Membedakan Sakit Perut Karena Gas, Usus Buntu, Atau Batu Ginjal

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sakit perut adalah hal yang wajar terjadi sehari-hari. Anda mungkin mengalami sakit perut saat bangun tidur, setelah makan makanan tertentu, atau saat sedang stres. Ada dua jenis sakit perut yaitu sakit perut akut dan kronis. Jenis sakit perut akut adalah rasa sakit yang muncul tiba-tiba dan intens. Sakit perut akut biasanya membuat seseorang membutuhkan pertolongan segera baik penanganan dengan obat maupun operasi. Sementara sakit perut kronis biasanya tidak separah sakit perut akut, durasi rasa sakit terjadi lebih lama dan bisa hilang lalu muncul kembali. Sakit perut akut biasanya disebabkan oleh pankreatitis akut, usus buntu, batu empedu, atau luka pada lambung dan usus. Sementara sakit perut kronis biasanya disebabkan oleh sembelit, diare, divertikulosis, gastritis, atau refluks asam lambung.

Membedakan jenis sakit perut berdasarkan penyebabnya

Sakit perut karena penumpukan gas

Ini bisa jadi merupakan jenis sakit perut yang paling umum terjadi. Penyebabnya adalah menumpuknya gas di dalam perut. Gas terbentuk ketika bakteri di dalam usus besar bereaksi dan berfermentasi dengan karbohidrat yang tidak tercerna oleh usus halus. Beberapa penyebab pembentukan gas yaitu:

  • Anda terlalu banyak makan makanan tinggi serat.
  • Anda menelan udara. Saat makan maupun minum, udara juga bisa ikut masuk ke dalam sistem pencernaan.
  • Intoleransi terhadap jenis makanan tertentu juga bisa menyebabkan pembentukan gas, misalnya intoleransi terhadap produk susu dan gluten.
  • Kondisi kesehatan lain seperti misalnya sembelit, divertikulosis, Crohn’s disease, dan lain-lain.
  • Kelebihan gas juga bisa merupakan gejala pertumbuhan bakteri yang abnormal di usus halus, kondisi ini dapat terjadi pada mereka yang menderita diabetes.

Tetapi timbulnya rasa sakit biasanya terjadi ketika gas yang terbentuk di usus ini tidak dikeluarkan. Beberapa ciri dari jenis sakit perut ini adalah:

  • Anda buang gas terus menerus baik secara sadar maupun tidak sadar.
  • Rasa sakit yang tajam atau terasa seperti kram di bagian perut. Rasa sakit ini bisa muncul di bagian manapun di perut, dapat berpindah-pindah tempat, dan bagian perut yang sakit dapat berubah serta hilang timbul dengan cepat.
  • Rasa melilit pada perut.
  • Perut kembung dan terasa kencang.

Rasa sakit yang ditimbulkan dari jenis sakit perut ini terkadang bisa disalahartikan sebagai serangan jantung, batu empedu, hingga usus buntu.  Meskipun bukan suatu keadaan yang serius, tetapi Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter jika sakit perut Anda disertai dengan buang air besar berdarah, perubahan warna, frekuensi, maupun konsistensi feses, sakit pada dada, penurunan berat badan yang tiba-tiba, rasa mual dan muntah yang terus menerus, dan jika Anda mengalami sakit perut dalam jangka waktu yang cukup lama.

Sakit perut karena batu ginjal

Jika Anda menderita batu ginjal, gejalanya mungkin baru akan muncul ketika batu tersebut mengalami pergerakan di dalam ginjal atau bergerak menuju saluran kemih. Gejala dari sakit batu ginjal adalah:

  • Sakit pada bagian samping dan belakang perut terutama di bawah tulang rusuk.
  • Rasa sakit yang menyebar dari bagian bawah perut hingga selangkangan.
  • Rasa sakit datang seperti gelombang, dan intensitasnya semakin meningkat.
  • Rasa sakit saat buang air kecil serta warna urin berubah menjadi merah, merah muda, atau cokelat. Selain itu warna urin juga berbau tidak sedap dan terus-terusan merasa ingin buang air kecil atau jumlah urin yang dihasilkan sangat sedikit.

Sakit perut karena usus buntu

Usus buntu adalah pembengkakan yang terjadi di bagian apendiks yang merupakan bagian perpanjangan dari usus besar. Penyakit usus buntu merupakan keadaan darurat medis yang mengharuskan tindakan secepatnya karena jika dibiarkan, bagian apendiks yang mengalami inflamasi ini dapat pecah dan menyebarkan infeksi ke bagian perut lainnya. Jika hal ini sudah terjadi, bagian lapisan perut akan ikut mengalami inflamasi dan dapat berakibat fatal. Ciri utama sakit perut pada usus buntu adalah rasa sakit terjadi di bagian kanan bawah perut. Tetapi rasa sakit tidak serta merta terjadi di bagian bawah perut. Rasa sakit ini dapat dimulai dari bagian atas perut dan tidak terasa terlalu sakit, namun lama kelamaan rasa sakit berpindah ke bagian bawah kanan dan semakin parah.

Selain rasa sakit pada perut bagian kanan bawah, penderita usus buntu juga biasanya mengalami penurunan nafsu makan, mual, muntah, pembengkakan pada area perut, demam, dan tidak bisa buang angin. Tidak jarang rasa sakit juga terjadi pada bagian atas atau bawah perut, bahkan ke bagian belakang hingga rektum atau anus.

Yang harus Anda perhatikan

Jika rasa sakit pada perut Anda juga diikuti oleh hal-hal di bawah ini, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

  • Rasa sakit yang teramat sangat dan tidak tertahankan, membuat Anda tidak bisa melakukan aktivitas sama sekali.
  • Rasa sakit bertahan selama beberapa jam.
  • Rasa sakit diikuti dengan pendarahan dari vagina terutama ketika Anda sedang hamil, atau rasa sakit juga terjadi pada skrotum jika Anda pria.
  • Muntah, muntah darah, dan napas pendek-pendek.
  • Rasa sakit menjalar ke dada, leher, hingga pundak.
  • Anda mengalami demam, keringat berlebih, pucat, tidak bisa buang air kecil, buang air besar, atau buang angin.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Kalau muncul migrain atau sakit kepala setelah keramas, Anda mungkin bertanya-tanya apa artinya. Nah, ini dia berbagai penyebabnya. Simak baik-baik, ya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat kayu secang

Sering Dijadikan Wedang, Jangan Lewatkan 4 Manfaat Hebat Kayu Secang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit gejala usus buntu

Cara Membedakan Sakit Perut Gejala Usus Buntu dan Maag

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit