Penyebab BAB Berbusa dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Jangan sepelekan BAB berbusa, karena hal ini bisa jadi tanda dari suatu gangguan kesehatan tertentu. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja termasuk bayi dan anak-anak. Lalu, apa saja penyebab dari BAB berbusa? Simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab BAB berbusa

Sebenarnya, BAB yang berbusa bisa menjadi tanda dari sebuah penyakit lain yang Anda alami. Berikut ini berbagai kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan BAB berbusa.

1. Infeksi

Infeksi bakteri, parasit, dan virus yang menyerang sistem pencernaan dapat menyebabkan terbentuknya gelembung-gelembung gas. Gelembung gas inilah yang nantinya membuat feses berbusa.

Biasanya, sumber infeksi paling umum yang menyebabkan feses berbusa yaitu parasit Giardia. Parasit ini dapat menginfeksi tubuh melalui konsumsi minuman dan makanan yang telah terkontaminasi. Selain itu, parasit ini juga bisa masuk ke dalam tubuh saat Anda tidak sengaja meminum atau berenang di air yang sudah tercemari oleh parasit Giardia.

Tak hanya BAB yang berbusa, biasanya infeksi disertai dengan gejala lainnya seperti:

  • kelelahan,
  • kembung,
  • mual,
  • kram perut, dan
  • berat badan turun secara tiba-tiba.

Kondisi ini bisanya berlangsung selama dua hingga enam minggu hingga gejala mereda.

2. Penyakit celiac

Penyakit celiac merupakan gangguan sistem kekebalan tubuh yang terjadi sebagai respon tubuh saat seseorang mengonsumsi gluten. Gluten merupakan jenis protein yang ditemukan di dalam gandum.

Saat terkena penyakit celiac, sistem kekebalan tubuh bereaksi negatif terhadap gluten dan merusak lapisan usus kecil yang bisa menyebabkan gangguan penyerapan lemak hingga menyebabkan BAB jadi berbusa.

Jika Anda memiliki penyakit celiac, tak hanya feses saja yang mengalami perubahan. Akan tetapi Anda akan merasakan berbagai gejala lainnya di antaranya:

  • anemia,
  • sembelit,
  • diare,
  • kelelahan,
  • sariawan,
  • kehilangan nafsu makan, dan
  • nyeri sendi.

3. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS merupakan ketidakmampuan usus besar untuk berfungsi sebagaimana mestinya. Pada orang dengan IBS, usus mengalami kontraksi yang tidak teratur sehingga bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti diare atau sembelit.

Selain itu, orang yang mengalami IBS juga biasanya memiliki feses yang berlendir dan membuat tampilannya tampak seperti berbusa. Gejala lain yang juga turut dirasakan adalah kram dan nyeri perut, kembung, frekuensi sendawa yang lebih sering, serta kelelahan.

4. Pankreatitis

Penyakit yang juga bisa mendasari gejala BAB berbusa yang Anda alami adalah pankreatitis. Pankreatitis adalah radang kelenjar pankreas yang terbagi menjadi kondisi akut dan kronis. Masalah kesehatan yang satu ini menghalangi kemampuan seseorang untuk mencerna lemak.

Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit di perut bagian atas hingga menyebar ke belakang perut. Peminum alkohol yang cukup berat, batu empedu, kanker pankreas, dan kelainan genetik bisa menjadi penyebab penyakit pankreatitis.

Pankreatitis dapat menyebabkan tinja berbusa yang disertai dengan gejala lainnya seperti:

  • demam,
  • mual dan muntah,
  • denyut jantung lebih cepat dari biasanya, serta
  • perut membengkak.

5. Operasi

Selain masalah kesehatan, prosedur operasi perut juga bisa menyebabkan feses menjadi berbusa. Biasanya operasi ini akan menyebabkan sindrom usus pendek yang bisa menyebabkan seseorang mengalami diare kronis dan busa pada feses. Namun, kondisi ini bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya begitu kondisi tubuh telah pulih.

Penyebab feses berbusa pada bayi

Tak hanya orang dewasa yang bisa mengalami masalah pada feses, bayi juga sering mengalami BAB yang berbusa. Biasanya, bayi yang memiliki busa pada tinjanya menjadi tanda tubuh kelebihan laktosa, yaitu gula yang terkandung di dalam ASI.

ASI terdiri dua bagian, yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk yakni ASI yang keluar saat si kecil mulai mengisap payudara ibu. Sedangkan hindmilk merupakan ASI yang keluar setelah foremilk. Hindmilk cenderung lebih kental dan mengandung lebih banyak kalori dan juga lemak.

Foremilk memiliki lebih sedikit nutrisi dibandingkan dengan hindmilk. Nah, jika bayi terlalu banyak mendapatkan foremilk saat menyusui, tubuh tidak mampu mencerna laktosa sehingga kotoran yang dikeluarkannya mengandung busa.

Jika si kecil sering mengalami feses berbusa, maka usahakan untuk menyusuinya selama 20 menit di satu sisi sebelum beralih ke payudara lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bayi menerima cukup hindmilk untuk mengurangi keberadaan busa pada fesesnya.

Memindahkan bayi dari payudara satu ke payudara lainnya terlalu cepat akan membuat si kecil terlalu banyak mengisap foremilk.

Bagaimana cara mengatasi BAB yang berbusa?

Seperti yang sudah dijelaskan, busa pada tinja bisa didasari oleh berbagai macam penyakit pencernaan. Untuk itu, Anda harus mengetahui terlebih dahulu bila ada penyakit yang Anda derita. Terutama jika feses Anda terus berbusa lebih dari dua kali, maka hal ini menjadi tanda peringatan yang diberikan tubuh untuk Anda sadari. Ditambah lagi, kondisi tersebut disertai dengan:

Setelah mengalami berbagai gejala di atas, tandanya Anda tak perlu lagi menunda-nunda untuk pergi ke dokter. Dari sana, dokter akan menentukan pengobatan apa yang sesuai untuk kondisi Anda.

Bila penyebabnya adalah intoleransi terhadap jenis makanan tertentu, maka harus diketahui terlebih dahulu makanan apa yang bisa menimbulkan gejala BAB berbusa yang Anda alami. Kemudian, sebisa mungkin hindari konsumsinya.

Begitu juga bila penyebabnya adalah penyakit IBS, Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi mengenai menu makan yang tepat. Sebab, beberapa makanan seperti gorengan dapat menimbulkan gas yang akan memperparah gejala yang dirasakan.

Lain lagi bila dalangnya adalah infeksi, dokter akan memberikan obat-obatan berupa antibiotik yang harus diminum rutin dalam jangka waktu tertentu.

Bila Anda masih memiliki pertanyaan dan keluhan lainnya, jangan ragu konsultasikan kepada dokter.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Botulisme

Botulisme adalah kondisi penyakit infeksi bakteri yang menyerang perut. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Labirinitis

DefinisiApa itu labirinitis? Labirinitis (infeksi telinga dalam) adalah radang telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan. Kondisi ini dapat disebut juga dengan neuritis vestibular. Peradangan ...

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Zoonosis, Penyakit Infeksi dari Hewan yang Menular pada Manusia

Zoonosis adalah penyakit infeksi yang berasal dari hewan yang kemudian ditularkan pada manusia. Kenali jenis-jenisnya untuk mencegah penularan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi 4 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Sistiserkosis

Sistiserkosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gastritis adalah radang lambung

Gastritis (Radang Lambung)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ilustrasi nyeri ulu hati, gejala gangguan lambung

Penyebab Utama Nyeri Ulu Hati dan Tips Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
penyakit pes

Penyakit Pes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit