home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bekas Luka Menonjol di Kulit, Bisa Jadi Keloid Atau Skar Hipertrofi

Bekas Luka Menonjol di Kulit, Bisa Jadi Keloid Atau Skar Hipertrofi

Skar hipertrofi dan keloid adalah bekas luka yang timbul dan menonjol di permukaan kulit. Meski sekilas kelihatannya mirip, kedua bekas luka ini ternyata cukup berbeda. Untuk mengetahui perbedaannya, berikut ulasannya.

Sama-sama bekas luka, ini beda keloid dan skar hipertrofi

keloid adalah

Skar hipertrofi adalah tonjolan luka yang menebal sesuai garis luka. Sementara keloid adalah daging yang tumbuh pada bekas luka dengan tekstur keras dan jinak. Keduanya terbentuk ketika jaringan parut tumbuh secara berlebihan untuk memperbaiki kerusakan kulit.

Penyebab

Skar hipertrofik biasanya muncul akibat trauma fisik dan iritasi bahan kimia, bukan karena faktor genetik. Oleh sebab itu, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja.

Trauma fisik biasanya terjadi akibat adanya peradangan atau infeksi yang membuat kulit memproduksi kolagen secara berlebihan. Sementara iritasi akibat bahan kimia biasanya terjadi akibat kosmetik dan produk perawatan pribadi lainnya yang terlalu keras.

Sementara itu, keloid biasanya muncul akibat cedera kulit seperti terbakar, cacar air, tindik kuping, sayatan bedah, hingga bekas suntikan vaksinasi. Menurut American Osteopathic College of Dermatology, hanya sekitar 10 persen orang saja yang mengalami keloid. Terutama pada orang yang kulitnya rentan terhadap keloid akibat faktor genetik.

Lokasi munculnya

Skar hipertrofi bisa muncul di bagian tubuh mana pun yang mengalami luka. Sementara keloid adalah bekas luka yang biasanya muncul di bagian tubuh tertentu seperti bahu dan lengan bagian atas, belakang telinga, serta pipi.

Pertumbuhan

Skar hipertrofi termasuk bekas luka yang bisa hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Biasanya skar hipertrofi akan muncul di kulit dalam waku satu bulan setelah luka mulai mengering.

Sementara keloid adalah bekas luka yang tidak bisa membaik sendiri dan butuh penanganan dokter jika ingin dihilangkan. Keloid juga masih bisa terus tumbuh dan membesar. Biasanya keloid muncul setelah tiga bulan pascaluka sembuh.

Ukuran

Skar hipertrofik biasanya muncul dengan ukuran tak lebih dari 4 milimeter di atas kulit. Sementara keloid adalah bekas luka ukuran tonjolannya lebih dari lebih dari 4 milimeter di atas permukaan kulit. Oleh karena itu, keloid biasanya tumbuh lebih besar dari luka yang Anda miliki.

Warna

Skar hipertrofik biasanya muncul dengan warna merah atau pink. Sementara itu, keloid biasanya tumbuh dengan rentang warna pink hingga keunguan. Mudahnya, keloid biasanya berwarna lebih gelap dari skar hipertrofik.

Cara mengatasi

Skar hipertrofi termasuk bekas luka yang bisa hilang dengan sendirinya. Namun, beberapa pengobatan yang membantu mempercepatnya yaitu dengan menyuntikkan kortikosteroid, laser, silikon gel, dan penggunaan krim serta minyak.

Selain itu, skar hipertrofi juga bisa diatasi dengan teknik pressure dressing. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan pembalut elastis bertekanan tinggi pada bekas luka. Hal ini bertujuan untuk membatasi aliran darah, oksigen, dan nutrisi ke luka yang bisa mengurangi produksi kolagen.

Jika skar hipertrofi bisa hilang dengan sendirinya, lain halnya dengan keloid. Menghilangkan keloid butuh tindakan dari dokter. Bahkan, keloid bisa tumbuh kembali dan lebih besar dari sebelumnya meski telah diangkat. Tak beda jauh dengan skar hipertrofi, keloid juga bisa diatasi dengan laser, suntik kortikosteroid, minyak, dan gel silikon.

Keloid juga bisa dikecilkan dengan bantuan radiasi. Namun, jika keloid sudah sangat besar dokter biasanya akan merekomendasikan Anda untuk melakukan pengangkatan melalui operasi,

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Management of Keloids and Hypertrophic Scars https://www.semanticscholar.org/paper/Management-of-keloids-and-hypertrophic-scars.-Juckett-Hartman-Adams/8dc2d226d069886fe5c324b9ecda6379e6859d60/figure/0 accessed on February 11th 2019

Treatments for Hypertrophic Scars https://www.healthline.com/health/hypertrophic-scar-treatment accessed on February 11th 2019

Keloid and Hypertrophic Scar https://www.aocd.org/page/KeloidsAndHypertroph accessed on February 11th 2019

Tips for Treating and Reducing Hypertrophic Scar https://www.medicalnewstoday.com/articles/319211.php accessed on February 11th 2019

Keloid Scar of Skin https://www.healthline.com/health/keloids#picture  accessed on February 11th 2019

Is It a Hypertrophic Scar on Your Piercing? https://www.healthline.com/health/hypertrophic-scar-piercing  accessed on February 11th 2019

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 14/05/2019
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x