Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Serba-serbi Filler dari Manfaat hingga Efek Sampingnya

Serba-serbi Filler dari Manfaat hingga Efek Sampingnya

Seiring bertambahnya usia, kulit akan menunjukkan tanda-tanda penuaan. Untuk memperlambat kemunculannya, Anda bisa menggunakan produk antipenuaan atau bisa juga melakukan suntik filler wajah. Seperti apa prosedur kecantikan ini dan berbahayakah bagi tubuh? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu suntik filler wajah?

Filler adalah zat pengisi jaringan lunak yang berfungsi untuk menambah volume dan kepadatan. Zat pengisi ini dimasukkan melalui suntikan di permukaan kulit.

Selain bisa disuntikkan ke wajah, zat pengisi bisa disuntikkan ke jaringan kulit pada payudara.

Perawatan kulit ini cukup populer karena diklaim memberikan berbagai manfaat sebagai berikut.

Tindakan ini hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis kulit (dermatolog), dokter bedah kecantikan, ahli farmasi, atau terapis kecantikan yang sudah mengantongi sertifikat.

Umumnya dokter membutuhkan waktu 30 menit atau lebih untuk melakukan tindakan. Hasil suntik filler dapat bertahan dari enam bulan sampai setahun lamanya.

Berbagai jenis suntik filler wajah

filler wajah

Terdapat beberapa jenis prosedur penyuntikan zat pengisi di wajah, berikut penjelasannya.

1. Asam hialuronat

Komponen alami dari jaringan ikat kulit ini adalah pengisi yang paling umum digunakan untuk mengatasi kerutan di wajah sehingga mengesankan kulit tampak awet muda.

Hasil perawatan biasanya bertahan 6 hingga 12 bulan.

2. Kalsium hidroksiapatit

Tipe ini digunakan untuk membentuk garis rahang, mengembalikan volume di pipi, dan mengobati kerutan dan lipatan kulit yang lebih dalam.

Hasil bertahan hingga satu tahun saat digunakan untuk contouring dan tiga tahun saat digunakan untuk mengisi kerutan.

3. Pencangkokan lemak

Dengan metode ini, lemak dikeluarkan dari perut bagian bawah atau area lain melalui sedot lemak. Kemudian zat pengisi disuntikkan melalui sayatan kecil ke pipi, pelipis, bibir atau dahi.

Efeknya mungkin permanen, tetapi untuk mencapai hasil yang diinginkan biasanya membutuhkan lebih dari satu kali prosedur.

4. Pengisi jaringan lunak permanen

Cairan untuk suntik filler wajah ini digunakan untuk menghaluskan kerutan yang dalam di sekitar mulut. Tubuh tidak dapat menyerap jenis pengisi ini sehingga tidak memerlukan injeksi ulang.

Pengisi jaringan lunak permanen umumnya tidak direkomendasikan sebagai perawatan pengisi wajah jika baru pertama kali dilakukan.

5. Asam poli-L-laktat

Produk ini digunakan untuk mengembalikan volume wajah yang hilang karena penuaan atau penyakit. Biasanya perlu dilakukan berulang kali, sekitar dua atau tiga sesi.

Efek dari prosedur ini bertahan hingga dua tahun.

Bagaimana prosedur filler wajah dilakukan?

beda filler dan botox

Jika Anda tertarik melakukan prosedur kecantikan ini, berikut adalah tahapan yang biasanya perlu dijalani.

Persiapan sebelum prosedur

Selama konsultasi, tim medis akan mengevaluasi area yang menjadi perhatian dan meninjau riwayat kesehatan Anda.

Jadi, selama sesi ini, Anda perlu memberi tahu dokter mengenai alergi tertentu, kondisi kulit, atau neurologis, serta penggunaan obat-obatan tertentu.

Anda perlu memberi tahu dokter jika Anda telah menggunakan NSAID (misalnya, aspirin, ibuprofen, naproksen) atau pengencer darah, karena ini meningkatkan kemungkinan memar pada tubuh.

Proses penyuntikan zat pengisi

Tepat sebelum perawatan wajah dilakukan, area kulit akan dibersihkan, dan Anda mungkin akan diberikan anestesi topikal untuk mematikan rasa di area tersebut sebelum disuntik.

Banyak produk pengisi juga mengandung lidokain, anestesi ringan, yang dimaksudkan untuk membantu meminimalkan ketidaknyamanan selama dan setelah perawatan.

Tim medis kemudian akan menyuntikkan pengisi dalam jumlah yang tepat di bawah kulit, tergantung dengan produk dan area yang dirawat.

Anda harus dapat melihat hasilnya segera setelah menerima suntikan pengisi.

Beberapa pasien mengalami memar dan bengkak ringan, tetapi ini bersifat sementara dan akan mereda selama beberapa hari setelah perawatan.

Anda akan dapat kembali ke aktivitas normal segera setelah perawatan. Namun, dokter bisa saja meminta Anda untuk menghindari olahraga atau aktivitas berat lainnya.

Efek samping suntik filler wajah

kulit rusak saat puasa

Meskipun aman untuk dilakukan, Anda harus ingat, semua prosedur pasti memiliki risiko termasuk suntik filler wajah.

Nah, berikut ini beberapa efek samping yang umumnya ditimbulkan setelah seseorang melakukan prosedur kecantikan ini.

1. Kulit kemerahan dan bengkak

Kulit yang berubah kemerahan dan bengkak di tempat suntikan merupakan efek samping yang paling umum terjadi setelah melakukan suntik filler wajah.

Namun, efek samping ini akan lekas mereda setelah beberapa jam tindakan. Jika Anda ingin meredakannya, Anda bisa memberikan kompres es batu pada wajah.

2. Bekas luka

Teknik penyuntikan yang salah dapat menimbulkan bekas luka permanen (tidak bisa hilang).

Bahan suntik silikon dapat menimbulkan bekas luka yang baru muncul setelah tiga minggu sampai sepuluh tahun.

Untuk menghilangkan bekas luka, dokter dapat menyuntikkan kortikosteroid ke bekas luka tersebut.

3. Alergi

Selain kematian sel kulit, beberapa pasien yang memiliki kulit sensitif juga memungkinkan mengalami alergi terhadap cairan yang digunakan untuk pengisi.

Umumnya reaksi yang mungkin muncul adalah kulit terasa panas, sensasi terbakar, muncul ruam merah di wajah, gatal, dan lain sebagainya.

Itu sebabnya, konsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda melakukan tindakan ini.

4. Infeksi

Bekas suntikan bisa saja menimbulkan peradangan pada kulit. Pada tahap lebih lanjut, peradangan ini bisa memicu terjadinya infeksi. Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan disertai rasa sakit.

Pada pasien dengan riwayat infeksi herpes, reaktivasi virus bisa kembali terjadi sebagai bentuk efek samping dari filler wajah.

5. Granuloma

Penyuntikan zat pengisi ke kulit bisa menyebabkan trauma. Nah, kondisi inilah yang nantinya bisa berubah menjadi granuloma.

Granuloma annulare merupakan benjolan di kulit, namun tidak bersifat kanker. Tidak menimbulkan gejala nyeri, tapi benjolannya dapat terlihat dengan jelas.

6. Kebutaan

Efek samping parah, penyuntikkan zat pengisi bisa menyebabkan kebutaan. Kondisi ini bisa terjadi ketika zat pengisi masuk menyumbat bagian pembuluh darah di sekitar saraf penglihatan.

Hal ini bisa saja terjadi jika bagian yang ingin ditangani ada di sekitar mata.

Hal yang harus diperhatikan sebelum suntik filler wajah

Filler wajah umumnya aman dilakukan. Dengan syarat dilakukan oleh dokter spesialis atau terapis kecantikan yang profesional dan bersertifikat.

Berikut ini ada beberapa hal yang harus Anda lakukan sebelum melakukan prosedur kecantikan wajah demi menghindari efek samping yang ditimbulkan.

  • Jangan tergiur biaya perawatan kulit di bawah standar yang ditawarkan. Pertimbangkan keahlian praktisi dan kualitas produk yang ditawarkan.
  • Pastikan praktisi yang akan menangani Anda memang adalah dokter bersertifikat.
  • Hindari perawatan yang dilakukan di rumah, hotel, salon, atau spa. Anda hanya boleh menjalani perawatan ini di klinik-klinik yang sudah terpercaya dan punya reputasi baik.
  • Anda wajib tahu segala tindakan yang Anda jalani, mulai dari penyedia jasa maupun tenaga ahlinya, jenis zat yang disuntikkan, efek samping, hingga keamaan peralatan yang digunakan.
  • Gunakan tabir surya (sunblock) setiap ingin melakukan aktivitas di luar ruangan. Hal ini dilakukan untuk membantu melindungi kulit dari perubahan pigmen setelah terjadi pembengkakan dari suntikan.

Memang memiliki wajah awet muda adalah keingin semua orang. Hal ini bisa dicapai dengan berbagai cara alami untuk menghilangkan kerutan atau menjalani filler wajah.

Namun sebelum memantapkan hati, baiknya pelajari lebih dalam mengenai prosedur kecantikan ini dan berbagai hal yang perlu menjadi perhatian.

Kesimpulan

Suntik filler wajah memang aman dilakukan. Akan tetapi, tetap ada kemungkinan terjadinya efek samping. Oleh karena itu, lakukan konsultasi secara mendalam kepada dokter atau ahlinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lafaille, P., & Benedetto, A. (2010). Fillers: contraindications, side effects and precautions. Journal of cutaneous and aesthetic surgery3(1), 16–19. https://doi.org/10.4103/0974-2077.63222

Granuloma annulare: Types, causes & treatments. Cleveland Clinic. (n.d.). Retrieved June 7, 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17874-granuloma-annulare

Facial fillers for wrinkles – mayo clinic. (n.d.). Retrieved June 7, 2022, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/facial-fillers/about/pac-20394072

Injectable dermal fillers guide. ABCS. (2021, August 6). Retrieved June 7, 2022, from https://www.americanboardcosmeticsurgery.org/procedure-learning-center/non-surgical/injectable-fillers-guide/

Chatrath, V., Banerjee, P. S., Goodman, G. J., & Rahman, E. (2019). Soft-tissue Filler-associated Blindness: A Systematic Review of Case Reports and Case Series. Plastic and reconstructive surgery. Global open7(4), e2173. https://doi.org/10.1097/GOX.0000000000002173

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Jun 27
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan