Rambut Rontok Hingga 100 Helai Sehari, Normal Atau Tanda Kebotakan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rambut adalah mahkota kepala. Maka, tidak heran jika memiliki rambut lebat, sehat, dan kuat adalah impian setiap orang. Akan tetapi, tak jarang kita menemukan gumpalan rambut rontok menyumbat saluran air kamar mandi, bergerombol kusut di sisir, di bantal tempat tidur, atau bahkan di meja kerja kita. Tidak hanya bisa bikin minder, tapi rambut yang rontok parah juga bikin kita bertanya-tanya. Apakah ini normal atau tanda-tanda kebotakan? Atau, adakah kondisi atau penyakit tertentu yang menjadi penyebab rambut rontok parah?

Kenapa rambut bisa rontok?

Rambut terbuat dari keratin, protein khusus yang diproduksi dalam akar rambut (folikel). Saat folikel memproduksi sel rambut yang baru, sel rambut yang lama akan terdorong keluar dari lapisan kulit. Rambut yang terlepas ini sebenarnya adalah seuntai sel keratin yang sudah mati.

Proses pertumbuhan rambut sebenarnya juga tidak semudah itu. Ada tiga tahapan yang perlu dilewati sampai rambut benar-benar rontok. Yang pertama adalah tahapan anagen, yang merupakan tahap pertumbuhan serat rambut aktif. Tahapan ini dapat bertahan selama 2-7 tahun. Sebanyak 80-85 persen rambut yang Anda miliki saat ini berada dalam fase anagen.

Tahap selanjutnya adalah katagen alias fase transisi. Fase katagen ditandai dengan rambut yang berhenti bertumbuh. Fase ini biasanya berlangsung selama 10-20 hari. Tahapan yang ketiga adalah fase telogen, yang terjadi ketika rambut benar-benar berhenti tumbuh dan kemudian mulai rontok. Sebanyak 10-15 persen rambut berada dalam fase telogen, yang umumnya berlangsung hingga 100 hari.

Setelah fase telogen selesai, proses pertumbuhan rambut dimulai kembali ke fase anagen.

Kapan rambut rontok masih bisa dibilang wajar?

Kecepatan pertumbuhan rambut yang normal adalah sekitar 1 centimeter per bulan. Rata-rata orang dewasa memiliki 100,000 hingga 150,000 helai rambut, dan sampai sekitar 50-100 helai akan rontok setiap harinya. Jumlah ini masih tergolong normal dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Telogen effluvium, penyebab rambut rontok parah yang paling umum

Telogen effluvium (TE) adalah penyebab rambut rontok kedua yang paling sering didiagnosis oleh dokter spesialis kulit atau dermatolog. Kondisi ini terjadi ketika ada perubahan jumlah folikel rambut yang menumbuhkan rambut.

TE pertama kali muncul ditandai dengan penipisan rambut, yang mungkin hanya terlihat di area kepala tertentu. Atau bisa juga terjadi merata, namun salah satu area mungkin terlihat lebih tipis dari area lainnya. Biasanya TE paling terlihat di ubun-ubun. Namun, TE sangat jarang menyebabkan rambut rontok parah sampai benar-benar botak atau gundul.

Penyebab rambut rontok ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Melahirkan
  • Stres (wanita yang mengalami TE umumnya mengalami kerontokan rambut dalam 6 minggu sampai 3 bulan setelah stres berat)
  • Penurunan berat badan yang drastis
  • Demam tinggi
  • Operasi
  • Proses penyembuhan dari sakit, terutama apabila disertai demam tinggi
  • Berhenti menggunakan pil KB

Meski begitu, rambut rontok akibat telogen effluvium bersifat sementara dan merupakan cara tubuh untuk menyesuaikan perubahan yang terjadi akibat pengaruh faktor-faktor tersebut.

Pertumbuhan rambut akan kembali normal seiring dengan proses pemulihan tubuh dari faktor-faktor di atas, biasanya dalam waktu 6 hingga 9 bulan.

Kapan harus ke dokter soal rambut rontok saya?

Kebanyakan penyebab rambut rontok sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun jika jumlah kerontokan rambut yang Anda alami sangat banyak di luar batas wajar, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter, Rambut rontok parah mungkin dapat disebabkan oleh penyakit autoimun seperti alopecia areata, lupus, hingga sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Jika anda mengalami hal yang serupa dan khawatir dengan jumlah rambut anda yang rontok, anda dapat memeriksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Dokter ini dapat menangani kasus seputar kulit, rambut, dan kuku sehingga anda dapat ditangani langsung dengan baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
bahaya rokok, bahaya merokok bagi kesehatan, dampak rokok, efek rokok, berhenti merokok

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit