home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Saat perut kembung atau saat Anda ingin BAB, mungkin Anda sering kentut alias buang angin. Tapi, tahukah Anda sebenarnya bagaimana kentut bisa terjadi? Dari mana asal gas yang berbau tersebut? Apa penyebab tubuh kita mengeluarkan kentut?

Sering kali saat kentut mengeluarkan bau yang tidak sedap dan berbunyi, tetapi tidak jarang juga kentut tidak berbau dan tidak ada bunyinya. Bagaimana bisa ada kentut yang bau dan tidak bau?

Apa itu kentut?

Kentut atau dalam bahasa medis disebut dengan flatus adalah proses biologi yang normal, terjadi secara reguler serta rutin dan menjadi hal yang lumrah pada setiap orang. Justru terkadang pada pasien yang melakukan operasi pada bagian sistem pencernaan, kentut menjadi tolak ukur dari kepulihannya.

Kentut biasanya terjadi beberapa kali dalam sehari, dan semakin sering terjadi jika mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung gas. Tetapi rata-rata, seseorang melakukan kentut sebanyak 5 hingga 15 kali dalam sehari. Bahkan, ada orang yang mungkin saja kentut lebih dari 40 kali dalam sehari. Kondisi ini disebut dengan kentut yang berlebihan. Biasanya hal tersebut diakibatkan adanya permasalahan dalam sistem pencernaan.

Penyebab kentut

Gas yang dikeluarkan melalui kentut dihasilkan dari berbagai hal, termasuk akibat proses pencernaan makanan yang terjadi. Berikut adalah beberapa penyebab yang mengakibatkan tubuh menghasilkan kentut.

1. Menelan udara yang ada di sekitar

Saat Anda menelan makanan dan minuman yang Anda makan, secara tidak sadar Anda juga telah menelan sejumlah udara. Oksigen dan nitrogen yang terdapat dari udara yang ditelan akan diserap tubuh ketika udara berada di usus kecil. Kemudian, sisanya akan dibuang karena dianggap sudah tidak diperlukan tubuh lagi. Biasanya, orang yang sedang cemas dan tertekan akan lebih banyak ‘menelan’ udara, menyebabkan kentut yang lebih sering terjadi.

2. Bagian dari proses pencernaan normal

Ketika makanan dicerna di dalam lambung, lambung akan menghasilkan asam. Kemudian, pankreas akan menetralkan kembali asam lambung agar tidak terlalu asam. Proses ini secara alami menghasilkan gas (karbon dioksida), yang kemudian dibuang melalui kentut.

3. Adanya kegiatan dari bakteri usus

Usus mengandung berbagai jenis bakteri yang berperan dalam mencerna dan menyerap makanan. Bakteri-bakteri ini akan membantu melakukan fermentasi beberapa makanan. Proses fermentasi yang terjadi ini menghasilkan gas sebagai hasil akhirnya. Sebagian gas akan diserap oleh darah dan dialirkan ke paru-paru, namun sebagian lagi akan dibuang dengan cara didorong terus hingga ke saluran cerna yang paling akhir (anus) lewat bentuk kentut.

4. Mengonsumsi makanan tinggi serat

Serat adalah zat yang sangat baik untuk kesehatan sistem pencernaan, namun terlalu banyak mengonsumsi makanan berserat ternyata meningkatkan produksi gas di dalam tubuh. Usus halus tidak bisa dengan mudah memecah dan mencerna serat yang masuk, sehingga menyebabkan bakteri usus harus bekerja lebih keras. Proses ini mengakibatkan bakteri usus menghasilkan lebih banyak gas dan gas-gas tersebut harus dikeluarkan karena akan menyebabkan kembung.

5. Mengalami beberapa kondisi medis

Sembelit, iritasi pada sistem pencernaan, intoleransi laktosa, infeksi pada usus, terdapat gangguan penyerapan zat gizi pada usus halus, dan penyakit kolik, dapat membuat seseorang buang angin lebih seirng.

6. Mengonsumsi beberapa obat

Beberapa jenis obat mengakibatkan peningkatan gas di dalam tubuh, seperti ibuprofen, obat laksatif, obat antijamur, dan obat pengencer darah.

Apa yang menyebabkan kentut berbunyi?

Terkadang ada suara kentut yang terdengar kecil, besar, atau bahkan tidak menimbulkan suara sama sekali. Suara kentut ini disebabkan oleh otot dari usus yang berusaha untuk mendorong gas untuk dikeluarkan oleh otot anus. Dorongan yang kuat ini terjadi akibat gas yang terlalu banyak terakumulasi di dalam usus. Oleh karena itu, suara kentut sebenarnya dapat dicegah dengan pengaturan diet yang benar.

Lalu kenapa kentut itu bau?

Bau kentut sebenarnya tergantung dengan apa yang dimakan oleh masing-masing individu. Tidak jarang kentut tidak berbau, sedangkan tetap saja ada kentut yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Bau ini sebenarnya berasal dari proses fermentasi yang dilakukan oleh bakteri usus, dan bau yang muncul tergantung dengan makanan yang dicerna oleh bakteri tersebut. Makanan yang menimbulkan kentut berbau tidak sedap seperti bawang putih, bawang merah, makanan pedas, dan minuman bir.

Apakah kita bisa mengurangi jumlah kentut dalam sehari?

Tentu bisa. Kuncinya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan beragam. Makanan yang dikonsumsi dalam jumlah besar berpotensi untuk menghasilkan gas yang terlalu banyak. Sehingga, mengonsumsi makanan dengan porsi yang sesuai adalah jalan keluarnya. Anda juga sebaiknya menghindari beberapa jenis makanan berikut ini untuk mencegah kentut yang berlebihan.

  • Susu,
  • Buah-buahan, seperti apel, aprikot, dan pir,
  • Makanan yang sangat tinggi serat seperti biji-bijijan,
  • Berbagai jenis kacang-kacangan, yaitu kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang merah, dan
  • Jenis sayuran, seperti wortel, kubis, terong, brokoli, dan kembang kol.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Better Health Channel, (2016). [online] Available at: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/flatulence  [Accessed 13 Dec. 2016].

Jay W. Marks, M. (2016). Intestinal Gas: Facts About Belching, Farting, and Bloating. [online] MedicineNet. Available at: http://www.medicinenet.com/intestinal_gas_belching_bloating_flatulence/article.htm  [Accessed 13 Dec. 2016].

Nhs.uk. (2016). Flatulence – Causes – NHS Choices. [online] Available at: http://www.nhs.uk/Conditions/Flatulence/Pages/Causes.aspx  [Accessed 13 Dec. 2016].

Nhs.uk. (2016). Flatulence – NHS Choices. [online] Available at: http://www.nhs.uk/Conditions/Flatulence/Pages/Introduction.aspx  [Accessed 13 Dec. 2016].

Robertson, S. (2016). Flatulence Physiology. [online] News-Medical.net. Available at: http://www.news-medical.net/health/Flatulence-Physiology.aspx  [Accessed 13 Dec. 2016].

WebMD. (2016). That’s Embarrassing: Gas, Bloating, Belching. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/digestive-disorders/features/embarrassing-conditions#1  [Accessed 13 Dec. 2016].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 11/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x