Gastroenteritis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Definisi

Apa itu gastroenteritis?

Gastroenteritis atau muntaber adalah peradangan pada lapisan usus yang umumnya disebabkan oleh infeksi. Sejumlah orang juga menyebut gangguan pencernaan ini dengan flu perut atau muntaber (muntah dan berak). 

Penyebab flu perut umumnya infeksi virus, tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri atau parasit. Gejala gastroenteritis hampir mirip dengan diare atau keracunan makanan

Penyebaran infeksi penyakit ini terjadi lewat makanan atau air yang terkontaminasi, dan berkontak dengan orang yang terinfeksi. Keluhan utama akibat flu perut adalah dehidrasi ketika terlalu banyak cairan tubuh yang terbuang akibat muntah dan diare.

Seberapa umum kondisi ini? 

Gastroenteritis adalah gangguan pencernaan yang bisa terjadi pada siapa saja. Meski begitu, anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun yang lemah lebih berisiko mengalami muntaber. 

Dilansir dari Cleveland Clinic, sekitar 3 hingga 5 miliar masyarakat di dunia mengalami diare akut akibat flu perut per tahun. Hal ini yang membuat flu perut menjadi cukup umum terjadi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gastroenteritis?

Gejala utama dari muntaber adalah diare. Diare terjadi akibat usus besar terinfeksi, sehingga tidak mampu menahan cairan di perut. Akibatnya, feses pun menjadi encer. 

Tidak hanya diare, ada berbagai gejala flu perut lainnya yang perlu Anda waspadai, meliputi: 

  • sakit perut atau kram perut, 
  • demam dan tubuh berkeringat, 
  • mual dan muntah,
  • berat badan menurun, 
  • sulit menahan diri untuk tidak BAB (inkontinensia feses), 
  • nyeri otot dan sendi, dan
  • kulit terasa lembap. 

Gejala dari muntaber dapat terjadi 1 – 3 hari setelah terinfeksi dan bisa berlangsung selama 1 – 2 hari atau lebih. Namun, tanda dan gejala gastroenteritis tergantung pada penyebabnya. 

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Sebenarnya, cara mengobati gastroenteritis cukup sederhana, yakni dengan melakukan perawatan di rumah. Walaupun demikian, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter, terutama ketika mengalami gejala seperti: 

  • BAB terus menerus dalam 24 jam, 
  • BAB berdarah, 
  • muntah berkepanjangan lebih dari 2 hari atau muntah darah, 
  • dehidrasi, dan 
  • demam tinggi. 

Gejala muntaber pada bayi dan anak

Sementara pada bayi dan anak kecil, Anda perlu menghubungi dokter ketika mereka mengalami kondisi seperti: 

  • demam tinggi lebih dari 38°C, 
  • rewel dan menangis terus, 
  • tampak lemas atau lemah, 
  • BAB berdarah
  • dehidrasi, 
  • muntah lebih dari beberapa jam, 
  • tidak buang air kecil dalam 6 jam, dan
  • perubahan jam tidur. 

Jika Anda atau anak memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikan ke  dengan dokter. Tubuh masing-masing orang merespons suatu infeksi berbeda-beda, jadi gejala yang dirasakan setiap orang tidak selalu sama.

Penyebab

Apa saja penyebab muntaber? 

Penyebab utama gastroenteritis adalah infeksi virus dan bakteri. Keduanya dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman terkontaminasi. 

Muntaber juga bisa menular ketika Anda terus berinteraksi dengan orang yang terinfeksi, terutama menggunakan peralatan yang sama, seperti gelas dan sendok. 

Lebih jelasnya, virus atau bakteri yang dapat menginfeksi usus besar, antara lain:

Norovirus

Norovirus adalah penyebab muntaber yang paling sering terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Penyebaran virus ini dapat terjadi melalui keluarga, teman, atau perkumpulan dengan orang yang terinfeksi di dalamnya. 

Rotavirus

Dibandingkan dengan orang dewasa, rotavirus lebih sering menyebabkan muntaber pada anak-anak. Virus ini biasanya masuk ke tubuh anak ketika mereka memasukkan jari atau mainan yang terkontaminasi ke dalam mulut. 

Orang dewasa yang terinfeksi rotavirus biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun, mereka masih dapat menularkan virusnya ke orang lain. 

Bakteri

Selain virus, penyebab flu perut lainnya adalah infeksi bakteri. Ada sejumlah jenis bakteri yang dapat menyebabkan gastroenteritis, antara lain: 

  • Yersinia, bakteri yang ada dalam daging babi,
  • Staphylococcus dan salmonella, bakteri yang ada pada produk susu tanpa proses pemanasan, daging, atau telur mentah,
  • Shigella, bakteri yang sering ditemukan di kolam renang,
  • Campylobacter, bakteri ditemukan dalam daging ayam, burung, atau bebek mentah, dan
  • E. coli, bakteri ditemukan dalam daging sapi mentah dan salad. 

Faktor-faktor risiko

Apa faktor yang dapat meningkatkan risiko saya terkena kondisi ini? 

Selain penyebab, ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang jadi rentan mengalami flu perut, di antaranya:

  • bayi, anak-anak dan, lansia karena memiliki sistem imun yang lemah, 
  • sistem imun lemah, terutama pengidap HIV/AIDS atau menjalani kemoterapi,
  • tinggal di daerah dengan sanitasi air yang buruk, 
  • tinggal di area dengan populasi tinggi, 
  • berada di penitipan anak atau sekolah asrama, dan 
  • wisatawan

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari gastroenteritis?

Bila tidak ditangani dengan tepat, gastroenteritis dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti: 

  • dehidrasi
  • tidak mampu mengontrol pergerakan usus, 
  • gagal ginjal
  • perdarahan usus yang berujung pada anemia, dan
  • kematian. 

Obat & Pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini? 

Pada saat Anda berkonsultasi dengan dokter terkait muntaber, dokter akan menanyakan berbagai gejala yang dirasakan. Selain gejala, dokter juga akan memeriksa riwayat kesehatan Anda. 

Banyaknya gangguan pencernaan yang memicu gejala serupa dengan flu perut, membuat dokter merekomendasikan pemeriksaan tambahan, yaitu:

Baik sampel darah maupun feses nantinya akan diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi penyebab muntaber, apakah virus atau bakteri. 

Apa saja pilihan pengobatan gastroenteritis?

Pada dasarnya, pengobatan gastroenteritis dapat dilakukan di rumah. Hanya saja, beberapa pasien, seperti bayi dan anak-anak, mungkin memerlukan perawatan khusus dari dokter. 

Minum obat yang dijual bebas

Sementara itu, dokter mungkin akan merekomendasikan obat-obatan yang dijual bebas tanpa resep untuk orang dewasa, seperti: 

Kedua obat ini bertujuan mengobati muntaber akibat infeksi virus. Akan tetapi, obat-obatan gastroenteritis ini tidak dianjurkan untuk bayi, anak, ibu hamil dan menyusui, atau orang dengan penyakit tertentu. 

Itu sebabnya, Anda perlu berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memakai obat. Bila sakit muntaber disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk melawan infeksi di tubuh. 

Selain itu, dokter juga mungkin menganjurkan obat lain untuk meredakan gejala muntaber, seperti demam dan sakit, antara lain: 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi gastroenteritis?

Selain perawatan dari dokter, ada sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan guna mendukung proses penyembuhan muntaber. Berikut ini beberapa cara sederhana mengatasi flu perut yang bisa dilakukan di rumah. 

Tingkatkan asupan cairan

Demi mencegah komplikasi gastroenteritis, Anda perlu meningkatkan asupan cairan dengan lebih banyak minum air. Selain air, Anda juga bisa menggantikan cairan tubuh yang hilang dengan larutan oralit dan minuman dengan kandungan elektrolit. 

Makan sedikit demi sedikit

Salah satu gejala gastroenteritis yang paling sering terjadi adalah merasa mual dan muntah. Gejala ini sebenarnya bisa diredakan dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit, tetapi lebih sering. 

Cara mengobati flu perut ini setidaknya mencegah tubuh lemas sekaligus kekurangan nutrisi. 

Tips mengonsumsi makanan saat diare dan muntah, antara lain: 

  • pilih makanan hambar tapi mudah dicerna, seperti bubur, pisang, atau roti, dan
  • hindari produk olahan susu, makanan berlemak atau minuman berkafein.

Lebih banyak beristirahat

Tidak hanya memperhatikan kebiasaan makan dan minum, Anda juga perlu lebih banyak beristirahat. Bagaimana tidak, terlalu sering muntah dan BAB tentu membuat tubuh lemas. 

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk beristirahat selama 1 hingga 3 hari hingga kondisi Anda membaik. 

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah gastroenteritis? 

Flu perut sebenarnya bisa dicegah, asalkan Anda menjalani beberapa kebiasaan di bawah ini. 

Vaksin

Kini telah tersedia vaksin untuk mencegah muntaber. Vaksin gastroenteritis ini biasanya diberikan pada anak-anak berusia satu tahun. Hal ini bertujuan agar tubuh membentuk sistem imun yang lebih kuat dalam rotavirus. Vaksin yang digunakan untuk mengurangi risiko flu perut adalah vaksin rotavirus (Rotatex dan Rotarix). 

Rajin cuci tangan

Menjalani kebiasaan hidup yang bersih dan sehat adalah kunci utama dari pencegahan flu perut. Salah satunya adalah rutin mencuci tangan, terutama setelah dari toilet, makan, hendak menyiapkan makanan, atau melakukan aktivitas di luar rumah. 

Hal ini juga berlaku terutama untuk Anda yang merawat bayi yang mengalami gastroenteritis. Perlu diketahui bahwa virus penyebab muntaber dapat bertahan di feses selama 2 minggu setelah pasien sembuh. 

Usahakan untuk mencuci tangan dengan sabun dan menggosoknya hingga ke sela-sela kuku selama 20 detik. Lalu, bilas dengan air mengalir dan keringkan tangan setelah dicuci. 

Hindari menggunakan barang berbarengan

Bagi Anda yang tinggal di asrama atau ketika anggota keluarga ada yang terkena gastroenteritis, jangan gunakan barang yang sama secara bergantian. Batasi interaksi dengan orang yang sakit, seperti tidak makan di meja yang sama atau tidur di meja yang sama.

Menjaga kebersihan saat bepergian

Ketika Anda melakukan perjalanan ke suatu daerah atau negara, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan. Bukan hanya kebersihan, tapi juga makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah muntaber saat bepergian antara lain: 

  • minum air yang botolnya tertutup rapat dan kemasannya tidak rusak, 
  • hindari minuman dengan es batu, jika saat membelinya di tempat terbuka, 
  • hindari makanan mentah atau dimasak kurang matang, 
  • pastikan membeli makanan di tempat yang bersih, dan 
  • selalu cuci tangan serta siapkan handsanitizer di dalam tas. 

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Anus

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan? Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penyakit Pes

Penyakit pes adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Y. pestis. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berakibat pada kematian.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 6 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Keracunan Makanan

Keracunan makanan adalah gangguan pencernaan umum. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mengobati dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Infeksi Bakteri E. coli

Infeksi bakteri E. coli adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
gastritis adalah radang lambung

Gastritis (Radang Lambung)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit