Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penyebab Keloid Malah Bertambah Parah Meski Sudah Dioperasi

Penyebab Keloid Malah Bertambah Parah Meski Sudah Dioperasi

Apakah Anda punya keloid? Pada beberapa orang, bekas luka ini dapat membuatnya minder dan kurang percaya diri, apalagi jika ditemukan pada bagian tubuh yang mudah terlihat, misalnya di punggung tangan. Salah satu cara untuk menghilangkannya adalah dengan cara operasi plastik. Akan tetapi, ada yang bilang kalau keloid dioperasi malah akan tumbuh lagi, bahkan lebih besar. Apakah hal ini benar? Apakah operasi justru jadi penyebab keloid tumbuh lagi?

Apa penyebab keloid?

Keloid adalah jaringan bekas luka yang bertumbuh menonjol seperti daging, dan berwarna lebih gelap daripada kulit sehat di sekitarnya. Biasanya, bekas luka dapat sembuh dan menutup dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus, jaringan parut bekas luka bisa saja membesar. Keloid tidak membahayakan.

Tak semua orang akan memiliki keloid. Beberapa orang lebih berisiko mengembangkan keloid karena memiliki “bakat” turunan genetik dan kelebihan kolagen (protein khusus). Pada orang-orang ini, kolagen bisa terus diproduksi meski luka sudah menutup. Akibatnya, jaringan kulit baru bertumbuh di atas bekas luka tersebut yang terlihat menonjol seperti daging tumbuh.

Ada beberapa faktor risiko lainnya yang juga bisa menimbulkan keloid, yaitu ras dan usia Anda. Orang-orang Asia yang berusia di bawah 30 tahun lebih rentan mengembangkan keloid.

Benarkah operasi penyebab keloid tumbuh lagi?

Sebenarnya, tidak ada pengobatan yang paling efektif dan bisa menyembuhkan keloid sampai total. Beberapa pengobatan seperti operasi tentu saja memiliki efek samping. Operasi memang dapat memperkecil keloid dan meminimalisasi bekas luka tersebut.

Namun sayangnya, ada kemungkinan bekas luka kembali tumbuh dan menonjol. Bahkan dalam beberapa kasus, keloid yang kambuh tumbuh dalam ukuran yang lebih besar. Peluang untuk keloid tumbuh lagi adalah sekitar 45-100 persen, tergantung kondisi masing-masing.

Maka itu, biasanya dokter akan memberikan beberapa rangkaian pengobatan ketika dilakukan operasi, agar memperkecil kemungkinan keloid datang kembali. Pengobatan yang diberikan seperti suntik steroid dan suntik kortikosteroid saat operasi, atau melakukan terapi radiasi setelah operasi. Dengan begitu, peluang keloid tumbuh lagi menjadi kecil, yaitu sekitar 8-50 persen saja.

Perkembangan keloid tidak dapat dicegah karena kebanyakan kasusnya disebabkan oleh genetik. Namun Anda dapat menghindari berbagai faktor pemicunya, seperti tidak melakukan tato dan tindik, serta menjaga kulit agar tidak luka.


Pernah alami gangguan menstruasi?

Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Emedicine.medscape.com. (2018). Keloids: Definition and Historical Background, Epidemiology, Race. [online] Available at: https://emedicine.medscape.com/article/1298013-overview#a7  [Accessed 29 Jan. 2018].

WebMD. (2018). Keloid Scars-Topic Overview. [online] WebMD. Available at: https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/tc/keloid-scars-topic-overview#1  [Accessed 29 Jan. 2018].

American Academy of Dermatology.org. (2017). Keloids | American Academy of Dermatology. [online] Available at: https://www.aad.org/public/diseases/bumps-and-growths/keloids  [Accessed 29 Jan. 2018].

Nhs.uk. (2017). Keloid scarring – Live Well – NHS Choices. [online] Available at: http://www.nhs.uk/Livewell/skin/Pages/Keloidscarring.aspx  [Accessed 29 Jan. 2018].

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui Jan 30, 2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus