Jenis Toner: Hydrating Toner dan Exfoliating Toner, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Untuk mendapatkan kulit yang bersih dan sehat, melakukan satu tahap pembersihan dengan sabun pencuci muka saja tidaklah cukup. Anda juga membutuhkan hydrating toner atau exfoliating toner yang merupakan salah satu dari rangkaian produk skincare.

Sekilas tentang fungsi toner

cara pakai toner

Mungkin beberapa dari Anda belum benar-benar mengetahui produk toner dan alasan mengapa produk perawatan yang satu ini sangat penting untuk dimasukkan ke dalam rutinitas perawatan kulit.

Toner adalah salah satu produk perawatan dengan fungsi menghilangkan sel-sel kulit mati dan kotoran yang masih tersisa setelah tahap cleansing. Dalam rangkaian skincare, toner dipakai setelah double cleansing dengan cairan pembersih dan sabun cuci muka.

Fungsi utama toner adalah melembapkan kulit wajah dan menyesuaikan nilai pH-nya sehingga kesehatan kulit wajah selalu terjaga. Kulit yang lembap nantinya mampu menyerap bahan aktif dari produk skin care selanjutnya dengan lebih baik.

Meski begitu, setiap jenis toner sebenarnya memiliki beragam fungsi yang ditentukan dari bahan aktifnya. Sebagai contoh, hyaluronic acid dan gliserin dapat melembapkan kulit. Sementara itu, natrium PCA membantu mengontrol minyak berlebih dan witch hazel ampuh untuk mengatasi peradangan akibat jerawat.

Kandungan lainnya pada toner juga membantu mengecilkan pori-pori, membuat wajah lebih halus, mengencangkan kulit, serta mencegah infeksi. Bahkan, ada pula toner dengan kandungan asam yang mengelupas lapisan kulit mati penyebab kulit kusam.

Jenis toner yang tersedia

Buah-buahan bahan skin care alami

Jika dicermati menurut kandungannya, ada banyak sekali jenis toner yang tersedia di pasaran. Akan tetapi, toner secara umum dibedakan menjadi dua kategori besar, yaitu exfoliating toner (toner eksfoliasi) dan hydrating toner (toner pelembap).

Siapa pun dapat menggunakan exfoliating toner maupun hydrating toner. Meski begitu, fungsi toner yang Anda gunakan akan lebih optimal bila disesuaikan dengan masalah kulit yang tengah Anda hadapi atau target yang ingin Anda capai. Berikut penjelasannya.

1. Exfoliating toner

Exfoliating toner adalah toner dengan fungsi utama melakukan eksfoliasi dengan mengangkat sel kulit mati dan mengelupas lapisan kulit terluar. Toner jenis ini akan membersihkan sisa kotoran dari langkah sebelumnya serta sisa makeup dari wajah.

Exfoliating toner terbuat dari perpaduan alpha dan beta-hydroxy acid (AHA dan BHA) serta senyawa turunannya. Senyawa turunan yang dimaksud antara lain salicylic acid, glycolic acid, dan lactic acid. Setiap jenis asam memiliki kegunaannya tersendiri.

AHA adalah jenis asam larut air yang terbuat dari buah-buahan. Asam ini digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi ringan, pori-pori besar, kerutan, dan warna kulit yang tidak merata. AHA juga bisa memudarkan bekas jerawat dan menangkal penuaan dini.

Di sisi lain, BHA adalah asam larut minyak yang digunakan untuk mengatasi masalah jerawat dan kerusakan akibat paparan sinar matahari. Senyawa ini bekerja langsung pada kelenjar minyak untuk mengurangi produksi minyak yang berlebih.

2. Hydrating toner

Hydrating toner adalah jenis toner dengan kegunaan utama melembapkan kulit wajah. Dengan membuat kulit lebih lembap, hydrating toner turut mempersiapkan kulit Anda untuk menerima produk-produk perawatan kulit selanjutnya.

Ini karena kulit yang lembap mampu menyerap bahan-bahan aktif dalam produk skin care dengan lebih baik. Jadi, manfaat produk selanjutnya seperti essence dan serum, masker, hingga tabir surya akan lebih terasa pada kulit wajah.

Bahan aktif yang paling sering ditemukan pada hydrating toner adalah hyaluronic acid, gel lidah buaya, dan vitamin E. Beberapa jenis hydrating toner mungkin juga memiliki kandungan asam amino, nutrisi buah-buahan, hingga ekstrak beragam bunga.

Manakah jenis toner yang lebih baik?

skincare untuk menghilangkan bekas jerawat

Hydrating toner dan exfoliating toner sama-sama menjadi bagian yang penting dalam rutinitas perawatan Anda. Namun, keduanya perlu disesuaikan dengan tipe kulit yang Anda miliki. Berikut panduan pemakaian untuk masing-masing jenis toner.

1. Exfoliating toner untuk kulit normal dan berminyak

Exfoliating toner kurang cocok jika digunakan pada kulit yang kering dan sensitif. Efek samping dari pemakaian toner dengan AHA bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Kulit juga rentan mengalami iritasi, bengkak, dan gatal-gatal.

Efek lain yang kerap terjadi setelah penggunaan produk dengan AHA dan BHA adalah kulit yang bersisik akibat pengelupasan sel kulit yang mati. Meski demikian, biasanya efek ini akan menghilang dalam beberapa minggu.

Exfoliating toner lebih cocok digunakan untuk orang yang punya kulit berminyak atau normal. Bila kulit Anda mudah berjerawat, pilihlah exfoliating toner dengan kandungan salicylic acid dan glycolic acid yang sifat antimikrobanya dapat memerangi jerawat.

2. Hydrating toner untuk kulit kering

Hydrating toner merupakan produk terbaik untuk kulit kering dan sensitif yang perlu kelembapan ekstra. Jenis toner yang satu ini juga cocok untuk orang yang sudah mulai mengalami penuaan kulit.

Namun, pemakaian hydrating toner yang kurang tepat juga bisa menimbulkan masalah pada kulit. Ini biasanya disebabkan karena toner mengandung hyaluronic acid dengan konsentrasi lebih dari dua persen atau gel lidah buaya yang berkontak dengan kulit teriritasi.

Kandungan hyaluronic acid dalam toner bisa menerobos ke lapisan terdalam kulit. Hal ini berpotensi menarik masuk partikel sisa kotoran yang tidak diinginkan seperti bahan kimia atau bakteri yang tadinya berada di permukaan kulit.

Sementara itu, lidah buaya yang cenderung aman sebenarnya tidak boleh digunakan pada kulit yang sedang terluka, misalnya akibat jerawat. Pasalnya, lidah buaya dapat menurunkan kemampuan alami kulit untuk pulih dari luka.

Cara menggunakan toner

berapa lama skin care menunjukkan hasil

Cara memakai kedua jenis toner sebenarnya cukup sederhana. Tuangkan beberapa tetes toner ke atas kapas, kemudian usapkan ke wajah Anda. Usap perlahan dari sisi tengah wajah ke luar sambil menghindari area mata dan mulut.

Ada juga produk toner dalam kemasan semprotan. Cara menggunakannya juga cukup dengan menyemprotkan produk pada muka sebanyak 3 – 4 kali, lalu tepuk-tepuk wajah agar bahan menyerap. Biasanya, hydrating toner menggunakan kemasan jenis ini.

Namun, banyak yang menganggap menyemprot toner tanpa mengusapnya tidak akan membuat wajah bersih dari sisa kotoran. Oleh sebab itu, agar wajah benar-benar bersih, muncullah metode double toning dengan menggunakan dua jenis toner yang berbeda.

Teknik pembersihan dengan double toning dilakukan dengan memadukan keduanya, yaitu mengusapkan exfoliating toner terlebih dahulu menggunakan kapas, kemudian dilanjutkan dengan menyemprotkan produk hydrating toner.

Ingatlah bahwa setiap tipe kulit membutuhkan toner yang berbeda. Jadi, cara double toning belum tentu cocok pada kulit Anda. Cara terbaik adalah tetap menggunakannya sesuai dengan petunjuk pemakaian pada kemasan.

Satu lagi yang perlu Anda cermati adalah rutinitas pemakaian produk. Baik hydrating toner maupun exfoliating toner, keduanya dapat menjadi toner terbaik untuk tipe kulit Anda bila digunakan secara rutin dalam rangkaian perawatan untuk kulit terutama wajah.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Fungsi Produk Skincare dan Urutan Pemakaiannya Secara Umum

Kira-kira, berapa lama produk skincare akan menunjukkan hasil dan perubahan pada kulit wajah Anda? Untuk tahu jawabannya, simak artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ternyata, masalah jerawat juga bisa muncul gara-gara kacamata yang Anda gunakan setiap hari. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Jerawat, Kesehatan Kulit 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat dan Cara Aman Pakai Skin Care yang Mengandung Asam Aktif

Pemakaian skin care dengan kandungan asam aktif tidak boleh sembarangan. Alih-alih memberikan manfaat untuk kulit, malah bisa merusak kelembapan kulit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Perlukah Anak Pakai Skin Care? Seperti Apa Produknya?

Skin care sangat dibutuhkan jika ingin memiliki wajah yang sehat dan bersih. Lantas apakah penggunaan skin care disarankan pada anak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit



Direkomendasikan untuk Anda

urutan pemakaian skin care

Jangan Keliru, Begini Urutan Pakai Produk Skin Care yang Benar Sesuai Aturan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara mengetahui skincare cocok atau tidak

5 Cara untuk Mengetahui Produk Skincare Anda Cocok dengan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
apa itu fungsi essence

Seberapa Penting Fungsi Essence dalam Rangkaian Skincare?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat alpha arbutin

Mengenal Alpha Arbutin, Bahan Andalan untuk Produk Perawatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit