home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Manfaat Daun Kemangi bagi Kesehatan, Tak Hanya Nikmat Sebagai Lalapan

3 Manfaat Daun Kemangi bagi Kesehatan, Tak Hanya Nikmat Sebagai Lalapan

Daun kemangi yang memiliki rasa segar sering dijadikan sebagai lalapan sambal atau bahan campuran hidangan lainnya. Tak hanya menawarkan kenikmatan semata, daun kemangi juga menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan, lho. Lantas, apa saja kandungan dan manfaat kemangi bagi kesehatan? Cari tahu jawaban pada ulasan di bawah ini.

Kandungan nutrisi dalam daun kemangi

kandungan kemangi

Tanaman kemangi sejatinya merupakan hasil persilangan antara basil biasa (Ocimum basilicum) dan basil amerika (Ocimum americanum). Kemangi memiliki aroma jeruk limau yang kuat, sehingga beberapa kalangan juga menyebutnya sebagai lemon basil.

Orang Indonesia sudah sangat akrab dengan daun kemangi. Daun ini sering bisa langsung dijadikan lalapan atau digunakan dalam berbagai olahan, seperti pepes. Selain rasanya enak, aroma daun kemangi juga segar. Jika Anda mengolahnya dengan tepat, daun kemangi bisa jadi kudapan yang nikmat.

Tak hanya itu saja, daun kemangi juga memiliki kandungan nutrisi yang tidak boleh dilewatkan. Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI), 100 gram daun kemangi segar mengandung:

  • Air: 83,1 gram
  • Kalori: 62 kkal
  • Protein: 4,0 gram
  • Lemak: 0,5 gram
  • Karbohidrat: 10,5 gram
  • Serat: 5,3 gram
  • Kalsium: 122 miligram
  • Fosfor: 16 milligram
  • Zat besi: 13,9 miligram
  • Natrium: 3 miligram
  • Kalium: 650,6 miligram
  • Tembaga: 0,4 miligram
  • Seng: 0,7 miligram
  • Retinol (Vit. A): 0,0 mikrogram
  • Beta karoten: 4,112 mikrogram
  • Thiamin (Vit. B1): 0,5 miligram
  • Riboflavin (Vit. B2): 0,1 miligram
  • Niacin (Vit. B3): 0,2 miligram
  • Vitamin C: 24 miligram

Manfaat daun kemangi untuk kesehatan

Kandungan antioksidan alami dalam daun kemangi dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Beberapa manfaat daun kemangi untuk kesehatan yang sayang untuk Anda lewatkan antara lain sebagai berikut ini.

1. Membantu meredakan stres

Dari berbagai macam herbal yang digunakan dalam pengobatan tradisional, kemangi adalah salah satu yang paling banyak diakui khasiatnya.

Banyak penelitian menemukan bahwa daun ini dapat membantu mengatasi stres fisik, metabolisme, hingga psikologis dengan kombinasi pengobatan yang diresepkan dokter.

Daun ini diketahui dapat membantu melindungi organ dan jaringan terhadap stres kimia dari paparan polutan industri, logam berat, aktivitas fisik yang terlalu berat, hingga tekanan psikologis.

Kemangi juga diketahui dapat membantu melawan stres metabolik dengan cara mengendalikan gula darah, tekanan darah, dan kadar lipid karena memiliki sifat antianxiety (anticemas) dan antidepresan.

2. Menangkal radikal bebas

Radikal bebas adalah senyawa kimia yang bersifat tidak stabil dan reaktif. Anda bisa terpapar radikal bebas dari makanan, obat-obatan, aktivitas sehari-hari, hingga paparan polusi. Jika radikal bebas dibiarkan menumpuk di dalam tubuh, tentu hal ini akan menjadi masalah.

Menurut Harvard School of Public Health, reaksi kimia yang dilakukan oleh radikal bebas di dalam tubuh dapat menyebabkan membran dan jaringan sel rusak. Kondisi ini akan meningkatkan berbagai risiko penyakit degeneratif, salah satunya kanker.

Kandungan flavonoid pada daun kemangi, yaitu apigenin dapat digunakan sebagai antiradikal bebas. Menggunakan daun ini secara teratur diketahui dapat membantu mengurangi risiko seseorang terkena neoplasma (pembentukan dan pertumbuhan tumor) dan kanker hati.

Namun masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi manfaat daun kemangi sebagai agen antitumor dan antikanker.

3. Mencegah demam berdarah

Seiring dengan kasus demam berdarah yang kian mewabah, ada salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penularan infeksi penyakit tersebut.

Penelitian yang diterbitkan Journal of Agromedicine and Medical Sciences menunjukkan bahwa ekstrak daun ini bisa dijadikan sebagai insektisida dalam sediaan obat nyamuk bakar untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri dalam daun ini diketahui bersifat racun bagi nyamuk. Tentu saja, efektivitas insektisida alami dari ekstrak daun kemangi ini masih lebih rendah ketimbang produk insektisida pabrikan.

Walaupun begitu, potensi daun kemangi ini bisa jadi pertimbangan Anda mengusir serangga secara alami di rumah. Hal ini juga memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas kandungan di dalamnya.

4. Manfaat daun kemangi lainnya

Selain yang sudah disebutkan di atas, daun ini juga diklaim memiliki manfaat lainnya bagi kesehatan tubuh Anda, seperti:

Akan tetapi, berbagai manfaat daun kemangi ini masih belum benar-benar terbukti secara klinis. Masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi berbagai temuan tersebut.

Mengenal perbedaan daun kemangi dan basil

basil adalah

Daun kemangi adalah tanaman rempah penyegar (tonikum) yang masih satu keluarga dengan daun basil atau daun mint. Tak heran jika daun basil dan kemangi sekilas terlihat mirip. Meski sering dibilang mirip, daun basil dan kemangi memiliki penampakan yang berbeda.

Basil cenderung memiliki tekstur yang lebih tebal dengan daun yang berukuran lebih besar dan gemuk. Berbeda dengan kemangi yang memiliki bentuk daun lebih tipis dan memanjang. Selain itu, kemangi juga memiliki aroma khas yang kuat seperti limau.

Daun basil biasa digunakan untuk menambah rasa pada pasta, berbagai olahan ikan, atau salad yang sering disajikan dalam kuliner Italia. Sementara kemangi umum digunakan masyarakat Indonesia sebagai lalapan serta tambahan bumbu pepes atau nasi bakar.

Tips mengolah daun kemangi jadi makanan lezat

Selain nikmat dikonsumsi mentah, daun kemangi juga bisa diolah jadi berbagai jenis masakan, lho. Ingat juga, sebelum mengolah daun kemangi buang bagian yang rusak lalu cuci bersih dengan air mengalir.

Soal rasa tentu tak usah ditanyakan lagi, karena olahan daun kemangi sudah pasti sedap dan bikin Anda tambah selera makan. Berikut resep nasi bakar teri kemangi yang wajib Anda coba di rumah.

Resep nasi bakar teri kemangi

Bahan untuk nasi bakar

  • 250 gram beras merah, dicuci bersih
  • 120 gram santan kelapa murni
  • 3 lembar daun salam
  • 2 ruah sereh, memarkan
  • 5 siung bawang putih
  • 5 siung bawang merah
  • 2 sdm minyak zaitun
  • Garam secukupnya
  • Cabe merah/rawit sesuai selera
  • Tusuk gigi/sapu lidi yang sudah dipotong kecil secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Daun pisang secukupnya, diuap sebentar agar daun tidak kaku

Bahan untuk tumis teri

  • 200 gram teri kecil tawar, rendam agar tidak terlalu asing
  • 4 ikat daun kemangi
  • 3 siung bawang putih, cacah halus
  • 5 siung bawang merah, cacah halus
  • 1 buah sereh
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • Cabai, jenis dan banyaknya sesuai selera
  • Gula secukupnya
  • Garam secukupnya

Cara menumis teri

  • Panaskan wajan lalu tumis ikan teri hingga matang atau agak kering. Angkat dan tiriskan.
  • Di wajan yang sama, tumis bawang merah, bawang putih, dan cabai sampai harum.
  • Masukkan teri ke dalam wajan, aduk-aduk agar merata.
  • Tambahkan daun salam, sereh, gram, daun jeruk, dan gula. Icip rasa, lalu angkat tumis teri tersebut.

Cara membuat nasi bakar

  • Haluskan bawang merah, bawang putih, dan cabe merah menggunakan ulekan atau blender.
  • Panaskan wajan lalu tumis bumbu halus tersebut bersama dengan daun salam dan sereh. Tunggu beberapa saat hingga aroma bumbu terasa wangi.
  • Masukkan beras merah yang sudah dicuci bersih ke dalam wajan. Tambahkan garam dan santan. Tumis sebentar.
  • Pindahkan beras merah yang sudah ditumis tadi ke dalam penanak nasi (rice cooker).
  • Masukkan air secukupnya dan masak sampai matang.
  • Jika nasi sudah matang, campurkan tumisan teri tadi dan daun kemangi.
  • Setelah itu, bungkus nasi dengan daun pisang. Agar rapi dan tidak mudah lepas, gunakan tusuk gigi/lidi untuk mengunci daun pisang.
  • Siapkan arang atau Anda juga memanggangnya di atas teflon panas.
  • Panggang menggunakan api kecil. Tunggu beberapa menit sampai daun pisang terlihat layu dan agak gosong.
  • Nasi bakar siap disantap. Anda bisa membuat sambal agar semakin nikmat.
  • Santap nasi bakar selagi hangat.

Nah, jadi makin tak sabar ingin mencoba, ‘kan? Namun, perhatikan porsi makan Anda. Jangan sampai karena terlalu enak, porsi makan Anda jadi tak terkendali. Makanlah secukupnya, ya!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cohen M. M. (2014). Tulsi – Ocimum sanctum: A herb for all reasons. Journal of Ayurveda and integrative medicine, 5(4), 251–259. https://doi.org/10.4103/0975-9476.146554 

Pattanayak, P., Behera, P., Das, D., & Panda, S. K. (2010). Ocimum sanctum Linn. A reservoir plant for therapeutic applications: An overview. Pharmacognosy reviews, 4(7), 95–105. https://doi.org/10.4103/0973-7847.65323 

Chiang, L., Ng, L., Cheng, P., Chiang, W., & Lin, C. (2005). Antiviral activities of extracts and selected pure constituents of Ocimum basilicum. Clinical And Experimental Pharmacology And Physiology, 32(10), 811-816. https://doi.org/10.1111/j.1440-1681.2005.04270.x  

Ramayanti, I., Layal, K., & Pratiwi, P. (2017). Effectiveness Test of Basil Leaf (Ocimum basilicum) Extract As Bioinsecticide In Mosquito Coil to Mosquito Aedes aegypti Death. Journal Of Agromedicine And Medical Sciences, 3(2), 6. https://doi.org/10.19184/ams.v3i2.5063 

Ramar, M., Manonmani, P., Arumugam, P., Kamala Kannan, S., Raskin Erusan, R., Baskaran, N., & Murugan, K. (2017). Nano-insecticidal formulations from essential oil (Ocimum sanctum) and fabricated in filter paper on adult of Aedes aegypti and Culex quinquefasciatus. Journal of Entomology and Zoology Studies 2017; 5(4): 1769-1774. https://www.entomoljournal.com/archives/2017/vol5issue4/PartW/5-4-138-804.pdf 

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Hukor.kemkes.go.id. (2019). Retrieved 04 March 2021, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. Panganku.org. (2021). Retrieved 04 March 2021, from http://www.panganku.org

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 03/03/2019
x