Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Thermal Water, Apakah Ada Manfaatnya untuk Kulit?

Thermal Water, Apakah Ada Manfaatnya untuk Kulit?

Ada berbagai jenis tindakan dan produk perawatan kulit untuk menyembuhkan masalah kulit hingga menjaga kesehatannya. Salah satu produk yang cukup banyak ditawarkan di pasaran adalah thermal water.

Produk ini diketahui bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Tapi, apakah sudah terbukti secara ilmiah?

Apa itu thermal water?

Sebelum mengetahui manfaatnya, Anda perlu mengetahui apa itu thermal water. Thermal water adalah produk skincare yang berisi air dari mata air alami.

Air ini mengandung berbagai mineral yang bisa menjaga kesehatan kulit.

Para produsen menganggap air ini memiliki manfaat yang serupa dengan balneoterapi atau berendam di air panas dari mata air alami.

Manfaat balneoterapi pun didapat dari berbagai macam mineral yang terkandung di dalam airnya.

Hal inilah yang membuat berbagai lini produk kecantikan mengambil sumber air dari mata air alami dan mengemasnya dalam bentuk botol semprot.

Pada dasarnya, mineral di dalam setiap thermal water berbeda-beda, tergantung pada lokasi sumbernya.

Meski demikian, beberapa kandungan mineral yang umum ditemukan pada air termal, yakni:

  • magnesium,
  • litium,
  • bromin,
  • sulfur,
  • selenium,
  • kalsium bikarbonat,
  • silikon,
  • natrium, dan
  • silikat.

Manfaat thermal water

Manfaat thermal water

Dengan berbagai kandungan mineral, inilah manfaat thermal water untuk kesehatan kulit.

1. Meredakan gejala psoriasis dan eksim

Manfaat thermal water baik untuk mengurangi gejala psoriasis.

Mengutip studi terbitan Dermatologic Therapy (2019), kandungan sulfur pada air ini bersifat keratolitik atau memecahkan lapisan keratin pada kulit yang membuat kulit menebal.

Fungsi air ini cocok untuk mengurangi kerak yang menebal pada kulit pasien psoriasis.

Studi lain yang diterbitkan jurnal Journal of Clinical and Diagnostic Research (2016) juga memaparkan bahwa magnesium yang terkandung di dalamnya membantu mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan luka pada eksim.

Efeknya, kemerahan pada kulit pun berkurang.

Air garam laut pada thermal water juga membantu meningkatkan hidrasi kulit. Hal ini membuat gejala kulit kering pada eksim dan psoriasis pun berkurang.

2. Mengurangi efek kerusakan kulit akibat sinar UV

Air termal juga membantu menjaga kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.

Riset yang diterbitkan pada jurnal Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology (2013) menjelaskan bahwa thermal water untuk wajah mampu mengurangi jumlah sel kulit yang terbakar akibat sinar ultraviolet (UV).

Manfaat ini berasal dari kandungan selenium. Memang, selenium dalam jumlah besar bersifat beracun. Namun, jika dalam jumlah sedikit, selenium bersifat antioksidan.

Dalam hal ini, selenium mampu mengurangi radikal bebas yang berasal dari sinar ultraviolet.

Meski demikian, Anda tidak bisa menggunakan thermal water sebagai tabir surya untuk wajah.

Bagaimana pun, tabir surya merupakan produk perawatan kulit utama yang bekerja untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

3. Meredakan iritasi akibat retinol

Retinol adalah salah satu produk perawatan kulit yang berguna untuk mengurangi tanda-tanda penuaan kulit dan jerawat.

Meski demikian, kandungan ini biasanya memiliki efek samping, yakni iritasi.

Efek samping ini biasanya muncul jika Anda pertama kali menggunakan retinol atau konsentrasinya terlalu tinggi.

Thermal water untuk wajah ternyata membantu meningkatkan toleransi kulit terhadap efek samping retinol. Hal ini dikarenakan adanya efek anti-inflamasi dari magnesium.

4. Menyeimbangkan kadar bakteri pada kulit

Tidak hanya pada usus, keseimbangan bakteri kulit atau mikrobiota tetap perlu dijaga. Mikrobiota memiliki peran penting untuk kesehatan kulit.

Kandungan selenium pada thermal water ternyata diperlukan untuk menjalankan fungsi sel-sel tubuh.

Cara kerja ini nantinya akan menghasilkan senyawa tertentu yang memengaruhi mikrobiota kulit.

Mikrobiota yang seimbang membantu memerangi kuman yang berbahaya. Selain itu, peran mikrobiota memperkuat fungsi lapisan pelindung terluar kulit atau skin barrier.

Kulit pun bisa mempertahankan kondisinya di tengah-tengah paparan zat atau patogen berbahaya. Mikrobiota yang seimbang menurunkan risiko infeksi sehingga mempercepat penyembuhan luka.

Cara menggunakan thermal water

Cara menggunakan thermal water

Ada beberapa pilihan penggunaan air termal untuk kulit Anda. Apa saja?

1. Sebagai toner

Produk ini bisa berperan sebagai face mist dan toner yang menghidrasi kulit.

Caranya, setelah Anda mencuci muka dengan sabun, semprotkan thermal water untuk wajah, lalu gunakan rangkaian skincare seperti biasa.

Setelah menyemprotnya, Anda tidak perlu mengelap sisa air yang menempel. Air ini akan menguap dan terserap di dalam kulit.

Anda bisa menggunakan produk perawatan kulit ini untuk wajah sebanyak dua kali sehari.

2. Sebagai setting spray

Siapa sangka, air termal ternyata bisa menjaga make-up agar tahan lama. Ya, air ini bisa dipakai sebagai setting spray.

Setelah Anda selesai merias wajah, Anda bisa menyemprotkan thermal water. Ketika menguap, bulir air ini menjaga make-up agar tetap bertahan di wajah sehingga tidak mudah luntur.

Anda pun bisa membasahi spons make-up dengan produk ini agar foundation lebih lembap. Jadi, foundation menempel lebih mudah dan tidak tampak “retak” di wajah.

3. Perawatan luka operasi

Setelah bedah, kulit mengalami luka dan rentan iritasi. Nah, produk berbahan dasar mata air alami berpotensi mempercepat penyembuhan luka.

Untuk itu, Anda bisa semprotkan air termal sebanyak dua hingga semprotan yang panjang pada luka bekas operasi. Lakukan selama dua hingga tiga minggu berturut-turut.

Thermal water adalah produk perawatan kulit yang diambil dari mata air alami. Air ini kaya akan mineral yang baik untuk jaga kecantikan kulit hingga mengurangi gejala penyakit kulit.

Pastikan Anda memilih produk yang telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Khalilzadeh, S., Shirbeigi, L., Naghizadeh, A., Mehriardestani, M., Shamohammadi, S., & Tabarrai, M. (2019). Use of mineral waters in the treatment of psoriasis: Perspectives of Persian and conventional medicine. Dermatologic Therapy, 32(4), e12969.

Drugs During Pregnancy and Lactation | ScienceDirect. (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://www.sciencedirect.com/book/9780124080782/drugs-during-pregnancy-and-lactation

Nourbakhsh, S. (2016). Effect of Topical Application of the Cream Containing Magnesium 2% on Treatment of Diaper Dermatitis and Diaper Rash in Children A Clinical Trial Study. Journal of Clinical and Diagnostic Research. doi: 10.7860/jcdr/2016/14997.7143

Seite, S. (2013). Thermal waters as cosmeceuticals: La Roche-Posay thermal spring water example. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 23. doi: 10.2147/ccid.s39082

M, A., K, V., P, H., P, V., L, C., & P, D. (2000). A low-salt medical water reduces irritancy of retinoic acid in facial acne. European Journal of Dermatology : EJD, 10(5). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10882945/

From Probiotic to Prebiotic Using Thermal Spring Water – JDDonline – Journal of Drugs in Dermatology. (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://jddonline.com/articles/from-probiotic-to-prebiotic-using-thermal-spring-water-S1545961618P0657X/?_page=2

Boxberger, M., Cenizo, V., Cassir, N., & La Scola, B. (2021). Challenges in exploring and manipulating the human skin microbiome. Microbiome, 9(1). doi: 10.1186/s40168-021-01062-5

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui 4 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro