home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berat Badan Turun, Rambut Jadi Rontok. Kok Bisa Begitu, Ya?

Berat Badan Turun, Rambut Jadi Rontok. Kok Bisa Begitu, Ya?

Rambut rontok tampaknya telah menjadi kondisi umum yang bisa dialami oleh siapa saja, dari anak-anak hingga dewasa. Meski tak jarang dianggap sepele, beberapa orang mengeluh mengalami rambut rontok saat berusaha untuk menurunkan berat badan. Ya, turun berat badan memang bisa jadi salah satu penyebab rambut rontok. Penjelasan lengkapnya bisa disimak di bawah ini.

Kenapa turun berat badan bisa jadi penyebab rambut rontok?

Adanya masalah pada rambut, perawatan rambut yang salah, hingga kondisi medis tertentu merupakan sebagian kecil penyebab rambut rontok. Kondisi ini tentu bikin Anda tidak nyaman karena rambut yang rontok biasanya cukup banyak. Nah, Anda mungkin baru sadar kalau rambut Anda mulai rontok di saat berat badan Anda menurun.

Seorang penulis buku Hair Transplant 360 – Follicular Unit Extraction sekaligus spesialis rambut bernama dr. Ken L. Williams Jr. menjelaskan hal ini. Menurutnya, secara klinis rambut rontok memang bisa disebabkan oleh penurunan berat badan. Pasalnya, entah berat badan yang turun memang disengaja alias dengan diet maupun turun dengan sendirinya, keduanya sama-sama memicu stres dan rasa cemas. Hal inilah yang tanpa sadar menyebabkan rambut rontok.

Beth Warren, R.D.N., ahli gizi dan pendiri Beth Warren Nutrition sekaligus penulis buku berjudul Living a Real Life with Real Food berpendapat bahwa semakin Anda kehilangan berat badan, maka jumlah helai rambut yang rontok juga akan semakin banyak. Bagaimana bisa?

Menurut dr. Fatima Cody Stanford, M.P.H., seorang dokter spesialis obesitas di Massachusetts General Hospital, penyebab rambut rontok salah satunya yaitu karena tubuh kekurangan nutrisi tertentu. Misalnya saat diet Anda berusaha untuk menjauhi makanan sumber protein dan memperbanyak makanan dengan zat gizi lainnya. Akibatnya fungsi protein guna membangun sel-sel tubuh – termasuk sel rambut – tidak dapat bekerja secara optimal.

Lebih jauh lagi, karena jumlah protein dalam tubuh cenderung sedikit, tubuh akan memprioritaskan beberapa organ atau sel tubuh yang harus disokong protein lebih dulu. Tubuh Anda mungkin menilai bahwa rambut tidak terlalu membutuhkan protein, sehingga tidak diberikan asupan yang cukup. Hal tersebut kemudian dapat melemahkan struktur rambut dan mengakibatkan kerontokan.

Belum lagi ada banyak wanita yang melakukan diet ketat di masa menopausenya. Padahal, di masa ini tubuh membutuhkan cukup banyak nutrisi untuk mendukung aktivitas dan perubahan yang terjadi pada tubuh. Kombinasi faktor inilah yang berakibat pada kerontokan rambut.

berat badan terlalu kurus menopause

Mencegah rambut rontok meski berat badan turun

Jika kerontokan rambut disebabkan oleh penurunan berat badan, maka salah satu cara untuk memulihkannya yakni dengan mengembalikan asupan nutrisi yang hilang. Caranya dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Secara sederhana, prinsipnya begini:

  • Penuhi kebutuhan kalori. Kekurangan kalori bisa mengakibatkan rambut tidak memiliki cukup energi untuk mendukung pertumbuhan rambut.
  • Penuhi kebutuhan protein. Protein merupakan salah satu komponen penting dalam pertumbuhan rambut.
  • Tambahkan biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran dalam menu makanan harian. Menurut National Anemia Action Council, biji-bijian mengandung zat besi yang jika jumlahnya tidak mencukupi dapat menjadi faktor utama rambut rontok. Buah-buahan dan sayuran mengandung vitamin A, C, E serta zinc yang semuanya berperan dalam pertumbuhan rambut.

Anda juga bisa mengobati kerontokan rambut yang parah dengan obat yang bisa meningkatkan pertumbuhan rambut, seperti:

Minoxidil

Obat rambut rontok yang satu ini berbentuk cair dan bisa didapatkan di apotek tanpa resep dokter. Pemberian minoxidil merangsang perkembangan folikel rambut yang lebih baik, sehingga helai rambut yang tumbuh jauh lebih kuat.

Hasil dari pemberian minoxidil biasanya baru akan terlihat setelah enam bulan penggunaan rutin. Namun, sebaiknya tetap digunakan lebih dari enam bulan guna mempertahankan pertumbuhan rambut.

Finasteride

Berbeda dengan minoxidil, finasteride berbentuk tablet minum yang bekerja dengan cara menurunkan kadar hormon dihidrotestosteron (DHT). Pasalnya, hormon DHT yang berlebihan bisa menghambat pertumbuhan rambut baru. Maka, jika diminum secara rutin, finasterida bisa merangsang pertumbuhan rambut baru.

Meski terlihat menjanjikan, penting untuk tetap mengonsultasikan dengan dokter Anda lebih dulu sebelum memutuskan minum obat rambut rontok. Bahkan, dokter mungkin bisa memberikan perawatan yang paling tepat untuk kondisi rambut rontok Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Effects of Weight Loss on Hair. https://www.verywellfit.com/effects-of-weight-loss-on-hair-4114184 Accessed 2/7/2018.

Can Losing Weight Cause Your Hair to Fall Out? https://www.womenshealthmag.com/weight-loss/a19979815/does-weight-loss-cause-hair-loss/ Accessed 2/7/2018.

How to Prevent Hair Loss When Losing Weight. https://www.livestrong.com/article/327771-how-to-prevent-hair-loss-when-losing-weight/ Accessed 2/7/2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 22/07/2018
x