Mendeteksi Ciri-Ciri Keloid sejak Awal Kemunculannya

    Mendeteksi Ciri-Ciri Keloid sejak Awal Kemunculannya

    Keloid adalah jaringan parut berlebih yang terbentuk di atas luka saat fase penyembuhan. Ciri-ciri keloid yang paling kentara yaitu bentuknya menonjol dan warna yang berbeda dari kulit asli.

    Namun, tidak semua bekas luka yang menonjol dapat disebut keloid. Pasalnya, keloid berbeda dengan bekas luka biasa. Lantas bagaimana membedakan keloid dengan bekas luka biasa?

    Ciri-ciri keloid dan bedanya dengan bekas luka biasa

    Tidak semua bekas luka akan membentuk keloid. Sebagian besar hanya menjadi bekas luka biasa yang dapat hilang sendiri.

    Keloid biasanya terbentuk dari luka bakar, jerawat yang parah, dan luka bekas operasi.

    Penyebab munculnya keloid belum diketahui secara pasti, tetapi faktor genetik (keturunan Afrika dan Asia) bisa membuat keloid lebih mudah terbentuk di atas bekas luka.

    Keloid terbentuk dari jaringan parut yang tumbuh secara berlebihan, sehingga keloid terlihat menonjol di atas kulit.

    Namun, keloid tidak langsung tumbuh begitu saja, melainkan terbentuk secara perlahan. Berikut ini ciri-ciri keloid dan bedanya dengan bekas luka biasa.

    1. Bekas luka yang menonjol

    bekas luka keloid

    Pada proses penyembuhan luka, keloid ditandai dengan kondisi bekas luka yang lebih tebal dan luas daripada luka aslinya.

    Bekas luka yang telah ditumbuhi keloid biasanya akan terasa lebih menonjol jika disentuh dengan tekstur yang padat tetapi kenyal.

    Tak jarang, timbulnya keloid di awal disertai dengan rasa gatal dan membuat Anda ingin menggaruknya.

    Ini merupakan salah satu ciri-ciri keloid yang khas dan jarang terjadi pada bekas luka biasa di kulit.

    2. Berukuran lebih besar dari bekas luka biasa

    Menurut jurnal Scars, Burns & Healing (2020), keloid dapat terus berkembang dan tidak mudah dihilangkan.

    Tak jarang ciri-ciri keloid ditandai dengan perkembangan bekas luka yang berukuran lebih besar dari luka asli dan mengganggu penampilan Anda.

    Selain itu, Academy Academy of Dermatology Association menyebutkan bahwa keloid muncul secara perlahan dan bisa memakan waktu 3 – 12 bulan, atau bahkan lebih lama.

    Keloid biasanya muncul dengan ukuran kecil, hingga lama-lama membesar dan terus menyebar dengan bentuk bulat atau oval.

    Kondisi ini juga yang menjadi ciri-ciri keloid yang khas dan tidak terjadi pada bekas luka biasa.

    3. Berbeda dengan warna kulit asli

    Biasanya keloid dimulai dengan bekas luka yang berwarna merah muda, merah, atau ungu.

    Jika pada bekas luka mulai terlihat ada tonjolan yang warnanya berbeda dibandingkan dengan bagian kulit Anda lainnya, bisa jadi itu adalah ciri-ciri awal keloid.

    Sementara itu, bekas luka biasanya memang terlihat berwarna berbeda di awal, tetapi lama-kelamaan warnanya akan menyatu dengan kulit asli.

    Anda sebaiknya beraktivitas di tempat yang aman dari paparan matahari langsung untuk mencegah warna keloid berubah gelap.

    4. Gatal dan nyeri

    keloid muncul tiba-tiba

    Ciri-ciri keloid yang tumbuh saat penyembuhan luka adalah adanya efek gatal, sakit, dan juga nyeri pada bagian bekas lukanya.

    Namun, gejala ini umumnya akan hilang dengan sendirinya saat keloid sudah berhenti tumbuh. Kondisi ini jarang terjadi pada bekas luka biasa yang Anda miliki.

    Usahakan untuk tidak menggaruk keloid terlalu keras, apalagi bila Anda tidak yakin dengan kebersihan tangan Anda.

    Anda bisa mengompresnya dengan air hangat seperti mengompres area bengkak jika rasa gatal cukup mengganggu.

    5. Sulit dihilangkan

    Sebenarnya, keloid bukanlah penyakit kulit yang berbahaya dan perkembangannya dapat berhenti sendiri.

    Jika pada luka biasa, Anda mungkin dapat menghilangkan bekas luka dengan mengaplikasikan krim yang mengandung bahan tretinoin dan kolagen.

    Namun, mengatasi masalah keloid tidaklah mudah dan membutuhkan waktu cukup lama.

    Anda mungkin akan membutuhkan pengobatan melalui suntik keloid dengan kortikosteroid, operasi kecil, hingga perawatan laser untuk menghilangkan keloid.

    Apakah keloid bisa dicegah?

    Meskipun mengetahui ciri-ciri keloid, Anda mungkin tidak menyadari bahwa bekas luka yang Anda miliki berkembang menjadi keloid.

    Nah, perawatan kulit sejak awal dapat membantu mencegah keloid atau mencegah perkembangan keloid semakin melebar.

    Anda bisa melakukan perawatan luka yang tepat sesuai dengan tipe kulit dan menjaga kebersihan.

    Bila memungkinkan, gunakan pelindung diri saat melakukan aktivitas yang berisiko menimbulkan jenis luka lain pada kulit Anda.

    Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit jika ingin menghilangkan keloid atau kondisi keloid makin parah dan mengganggu.

    Ringkasan

    • Tanda munculnya keloid diawali dengan warna kulit pada bekas luka yang berbeda dari kulit asli, kulit lebih tebal, dan terasa gatal.
    • Keloid bisa berkembang hingga beberapa bulan dan sulit dihilangkan, sehingga berbeda dengan bekas luka biasa.
    • Keloid umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat mengganggu penampilan.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Keloids: Signs and symptoms. (2022). Retrieved 11 August 2022, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/keloids-symptoms

    Keloid scar – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 11 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/keloid-scar/symptoms-causes/syc-20520901

    Keloid scars . (2022). Retrieved 11 August 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/keloid-scars/

    Betarbet, U., & Blalock, T. (2020). Keloids: A Review of Etiology, Prevention, and Treatment. The Journal Of Clinical And Aesthetic Dermatology, 13(2), 33. Retrieved 11 August 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7158916/

    Jagdeo, J., Kerby, E., & Glass, D. (2021). Keloids. JAMA Dermatology, 157(6), 744. doi: 10.1001/jamadermatol.2020.4705

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany Diperbarui Sep 02
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan