backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Daun Kemangi, Apa Saja Manfaatnya untuk Kesehatan?

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Risky Candra Swari · Tanggal diperbarui 22/02/2023

Daun Kemangi, Apa Saja Manfaatnya untuk Kesehatan?

Salah satu bahan yang sering dijadikan sebagai lalapan sambal adalah daun kemangi. Tak hanya menawarkan kenikmatan semata, daun ini juga menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Lantas, apa saja kandungan dan manfaat kemangi bagi kesehatan? 

Kandungan daun kemangi

Tanaman kemangi sejatinya merupakan hasil persilangan antara basil biasa (Ocimum basilicum) dan basil amerika (Ocimum americanum). 

Kemangi memiliki aroma jeruk limau yang kuat, sehingga beberapa kalangan menyebutnya sebagai lemon basil.

Tak hanya itu, daun kemangi juga memiliki kandungan gizi yang tidak boleh dilewatkan. 

  • Air: 83,1 gram.
  • Serat: 5,3 gram.
  • Zat besi: 13,9 miligram.
  • Vitamin C: 24 miligram.

Daun ini juga mengandung minyak esensial dengan berbagai macam kandungan, di antaranya linalool, alpha-humulene, pinene, terpinene, terpineol, terpinolene, sabinene, ocimene, geraniol-acetate, eugenol, camphor, dan camphene.

Manfaat daun kemangi untuk kesehatan

Berikut beberapa manfaat daun lalapan ini untuk kesehatan yang sayang Anda lewatkan.

1. Membantu meredakan stres

Dari berbagai macam obat herbal, kemangi adalah salah satu makanan penghilang stres.

Banyak penelitian menemukan bahwa daun ini dapat membantu mengatasi stres fisik, metabolisme, hingga psikologis dengan kombinasi pengobatan yang diresepkan dokter.

Daun ini membantu melindungi organ dan jaringan terhadap stres kimia dari paparan polutan industri, logam berat, aktivitas fisik yang terlalu berat, hingga stres psikologis.

Kemangi juga diketahui membantu melawan stres metabolik dengan cara mengendalikan gula darah, tekanan darah, dan kadar lipid. Khasiat ini berasal dari kandungan yang bersifat anticemas dan antidepresan. 

2. Mengurangi risiko kanker

khasiat daun kemangi

Daun kemangi yang dikonsumsi teratur diketahui membantu mengurangi risiko pembentukan dan pertumbuhan tumor dan kanker hati.

Kandungan flavonoid apigenin bersifat anti-radikal bebas sehingga bisa mencegah terjadinya kerusakan sel-sel tubuh. 

Radikal bebas di dalam tubuh dapat menyebabkan membran dan jaringan sel rusak. Kondisi ini akan meningkatkan berbagai risiko penyakit degeneratif, salah satunya kanker. 

Namun, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi manfaat daun kemangi sebagai agen antitumor dan antikanker.

3. Mencegah demam berdarah

Penelitian yang diterbitkan Journal of Agromedicine and Medical Sciences (2017) menunjukkan bahwa ekstrak daun ini bisa dijadikan sebagai insektisida alami. 

Ekstrak daun kemangi dibuat menjadi obat nyamuk bakar untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti atau nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD). 

Kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan dalam daun ini diketahui bersifat racun bagi nyamuk. Namun, efektivitas insektisida alami dari ekstrak ini masih lebih rendah ketimbang produk insektisida pabrikan. 

4. Mempercepat penyembuhan luka

Flavonoid pada daun ini bersifat antioksidan sehingga bisa menangkal radikal bebas. Radikal bebas diketahui merusak sel-sel tubuh sehingga menghambat penyembuhan luka.

Terlebih, studi terbitan Indian Journal of Experimental Biology (2010) mengamati pemberian ekstrak daun kemangi dan petroleum jelly  250 mg/kg berat badan selama 20 hari membantu menutup luka lebih cepat daripada mengoles petroleum jelly saja. 

Namun, penelitian ini masih dilakukan pada tikus sehingga masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

5. Menjaga kesehatan saluran pencernaan

manfaat daun kemangi basil

Manfaat daun kemangi bisa mengurangi risiko tukak lambung. Hal ini disebabkan kemangi berpotensi mempercepat penyembuhan luka. 

Selain itu, daun ini berkhasiat meningkatkan lapisan lendir pelindung lambung dan menghambat keluarnya cairan asam lambung.

Oleh karena itu, iritasi lambung hingga risiko mengalami tukak pun berkurang. Lagi-lagi, penelitian yang menguji manfaat ini baru dilakukan pada tikus sehingga membutuhkan pembuktian lebih lanjut. 

Selain itu, daun ini kaya akan serat yang memperlancar pencernaan.

6. Meningkatkan kekebalan tubuh

Daun kemangi mengandung beberapa zat gizi yang penting untuk menjaga fungsi dan pertumbuhan sel-sel imun, seperti vitamin C dan zat besi. 

Vitamin C merangsang sel-sel darah putih agar bisa menghentikan sumber infeksi dan membunuh kuman. Kecukupan zat besi juga meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi. 

Meski begitu, sebagian besar studi yang menguji khasiat vitamin C dan zat besi ini menggunakan sediaan suplemen, bukan konsumsi daun secara langsung.

7. Mengurangi bau mulut

Manfaat daun kemangi yang wangi ini membantu menghilangkan bau mulut

Kandungan eugenol membantu melawan mikroorganisme penyebab bau mulut, seperti Staphylococcus aureus, Klebsiella, dan Escherichia coli.

Selain itu, kandungan saponin, flavonoid, triterpenoid, dan tanin bisa menghilangkan bakteri di permukaan gigi dan air liur. Karena manfaat ini, daun kemangi juga bisa mengurangi plak dan radang gusi.

Tes alergi tanaman herbal

 
  • Oles daun atau ekstraknya di bagian siku dalam atau lengan atas, biarkan seharian.
  • Ulangi pemakaian selama 7 – 10 hari.
  • Bila tidak ada reaksi, gunakan seperti biasa.
  • Jika timbul rasa perih, merah, atau gatal, bersihkan kulit  dengan sabun lembut. Segera hentikan pemakaian.

Perbedaan daun kemangi dan basil

Daun kemangi adalah tanaman rempah penyegar (tonikum) yang masih satu keluarga dengan daun basil atau daun mint

Tak heran jika daun basil dan kemangi sekilas terlihat mirip. Meski sering dibilang mirip, daun memiliki bentuk yang berbeda.

Basil cenderung memiliki tekstur yang lebih tebal dengan daun yang berukuran lebih besar dan gemuk, berbeda dengan kemangi yang daunnya lebih tipis dan memanjang. 

Selain itu, kemangi memiliki aroma khas yang kuat seperti limau.

Ada berbagai khasiat daun kemangi yang menjanjikan. Namun, sebagian besar studi masih diuji pada hewan. Untuk itu, keampuhannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Bila Anda menggunakan minyak esensial kemangi, selalu campur dengan minyak pelarut atsiri untuk mencegah iritasi.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Risky Candra Swari · Tanggal diperbarui 22/02/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan