Bekas Luka Menonjol di Kulit, Bisa Jadi Keloid Atau Skar Hipertrofi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Skar hipertrofi dan keloid adalah bekas luka yang timbul dan menonjol di permukaan kulit. Meski sekilas kelihatannya mirip, kedua bekas luka ini ternyata cukup berbeda. Untuk mengetahui perbedaannya, berikut ulasannya.

Sama-sama bekas luka, ini beda keloid dan skar hipertrofi

keloid adalah

Skar hipertrofi adalah tonjolan luka yang menebal sesuai garis luka. Sementara keloid adalah daging yang tumbuh pada bekas luka dengan tekstur keras dan jinak. Keduanya terbentuk ketika jaringan parut tumbuh secara berlebihan untuk memperbaiki kerusakan kulit.

Penyebab

Skar hipertrofik biasanya muncul akibat trauma fisik dan iritasi bahan kimia, bukan karena faktor genetik. Oleh sebab itu, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja.

Trauma fisik biasanya terjadi akibat adanya peradangan atau infeksi yang membuat kulit memproduksi kolagen secara berlebihan. Sementara iritasi akibat bahan kimia biasanya terjadi akibat kosmetik dan produk perawatan pribadi lainnya yang terlalu keras.

Sementara itu, keloid biasanya muncul akibat cedera kulit seperti terbakar, cacar air, tindik kuping, sayatan bedah, hingga bekas suntikan vaksinasi. Menurut American Osteopathic College of Dermatology, hanya sekitar 10 persen orang saja yang mengalami keloid. Terutama pada orang yang kulitnya rentan terhadap keloid akibat faktor genetik.

Lokasi munculnya

Skar hipertrofi bisa muncul di bagian tubuh mana pun yang mengalami luka. Sementara keloid adalah bekas luka yang biasanya muncul di bagian tubuh tertentu seperti bahu dan lengan bagian atas, belakang telinga, serta pipi.

Pertumbuhan

Skar hipertrofi termasuk bekas luka yang bisa hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Biasanya skar hipertrofi akan muncul di kulit dalam waku satu bulan setelah luka mulai mengering.

Sementara keloid adalah bekas luka yang tidak bisa membaik sendiri dan butuh penanganan dokter jika ingin dihilangkan. Keloid juga masih bisa terus tumbuh dan membesar. Biasanya keloid muncul setelah tiga bulan pascaluka sembuh.

Ukuran

Skar hipertrofik biasanya muncul dengan ukuran tak lebih dari 4 milimeter di atas kulit. Sementara keloid adalah bekas luka ukuran tonjolannya lebih dari lebih dari 4 milimeter di atas permukaan kulit. Oleh karena itu, keloid biasanya tumbuh lebih besar dari luka yang Anda miliki.

Warna

Skar hipertrofik biasanya muncul dengan warna merah atau pink. Sementara itu, keloid biasanya tumbuh dengan rentang warna pink hingga keunguan. Mudahnya,  keloid biasanya berwarna lebih gelap dari skar hipertrofik.

Cara mengatasi

Skar hipertrofi termasuk bekas luka yang bisa hilang dengan sendirinya. Namun, beberapa pengobatan yang membantu mempercepatnya yaitu dengan menyuntikkan kortikosteroid, laser, silikon gel, dan penggunaan krim serta minyak.

Selain itu, skar hipertrofi juga bisa diatasi dengan teknik pressure dressing. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan pembalut elastis bertekanan tinggi pada bekas luka. Hal ini bertujuan untuk membatasi aliran darah, oksigen, dan nutrisi ke luka yang bisa mengurangi produksi kolagen.

Jika skar hipertrofi bisa hilang dengan sendirinya, lain halnya dengan keloid. Menghilangkan keloid butuh tindakan dari dokter. Bahkan, keloid bisa tumbuh kembali dan lebih besar dari sebelumnya meski telah diangkat. Tak beda jauh dengan skar hipertrofi, keloid juga bisa diatasi dengan laser, suntik kortikosteroid, minyak, dan gel silikon.

Keloid juga bisa dikecilkan dengan bantuan radiasi. Namun, jika keloid sudah sangat besar dokter biasanya akan merekomendasikan Anda untuk melakukan pengangkatan melalui operasi,

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Menghilangkan Bekas Luka yang Membandel

Punya bekas luka yang mengganggu penampilan? Simak cara menghilangkan bekas luka yang bisa Anda coba dari cara alami sampai cara medis di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Menghilangkan Bekas Eksim yang Menghitam?

Eksim tidak hanya menyebabkan gatal hebat, tapi juga bisa menimbulkan bekas di kulit. Cari tahu cara menghilangkan bekas eksim di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Kulit, Dermatitis 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Menghilangkan Bekas Luka Gores dengan Cepat

Saat tergores atau terbentur, luka akan sembuh sendiri. Namun jika tidak ingin berbekas, segera lakukan perawatan bekas luka gores dengan benar.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
perawatan luka gores
Kesehatan 24 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Tips Menghilangkan Bekas Koreng Agar Kulit Mulus Kembali

Pembentukan bekas koreng adalah tahap normal dari penyembuhan luka. Agar tidak mengganggu penampilan Anda, kenali cara cepat menghilangkan bekas koreng.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan, Informasi Kesehatan 4 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bagaimana cara menghilangkan bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
keloid adalah

Keloid

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit
bekas luka keloid

Obat dan Prosedur Lainnya yang Ampuh Mengatasi Keloid

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
bekas luka operasi caesar

Cara Menyamarkan Bekas Luka Operasi Caesar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit