home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Mengetahui Sabun Mandi yang Bagus untuk Kulit?

Bagaimana Mengetahui Sabun Mandi yang Bagus untuk Kulit?

Setiap orang tentu memiliki selera pribadi dalam memilih sabun untuk mandi. Akan tetapi, pemilihan sabun mandi yang tepat sesuai tipe kulit Anda sebenarnya merupakan salah satu cara untuk merawat kesehatan kulit itu sendiri.

Pemilihan sabun mandi harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Apalagi, Anda yang memang memiliki tipe kulit sensitif, kering, atau terlalu berminyak. Lantas, bagaimana cara memilih sabun mandi yang aman dan sehat?

Bagaimana cara sabun membersihkan kulit?

sabun adalah

Sabun adalah segala macam bahan pembersih yang terbuat dari asam lemak. Secara sederhana, sabun bekerja dengan cara membersihkan kulit dari kotoran, keringat, dan sebum (minyak yang dihasilkan tubuh secara alami) pada kulit.

Zat yang berperan dalam hal ini adalah surfaktan. Surfaktan adalah bahan kimia yang menstabilkan campuran minyak dan air pada proses pembuatan sabun. Selain sabun, surfaktan juga bisa ditemukan pada body lotion, parfum, dan produk pembersih sejenisnya.

Minyak dan air yang merupakan bahan baku sabun tidak bisa bercampur dengan air. Jadi, peran surfaktan pada sabun tidak hanya untuk membersihkan, tetapi juga bisa membuat sabun mudah dibilas dengan air.

Tidak hanya itu, surfaktan dalam sabun mandi juga membantu proses pengelupasan sel kulit mati alias eksfoliasi secara alami. Cara kerjanya dengan menghilangkan sel-sel kulit mati dari lapisan terluar kulit sehingga sel-sel yang baru bisa tumbuh.

Meski bermanfaat, surfaktan juga memiliki efek buruk pada bagian terluar kulit yang disebut stratum korneum. Jika tidak digunakan dengan tepat, bahan kimia ini dapat merusak fungsi pelindung kulit sehingga meningkatkan risiko iritasi dan infeksi bakteri.

Tips memilih sabun mandi sesuai tipe kulit

sabun untuk alergi

Ada banyak sekali jenis sabun mandi, tapi yang paling bagus adalah yang cocok dengan kebutuhan kulit Anda. Setelah mengenali tipe kulit Anda dan kebutuhannya, berikut berbagai macam sabun yang bisa Anda pilih.

1. Kulit sensitif

Tipe kulit yang satu ini memang bisa agak rumit soal masalah perawatan. Jika salah memilih sabun, kulit justru bisa iritasi. Untuk mencegah timbulnya iritasi, pemilik kulit sensitif sebaiknya memakai sabun mandi yang tidak memiliki pewarna dan parfum.

Selain itu, pastikan sabun yang Anda pilih memiliki nilai pH yang seimbang. Nilai pH menentukan tingkat keasaman kulit Anda. Kulit yang sehat memiliki pH antara 4,7 – 5,75. Lebih dari itu, kulit akan semakin kering dan rentan iritasi.

Anda juga dapat mencari sabun mandi yang mengandung bahan organik, misalnya sabun susun kambing. Pasalnya, sabun yang memiliki bahan-bahan organik cenderung tidak memiliki bahan pengawet untuk mengurangi efek samping yang buruk bagi kulit Anda.

Meski begitu, ingatlah bahwa tidak semua kandungan pada sabun kulit sensitif cocok untuk Anda. Sabun yang cocok untuk satu orang belum tentu pas untuk yang lain. Jika Anda ragu, cara terbaik adalah dengan berkonsultasi ke dokter spesialis kulit.

2. Kulit kering

Sabun mandi terbaik untuk pemilik kulit kering adalah yang mengandung pelembap. Carilah sabun dengan bahan lembut yang mengandung gliserin, sebab gliserin mampu mengunci kelembapan pada jaringan kulit untuk waktu yang lebih lama.

Selain pelembap alami seperti gliserin, Anda juga bisa memilih sabun mandi yang mengandung berbagai bahan organik. Carilah kandungan minyak zaitun, cocoa butter, lidah buaya, minyak kelapa, minyak jojoba, atau alpukat jika kulit Anda kering.

Hindari juga pemakaian sabun berbahan detergen atau antibakteri. Kedua bahan ini dapat mengiritasi kulit dan membuat kulit lebih mudah meradang. Ini karena detergen dan bahan kimia kasar sejenisnya dapat menghilangkan minyak alami kulit.

3. Kulit berminyak

Punya kulit berminyak memang jadi masalah tiada akhir jika tidak ditangani dengan tepat. Pasalnya, kulit berminyak membuat makeup mudah luntur, rentan berjerawat, dan membuat Anda ingin mandi setiap saat karena badan lengket dan berminyak.

Jika Anda memiliki kulit jenis ini, Anda bisa menggunakan sabun antibakteri berbahan lembut dengan kandungan gliserin. Pilihlah pula sabun mandi yang tidak mengandung bahan kimia serta detergen untuk menghindari iritasi dan minyak berlebih.

4. Kulit kombinasi

Oleh karena sifatnya yang terdiri dari kulit kering dan berminyak, kulit kombinasi perlu dibersihkan secara khusus menggunakan produk yang berbeda-beda. Meski begitu, hal utama yang perlu Anda cari dari sabun mandi adalah keterangan bebas detergen.

Gunakan sabun mengandung pelembap pada area kulit yang lebih kering. Sementara itu, bagian kulit yang berminyak perlu dibersihkan dengan sabun mengandung benzoyl peroxide. Hal ini bertujuan untuk mencegah peradangan atau jerawat pada tubuh.

Bolehkah Anda gonta-ganti sabun mandi?

bahaya sabun antiseptik pada kulit

Sebenarnya, efek sabun bisa bervariasi karena amat tergantung dengan kondisi kulit setiap orang. Maka dari itu, kebiasaan gonta-ganti sabun mandi mungkin hanya akan berdampak pada mereka yang memiliki kulit sensitif.

Semua produk pembersih pada dasarnya memiliki bahan yang sama. Apa pun bentuk sabun mandi yang Anda pakai, semuanya mengandung surfaktan. Meski demikian, tidak sedikit dari produk tersebut yang menggunakan bahan kimia yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, zat kimia sebagai pewarna dan pewangi untuk sabun akan berbeda pada beberapa produk. Bergonta-ganti sabun dapat meningkatkan risiko kulit Anda terkena zat kimia yang bisa menyebabkan iritasi kulit atau masalah kulit lainnya.

Oleh karena itu, cobalah untuk mulai memilih sabun mandi yang sesuai dengan tipe kulit Anda. Hal ini bertujuan agar Anda bisa merasakan manfaatnya secara maksimal dan terhindar dari kulit kering serta efek samping lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Showering daily — is it necessary? (2019). Retrieved 12 November 2020, from https://www.health.harvard.edu/blog/showering-daily-is-it-necessary-2019062617193

Are All Soaps Created Equal? (2005). Retrieved 12 November 2020, from https://www.npr.org/2007/11/17/16393455/are-all-soaps-created-equal

Show Me the Science – How to Wash Your Hands. (2020). Retrieved 12 November 2020, from https://www.cdc.gov/handwashing/show-me-the-science-handwashing.html

Cosmetic Surfactants – An Introduction for Cosmetic Chemists. (2009). Retrieved 12 November 2020, from https://chemistscorner.com/cosmetic-surfactants-part-1/

Walters RM, Mao G, Gunn ET, Hornby S. (2012). Cleansing formulations that respect skin barrier integrity. Dermatol Res Pract.

Lemery E, Briançon S, Chevalier Y, et al. (2015). Surfactants have multi-fold effects on skin barrier function. Eur J Dermatol, 25(5), pp.424-35.

Kulthanan K, Maneeprasopchoke P, Varothai S, Nuchkull P. (2014). The pH of antiseptic cleansers. Asia Pac Allergy, 4(1), pp.32-6.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 27/12/2020
x