Apa itu gastroschisis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu gastroschisis?

Gastroschisis atau gastroskisis adalah cacat lahir yang terjadi pada anak saat berada di dalam kandungan ibu. Bagian perut anak terbentuk di luar tubuh akibat pembentukan dinding perut yang tidak sempurna. Banyak bayi dengan gastroschisis lahir secara prematur.

Seberapa umumkah gastroschisis?

Gastroschisis adalah kondisi bawaan lahir yang langka. Gastroschisis merupakan kelainan langka yang menyerang pria dan wanita dengan jumlah yang sama. Estimasi perbandingan kelainan ini sekitar 1 pada 1.500 hingga 1 pada 13.000. Namun, kondisi ini menjadi lebih mungkin terjadi apabila wanita hamil di bawah usia 20 tahun. Jika Anda berencana untuk hamil, Anda dapat mempelajari untuk mengatasi kondisi ini dengan melakukan pre-test atau mendiskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut sebelum kehamilan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gastroschisis?

Gastroschisis dapat dikenali dengan mudah dari terlihat adanya lubang pada perut dan usus bayi terletak di luar tubuh. Mungkin ada area usus yang berwarna lebih gelap akibat kontak dengan cairan ketuban dalam rahim. Apabila usus rusak, anak akan kesulitan mencerna makanan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Calon ibu harus mengatur pertemuan dengan dokter secara rutin untuk memeriksa gastrochisis serta kondisi kesehatan bayi selama kehamilan.

Penyebab

Apa penyebab gastroschisis?

Penyebab pasti gastroschisis tidak diketahui pasti, namun dapat menyebabkan kondisi kesehatan lainnya. Kondisi ini dapat merupakan akibat dari perubahan hormon atau gen (kromosom) pada bayi. Gastroschisis juga dapat disebabkan oleh kontak ibu dengan faktor lingkungan lain, makanan atau minuman yang dikonsumsi, obat-obatan, dan lain-lain. Penting untuk memeriksa kesehatan secara rutin selama kehamilan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk gastroschisis?

Ada banyak faktor risiko untuk gastroschisis, yaitu:

  • Ibu muda: hamil pada usia remaja memiliki risiko lebih besar memiliki bayi dengan gastroschisis dibandingkan dengan ibu yang lebih dewasa.
  • Menggunakan alkohol atau tembakau juga meningkatkan risiko gastroschisis.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk gastroschisis?

Jika dokter dapat mengidentifikasi gastroschisis sebelum persalinan, dokter juga akan memeriksa kesehatan bayi secara keseluruhan.

Begitu bayi sudah lahir, operasi diperlukan untuk menangani usus yang menjulur. Apabila gastroschisis kecil, dokter dapat melakukan operasi satu kali untuk mengembalikan usus ke dalam perut bayi dan menutup lubang. Namun, jika gastroschisis terlalu besar, operasi dilakukan dalam beberapa bertahap.

Setelah mengembalikan usus ke dalam perut dan menutup lubang, bayi perlu dilindungi dari infeksi dengan infus dan antibiotik, juga dilengkapi dengan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Bagaimana mendiagnosis gastroschisis?

Gastroschisis sering muncul pada kelahiran bayi, namun dapat didiagnosis lebih awal. Selama kehamilan, dokter akan melakukan prenatal ultrasound scanning untuk memeriksa gastroschisis. Hal ini juga membantu ibu dan dokter mendiskusikan dan merencanakan waktu dan tempat yang tepat untuk melahirkan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gastroschisis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gastroschisis:

  • Melakukan tes untuk memeriksa kesehatan bayi selama kehamilan secara rutin
  • Hindari hamil di usia yang kurang dari 20 tahun.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Yang juga perlu Anda baca