Penyebab Keloid Malah Bertambah Parah Meski Sudah Dioperasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Januari 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda punya keloid? Pada beberapa orang, bekas luka ini dapat membuatnya minder dan kurang percaya diri, apalagi jika ditemukan pada bagian tubuh yang mudah terlihat, misalnya di punggung tangan. Salah satu cara untuk menghilangkannya adalah dengan cara operasi plastik. Akan tetapi, ada yang bilang kalau keloid dioperasi malah akan tumbuh lagi, bahkan lebih besar. Apakah hal ini benar? Apakah operasi justru jadi penyebab keloid tumbuh lagi?

Apa penyebab keloid?

Keloid adalah jaringan bekas luka yang bertumbuh menonjol seperti daging, dan berwarna lebih gelap daripada kulit sehat di sekitarnya. Biasanya, bekas luka dapat sembuh dan menutup dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus, jaringan parut bekas luka bisa saja membesar. Keloid tidak membahayakan.

Tak semua orang akan memiliki keloid. Beberapa orang lebih berisiko mengembangkan keloid karena memiliki “bakat” turunan genetik dan kelebihan kolagen (protein khusus). Pada orang-orang ini, kolagen bisa terus diproduksi meski luka sudah menutup. Akibatnya, jaringan kulit baru bertumbuh di atas bekas luka tersebut yang terlihat menonjol seperti daging tumbuh.

Ada beberapa faktor risiko lainnya yang juga bisa menimbulkan keloid, yaitu ras dan usia Anda. Orang-orang Asia yang berusia di bawah 30 tahun lebih rentan mengembangkan keloid.

Benarkah operasi penyebab keloid tumbuh lagi?

Sebenarnya, tidak ada pengobatan yang paling efektif dan bisa menyembuhkan keloid sampai total. Beberapa pengobatan seperti operasi tentu saja memiliki efek samping. Operasi memang dapat memperkecil keloid dan meminimalisasi bekas luka tersebut.

Namun sayangnya, ada kemungkinan bekas luka kembali tumbuh dan menonjol. Bahkan dalam beberapa kasus, keloid yang kambuh tumbuh dalam ukuran yang lebih besar. Peluang untuk keloid tumbuh lagi adalah sekitar 45-100 persen, tergantung kondisi masing-masing.

Maka itu, biasanya dokter akan memberikan beberapa rangkaian pengobatan ketika dilakukan operasi, agar memperkecil kemungkinan keloid datang kembali. Pengobatan yang diberikan seperti suntik steroid dan suntik kortikosteroid saat operasi, atau melakukan terapi radiasi setelah operasi. Dengan begitu, peluang keloid tumbuh lagi menjadi kecil, yaitu sekitar 8-50 persen saja.

Perkembangan keloid tidak dapat dicegah karena kebanyakan kasusnya disebabkan oleh genetik. Namun Anda dapat menghindari berbagai faktor pemicunya, seperti tidak melakukan tato dan tindik, serta  menjaga kulit agar tidak luka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vitiligo

Vitiligo adalah penyakit kulit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan bergama pilihan pengobatan Vitiligo di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 26 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Keloid

Keloid adalah tumbuhnya jaringan parut di bekas luka. Cari tahu penyebab keloid serta obat cara menghilangkannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Obat dan Prosedur Lainnya yang Ampuh Mengatasi Keloid

Keloid adalah bekas luka menonjol yang tidak rata ketika disentuh. Kadang bergejala, kadang tidak. Adakah obat ampuh untuk keloid?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Pityriasisrosea

Pityriasisrosea merupakan ruam kulit yang lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Kapan harus mengunjungi dokter bila merasakan gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 25 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Pruritus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Pityriasis rosea adalah ruam gatal-gatal yang berbentuk lingkaran atau oval, berukuran sekitar 2,5-5 cm, dan umumnya muncul di dada, perut, atau punggung.

Pityriasis Rosea

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
keratosis pilaris penyakit kulit ayam

Keratosis Pilaris (Penyakit Kulit Ayam)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)

Pemfigoid Bulosa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit