Apa Itu Gangguan Menstruasi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu gangguan menstruasi?

Gangguan menstruasi adalah istilah yang merujuk pada kelainan dalam siklus menstruasi Anda. Kelainan ini sangat bervariasi, mulai dari pendarahan berlebihan, terlalu sedikit, nyeri hebat saat menstruasi, kacaunya siklus menstruasi, atau bahkan tidak haid sama sekali.

Pada wanita yang sehat, siklus menstruasi akan berlangsung dengan normal dan berhenti dalam waktu yang hampir sama setiap bulannya. Gangguan yang dirasakan pun terkadang masih dalam batas wajar, seperti kram perut atau suasana hati mudah berubah.

Namun, beberapa wanita melewati siklus menstruasi yang disertai dengan gejala-gejala fisik maupun psikis yang cukup mengganggu, bahkan cenderung berpengaruh pada aktivitas sehari-hari.

Memang, siklus menstruasi yang “normal” berbeda bagi setiap perempuan. Siklus rutin seseorang mungkin tidak normal untuk orang lain. Penting untuk memahami tubuh Anda sendiri dan berbicaralah dengan dokter Anda apabila Anda melihat perubahan signifikan pada siklus menstruasi Anda.

Ada beberapa gangguan menstruasi berbeda yang dapat Anda alami. Beberapa di antaranya adalah:

Seberapa umumkah gangguan menstruasi terjadi?

Gangguan haid atau menstruasi sangat umum terjadi. Tergantung pada apa jenis gangguannya, kondisi ini dapat terjadi pada pasien dari berbagai macam golongan usia.

Gangguan menstruasi adalah kondisi yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gangguan menstruasi?

Gejala-gejala umum pada gangguan menstruasi umumnya bervariasi, tergantung dari apa jenis gangguannya. Berikut adalah gejala-gejala yang ada berdasarkan jenis gangguannya:

1. PMS

PMS terjadi selama 1-2 minggu sebelum haid dimulai. Beberapa perempuan mengalami berbagai gejala fisik maupun emosional. Perempuan lainnya dapat mengalami gejala yang lebih sedikit atau bahkan tidak sama sekali. PMS dapat menyebabkan:

  • perut kembung
  • mudah emosi
  • nyeri punggung
  • sakit kepala
  • nyeri pada payudara
  • jerawat
  • kelaparan
  • rasa lelah
  • depresi
  • gelisah
  • stres
  • insomnia
  • konstipasi
  • diare
  • kram perut ringan

2. Menstruasi berat

Masalah menstruasi umum lainnya adalah menstruasi berat. Gangguan ini disebut juga menorrhagia, menyebabkan Anda mengeluarkan darah kotor lebih dari normal. Masa haid berlangsung lebih dari rata-rata lima sampai tujuh hari.

3. Absen menstruasi

Pada beberapa kasus, perempuan tidak mendapatkan haidnya. Gangguan ini disebut juga amenorrhea. Amenorrhea primer adalah pada saat Anda tidak mendapatkan haid pertama pada usia 16 tahun.

Hal ini bisa terjadi akibat masalah pada kelenjar pituitari, kelainan sejak lahir pada sistem reproduksi wanita, atau keterlambatan pubertas. Amenorrhea sekunder terjadi saat Anda berhenti mendapatkan haid reguler Anda selama enam bulan atau lebih.

Akan tetapi, ada pula kemungkinan bahwa menstruasi yang terhenti dapat berarti Anda sedang hamil. Jika Anda merasa bahwa ada kemungkinan hamil, pastikan dengan alat tes kehamilan.

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, tunggu hingga Anda setidaknya terlambat satu hari dari jadwal normal menstruasi Anda.

4. Dismenore

Sebagian besar perempuan pasti pernah merasakan kram perut sebelum atau selama menstruasi. Namun, beberapa di antaranya mengalami rasa sakit berlebihan yang berlangsung lebih lama. Kondisi ini disebut dengan dismenore.

Rasa sakit yang dialami ketika seseorang menderita dismenore terkadang juga disertai oleh kondisi pucat, berkeringat, lemas, serta kepala terasa ringan (lightheadedness).

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala yang Anda rasakan ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab gangguan menstruasi?

Gangguan haid dapat terjadi karena berbagai penyebab. Beberapa di antaranya adalah:

  • Kehamilan atau menyusui. Menstruasi yang terlewat dapat menjadi tanda awal kehamilan. Menyusui umumnya dapat menunda kembalinya haid setelah kehamilan.
  • Gangguan makan, penurunan berat badan ekstrim, atau olahraga terlalu banyak. Gangguan makan—seperti anorexia nervosa—penurunan berat badan ekstrim dan meningkatnya aktivitas fisik dapat mengganggu menstruasi.
  • Polycystic ovary syndrome (PCOS). Perempuan dengan gangguan sistem endokrin umum dapat mengalami menstruasi yang tidak teratur dan juga perbesaran ovarium yang mengandung koleksi kecil cairan—disebut folikel—berlokasi di setiap ovarium jika dilihat melalui pemeriksaan USG.
  • Kegagalan ovarium prematur. Kegagalan ovarium prematur merupakan hilangnya fungsi normal ovarium sebelum usia 40 tahun. Perempuan yang mengalami kegagalan ovarium premature—disebut juga ketidakcukupan ovarium primer—mungkin mendapatkan haid secara tidak teratur atau hanya sesekali dalam setahun.
  • Penyakit inflamasi panggul atau pelvic inflammatory disease (PID). Infeksi organ reproduksi ini menyebabkan pendarahan menstruasi tidak teratur.
  • Fibroid rahim. Fibroid rahim adalah pertumbuhan uterus tanpa sifat kanker. Gangguan ini dapat menyebabkan menstruasi berlebihan atau periode haid yang lebih panjang.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya untuk mengalami gangguan menstruasi?

Gangguan menstruasi adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap wanita, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan menderita suatu penyakit atau kondisi kesehatan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat terkena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor-faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya gangguan haid:

1. Usia

Usia berperan penting dalam gangguan menstruasi. Anak perempuan yang mulai menstruasi pada usia 11 tahun atau lebih muda memiliki resiko lebih tinggi terhadap kesakitan haid, periode haid yang lebih lama, dan siklus menstruasi yang lebih panjang.

Remaja dapat mengalami gangguan amenorrhea sebelum siklus ovulasi mereka teratur. Perempuan dalam masa menjelang menopause (perimenopause) juga dapat mengalami absen haid. Beberapa kasus pendarahan berlebihan juga dapat terjadi pada masa perimenopause.

2. Berat badan kurang atau berlebihan

Kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan dapat meningkatkan resiko dysmenorrhea atau amenorrhea.

3. Siklus dan aliran menstruasi

Siklus menstruasi yang lebih panjang atau lebih berat biasanya diasosiasikan dengan kram dan rasa nyeri.

4. Kehamilan

Perempuan yang sudah mengalami kehamilan lebih sering memiliki risiko lebih tinggi mengalami menorrhagia. Perempuan yang belum pernah melahirkan memiliki resiko lebih tinggi mengalami dysmenorrhea, sedangkan perempuan yang melahirkan pada usia muda memiliki resiko lebih rendah.

5. Stres

Stres fisik dan emosional dapat menghalangi lepasnya hormon LH (Luteinizing Hormone) dan menyebabkan amenorrhea sementara.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana gangguan menstruasi didiagnosis?

Dokter Anda akan bertanya mengenai gejala-gejala dan sudah berapa lama Anda mengalami gejala tersebut. Membawa catatan siklus menstruasi Anda, keteraturan siklus, dan gejala-gejala lainnya dapat membantu. Dokter Anda bisa menggunakan catatan tersebut untuk mencari tahu gangguan yang terjadi.

Sebagai tambahan dari pemeriksaan fisik, dokter Anda juga dapat melaksanakan tes panggul. Tes panggul memungkinkan dokter Anda untuk menilai organ reproduksi Anda untuk menentukan apakah vagina atau serviks Anda mengalami peradangan. Pap smear juga dapat dilakukan untuk mengesampingkan kemungkinan kanker atau kondisi-kondisi penyebab lainnya.

Tes darah dapat membantu menentukan keberadaan ketidakseimbangan hormonal yang menyebabkan gangguan menstruasi Anda. Jika Anda mencurigai kemungkinan hamil, dokter Anda atau suster yang bertugas akan melakukan tes darah atau tes urine untuk kehamilan saat kunjungan Anda.

Pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis sumber gangguan menstruasi Anda dapat meliputi:

1. Biopsi endometrium

Pada tes biopsi endometrium, dokter akan mengambil sedikit sampel dari jaringan dinding rahim Anda. Hal ini berguna untuk mendiagnosis adanya gangguan seperti endometriosis, ketidakseimbangan hormon, atau adanya potensi kanker.

Endometriosis beserta kondisi-kondisi lainnya juga dapat didiagnosis dengan prosedur laparoskopi. Pada prosedur ini, dokter memasukkan alat kecil bernama laparoskop melalui sayatan kecil di perut, yang kemudian diarahkan menuju rahim dan ovarium.

2. Histeroskopi

Prosedur ini menggunakan alat kecil bernama histeroskop yang dimasukkan melalui vagina dan serviks. Dengan alat ini, dokter dapat melihat dengan jelas bagian rahim Anda untuk mengetahui adanya kelainan seperti fibroid atau polip.

3. USG

Tes ultrasonografi atau USG juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis gangguan haid. Tes USG menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar rahim Anda.

Tes-tes lainnya yang dapat menjadi bahan pertimbangan diagnosis adalah:

  • MRI scan
  • Kuretase
  • Tes hormon tubuh

Bagaimana gangguan menstruasi ditangani?

Tipe penanganan bergantung pada penyebab gangguan siklus menstruasi Anda. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing jenis penanganan tergantung pada gangguan yang Anda alami:

1. Siklus menstruasi tidak teratur

Pengobatan hormon, seperti obat-obatan estrogen atau progestin, mungkin akan diresepkan oleh dokter untuk membantu mengatasi pendarahan berlebih saat menstruasi

2. Mengurangi rasa sakit

Jika Anda mengalami rasa sakit yang luar biasa saat sedang datang bulan, dokter akan meresepkan obat-obatan seperti ibuprofen atau acetaminophen.

Penggunaan obat aspirin sangat tidak disarankan karena justru dapat memperparah aliran darah menstruasi. Anda juga dapat mencoba mandi air hangat atau menggunakan kompres air hangat untuk meringankan kram perut akibat menstruasi.

3. Fibroid rahim

Kondisi ini dapat diatasi dengan obat-obatan atau prosedur operasi. Jika gejala-gejala yang muncul tergolong ringan, Anda dapat meminum obat penghilang rasa sakit yang dijual secara bebas di apotik.

Namun, apabila Anda mengalami pendarahan hebat, Anda memerlukan suplemen zat besi untuk mencegah atau mengatasi anemia.

Anda juga mungkin akan diresepkan pil atau suntik KB untuk mengontrol pendarahan berlebih. Selain itu, obat-obatan gonadotropin juga dapat digunakan untuk mengecilkan ukuran fibroid di dalam rahim.

Jika ternyata ukuran fibroid membesar, atau Anda tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah menjalani pengobatan, dokter akan merekomendasikan prosedur operasi.

Prosedur operasi dilakukan tergantung pada ukuran, lokasi, serta jenis fibroid. Miomektomi adalah teknik operasi sederhana yang sering digunakan untuk mengangkat fibroid.

Pada kasus yang sudah cukup parah, pasien mungkin perlu menjalani prosedur histerektomi. Dalam prosedur ini, tim bedah akan melakukan pengangkatan fibroid bersamaan dengan rahim.

Alternatif lainnya adalah uterine artery embolization atau emboli arteri rahim, di mana aliran darah menuju jaringan fibroid akan dihentikan secara permanen.

4. Endometriosis

Meskipun endometriosis adalah salah satu gangguan menstruasi yang tidak dapat disembuhkan secara tuntas, terdapat obat-obatan pereda rasa sakit yang dapat Anda konsumsi.

Selain itu, obat-obatan hormon seperti pil KB juga dapat memperlambat pertumbuhan jaringan rahim, serta mengurangi volume darah yang hilang selama menstruasi.

Pada kasus yang cukup parah, dokter akan memberikan obat-obatan hormon pelepas gonadotropin untuk menghentikan menstruasi sementara.

Terdapat pilihan pengobatan lain yang dapat membantu mengatasi pendarahan berlebih saat menstruasi, yaitu alat kontrasepsi IUD yang dipasang selama 5 tahun bernama Mirena.

Obat ini dapat digunakan untuk mengurangi volume darah, serta diyakini ampuh mengatasi endometriosis.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan menstruasi?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan menstruasi:

  • Faktor diet: pengaturan pola makan dimulai sekitar 14 hari sebelum haid dapat membantu beberapa orang dalam gangguan ringan menstruasi, seperti kram. Petunjuk umum diet sehat untuk semua orang: termasuk mengonsumsi makanan gandum utuh, buah dan sayuran segar, menghindari lemak jenuh dan makanan cepat saji. Membatasi konsumsi garam (sodium) dapat membantu mengurangi kembung. Membatasi asupan kafein, gula, dan alkohol juga dapat bermanfaat.
  • Cegah dan atasi anemia
  • Olahraga. Berolahraga dapat mengurangi nyeri haid
  • Aktivitas seksual. Terdapat laporan bahwa orgasme dapat mengurangi kram akibat haid
  • Rasa hangat.  Menempelkan kompres hangat pada bagian abdomen, atau berendam air hangat, dapat mengurangi nyeri dan kram akibat haid.
  • Kebersihan menstruasi. Ganti pembalut setiap 4-6 jam. Hindari menggunakan pembalut atau tampon berparfum; deodoran wanita dapat mengiritasi bagian kewanitaan Anda. Douching tidak disarankan karena dapat membunuh bakteri alami yang hidup di vagina. Mandi seperti biasa sudah cukup.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 16, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca