Keloid Bisa Muncul Secara Tiba-tiba, Ini 4 Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Keloid adalah bekas luka yang tumbuh secara berlebihan sehingga tampak lebih timbul dibandingkan permukaan kulit di sekitarnya. Jaringan keloid biasanya muncul setelah kulit pulih dari luka, tetapi ada pula keloid yang muncul secara tiba-tiba.

Jaringan keloid dapat mengganggu penampilan karena terlihat menebal dengan warna yang berbeda. Lantas, apa sebenarnya yang membuat keloid muncul bahkan tanpa luka sebelumnya?

Penyebab keloid yang muncul tiba-tiba

Pembentukan keloid merupakan respons agresif tubuh Anda ketika mengalami cedera atau luka. Pemicunya dapat berasal dari luka sayatan, operasi, terbakar, jerawat, cacar, tindik, dan suntikan vaksin.

Kasus keloid yang muncul secara spontan sangatlah jarang. Bahkan, kebenaran mengenai kondisi ini masih menjadi perdebatan. Pasalnya, belum dapat dipastikan apakah keloid memang dapat terbentuk tanpa luka sama sekali atau tidak.

Namun, sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Dermatology menemukan suatu titik terang. Peserta penelitian yang memiliki keloid tanpa luka sebelumnya ternyata memiliki penyakit genetik atau pernah mengonsumsi sejenis obat.

Berikut adalah beberapa kondisi terkait keloid yang muncul tiba-tiba:

1. Bethlem myopathy

Bethlem myopathy adalah penyakit genetik langka yang menyerang otot rangka dan jaringan ikat. Penyakit ini membuat otot dan persendian menjadi lemah sehingga pasien akhirnya akan membutuhkan alat bantu gerak.

Ciri utama Bethlem myopathy antara lain lemahnya otot lengan dan kaki bagian atas, kelebihan produksi keratin pada folikel rambut, serta pembentukan jaringan keloid. Penderita juga memiliki otot lengan bawah yang terus berkontraksi dan tampak pendek.

2. Rubinstein-Taybi syndrome

Rubinstein-Taybi syndrome adalah penyakit genetik yang ditandai dengan postur tubuh pendek, gangguan kecerdasan, serta ibu jari yang lebar.

Penderitanya pun berisiko lebih tinggi terkena tumor, baik yang dapat berkembang menjadi kanker maupun tidak.

Keloid yang muncul tiba-tiba pada penderita Rubinstein-Taybi syndrome bisa jadi merupakan tumor. Oleh sebab itu, orang yang memiliki keloid tanpa pernah mengalami luka disarankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

3. Dubowitz syndrome

Seperti kedua penyakit sebelumnya, Dubowitz syndrome merupakan penyakit genetik yang amat langka. Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan yang terhambat, kepala berukuran kecil, gangguan mental tingkat ringan, dan masalah kulit.

Masalah kulit yang muncul umumnya berupa eksim. Namun, tidak tertutup kemungkinan untuk terbentuknya jaringan keloid secara tiba-tiba. Kondisi ini perlu diatasi dengan pengobatan rutin bersama dokter spesialis kulit.

4. Penggunaan letrozol

Letrozol adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kanker payudara pada wanita yang telah melewati masa menopause. Pada penelitian tersebut, peserta yang mengonsumsi letrozol mengalami pembentukan keloid baru setelah dua bulan.

Saat diminta berhenti mengonsumsi letrozol, keloid baru tidak lagi terbentuk. Beberapa uji coba selanjutnya memberikan hasil serupa, tetapi belum dapat disimpulkan apakah letrozol menjadi satu-satunya penyebab keloid yang muncul tiba-tiba.

Pembentukan keloid sebenarnya merupakan hal normal yang dapat terjadi pada banyak orang. Keloid juga dapat bertambah besar secara perlahan dan hanya bisa dihilangkan dengan prosedur khusus. Meski demikian, kondisi ini tidaklah berbahaya.

Anda justru perlu mewaspadai keloid yang muncul secara tiba-tiba. Segera periksakan kondisi Anda ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Kendati tidak menimbulkan bahaya langsung, jenis keloid ini dapat menandakan tumor pada kulit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mendeteksi Ciri-Ciri Keloid Sejak Awal Kemunculannya

Keloid adalah jaringan berlebih yang muncul pada bekas luka dan tidak berbahaya. Kenali macam-macam ciri keloid dari awal kemunculannya, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 20 September 2018 . Waktu baca 3 menit

Penyebab dan Cara Menghilangkan Keloid

Keloid adalah pertumbuhan jaringan kulit berlebih yang muncul setelah luka pulih. Bagaimana cara menghilangkan keloid? Simak di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Tamara Alessia
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 25 Mei 2018 . Waktu baca 3 menit

5 Penyebab Kram Perut Pada Wanita, Selain Karena Haid

Wanita umumnya merasakan kram perut saat haid. Namun, 5 masalah kesehatan serius ini juga bisa menjadi penyebab kram perut yang Anda rasakan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Wanita, Menstruasi 28 April 2018 . Waktu baca 5 menit

Bisakah Mencegah Keloid Tumbuh Pada Bekas Luka?

Bagi Anda yang punya 'bakat' keloid, mungkin Anda akan merasa takut ketika mengalami luka. Namun sebenarnya, adakah cara untuk mencegah keloid terbentuk?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 21 Agustus 2017 . Waktu baca 3 menit



Direkomendasikan untuk Anda

keloid adalah

Keloid

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit
bekas luka keloid

Obat dan Prosedur Lainnya yang Ampuh Mengatasi Keloid

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Bekas Luka Menonjol di Kulit, Bisa Jadi Keloid Atau Skar Hipertrofi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan keloid

5 Tindakan Medis yang Efektif Menghilangkan Keloid yang Membandel di Telinga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit