Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cara Merawat Kulit Sensitif agar Tetap Sehat dan Cantik

Cara Merawat Kulit Sensitif agar Tetap Sehat dan Cantik

Cara merawat kulit sensitif memang susah-susah gampang. Anda perlu mengetahui tips dan triknya agar kondisi kulit tidak mengalami iritasi.

Jika tidak hati-hati, kulit sensitif akan rentan meradang, mengelupas, bahkan gatal-gatal. Untuk itu, cari tahu kiat-kiat menjaga kulit sensitif di bawah ini.

Cara memilih produk perawatan untuk kulit sensitif

Kulit sensitif cenderung memiliki ciri-ciri kering, mudah mengelupas, dan rentan iritasi. Kondisi ini kerap ditemukan pada pengidap rosacea, eksim, dermatitis kontak, atau kondisi peradangan lain.

Kulit cenderung rentan mengalami iritasi akibat lapisan pelindung kulit atau skin barrier menipis atau rusak.

Beberapa komposisi pada produk skincare ternyata bisa memperparah kondisi ini. Untuk itu, Anda perlu lebih cermat saat memilih produk perawatan kulit.

Lantas, apa yang sebaiknya Anda lakukan?

1. Gunakan sabun pembersih yang lembut

pilihan sabun cuci muka untuk kulit kering

Cara pertama dalam merawat kulit sensitif tentunya dengan membersihkannya secara rutin. Langkah ini membantu membersihkan kotoran dan bakteri penyebab infeksi kulit.

Sayangnya, sabun pembersih wajah biasa mengandung surfaktan atau bahan yang mengangkat kotoran yang sangat keras. Anda sebaiknya memilih produk sabun yang lembut di kulit.

Kulit memang akan terasa bersih ketika Anda membersihkannya dengan sabun yang mengandung surfaktan.

Namun, surfaktan juga bisa mengikis minyak alami dan lapisan skin barrier. Akibatnya, kulit kering dan iritasi pun muncul.

Beberapa bahan surfaktan pada sabun yang bisa dihindari pemilik kulit sensitif, yaitu:

  • sodium lauryl sulphate,
  • sodium laureth sulphate, dan
  • sodium sulphosuccinate.

2. Pilih produk tanpa alkohol denat

produk skincare

Salah satu cara merawat kulit sensitif yang bisa Anda mulai adalah memilih produk yang tidak mengandung alkohol denaturasi (denat). Pasalnya, kandungan ini membuat kulit kering dan merusak skin barrier.

Saat mengecek komposisi produk, hindari jenis alkohol di bawah ini:

  • ethyl alcohol,
  • methyl alcohol,
  • isopropyl alcohol, dan
  • methanol.

Meski demikian, Anda tidak harus menjauhi semua komposisi berbahan alkohol. Beberapa jenis alkohol justru baik untuk kulit sensitif.

Jenis alkohol ini justru menambah kadar minyak alami sehingga kulit tetap lembap.

Alkohol yang bagus untuk melembapkan kulit, yaitu:

  • cetearyl alcohol,
  • cetyl alcohol,
  • arachidyl alcohol, dan
  • stearyl alcohol.

3. Pakai pelembap tanpa parfum

cara merawat kulit sensitif

Salah satu cara merawat kulit sensitif yang cukup efektif adalah selalu menjaga kulit agar tetap lembap.

Pelembap wajah atau moisturizer dapat membantu mengurangi risiko iritasi dan memperkuat fungsi skin barrier pada kulit sensitif.

Meski begitu, Anda harus berhati-hati dalam memilih pelembap yang ada di pasaran. Pasalnya, banyak pelembap yang mengandung parfum sehingga menyebabkan iritasi hingga reaksi alergi.

Bila Anda ingin memilih produk tanpa pewangi, hindari komposisi berikut pada skincare yang akan digunakan:

  • fragrance,
  • perfume,
  • parfum,
  • essential oil, dan
  • perfume.

Sebaiknya, agar tidak semakin sensitif, pilihlah bahan pelembap dengan kandungan yang memperkuat dan memperbaiki skin barrier, seperti:

  • ceramide,
  • urea,
  • hyaluronic acid,
  • niacinamide,
  • panthenol atau provitamin B5, dan
  • peptide.

Agar kulit semakin terhidrasi, Anda juga bisa memilih pelembap yang mengandung lidah buaya dan vitamin E.

4. Oleskan tabir surya

cara merawat kulit sensitif

Tabir surya atau sunscreen penting digunakan setiap hari untuk segala jenis kulit, apalagi jika Anda yang memiliki kulit sensitif.

Kondisi kulit yang sensitif tentu rentan mengalami terbakar dan iritasi akibat paparan matahari.

American Academy of Dermatology merekomendasikan tabir surya dengan jenis physical sunscreen agar bisa memberikan lapisan di atas permukaan kulit.

Jadi, lapisan ini menghalangi dan memantulkan kembali sinar ultraviolet pada kulit yang terpapar.

Untuk memilih tabir surya jenis ini, pastikan Anda menemukan komposisi titanium dioxide dan zinc oxide yang meberikan perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB secara langsung.

Rangkaian skincare untuk kulit sensitif

Cara merawat kulit sensitif tidak hanya sekadar memilih produk yang tepat. Anda juga perlu mengetahui urutan pemakaian produk dengan benar.

Berikut ini adalah tahapan pemakaian produk skincare untuk kulit sensitif.

1. Lakukan pembersihan ganda

manfaat double cleansing

Cara merawat kulit sensitif bisa Anda mulai dengan teknik pembersihan ganda atau double cleansing.

Sebelum Anda cuci muka dengan sabun, sebaiknya Anda membersihkan wajah terlebih dahulu dengan pembersih berbahan dasar minyak.

Anda bisa memilih micellar water dengan tambahan minyak atau cleansing balm. Lalu, lanjutkan dengan mencuci wajah dengan sabun.

Menurut riset yang terbit pada jurnal Journal of Cosmetic Dermatology (2020), pembersih dengan bahan dasar minyak terbukti lebih efektif mengangkat sisa tabir surya tahan air.

Residu yang tertinggal bahkan hanya sekitar 5,8%. Bila mencuci muka dengan air saja, sisa sunscreen yang menempel masih sebesar 59,3 persen.

Sementara itu, pembersih dengan bahan dasar minyak mampu mengurangi risiko iritasi dan kulit kering yang kerap dialami pemilik kulit sensitif.

2. Balurkan pelembap sehabis mandi

manfaat mandi malam

Kunci cara merawat kulit sensitif yang satu ini adalah menjaga kelembapan dengan maksimal.

Dalam hal ini, setelah mandi, kondisi kulit menjadi lebih lembap sehingga moisturizer atau skincare lainnya lebih mudah meresap dan akan bekerja lebih optimal.

Jika ingin kulit lebih lembap, Anda bisa menggunakan toner atau serum khusus untuk menghidrasi. Beberapa kandungan yang bisa dipilih, yakni gliserin dan asam hialuronat atau hyaluronic acid.

Kedua bahan ini berguna untuk menarik air dari udara, lalu diserap menuju permukaan kulit terluar.

Cara menggunakan toner ini cukup sederhana. Anda hanya perlu menuangkan seperlunya, lalu balurkan ke wajah dan leher. Lalu, tepuk-tepuk wajah secara perlahan.

Tunggu toner menyerap, lalu Anda bisa melanjutkan tahapan produk perawatan kulit lainnya.

3. Oleskan tabir surya rutin pada siang hari

produk pelembap kulit dan wajah

Cara merawat kulit sensitif yang satu ini tidak boleh dilewatkan setiap hari.

Selain mengurangi iritasi akibat sinar matahari, tabir surya penting untuk menghambat munculnya penuaan dini pada kulit. Tidak hanya itu, sunscreen juga mengurangi risiko terkena kanker kulit.

Pakai tabir surya pun tidak boleh sembarangan. Tidak hanya memilih kandungan titanium dioxide dan zinc oxide, Anda juga harus menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30.

Angka SPF 30 berarti tabir surya mampu melindungi kulit tiga kali lebih lama agar tidak terbakar bila dibandingkan tidak menggunakan sama sekali.

Pastikan pula produk mencantumkan keterangan broad-spectrum. Artinya, tabir surya mampu melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB sekaligus.

Agar perlindungan semakin optimal, pastikan Anda mengikuti langkah penggunaan tabir surya di bawah ini.

  • Pakai sunscreen sebanyak 28 gram atau sebanyak 2 jari masing-masing di bagian wajah, leher, betis, paha, lengan, dan bagian yang tak tertutup pakaian.
  • Oleskan sunscreen 15–30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan.
  • Jika menggunakan tabir surya bentuk stik, pastikan Anda mengolesnya sebanyak empat kali dengan gerakan bolak-balik.
  • Ulang pemakaian selama 2 jam sekali, setelah berenang, atau berkeringat.

Hal yang harus dihindari pemilik kulit sensitif

butiran scrub untuk kulit wajah

Cara merawat kulit sensitif tidak hanya memilih produk dengan komposisi yang tepat. Anda juga harus menjauhi beberapa hal yang memicu iritasi, di antaranya:

1. Jangan keseringan berganti produk

Penyebab lain kulit menjadi sensitif adalah karena Anda terlalu sering gonta-ganti produk. Banyak produk perawatan kulit di pasaran membuat Anda penasaran.

Sayangnya, mengganti produk terus-menerus justru akan merusak pertahanan kulit, bukan malah membangun perlindungan untuk kulit.

2. Hindari menyentuh wajah

Sering menyentuh wajah dapat memindahkan kotoran dan bakteri dari jari ke wajah. Kebiasaan ini juga bisa memicu munculnya jerawat. Ini adalah aturan dasar bagi pemilik kulit yang sensitif.

Kalau ingin menyentuh wajah, pastikan Anda hanya melakukannya saat mencuci muka dan menggunakan produk skincare.

3. Stop produk dengan scrub

Kulit memang seolah-olah terasa bersih setelah menggunakan pembersih dengan scrub. Sayangnya, ini justru memperparah kondisi kulit sensitif.

Bulir-bulir scrub ini terlalu kasar sehingga mampu merusak lapisan pelindung kulit. Tak hanya itu, butiran scrub yang bahkan menimbulkan luka tak kasat mata.

Cara merawat kulit sensitif ternyata mencakup banyak hal.

Anda harus memilih produk dengan komposisi tepat, rangkaian penggunaan produk perawatan yang berurutan, hingga menghindari hal-hal yang akan memperburuk kondisi lapisan pelindung kulit.

Jika muncul kondisi gatal, kulit bersisik, dan kemerahan yang lebih parah dan tak tertahankan, sebaiknya kunjungi dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Soaps and cleansers | DermNet NZ. (2021). Retrieved 5 December 2021, from https://dermnetnz.org/topics/soaps-and-cleansers

Inform – AOCS. (n.d.). Retrieved December 5, 2021, from https://www.aocs.org/Documents/InformPDF/Inform_JAN_2016.pdf. 

Mukhopadhyay, P. (2011). Cleansers and their role in various dermatological disorders. Indian Journal Of Dermatology, 56(1), 2. doi: 10.4103/0019-5154.77542

2. What kind of skin problems are known to be caused by fragrance ingredients? – European Commission. (2021). Retrieved 5 December 2021, from https://ec.europa.eu/health/scientific_committees/opinions_layman/perfume-allergies/en/l-3/2-skin-problems.htm#1p0

Fragrance – Safe Cosmetics. (2021). Retrieved 5 December 2021, from https://www.safecosmetics.org/get-the-facts/chemicals-of-concern/fragrance/

Levin, J., & Momin, S. B. (2010). How much do we really know about our favorite cosmeceutical ingredients?. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 3(2), 22.

Nguyen, H., Trujillo-Paez, J., Umehara, Y., Yue, H., Peng, G., & Kiatsurayanon, C. et al. (2020). Role of Antimicrobial Peptides in Skin Barrier Repair in Individuals with Atopic Dermatitis. International Journal Of Molecular Sciences, 21(20), 7607. doi: 10.3390/ijms21207607

Is sunscreen safe?. (2021). Retrieved 5 December 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/sun-protection/sunscreen-patients/is-sunscreen-safe

Chen, W., He, M., Xie, L., & Li, L. (2019). The optimal cleansing method for the removal of sunscreen:Water, cleanser or cleansing oil?. Journal Of Cosmetic Dermatology, 19(1), 180-184. doi: 10.1111/jocd.12995

Pavlačková, J., Egner, P., Sedláček, T., Mokrejš, P., Sedlaříková, J., & Polášková, J. (2018). In vivo efficacy and properties of semisolid formulations containing panthenol. Journal Of Cosmetic Dermatology, 18(1), 346-354. doi: 10.1111/jocd.12527

Sunscreen FAQs. (2021). Retrieved 6 December 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/sun-protection/sunscreen-patients/sunscreen-faqs

Ask the Expert: Does a High SPF Protect My Skin Better? – The Skin Cancer Foundation. (2020). Retrieved 6 December 2021, from https://www.skincancer.org/blog/ask-the-expert-does-a-high-spf-protect-my-skin-better/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Dec 13, 2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan