home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Karantina mandiri membuat kulit Anda tidak tersentuh udara luar dan polusi. Jadi, kulit Anda semestinya tetap bersih, sehat, serta glowing. Akan tetapi, ternyata tidak sedikit yang mengalami masalah kulit seperti jerawat dan breakout walaupun sudah berusaha merawat kulit saat karantina di rumah.

Rutinitas Anda berubah drastis saat karantina mandiri. Anda mungkin juga mengalami perubahan pola makan, stres, dan masalah tidur. Semua perubahan ini tanpa disadari dapat memengaruhi kesehatan kulit, bahkan menjadi dalang di balik jerawat yang tiada habisnya. Bagaimana cara mengatasinya?

Mengapa kulit jadi bermasalah saat karantina?

jerawat faktor keturunan

Polusi dan udara luar bukan satu-satunya faktor penyebab masalah kulit. Udara dalam rumah sering kali lebih kering dibandingkan udara luar, apalagi bila Anda memasang AC atau penghangat udara yang membuat udara berputar di situ-situ saja.

Kulit membutuhkan udara dengan kelembapan yang cukup. Bila udara di rumah terlalu kering, kulit Anda pun ikut menjadi kering dan mudah terkena masalah kulit. Biasanya, kulit yang kering lebih rentan mengalami ruam dan bisa memperparah gejala eksim.

Produk kebersihan yang Anda gunakan di rumah juga berpengaruh. Selama karantina, Anda mungkin lebih sering mandi, mencuci tangan, dan bersih-bersih rumah. Kegiatan ini membuat kulit sering terkena sabun yang bahannya belum tentu cukup lembut.

Sabun dapat mengubah pH kulit serta mengganggu lapisan pelindung kulit yang terbuat dari lemak dan karbohidrat. Lambat laun, kulit bisa kehilangan lapisan pelindungnya. Kulit pun menjadi lebih kering, mudah rusak, bahkan rentan terserang bakteri.

Terkadang, produk skincare yang Anda pakai untuk merawat kulit saat karantina juga bisa menimbulkan masalah baru. Alih-alih membuat kulit lebih sehat, rutinitas skincare yang berubah membuat kulit Anda ‘kaget’ dan malah mengakibatkan breakout.

Belum lagi kebiasaan memegang wajah yang muncul tanpa disadari. Ketika berada di rumah dan tidak menggunakan makeup ataupun beraktivitas, Anda akan lebih sering menyentuh wajah. Kebiasaan ini dapat membuat kulit wajah meradang dan berjerawat.

Pada beberapa orang, masalah kulit juga bisa berasal dari stres akibat pandemi, kurang bergerak, kurang tidur, dan makan sembarangan. Semua faktor ini, ditambah kulit yang kering dan meradang, membuat jerawat seakan muncul tanpa ada habisnya.

Cara merawat kulit saat karantina di rumah

obat bekas jerawat

Kulit Anda menggambarkan kesehatan Anda saat ini. Jangan sampai masa karantina yang seharusnya menjaga Anda tetap sehat malah menimbulkan masalah yang baru. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk merawat kulit selama di rumah:

1. Menggunakan sabun yang lembut dan pelembap

Setiap sabun dirancang untuk bagian tubuh dan jenis kulit yang berbeda. Sabun untuk badan dan tangan biasanya tidak cukup lembut untuk wajah. Jadi, gunakanlah sabun khusus tangan untuk mencuci tangan, serta sabun facial wash untuk mencuci muka.

Jangan lupa memakai pelembap setelah mandi, mencuci tangan, atau mencuci muka. Pilihlah pelembap dengan kandungan asam hialuronat (hyaluronic acid), antioksidan, atau vitamin C untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.

2. Mengeksfoliasi kulit secara rutin

Merawat kulit saat karantina tidak lengkap tanpa eksfoliasi. Eksfoliasi bertujuan untuk membersihkan sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pori. Selain itu, eksfoliasi juga membantu produk skincare menyerap lebih baik ke dalam kulit.

Eksfoliasi bisa dilakukan dengan scrub atau menggunakan produk berbahan AHA dan BHA. Anda juga dapat membuat scrub alami dari madu dan gula pasir yang dicampur dengan air hangat. Gunakan secara teratur, setidaknya dua kali seminggu.

cara sehat karantina diri COVID-19

3. Mengelola stres

Tubuh melepaskan hormon kortisol ketika stres. Hormon ini mengacaukan kerja sistem imun dan menyebabkan peradangan, termasuk pada kulit. Stres kadang juga memicu kebiasaan menyentuh kulit tanpa sadar. Akibatnya, masalah kulit bisa bertambah parah.

Stres tidak dapat dihindari, tetapi Anda bisa mengelolanya. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan beberapa cara mengelola stres selama pandemi, di antaranya:

  • Tidak menonton, membaca, atau mendengarkan berita tentang pandemi untuk sementara.
  • Melakukan kegiatan lain yang Anda nikmati.
  • Merawat diri dengan meditasi, teknik pernapasan, dan makan makanan bergizi.
  • Tetap berkomunikasi dengan orang terdekat.

4. Tidur cukup

tidur siang tekanan darah

Karantina mandiri membuat banyak orang lebih susah tidur. Padahal, kurang tidur dapat memicu pelepasan hormon kortisol, menghambat produksi kolagen, dan membuat kulit lebih kering. Kulit jadi lebih mudah mengalami breakout, reaksi alergi, dan ruam.

Sebisa mungkin, Anda perlu tidur dengan cukup apabila ingin merawat kulit saat masa karantina. Cobalah pasang alarm agar Anda tidur dan bangun pada jam yang teratur. Hindari bermain gadget sebelum tidur, serta lakukan langkah-langkah sleep hygiene.

5. Berolahraga

Olahraga membuat tubuh Anda melepaskan endorfin, yakni hormon yang menimbulkan rasa bahagia. Kegiatan ini juga menguraikan kortisol sehingga mencegah peradangan pada sekujur tubuh dan kulit Anda.

Ada banyak olahraga dalam rumah yang dapat Anda coba selama karantina. Setelah berolahraga, pastikan Anda segera mandi dan mencuci muka supaya keringat tidak menumpuk pada pori-pori kulit.

makanan nutrisi untuk memperkuat imun

6. Makan makanan yang baik untuk kulit

Makanan tertentu dapat membantu Anda merawat kulit selama karantina. Sebaliknya, ada pula jenis makanan yang perlu dibatasi karena dapat memperparah masalah kulit. Jenis makanan terbaik untuk kulit antara lain:

  • Buah-buahan berry, terutama stroberi dan blueberry
  • Sumber asam lemak omega-3, seperti salmon, biji rami, dan biji chia
  • Sayuran kaya vitamin A, seperti paprika merah, paprika kuning, dan tomat
  • Sayuran hijau, seperti bayam dan brokoli
  • Cokelat hitam

Batasi makanan dan minuman yang terlalu manis. Makanan manis dapat meningkatkan kadar gula darah, memicu naiknya hormon insulin, dan menyebabkan peradangan yang membuat masalah kulit bertambah parah.

Physical distancing dapat memengaruhi seluruh tubuh Anda, tak terkecuali kulit. Meskipun kulit aman dari udara luar dan polusi, faktor-faktor seperti udara kering, produk sabun yang Anda pakai, hingga kebiasaan menyentuh wajah bisa memicu masalah kulit.

Anda dapat mengatasinya dengan kombinasi rutinitas skincare dan langkah-langkah di atas. Lengkapi dengan atur pola makan, olahraga, dan istirahat yang cukup kala merawat kulit saat karantina di rumah.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi di sini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How Sheltering in Place Could Be Throwing Your Skin Out of Balance. (2020). Retrieved 22 April 2020, from https://www.healthline.com/health-news/how-being-stuck-inside-affects-your-skin#Ways-to-care-for-your-skin-during-the-pandemic

HuffPost is now a part of Verizon Media. (2020). Retrieved 22 April 2020, from https://www.huffpost.com/entry/skin-issues-coronavirus-lockdown_l_5e8b3c65c5b6cbaf282cef1a

How to Exfoliate Safely by Skin Type. (2020). Retrieved 22 April 2020, from https://www.healthline.com/health/how-to-exfoliate#benefits

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) – Stress & Coping. (2020). Retrieved 22 April 2020, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/managing-stress-anxiety.html

What is Sleep Hygiene? – National Sleep Foundation. (2020). Retrieved 22 April 2020, from https://www.sleepfoundation.org/articles/sleep-hygiene

The 12 Best Foods for Healthy Skin. (2020). Retrieved 22 April 2020, from https://www.healthline.com/nutrition/12-foods-for-healthy-skin#8.-Tomatoes

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 14/05/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x