
  • Lebah madu
  • Pikat
  • Semut api
  • Tawon (yellow jacket)

Serangga yang menggigit dan menghisap darah meliputi:

  • Kutu busuk
  • Kutu
  • Lalat (lalat hitam, lalat pasir, lalat rusa, lalat kuda)
  • Kutu rambut
  • Nyamuk
  • Laba-laba

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk gigitan serangga?

Ada banyak faktor risiko untuk gigitan serangga, yaitu:

  • Warna pakaian yang gelap
  • Makan di luar
  • Paparan terhadap sarang lebah
  • Parfum berwangi floral
  • Pakaian yang longgar
  • Berpartisipasi di aktivitas luar ruangan
  • Bekerja di luar ruangan

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana gigitan serangga didiagnosis?

Seringnya, diagnosis jelas karena Anda dapat mengidentifikasi serangga saat menggigit. Namun kadang sengatan atau gigitan dapat muncul kemudian tanpa identifikasi diagnostik. Gigitan ini jauh lebih sulit didiagnosis karena jenis serangga tidak diketahui. Namun, ukuran dan lokasi gigitan akan memberikan indikasi sumber gigitan.

Diagnosis dari gigitan serangga diawali dengan sejarah medis dan pemeriksaan fisik. Tes biasanya tidak diperlukan untuk mendiagnosis sengatan lebah dan gigitan serangga. Tes diagnostik hanya dilakukan apabila ditemukan serangga pada kulit untuk menentukan apakah serangga membawa penyakit atau tidak. Dokter juga dapat merekomendasikan perawatan untuk gigitan atau sengatan serangga dengan mengeliminasi kemungkinan diagnosis lainnya (sinanaga atau cacar air, sebagai contoh). Beberapa contoh dari tes meliputi:

Tes alergi bisa serangga – tes diagnosis ini meliputi menggaruk kulit dengan dosis kecil racun serangga dan melihat ukuran ruam untuk mengukur reaksi alergi terhadap racun serangga.

Tes penyakit Lyme – apabila kutu diangkat dari kulit, perlu dilakukan pemeriksan untuk Borrelia burgdorferi, penyebab dari penyakit Lyme, apabila orang tersebut berada di area yang terinfestasi.

Apa saja pengobatan untuk gigitan serangga?

Gigitan dan sengatan serangga umum ditemui, dan kebanyakan tergolong minor. Kebanyakan gigitan serangga menyebabkan reaksi kecil dan lokal dimana gejala mudah ditangani. Faktanya, perawatan rumahan adalah hal yang diperlukan untuk meringankan gejala dari reaksi ringan terhadap gigitan dan sengatan serangga.

Imunoterapi (de-sensitisasi) adalah pilihan perawatan yang mungkin dilakukan jika Anda alergi terhadap gigitan atau sengatan serangga. Imunoterapi racun dapat membantu mencegah reaksi sistemik pada orang-orang yang sensitif terhadap sengatan atau gigitan serangga.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gigitan serangga?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gigitan serangga:

  • Lepuhan – jangan memecahkan lepuhan yang disebabkan gigitan serangga karena dapat menyebabkan infeksi. Blister menyebabkan rasa sakit jika pecah dan terpapar pada area yang sensitif di bawahnya. Apabila memungkinkan, gunakan plester untuk melindungi area.
  • Urtikaria generalisata – jika Anda menyadari benjolan yang gatal atau luka di sekitar gigitan, dokter dapat memberikan antihistamin dan kortikosteroid oral, seperti prednisolone untuk mengobati area lokal. Apabila gejala memburuk, cari bantuan medis.
  • Reaksi lokal (besar) – reaksi lokal yang besar dan lokal dapat diatasi dengan menggunakan antihistamin oral dan/atau analgesik oral dalam jangka pendek. Apabila pembengkakan lokal parah, dokter dapat memberikan steroid oral dalam jangka pendek.
  • Reaksi lokal (kecil) – reaksi lokal yang kecil dan terbatas pada area gigitan dapt diatasi dengan kompres dingin dan/atau NSAID oral, seperti aspirin, parasetamol atau ibuprofen. Anestesi, krim steroid atau tablet antihistamin juga dapat meringankan nyeri akibat gigitan. Jangan mengoleskan krim atau salep pada kulit terbuka dan selalu ikuti petunjuk pada kemasan. Walau gigitan dapat terasa gatal, hindari menggaruknya karena dapat merusak kulit dan menyebabkan bakteri masuk ke kulit sehingga infeksi dapat terjadi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 13, 2017

Yang juga perlu Anda baca