Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Karantina mandiri membuat kulit Anda tidak tersentuh udara luar dan polusi. Jadi, kulit Anda semestinya tetap bersih, sehat, serta glowing. Akan tetapi, ternyata tidak sedikit yang mengalami masalah kulit seperti jerawat dan breakout walaupun sudah berusaha merawat kulit saat karantina di rumah.

Rutinitas Anda berubah drastis saat karantina mandiri. Anda mungkin juga mengalami perubahan pola makan, stres, dan masalah tidur. Semua perubahan ini tanpa disadari dapat memengaruhi kesehatan kulit, bahkan menjadi dalang di balik jerawat yang tiada habisnya. Bagaimana cara mengatasinya?

Mengapa kulit jadi bermasalah saat karantina?

jerawat faktor keturunan

Polusi dan udara luar bukan satu-satunya faktor penyebab masalah kulit. Udara dalam rumah sering kali lebih kering dibandingkan udara luar, apalagi bila Anda memasang AC atau penghangat udara yang membuat udara berputar di situ-situ saja.

Kulit membutuhkan udara dengan kelembapan yang cukup. Bila udara di rumah terlalu kering, kulit Anda pun ikut menjadi kering dan mudah terkena masalah kulit. Biasanya, kulit yang kering lebih rentan mengalami ruam dan bisa memperparah gejala eksim.

Produk kebersihan yang Anda gunakan di rumah juga berpengaruh. Selama karantina, Anda mungkin lebih sering mandi, mencuci tangan, dan bersih-bersih rumah. Kegiatan ini membuat kulit sering terkena sabun yang bahannya belum tentu cukup lembut.

Sabun dapat mengubah pH kulit serta mengganggu lapisan pelindung kulit yang terbuat dari lemak dan karbohidrat. Lambat laun, kulit bisa kehilangan lapisan pelindungnya. Kulit pun menjadi lebih kering, mudah rusak, bahkan rentan terserang bakteri.

Terkadang, produk skincare yang Anda pakai untuk merawat kulit saat karantina juga bisa menimbulkan masalah baru. Alih-alih membuat kulit lebih sehat, rutinitas skincare yang berubah membuat kulit Anda ‘kaget’ dan malah mengakibatkan breakout.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,012,350

Confirmed

820,356

Recovered

28,468

Death
Distribution Map

Belum lagi kebiasaan memegang wajah yang muncul tanpa disadari. Ketika berada di rumah dan tidak menggunakan makeup ataupun beraktivitas, Anda akan lebih sering menyentuh wajah. Kebiasaan ini dapat membuat kulit wajah meradang dan berjerawat.

Pada beberapa orang, masalah kulit juga bisa berasal dari stres akibat pandemi, kurang bergerak, kurang tidur, dan makan sembarangan. Semua faktor ini, ditambah kulit yang kering dan meradang, membuat jerawat seakan muncul tanpa ada habisnya.

Cara merawat kulit saat karantina di rumah

obat bekas jerawat

Kulit Anda menggambarkan kesehatan Anda saat ini. Jangan sampai masa karantina yang seharusnya menjaga Anda tetap sehat malah menimbulkan masalah yang baru. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk merawat kulit selama di rumah:

1. Menggunakan sabun yang lembut dan pelembap

Setiap sabun dirancang untuk bagian tubuh dan jenis kulit yang berbeda. Sabun untuk badan dan tangan biasanya tidak cukup lembut untuk wajah. Jadi, gunakanlah sabun khusus tangan untuk mencuci tangan, serta sabun facial wash untuk mencuci muka. 

Jangan lupa memakai pelembap setelah mandi, mencuci tangan, atau mencuci muka. Pilihlah pelembap dengan kandungan asam hialuronat (hyaluronic acid), antioksidan, atau vitamin C untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.

2. Mengeksfoliasi kulit secara rutin

Merawat kulit saat karantina tidak lengkap tanpa eksfoliasi. Eksfoliasi bertujuan untuk membersihkan sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pori. Selain itu, eksfoliasi juga membantu produk skincare menyerap lebih baik ke dalam kulit.

Eksfoliasi bisa dilakukan dengan scrub atau menggunakan produk berbahan AHA dan BHA. Anda juga dapat membuat scrub alami dari madu dan gula pasir yang dicampur dengan air hangat. Gunakan secara teratur, setidaknya dua kali seminggu.

cara sehat karantina diri COVID-19

3. Mengelola stres

Tubuh melepaskan hormon kortisol ketika stres. Hormon ini mengacaukan kerja sistem imun dan menyebabkan peradangan, termasuk pada kulit. Stres kadang juga memicu kebiasaan menyentuh kulit tanpa sadar. Akibatnya, masalah kulit bisa bertambah parah.

Stres tidak dapat dihindari, tetapi Anda bisa mengelolanya. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan beberapa cara mengelola stres selama pandemi, di antaranya:

  • Tidak menonton, membaca, atau mendengarkan berita tentang pandemi untuk sementara.
  • Melakukan kegiatan lain yang Anda nikmati.
  • Merawat diri dengan meditasi, teknik pernapasan, dan makan makanan bergizi.
  • Tetap berkomunikasi dengan orang terdekat.

4. Tidur cukup

tidur siang tekanan darah

Karantina mandiri membuat banyak orang lebih susah tidur. Padahal, kurang tidur dapat memicu pelepasan hormon kortisol, menghambat produksi kolagen, dan membuat kulit lebih kering. Kulit jadi lebih mudah mengalami breakout, reaksi alergi, dan ruam.

Sebisa mungkin, Anda perlu tidur dengan cukup apabila ingin merawat kulit saat masa karantina. Cobalah pasang alarm agar Anda tidur dan bangun pada jam yang teratur. Hindari bermain gadget sebelum tidur, serta lakukan langkah-langkah sleep hygiene.

5. Berolahraga

Olahraga membuat tubuh Anda melepaskan endorfin, yakni hormon yang menimbulkan rasa bahagia. Kegiatan ini juga menguraikan kortisol sehingga mencegah peradangan pada sekujur tubuh dan kulit Anda.

Ada banyak olahraga dalam rumah yang dapat Anda coba selama karantina. Setelah berolahraga, pastikan Anda segera mandi dan mencuci muka supaya keringat tidak menumpuk pada pori-pori kulit.

makanan nutrisi untuk memperkuat imun

6. Makan makanan yang baik untuk kulit

Makanan tertentu dapat membantu Anda merawat kulit selama karantina. Sebaliknya, ada pula jenis makanan yang perlu dibatasi karena dapat memperparah masalah kulit. Jenis makanan terbaik untuk kulit antara lain:

  • Buah-buahan berry, terutama stroberi dan blueberry
  • Sumber asam lemak omega-3, seperti salmon, biji rami, dan biji chia
  • Sayuran kaya vitamin A, seperti paprika merah, paprika kuning, dan tomat
  • Sayuran hijau, seperti bayam dan brokoli
  • Cokelat hitam

Batasi makanan dan minuman yang terlalu manis. Makanan manis dapat meningkatkan kadar gula darah, memicu naiknya hormon insulin, dan menyebabkan peradangan yang membuat masalah kulit bertambah parah.

Physical distancing dapat memengaruhi seluruh tubuh Anda, tak terkecuali kulit. Meskipun kulit aman dari udara luar dan polusi, faktor-faktor seperti udara kering, produk sabun yang Anda pakai, hingga kebiasaan menyentuh wajah bisa memicu masalah kulit.

Anda dapat mengatasinya dengan kombinasi rutinitas skincare dan langkah-langkah di atas. Lengkapi dengan atur pola makan, olahraga, dan istirahat yang cukup kala merawat kulit saat karantina di rumah.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi di sini.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sabun Susu Kambing Lebih Baik dari Sabun Mandi Biasa, Benarkah?

Selain dijadikan pengganti susu sapi, susu kambing juga diolah menjadi sabun. Sabun susu kambing menyimpan segudang manfaat. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Melakukan Tanning, Apa Efeknya untuk Kesehatan Kulit?

Efek tanning selain menggelapkan dan meratakan warna kulit ternyata juga berefek terhadap kesehatan kulit. Tidak hanya kulit keriput, kanker kulit juga mungkin terjadi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Iritasi Kulit dari Ciri-Ciri, Penyebab, Hingga Penanganannya

Iritasi pada kulit bukan hanya terjadi pada wajah, tapi juga pada area vagina. Tapi, banyak wanita yang tidak tahu tentang kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Keratosis Pilaris (Penyakit Kulit Ayam)

Keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam adalah kondisi kulit yang kering, kasar, dan muncul benjolan-benjolan kecil dan keras.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit



Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bentonite clay

Mengenal Bentonite Clay dan Segudang Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tips waxing di rumah

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
ekstrak bengkoang

Benarkah Lulur Ekstrak Bengkoang Bisa Memutihkan Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
cepat tua

Cek Menu Harian Anda: 9 Makanan Ini Membuat Anda Tampak Cepat Tua

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit