6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat perut kembung atau saat Anda ingin BAB, mungkin Anda sering kentut alias buang angin. Tapi, tahukah Anda sebenarnya bagaimana kentut bisa terjadi? Dari mana asal gas yang berbau tersebut? Dan apa penyebab tubuh kita mengeluarkan kentut?

Sering kali saat kentut mengeluarkan bau yang tidak sedap dan berbunyi, tetapi tidak jarang juga kentut tidak berbau dan tidak ada bunyinya. Bagaimana bisa ada kentut yang bau dan tidak bau?

Apa itu kentut?

Kentut atau dalam bahasa medis disebut dengan flatus adalah proses biologi yang normal, terjadi secara reguler serta rutin dan menjadi hal yang lumrah pada setiap orang. Justru terkadang pada pasien yang melakukan operasi pada bagian sistem pencernaan, kentut menjadi tolak ukur dari kepulihannya.

Kentut biasanya terjadi beberapa kali dalam sehari, dan semakin sering terjadi jika mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung gas. Tetapi rata-rata, seseorang melakukan kentut sebanyak 5 hingga 15 kali dalam sehari. Bahkan, ada orang yang mungkin saja kentut lebih dari 40 kali dalam sehari. Kondisi ini disebut dengan kentut yang berlebihan. Biasanya hal tersebut diakibatkan adanya permasalahan dalam sistem pencernaan.

BACA JUGA: Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Menahan Kentut

Penyebab kentut

Gas yang dikeluarkan melalui kentut dihasilkan dari berbagai hal, termasuk akibat proses pencernaan makanan yang terjadi. Berikut adalah beberapa penyebab yang mengakibatkan tubuh menghasilkan kentut.

1. Menelan udara yang ada di sekitar

Saat Anda menelan makanan dan minuman yang Anda makan, secara tidak sadar Anda juga telah menelan sejumlah udara. Oksigen dan nitrogen yang terdapat dari udara yang ditelan akan diserap tubuh ketika udara berada di usus kecil. Kemudian, sisanya akan dibuang karena dianggap sudah tidak diperlukan tubuh lagi. Biasanya, orang yang sedang cemas dan tertekan akan lebih banyak ‘menelan’ udara, menyebabkan kentut yang lebih sering terjadi.

2. Bagian dari proses pencernaan normal

Ketika makanan dicerna di dalam lambung, lambung akan menghasilkan asam. Kemudian, pankreas akan menetralkan kembali asam lambung agar tidak terlalu asam. Proses ini secara alami menghasilkan gas (karbon dioksida), yang kemudian dibuang melalui kentut.

3. Adanya kegiatan dari bakteri usus

Usus mengandung berbagai jenis bakteri yang berperan dalam mencerna dan menyerap makanan. Bakteri-bakteri ini akan membantu melakukan fermentasi beberapa makanan. Proses fermentasi yang terjadi ini menghasilkan gas sebagai hasil akhirnya. Sebagian gas akan diserap oleh darah dan dialirkan ke paru-paru, namun sebagian lagi akan dibuang dengan cara didorong terus hingga ke saluran cerna yang paling akhir (anus) lewat bentuk kentut.

4. Mengonsumsi makanan tinggi serat

Serat adalah zat yang sangat baik untuk kesehatan sistem pencernaan, namun terlalu banyak mengonsumsi makanan berserat ternyata meningkatkan produksi gas di dalam tubuh. Usus halus tidak bisa dengan mudah memecah dan mencerna serat yang masuk, sehingga menyebabkan bakteri usus harus bekerja lebih keras. Proses ini mengakibatkan bakteri usus menghasilkan lebih banyak gas dan gas-gas tersebut harus dikeluarkan karena akan menyebabkan kembung.

5. Mengalami beberapa kondisi medis

Sembelit, iritasi pada sistem pencernaan, intoleransi laktosa, infeksi pada usus, terdapat gangguan penyerapan zat gizi pada usus halus, dan penyakit kolik, dapat membuat seseorang buang angin lebih seirng.

6. Mengonsumsi beberapa obat

Beberapa jenis obat mengakibatkan peningkatan gas di dalam tubuh, seperti ibuprofen, obat laksatif, obat antijamur, dan obat pengencer darah.

BACA JUGA: 6 Fakta Kesehatan Seputar Buang Angin (Kentut)

Apa yang menyebabkan kentut berbunyi?

Terkadang ada suara kentut yang terdengar kecil, besar, atau bahkan tidak menimbulkan suara sama sekali. Suara kentut ini disebabkan oleh otot dari usus yang berusaha untuk mendorong gas untuk dikeluarkan oleh otot anus. Dorongan yang kuat ini terjadi akibat gas yang terlalu banyak terakumulasi di dalam usus. Oleh karena itu, suara kentut sebenarnya dapat dicegah dengan pengaturan diet yang benar.

Lalu kenapa kentut itu bau?

Bau kentut sebenarnya tergantung dengan apa yang dimakan oleh masing-masing individu. Tidak jarang kentut tidak berbau, sedangkan tetap saja ada kentut yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Bau ini sebenarnya berasal dari proses fermentasi yang dilakukan oleh bakteri usus, dan bau yang muncul tergantung dengan makanan yang dicerna oleh bakteri tersebut. Makanan yang menimbulkan kentut berbau tidak sedap seperti bawang putih, bawang merah, makanan pedas, dan minuman bir.

BACA JUGA: Mendeteksi Kesehatan Tubuh Lewat Kentut

Apakah kita bisa mengurangi jumlah kentut dalam sehari?

Tentu bisa. Kuncinya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan beragam. Makanan yang dikonsumsi dalam jumlah besar berpotensi untuk menghasilkan gas yang terlalu banyak. Sehingga, mengonsumsi makanan dengan porsi yang sesuai adalah jalan keluarnya. Anda juga sebaiknya menghindari beberapa jenis makanan berikut untuk mencegah kentut yang berlebihan:

  • Susu
  • Buah-buahan, seperti apel, aprikot, dan pir.
  • Makanan yang sangat tinggi serat seperti biji-bijijan
  • Berbagai jenis kacang-kacangan, yaitu kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang merah.
  • Jenis sayuran, seperti wortel, kubis, terong, brokoli, dan kembang kol.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Anda bisa mencium bau badan atau wangi parfum yang dipakai orang lain dengan mudah. Tapi kenapa, ya, kita tidak bisa mencium bau badan sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
manfaat minyak kutus kutus

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit