Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Semua orang berisiko terkena penyakit kulit. Bahkan orang yang rajin mandi dan rutin pakai skincare sekalipun. Pasalnya setiap penyakit kulit memiliki penyebab yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, mari kenali apa saja penyebab penyakit kulit.

Berbagai penyebab penyakit kulit

Banyak hal yang bisa menyebabkan munculnya kondisi penyakit kulit. Secara garis besarnya, penyebab penyakit kulit dapat dibedakan berdasarkan jenis penyakitnya yaitu penyakit kulit menular dan penyakit kulit tidak menular. Berikut selengkapnya.

Penyebab penyakit kulit menular

Biasanya, penyakit kulit yang menular muncul karena adanya infeksi. Penyakit bisa datang dari infeksi virus, infeksi bakteri, infeksi parasit, atau infeksi jamur.

1. Infeksi virus

viral load adalah; apa itu viral load

Infeksi virus adalah salah satu penyebab penyakit kulit yang cukup sering terjadi. Ada tiga kelompok virus yang paling sering menyebabkan penyakit kulit yaitu:

  • Poxvirus, menyebabkan moluskum kontagiosum dan cacar,
  • Human papillomavirus, menyebabkan kutil kelamin, dan
  • Virus herpes, menyebabkan herpes kulit dan kelamin.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini bisa ringan bisa juga berat. Untuk itu, lakukan pengobatan dini untuk mencegah keparahan penyakit.

2. Infeksi bakteri

Kulit manusia sebenarnya merupakan hunian bagi banyak bakteri seperti Staphylococcus, Corynebacterium sp., Brevibacterium sp., dan Acinetobacter. Bakteri-bakteri ini tergolong baik dan tidak menyebabkan masalah. Namun, jenis-jenis lainnya bisa menjadi penyebab penyakit kulit.

Biasanya bakteri masuk ke kulit melalui luka terbuka atau lecet pada kulit. Memiliki luka terbuka atau lecet memang tidak selalu pasti membuat Anda kena penyakit kulit, tapi tentu saja meningkatkan risikonya. Apalagi jika daya tahan tubuh Anda melemah akibat penyakit kronis yang dimiliki.

Selain itu, kondisi tersebuat juga bisa muncul akibat efek samping pengobatan. Berikut berbagai jenis bakteri penyebab penyakit kulit beserta masalah yang disebabkannya.

Staphylococcus aureus

  • Folikulitis (kondisi saat folikel rambut meradang)
  • Bisul
  • Impetigo (infeksi yang menyebabkan ruam merah berisi cairan)
  • Ektima (borok di kulit yang tertutup kerang kuning kecokelatan)

Streptococcus pyogenes

  • Selulitis (infeksi kulit dan jaringan lunak di bawahnya)
  • Impetigo
  • Bisul
  • Erisipelas (infeksi akut berupa bercak di kulit)

Corynebacterium species

  • Eritrasma (Peradangan kulit yang menyerang area tubuh dengan banyak keringat)
  • Pitted keratolysis (infeksi bakteri di telapak kaki)

Bila infeksi bakterinya ringan, biasanya kondisi tersebut akan membaik tanpa diberikan penanganan khusus. Namun, bila bakteri tetap muncul dan mengakibatkan masalah yang serius, kondisi harus segera ditangani dengan antibiotik.

3. Infeksi parasit

Parasit menjadi salah satu penyebab penyakit kulit yang perlu diwaspadai. Parasit biasanya berwujud serangga kecil atau cacing yang masuk ke dalam kulit untuk hidup atau bertelur. Selain pada kulit, infeksi akibat parasit juga biasa masuk ke aliran darah dan organ.

Namun tak perlu khawatir, infeksi kulit yang satu ini umumnya tidak mengancam jiwa. Hanya saja memang membuat pengidapnya tidak nyaman. Adapun jenis infeksi kulit akibat parasit, yaitu kutu rambut dan kudis atau scabies.

4. Infeksi jamur

infeksi jamur penyebab penyakit kulit
Sumber: Michigan State University

Infeksi jamur biasanya menyerang bagian kulit yang cenderung lembap seperti kaki dan ketiak. Pasalnya, jamur sangat mudah berkembang biak di lingkungan yang hangat dan lembap.

Atlet termasuk yang cukup rentan terhadap infeksi jamur. Pasalnya, pakaian yang basah dan lembap akibat berkeringat menjadi rumah favorit bagi jamur untuk berkembang biak. Apalagi, jika ditambah luka pada kulit yang membuat jamur bisa masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam.

Oleh sebab itu, jangan membiarkan tubuh terlalu lama dalam keadaan basah atau lembap jika tidak ingin terinfeksi jamur. Segera mandi atau keringkan tubuh setelah melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat.

Adapun berbagai masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur, yaitu:

Penyebab penyakit kulit yang tidak menular

Masalah pada kulit Anda tidak hanya dapat disebabkan oleh infeksi, tapi juga beberapa faktor lainnya yang masih berhubungan dengan kondisi tubuh maupun faktor dari lingkungan. Berikut beberapa penyebabnya.

1. Gangguan autoimun

Gangguan autoimun adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh keliru dan menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Gangguan autoimun bisa menyerang bagian tubuh mana pun seperti organ, persendian, otot, jaringan, termasuk kulit.

Para ahli tidak mengetahui secara pasti mengapa hal ini bisa terjadi. Selain itu, penyakit kulit akibat gangguan autoimun umumnya tidak bisa disembuhkan. Namun, pengobatan yang tepat membantu meringankan dan mengendalikan gejala Anda.

Adapun berbagai penyakit kulit yang disebabkan oleh gangguan autoimun yaitu:

  • skleroderma,
  • psoriasis,
  • dermatomiositis (ruam kulit disertai lemah otot),
  • pidermolisis bullosa (penyakit yang membuat kulit rapuh dan mudah melepuh), dan
  • pemfigoid bulosa (penyakit kulit langka yang diawali dengan ruam dan berubah menjadi lenting berisi cairan).

2. Mutasi DNA

Mutasi atau kesalahan DNA bisa menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit kulit. Mutasi menyebabkan sel tumbuh di luar kendali hingga membentuk sel kanker.

Kanker kulit biasanya dimulai di lapisan atas kulit atau epidermis. Epidermis adalah lapisan tipis yang bertugas memberikan perlindungan pada sel-sel dan jaringan kulit di bawahnya.

Epiderms memiliki tiga jenis sel utama yaitu:

  • Sel skuamosa, terletak tepat di bawah epidermis dan berfungsi sebagai lapisan dalam kulit.
  • Sel basal, bertugas menghasilkan sel kulit baru dan berada di bawah sel skuamosa.
  • Melanosit, penghasil pigmen yang memberi warna pada kulit.

Mutasi DNA bisa membuat sel kanker tumbuh dalam ketiga sel kulit ini.

3. Terpapar sinar UV berlebih

Dilansir dari Mayo Clinic, radiasi berlebih sinar ultraviolet (UV) yang bisa didapatkan dari matahari menjadi salah satu penyebab penyakit kulit, yaitu kanker. Ini karena paparan sinar UV berlebih ternyata bisa memicu kerusakan dan mutasi pada DNA.

Kondisi ini terutama bisa memicu kanker kulit sel basal dan skuamosa. Namun, jika seseorang sering terpapar matahari berlebih sebelum berusia 18 tahun, ia berisiko tinggi terkena kanker kulit melanoma.

Penyebab lain yang meningkatkan risiko terkena penyakit kulit

Selain karena berbagai penyebab di atas, seseorang juga berisiko tinggi terkena atau mengalami keparahan penyakit kulit jika:

1. Banyak menghabiskan waktu di luar ruangan

Semakin lama waktu yang dihabiskan di luar ruangan, semakin lama juga Anda terpapar oleh sinar matahari. Tak hanya menjadi bisa menyebabkan penyakit kulit, paparan sinar matahari berlebih juga bisa memicu keparahan penyakit.

Psoriasis dan rosacea termasuk penyakit yang bisa muncul akibat paparan sinar matahari berlebih. Untuk itu, Anda perlu melakukan berbagai usaha untuk membatasinya yaitu dengan cara sebagai berikut.

  • Mengoleskan tabir surya ke seluruh kulit saat berkegiatan di luar ruangan.
  • Menggunakan pakaian tertutup agar sinar matahari tak langsung mengenai kulit.
  • Menggunakan topi jika panas terlalu menyengat.
  • Menggunakan kacamata hitam jika diperlukan.

2. Memiliki riwayat penyakit kulit dalam keluarga

Faktor genetik berperan besar meningkatkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit kulit. Jika ada salah satu anggota keluarga yang memiliki penyakit kulit tertentu, Anda juga termasuk yang berisiko.

Biasanya kondisi ini muncul pada berbagai penyakit kulit autoimun seperti vitiligo dan psoriasis. Selain itu, rosacea dan eksim juga termasuk penyakit kulit yang berpeluang besar diturunkan dalam keluarga.

Beragam Ciri-Ciri Penyakit Kulit yang Gampang Dikenali

3. Pernah mengalami infeksi kulit

Penyakit kulit bisa muncul sebagai akibat atau komplikasi dari masalah kulit tertentu. Misalnya, selulitis merupakan salah satu komplikasi dari impetigo. Anda juga bisa terkena selulitis jika memiliki masalah kulit lain seperti kutu air, dermatitis kontak, eksim, herpes zoster, dan cacar air.

Oleh karena itu, pastikan untuk mendapatkan perawatan yang tepat hingga tuntas saat terkena penyakit kulit. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemunculan penyakit lainnya untuk masuk dan menginfeksi kulit.

4. Tidak menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan

Kuman termasuk bakteri, virus, dan penyakit menyukai lingkungan yang kotor dan lembap untuk berkembang biak. Orang yang tidak menjaga kebersihan tubuh dan lingkungannya sangat berisiko tinggi terkena penyakit kulit. Hal ini terutama yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan parasit.

Untuk menurunkan risiko ini, mulailah peduli dengan kebersihan diri. Jangan malas untuk mandi setiap harinya. Mandi membantu membersihkan kotoran dan keringat yang menempel di tubuh setelah beraktivitas.

Selain menjaga kebersihan diri, jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama rumah. Usahakan untuk rajin mengganti seprai, membersihkan lantai, dan karpet agar Anda terhindari dari berbagai infeksi kulit.

5. Sistem imun tubuh lemah

Sistem imun memiliki fungsi penting yaitu sebagai pelindung tubuh dari infeksi penyakit. Ini karena sistem kekebalan tubuh memiliki banyak sel putih yang berguna untuk memerangi kuman penyebab infeksi.

Ketika kondisinya melemah, otomatis tugasnya untuk melawan kuman penyebab penyakit kulit menjadi terhambat. Akibatnya, virus dan bakteri dapat dengan mudah masuk dan menginfeksi kulit. Biasanya sistem kekebalan tubuh yang lemah ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  • memiliki penyakit kronis seperti HIV/AIDS, diabetes, kanker,
  • sedang menjalani kemoterapi,
  • efek obat seperti kortikosteroid atau TNF inhibitor untuk mengatasi penyakit rematik,
  • orang yang melakukan transplantasi organ,
  • berusia di atas 65 tahun, dan
  • bayi dan anak-anak.

6. Obesitas

Obesitas disebut-sebut sebagai salah satu masalah kesehatan yang memicu banyak penyakit berbahaya. Faktanya, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Trends in Immunotherapy menemukan hubungan antara obesitas dan penyakit kulit.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas menjadi faktor risiko utama berkembangnya penyakit yang mengakibatkan peradangan pada kulit. Eksim dan psoriasis termasuk penyakit yang bisa muncul ketika seseorang mengalami obesitas.

Ini karena sitokin inflamasi yang diproduksi jaringan lemak dan sistem imun bawaan dianggap sebagai faktor yang memicu peradangan. Untuk itu, yuk turunkan risiko munculnya penyakit peradangan pada kulit dengan cara menjaga berat badan tetap ideal.

Mengenal Struktur Kulit Manusia, Termasuk Jenis dan Fungsinya

7. Stres

Stres memang bukan menjadi penyebab utama munculnya penyakit kulit. Akan tetapi, stres bisa memicu dan memperaparah berbagai penyakit kulit. Hal ini terutama terjadi pada penyakit-penyakit yang kambuhan dan tidak bisa disembuhkan seperti psoriasis, rosacea, dan eksim.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of the German Society of Dermatology dinyatakan bahwa stres bisa memicu sistem imun bawaan dan senyawa pemicu radang. Akibatnya, penyakit menjadi terpicu untuk muncul kembali atau memperparah yang sudah ada.

8. Merokok

Kebiasaan merokok juga bisa membuat Anda berisiko tinggi terkena masalah kulit tertentu. Asap tembakau bisa menyebabkan stres oksidatif sehingga tidak ada cukup oksigen untuk disuplai ke kulit.

Akibatnya, jaringan mengalami kondisi yang dinamai iskemia. Kondisi ini bisa menggerus jumlah kolagen yang membuat kulit tetap kencang dan awet muda. Dengan merokok, Anda juga dapat berisiko terkena masalah kulit seperti:

  • Infeks bakteri terutama Staphylococccus aureus dan Streptococcus pyogenes
  • Infeksi Candida albicans, terutama di mulut
  • Infeksi virus, terutama human papillomavirus (HPV), termasuk kutil kelamin.

Selain itu, dilansir dari laman Dermnet NZ, merokok meningkatkan risiko kanker karsinoma sel skuamosa sebanyak dua kali lipat. Bahkan, merokok juga bisa memicu gejala psoriasis muncul kembali yang lebih parah dari sebelumnya.

Hal tersebut dikarenakan kandungan nikotinnya memengaruhi sistem kekebalan tubuh, peradangan kulit, dan pertumbuhan sel kulit tambahan.

9. Minuman beralkohol

Minum minuman beralkohol termasuk salah satu pemicu munculnya penyakit kulit. Lagi-lagi, rosacea, psoriasis, dan dermatitis sebroik merupakan deretan penyakit yang bisa dengan mudah terpicu kemunculannya.

Orang yang sudah memiliki penyakit ini bisa mengalami keparahan gejala jika tak menghentikan kebiasaan minumnya.  Peradangan parah dan kemerahan di kulit menjadi gejala masalah kulit yang sering muncul akibat kebanyakan minum alkohol.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis Vulgaris

Psoriasis vulgaris atau psoriasis plak adalah jenis psoriasis yang paling umum. Ketahui seperti apa gejala, penyebab, dan pengobatannya di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Berbagai Gejala Psoriasis, Baik Secara Umum Maupun Sesuai Jenisnya

Penyakit psoriasis membuat Anda berisiko mengalami serangan jantung dan hipertensi. Kenali ciri-ciri dan gejala psoriasis berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit yang cukup umum terjadi. Apa penyebab, ciri-ciri, dan obat yang sering digunakan untuk mengobati psoriasis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Bagaimana Cara Kerja Sunblock dalam Melindungi Kulit?

Radiasi UV dari sinar matahari berbahaya bagi kulit. Jadi, jangan remehkan sunblock. Tapi sebenarnya bagaimana cara kerja sunblock dalam melindungi kulit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Psoriasis eritroderma

Psoriasis Eritroderma (Psoriasis Eritrodermik)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Psoriasis pustulosa atau pustular

Psoriasis Pustulosa (Psoriasis Pustular)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 10 menit
psoriasis inversa

Psoriasis Inversa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 8 menit
psoriasis gutata adalah

Psoriasis Gutata

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 8 menit