Definisi

Apa itu gangguan menstruasi?

Gangguan menstruasi adalah kelainan yang terjadi pada siklus menstruasi Anda. Ini bisa berupa perdarahan menstruasi yang terlalu banyak ataupun terlalu sedikit, atau siklus menstruasi yang tidak beraturan, atau bahkan tidak haid sama sekali.

Ingatlah bahwa siklus menstruasi yang “normal” berbeda bagi setiap perempuan. Siklus reguler seseorang mungkin tidak normal untuk orang lain. Penting untuk memahami tubuh Anda sendiri dan berbicaralah dengan dokter Anda apabila Anda melihat perubahan signifikan pada siklus menstruasi Anda.

Ada beberapa gangguan menstruasi berbeda yang dapat Anda alami.

Seberapa umumkah gangguan menstruasi?

Gangguan menstruasi sangat umum terjadi. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Gangguan menstruasi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gangguan menstruasi?

Gejala-gejala umum pada gangguan menstruasi adalah:

Premenstrual Syndrome:

PMS terjadi selama 1-2 minggu sebelum haid dimulai. Beberapa perempuan mengalami berbagai gejala fisik maupun emosional. Perempuan lainnya dapat mengalami gejala yang lebih sedikit atau bahkan tidak sama sekali. PMS dapat menyebabkan:

  • perut kembung
  • mudah emosi
  • nyeri punggung
  • sakit kepala
  • nyeri pada payudara
  • jerawat
  • kelaparan
  • rasa lelah
  • depresi
  • gelisah
  • stres
  • insomnia
  • konstipasi
  • diare
  • kram perut ringan

Menstruasi berat

Masalah menstruasi umum lainnya adalah menstruasi berat. Gangguan ini disebut juga menorrhagia, menyebabkan Anda mengeluarkan darah kotor lebih dari normal. Masa haid berlangsung lebih dari rata-rata lima sampai tujuh hari.

Absen menstruasi

Pada beberapa kasus, perempuan tidak mendapatkan haidnya. Gangguan ini disebut juga amenorrhea. Amenorrhea primer adalah pada saat Anda tidak mendapatkan haid pertama pada usia 16 tahun. Hal ini bisa terjadi akibat masalah pada kelenjar pituitari, kelainan sejak lahir pada sistem reproduksi wanita, atau keterlambatan pubertas. Amenorrhea sekunder terjadi saat Anda berhenti mendapatkan haid reguler Anda selama enam bulan atau lebih.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab gangguan menstruasi?

Gangguan menstruasi dapat terjadi Karena berbagai penyebab, termasuk:

  • Kehamilan atau menyusui. Menstruasi yang terlewat dapat menjadi tanda awal kehamilan. Menyusui umumnya dapat menunda kembalinya haid setelah kehamilan.
  • Gangguan makan, penurunan berat badan ekstrim, atau olahraga terlalu banyak. Gangguan makan—seperti anorexia nervosa—penurunan berat badan ekstrim dan meningkatnya aktivitas fisik dapat mengganggu menstruasi.
  • Polycystic ovary syndrome (PCOS). Perempuan dengan gangguan sistem endokrin umum dapat mengalami menstruasi yang tidak teratur dan juga perbesaran ovarium yang mengandung koleksi kecil cairan—disebut folikel—berlokasi di setiap ovarium jika dilihat melalui pemeriksaan USG.
  • Kegagalan ovarium prematur. Kegagalan ovarium prematur merupakan hilangnya fungsi normal ovarium sebelum usia 40 tahun. Perempuan yang mengalami kegagalan ovarium premature—disebut juga ketidakcukupan ovarium primer—mungkin mendapatkan haid secara tidak teratur atau hanya sesekali dalam setahun.
  • Penyakit inflamasi panggul atau pelvic inflammatory disease (PID). Infeksi organ reproduksi ini menyebabkan pendarahan menstruasi tidak teratur.
  • Fibroid rahim. Fibroid rahim adalah pertumbuhan uterus tanpa sifat kanker. Gangguan ini dapat menyebabkan menstruasi berlebihan atau periode haid yang lebih panjang.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk gangguan menstruasi?

Ada banyak faktor risiko untuk gangguan menstruasi, yaitu:

  • Usia berperan penting dalam gangguan menstruasi. Anak perempuan yang mulai menstruasi pada usia 11 tahun atau lebih muda memiliki resiko lebih tinggi terhadap kesakitan haid, periode haid yang lebih lama, dan siklus menstruasi yang lebih panjang. Remaja dapat mengalami gangguan amenorrhea sebelum siklus ovulasi mereka teratur. Perempuan dalam masa menjelang menopause (perimenopause) juga dapat mengalami absen haid. Beberapa kasus pendarahan berlebihan juga dapat terjadi pada masa perimenopause.
  • Berat badan. Kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan dapat meningkatkan resiko dysmenorrhea atau amenorrhea.
  • Siklus dan aliran menstruasi. Siklus menstruasi yang lebih panjang atau lebih berat biasanya diasosiasikan dengan kram dan rasa nyeri.
  • Sejarah kehamilan. Perempuan yang mengalami kehamilan lebih sering memiliki risiko lebih tinggi mengalami menorrhagia. Perempuan yang belum pernah melahirkan memiliki resiko lebih tinggi mengalami dysmenorrhea, sedangkan perempuan yang melahirkan pada usia muda memiliki resiko lebih rendah.
  • Merokok. Merokok dapat meningkatkan risiko aliran menstruasi berlebihan.
  • Stres. Stres fisik dan emosional dapat menghalangi lepasnya hormon LH (Luteinizing Hormone) dan menyebabkan amenorrhea sementara.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana gangguan menstruasi didiagnosis?

Dokter Anda akan bertanya mengenai gejala-gejala dan sudah berapa lama Anda mengalami gejala tersebut. Membawa catatan siklus menstruasi Anda, keteraturan siklus, dan gejala-gejala lainnya dapat membantu. Dokter Anda bisa menggunakan catatan tersebut untuk mencari tahu gangguan yang terjadi.

Sebagai tambahan dari pemeriksaan fisik, dokter Anda juga dapat melaksanakan tes panggul. Tes panggul memungkinkan dokter Anda untuk menilai organ reproduksi Anda untuk menentukan apakah vagina atau serviks Anda mengalami peradangan. Pap smear juga dapat dilakukan untuk mengesampingkan kemungkinan kanker atau kondisi-kondisi penyebab lainnya.

Tes darah dapat membantu menentukan keberadaan ketidakseimbangan hormonal yang menyebabkan gangguan menstruasi Anda. Jika Anda mencurigai kemungkinan hamil, dokter Anda atau suster yang bertugas akan melakukan tes darah atau tes urine untuk kehamilan saat kunjungan Anda.

Pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis sumber gangguan menstruasi Anda dapat meliputi:

  • Biopsi endometrium (digunakan untuk mengambil sampel lapisan rahim Anda yang dapat dipakai untuk analisis lebih lanjut)
  • Hiteroskopi (kamera kecil yang dimasukkan ke dalam rahim Anda untuk melihat ada tidaknya abnormalitas)
  • USG (digunakan untuk menghasilkan gambar rahim)

Apa saja pengobatan untuk gangguan menstruasi?

Tipe penanganan bergantung pada penyebab gangguan siklus menstruasi Anda. Pil KB dapat meringankan gejala PMS dan mengatur aliran darah yang berlebihan. Jika kelebihan atau kekurangan aliran darah disebabkan oleh tiroid atau gangguan hormonal lainnya, aliran darah Anda dapat berangsur kembali normal apabila Anda melakukan pergantian hormon.

Dymenorrhea mungkin disebabkan oleh hormon, tetapi penanganan medis untuk mengetahui penyebabnya juga diperlukan. Sebagai contoh, antibiotik dapat membantu menyembuhkan penyakit radang panggul.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan menstruasi?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan menstruasi:

  • Faktor diet: pengaturan pola makan dimulai sekitar 14 hari sebelum haid dapat membantu beberapa orang dalam gangguan ringan menstruasi, seperti kram. Petunjuk umum diet sehat untuk semua orang: termasuk mengonsumsi makanan gandum utuh, buah dan sayuran segar, menghindari lemak jenuh dan makanan cepat saji. Membatasi konsumsi garam (sodium) dapat membantu mengurangi kembung. Membatasi asupan kafein, gula, dan alkohol juga dapat bermanfaat.
  • Cegah dan atasi anemia
  • Olahraga. Berolahraga dapat mengurangi nyeri haid
  • Aktivitas seksual. Terdapat laporan bahwa orgasme dapat mengurangi kram akibat haid
  • Rasa hangat.  Menempelkan kompres hangat pada bagian abdomen, atau berendam air hangat, dapat mengurangi nyeri dan kram akibat haid.
  • Kebersihan menstruasi. Ganti pembalut setiap 4-6 jam. Hindari menggunakan pembalut atau tampon berparfum; deodoran wanita dapat mengiritasi bagian kewanitaan Anda. Douching tidak disarankan karena dapat membunuh bakteri alami yang hidup di vagina. Mandi seperti biasa sudah cukup.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 13, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 13, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan