Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Telapak Kaki Berlubang (Pitted Keratolysis)

Telapak Kaki Berlubang (Pitted Keratolysis)

Telapak kaki terlihat memiliki lubang-lubang kecil, tetapi tidak terasa sakit? Kondisi ini umum dikenal sebagai kaki berlubang atau pitted keratolysis. Ketahui penyebab, gejala, dan pengobatan kondisi ini.

Apa itu penyakit kaki berlubang?

Telapak kaki berlubang (pitted keratolysis) adalah infeksi bakteri di telapak kaki yang menyebabkan lubang kecil di lapisan atas kulit.

Penyakit kulit memunculkan bau tak sedap dan gatal-gatal di telapak kaki.

Seseorang lebih berisiko mengalami kondisi ini jika sering berkeringat berlebihan (hiperhidrosis).

Selain itu, memakai sepatu tertutup yang tidak memberikan aliran udara memadai bisa memicu kondisi ini.

Telapak kaki berlubang biasanya dialami oleh orang yang memakai alas kaki tebal untuk waktu yang lama, seperti tentara, pelaut, dan atlet.

Kondisi ini juga umum dialami orang tidak menggunakan alas kaki saat berjalan kaki.

Tanda dan gejala telapak kaki bolong-bolong

Kaki berlubang kecil biasanya asimtomatik atau tidak memunculkan tanda dan gejala khusus.

Namun, ketika memunculkan gejala, kondisi yang paling umum terjadi adalah kaki bau.

Beberapa gejala lain yang mungkin muncul adalah sebagai berikut.

  • Lubang kecil di kulit. Kondisi ini biasanya akan tampak seperti kumpulan lubang kecil di telapak kaki.
  • Kadang-kadang lubang kecil akan bergabung atau menyatu, kemudian membentuk lesi yang lebih besar.
  • Kulit kemerahan atau ruam kulit.
  • Gatal dan nyeri.

Gejala ini umumnya hanya memengaruhi telapak kaki Anda, khususnya ruang antara jari kaki dan tumit.

Meski begitu, penyakit ini bisa menyerang telapak tangan dalam kondisi tertentu, seperti terlalu sering menggunakan sarung tangan hingga berkeringat.

Penyebab kaki berlubang

metatarsalgia adalah

Menurut American Osteopathic College of Dermatology, penyakit kaki bolong mungkin dipicu oleh kondisi keringat berlebih.

Begini, Anda bisa mengalami keringat berlebih saat mengenakan kaus kaki atau sepatu yang ketat.

Kaki yang berkeringat akan menjadi lingkungan sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak.

Beberapa spesies bakteri dapat menyebabkan telapak kaki berlubang.

Bakteri ini sering berkembang biak pada kaki dengan kondisi basah atau lembab.

Bakteri pada kaki akan menghasilkan enzim protease yang merusak lapisan kulit epidermis (lapisan kulit terluar).

Hal ini kemudian menyebabkan telapak kaki yang berlubang.

Bau kaki sendiri berasal dari produksi senyawa belerang dari bakteri yang tumbuh di telapak kaki.

Berikut ini adalah beberapa bakteri yang umum penyebab penyakit kulit tersebut.

  • Corynebacteria
  • Dermatophilus congolensis
  • kytococcus sedentarius
  • Actinomyces
  • Streptomyces

Faktor risiko

Beberapa faktor risiko lain yang dapat menyebabkan kondisi telapak kaki berlubang di antaranya :

  • tidak mengeringkan kaki setelah mandi,
  • tidak memakai kaus kaki penyerap keringat, dan
  • berbagi handuk dengan orang lain yang terinfeksi.

Selain itu, terdapat beberapa profesi yang mungkin dapat meningkatkan risiko kaki berlubang meliputi:

  • atlet,
  • petani,
  • pelaut dan pekerja perikanan,
  • pekerja industri, dan
  • orang yang bekerja di militer.

Faktor risiko lain yang dapat membuat seseorang lebih mungkin mengembangkan kondis ini di antaranya:

  • cuaca panas dan lembab,
  • sering berkeringat di telapak tangan atau telapak kaki,
  • memiliki penebalan kulit (kapalan) di telapak tangan atau telapak kaki,
  • memiliki diabetes,
  • usia, dan
  • memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Diagnosis

kaki pecah-pecah

Pertama, dokter akan meninjau riwayat medis pasien. Kemudian, dokter melakukan pemeriksaan fisik untuk mengamati gejala yang muncul.

Dokter juga mungkin bertanya tentang jenis sepatu dan kaus kaki yang Anda kenakan dalam aktivitas sehari-hari.

Ada beberapa tes yang mungkin akan dilakukan oleh dokter untuk memeriksa kondisi kulit telapak kaki Anda.

Di bawah ini adalah tes yang mungkin akan Anda jalani.

  • Tes kultur: dokter akan mengambil sampel kulit telapak kaki yang berlubang untuk mengetahui jenis bakteri yang menginfeksi.
  • Biopsi kulit: sampel kecil jaringan kulit diambil dan diperiksa di bawah mikroskop guna memastikan jenis penyakit kulit yang dialami.

Pengobatan telapak kaki berlubang

Dokter biasanya akan meresepkan obat antibakteri topikal (oles) untuk mengobati infeksi bakteri di telapak kaki.

Beberapa jenis obat antibiotik yang mungkin direkomendasikan di antaranya:

  • eritromisin,
  • klindamisin,
  • mupirosin, dan
  • asam fusidat.

Dokter mungkin juga merekomendasikan antiseptik seperti gel atau krim benzoil peroksida untuk membantu membersihkan infeksi dari kaki Anda.

Perawatan yang efektif bisa menghilangkan lubang di kaki dan bau kaki mungkin memerlukan waktu selama 3 – 4 minggu.

Dokter mungkin juga perlu mengobati keringat berlebih jika kondisi ini memicu gangguan telapak kaki berlubang.

Selain itu, pasien dapat menjalani sejumlah perawatan di rumah untuk mencegah infeksi kulit kambuh.

  • Memakai sepatu bot tidak terlalu lama.
  • Memakai kaus kaki katun yang menyerap keringat.
  • Mencuci kaki dengan sabun atau pembersih antiseptik dua kali sehari.
  • Mengoleskan antiperspirant ke kaki.
  • Menghindari memakai sepatu yang sama dua hari berturut-turut.
  • Menghindari berbagi alas kaki atau handuk dengan orang lain.
  • Menjaga kaki sekering mungkin.

Kesimpulan

  • Pitted keratolysis adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan kaki Anda berbau tidak sedap dan bolong-bolong kecil.
  • Dengan perawatan yang tepat, infeksi dan bau biasanya akan hilang dalam beberapa minggu.
  • Penting untuk dicatat bahwa infeksi dapat kembali.
  • Anda dapat mencegah hal ini dengan memastikan kaki tetap kering dan menghindari memakai alas kaki tertutup.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

de Almeida, H. L., Jr, Siqueira, R. N., Meireles, R., Rampon, G., de Castro, L. A., & Silva, R. M. (2016). Pitted keratolysis. Anais brasileiros de dermatologia, 91(1), 106–108. https://doi.org/10.1590/abd1806-4841.20164096

Fernández-Crehuet, P., & Ruiz-Villaverde, R. (2015). Pitted keratolysis: an infective cause of foot odour. CMAJ : Canadian Medical Association journal = journal de l’Association medicale canadienne, 187(7), 519. https://doi.org/10.1503/cmaj.140809

Kaptanoglu, A. F., Yuksel, O., & Ozyurt, S. (2012). Plantar pitted keratolysis: a study from non-risk groups. Dermatology reports, 4(1), e4. https://doi.org/10.4081/dr.2012.e4

Lam, C. (2022). Pitted keratolysis. DermNet New Zealand. Retrieved August 26, 2022 from https://dermnetnz.org/topics/pitted-keratolysis

Pitted Keratolysis. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved August 26, 2022 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23285-pitted-keratolysis#:~:text=Pitted%20keratolysis%20is%20a%20bacterial,Appointments%20216.444.5725

PITTED KERATOLYSIS. (n.d.). AOCD. Retrieved August 26, 2022 from https://www.aocd.org/page/PittedKeratolysis

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui 3 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Next article: