Tips Merawat Kuku Agar Tetap Sehat dan Kuat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Coba perhatikan baik-baik penampilan kuku tangan dan kaki Anda. Apa warnanya bersih atau kusam? Adakah yang ujungnya tumbuh tidak rata karena pernah patah sebagian? Ada yang penyok atau justru terlihat alur-alur garis tak merata di permukannya? Ini semua adalah segelintir ciri kuku yang tidak sehat. Lantas, apa saja tips merawat kuku agar tidak cepat rusak?

Ketahui dulu ciri kuku yang sehat

kuku bergelombang

Kuku terbuat dari protein khusus disebut keratin yang diproduksi oleh matriks kuku di dasar kuku, tepatnya di bawah kutikula.

Kuku yang sehat seharusnya kuat dan tidak mudah patah, permukaannya rata dan halus, dan warnanya jernih (putih jernih pada ujungnya dan sedikit terlihat pink pada bantalan permukaannya). Ciri kuku sehat juga harus selalu terlihat bersih.

Konsultasikan dengan dokter atau dokter kulit Anda jika Anda punya ciri kuku tidak normal berikut ini:

  • Warna kuku yang berubah, berubahnya bisa menyeluruh ke semua bagian kuku atau mungkin adanya garis gelap di bawah lapisan kuku.
  • Perubahan bentuk kuku, seperti kuku yang melengkung ke luar
  • Kuku yang menipis atau menebal
  • Kuku yang gampang patah meskipun tidak ditekan keras-keras atau terantuk benda keras
  • Adanya pembengkakan atau rasa sakit di sekitar kuku

Tips merawat kuku agar sehat dan kuat

Ada beberapa tips merawat kuku yang bisa Anda lakukan setiap hari untuk menjaganya selalu sehat, kuat, dan bersih. Di antaranya:

  • Jaga kuku tetap kering. Ini bertujuan untuk mencegah bakteri tumbuh di bawah kuku Anda. Apabila kuku terlalu lama terkena air, ini bisa bikin kuku jadi lembap dan gampang patah. Hindari hal tersebut dengan cara pakai sarung tangan karet berlapis katun saat mencuci piring, mencuci baju, atau saat Anda menggunakan bahan kimia keras.
  • Selalu jaga kebersihan kuku. Gunakan gunting kuku yang bersih dan tajam, usahakan punya gunting kuku pribadi yang tidak sembarang dipinjamkan ke orang. Gunting bagian atas kuku lurus mendatar. Setelah itu,  kedua sisi kuku Anda potong lagi membentuk bagian tumpul, tidak tajam.
  • Gunakan pelembab. Tips merawat kuku pakai pelembap ini masih jarang dilakukan orang. Nyatanya, kuku juga tidak boleh terlalu kering, harus ada kelembapan yang cukup. Anda bisa menggunakan lotion tangan yang juga sekaligus dioleskan ke kuku dan kutikula. ini bertujuan agar kuku tetap lembap, tidak kering.
  • Minum suplemen biotin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen biotin dapat membantu memperkuat kuku yang lemah atau rentan rapuh. Silakan tanyakan pada dokter Anda tentang suplemen biotin.

Yang harus dihindari saat merawat kuku

Untuk mencegah kerusakan kuku, hindari hal berikut ini:

1. Jangan gigit kuku dan memotong kutikula kuku

Banyak orang punya kebiasaan gigit kuku. Di mana ini bisa menyebabkan kuku pendek dan bentuknya jelek.  Kebiasaan ini bisa merusak alas kuku, yang memudahkan bakteri masuk menginfeksi kuku.

Selain itu, hindari memotong kutikula. Bahkan luka kecil di samping kuku Anda dapat memungkinkan bakteri atau jamur masuk dan menyebabkan infeksi.

2. Menarik kulit pinggir kuku yang keluar

Kulit pinggiran kuku yang keluar umumnya disebut hangnails. Tak jarang beberapa orang mungkin risih sehingga menarik hangnails tersebut.

Saat menarik atau mencabut hangnails, Anda mungkin berisiko merobek jaringan kulit, yang mana risiko infeksi, bengkak, dan bernanah bisa terjadi. Disarankan untuk memotong hangnail dengan gunting kuku.

3. Jangan terlalu sering pakai kuteks

Jangan sering-sering menggunakan cat kuku. Bila ingin pakai cat kuku, pilihlah kandungan yang ringan. Selain itu, gunakan juga penghapus cat kuku bebas kandungan aseton. Aseton dan cat kuku bisa bikin kuku kuning dan pecah-pecah permukannya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Tanda Pasangan Anda Sedang Memendam Rasa Dengan Orang Lain

Pasangan Anda berubah? Bisa saja ia sedang selingkuh hati. Bagaimana ciri-ciri orang yang sedang selingkuh pakai hati? Simak tanda-tandanya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
brazilian blowout

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit