6 Manfaat Hebat Cocoa Butter untuk Kulit dan Bibir Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Desember 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Cocoa butter (lemak kakao) merupakan sejenis lemak yang berasal dari biji kakao atau cokelat. Cara mengolah biji kakao menjadi cocoa butter adalah dengan menggiling biji kakao kemudian dipanaskan untuk memisahkan lemak dari padatan kakao. Selain untuk membuat kue atau tambahan produk makanan lain, cocoa butter juga sering dijadikan bahan pokok produk perawatan kulit. Cocoa butter memiliki banyak kandungan yang bermanfaat untuk kulit. Berikut ini beberapa kandungan dan manfaat cocoa butter untuk kulit Anda.

Beragam manfaat cocoa butter bagi kulit dan bibir

1. Menjaga kulit tetap lembap dan halus

Cocoa butter mengandung asam lemak tinggi yang dapat melembapkan dan memberi nutrisi pada kulit sehingga dapat meningkatkan kekenyalan kulit. Lemak dalam cocoa butter membentuk pelindung untuk menahan kelembapan. Kandungan vitamin A, C, dan E juga dapat menjaga kelembapan kulit yang dibutuhkan saat kulit kering.

2. Mengatasi bibir pecah-pecah

Tak hanya melembapkan kulit, cocoa butter juga dapat melembapkan bibir Anda sehingga mampu membantu mengobati bibir pecah-pecah. Terutama karena bibir kering. Namun, pastikan produk yang Anda pilih memang dijamin aman untuk dioleskan ke bibir.

3. Krim untuk cukuran

Kelembapan yang diberikan oleh cocoa butter membuat krim ini dapat dijadikan sebagai pengganti untuk mencukur rambut di kaki. Menggunakan cocoa butter sebagai krim cukur rambut dapat melembutkan kulit Anda, memudahkan proses bercukur serta tidak meninggalkan iritasi.

4. Menunda penuaan

Cocoa butter juga kaya akan senyawa tumbuhan alami yang disebut phytochemicals. Senyawa ini dapat memperbaiki aliran darah ke kulit dan melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV sehingga mampu memperlambat penuaan kulit. Kandungan senyawa polifenol juga dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan dan degenerasi kulit.

5. Mengurangi gejala-gejala masalah kulit

Selain itu, senyawa tersebut dapat menenangkan kulit sensitif yang memiliki dermatitis atau ruam. Kandungan senyawa ini juga menjaga kekenyalan kulit, menjaga produksi kolagen, dan menjaga keseimbangan cairan kulit.

Cocoa butter dapat mendinginkan dan memperbaiki bekas luka bakar. Selain itu, juga bisa membantu mengatasi masalah kulit terkait sengatan matahari.

6. Membantu memudarkan stretch mark

Banyak wanita juga percaya bahwa menggunakan krim cocoa butter  dapat digunakan selama dan setelah kehamilan dapat mencegah dan meminimalisir munculnya stretch mark. Meskipun masih perlu dilakukan penelitian lanjut untuk membuktikan manfaat ini, tapi salah satu penelitian telah menunjukkan bahwa krim cocoa butter bekerja lebih baik daripada krim plasebo (obat kosong, tanpa kandungan apa pun) untuk mengatasi stretch mark.

Apakah ada efek samping dari cocoa butter?

Cocoa butter dianggap aman digunakan untuk kulit Anda. Krim ini juga aman untuk digunakan selama kehamilan. Bagi seseorang yang sensitif terhadap cocoa butter atau bahan lainnya yang mengandung cocoa butter, ini akan menyebabkan reaksi alergi.

Sebuah penelitian di tahun 2015, melaporkan bahwa satu produk cocoa butter  memiliki efek anti estrogenik yaitu dapat mengurangi atau menghambat efek hormon wanita, estrogen, pada tubuh. Menggunakan atau mengaplikasikan produk dengan efek anti-estrogenik mungkin berpengaruh pada perkembangan remaja selama masa pubertas. Namun bukti ini masih baru, dan cocoa butter belum terbukti mempengaruhi perkembangan anak saat masa pubertas.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit



Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit