home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Cara Sederhana untuk Memelihara Kesehatan Lambung

9 Cara Sederhana untuk Memelihara Kesehatan Lambung

Ketika mendengar istilah ‘asam lambung’, Anda mungkin lebih familiar dengan sakit maag. Ternyata, asam lambung bermanfaat bagi sistem pencernaan. Anda dapat terhindar dari gangguan terkait asam lambung dengan cara memelihara kesehatan lambung.

Manfaat asam lambung bagi tubuh

anatomi dan fungsi lambung

Sistem pencernaan mencerna dan mengolah makanan yang Anda konsumsi menjadi bentuk yang lebih kecil. Proses ini tidak hanya menggunakan gerakan otot lambung, tapi juga melibatkan enzim-enzim pencernaan dan asam lambung.

Asam lambung merupakan cairan asam yang dihasilkan oleh sel-sel dinding lambung. Cairan ini memiliki empat kegunaan utama di bawah ini.

  • Memecahkan protein untuk dicerna lebih lanjut di dalam usus halus.
  • Mengaktifkan pepsin, yaitu enzim untuk mencerna protein menjadi peptida.
  • Sebagai penanda bahwa makanan dapat bergerak dari lambung menuju usus halus serta memberitahu pankreas untuk mengeluarkan enzim.
  • Membunuh bakteri dalam makanan sehingga mencegah terjadinya infeksi.

Jika kesehatan lambung Anda terjaga dan produksi asam lambung seimbang, proses pencernaan pun tentu berjalan dengan lancar. Keberadaan asam akan memudahkan penguraian makanan sehingga tubuh dapat menyerap zat gizi dengan optimal.

Sebaliknya, asam lambung yang tidak seimbang dapat menimbulkan gejala gangguan pencernaan. Gejala yang paling umum yaitu sakit perut, nyeri pada ulu hati, mual, perut kembung, dan keluhan sejenisnya yang dikenal sebagai maag.

Cara memelihara kesehatan lambung

cara memelihara kesehatan lambung

Di bawah ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menjaga lambung tetap sehat.

1. Memerhatikan jam makan

Banyaknya aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari mungkin membuat Anda telat makan. Padahal, salah satu pemicu tingginya asam lambung adalah pola makan yang tidak teratur.

Oleh karena itu, usahakan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam pada jam yang sama. Jika Anda ingin makan pada malam hari, makanlah 3 – 4 jam sebelum tidur untuk mencegah asam lambung naik akibat posisi tubuh yang berbaring.

2. Makan makanan alami

Banyak dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari merupakan hasil pemrosesan. Menurut sebuah studi dalam jurnal Inflammatory Bowel Disease, konsumsi makanan hasil pemrosesan berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan pencernaan.

Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi makanan alami yang kaya zat gizi dapat melindungi lambung dari berbagai penyakit pencernaan. Inilah mengapa Anda perlu memperbanyak makanan alami dalam menu harian Anda.

3. Makan dengan porsi kecil

Saat Anda makan dalam porsi besar, makanan yang masuk dalam jumlah besar akan membuat otot lambung meregang. Hal ini dapat memberikan tekanan berlebih pada lambung sehingga muncullah keluhan perut begah, sakit perut, atau heartburn.

Menyesuaikan porsi makan ternyata bisa menjadi cara untuk memelihara kesehatan lambung. Cobalah mengganti porsi makan yang tadinya tiga kali sehari menjadi 4 – 5 kali dengan porsi yang lebih kecil. Ini akan membuat kerja lambung menjadi ringan.

4. Mengelola stres dengan baik

Stres merupakan salah satu pemicu penyakit GERD. Ini karena stres bisa menurunkan produksi hormon prostaglandin. Hormon ini berfungsi melapisi dinding lambung untuk melindunginya dari asam lambung yang bersifat mengikis.

Stres memang tidak dapat dihindari, tapi Anda bisa mengelolanya dengan beragam cara. Coba lakukan teknik pernapasan, meditasi, atau alihkan stres Anda dengan hal yang Anda sukai. Bila perlu, Anda pun bisa menjalani terapi dengan seorang psikolog.

Hati-hati, Sering Cemas dan Gelisah Bikin Maag Gampang Kambuh

5. Minum air, tapi jangan terlalu banyak

Walaupun terdengar sederhana, minum air ternyata dapat membantu Anda menjaga kesehatan lambung. Air memiliki pH (tingkat keasaman) yang netral. Minum air akan membantu menetralkan pH lambung saat produksi asam sedang tinggi-tingginya.

Namun, jangan pula minum air terlalu banyak dalam waktu yang singkat. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam lambung sehingga memicu naiknya asam lambung. Minumlah segelas air setelah makan dan ikuti anjuran minum dalam sehari.

6. Membatasi asupan alkohol dan kafein

Alkohol dan kafein merupakan stimulan yang dapat memengaruhi fungsi lambung. Asam yang tinggi pada kopi juga dapat menghambat penutupan otot sfingter kerongkongan. Padahal, otot ini seharusnya menutup saat Anda tidak sedang menelan makanan.

Bila sfingter tidak menutup, asam lambung dapat mengalir naik ke kerongkongan dan menyebabkan gejala maag. Jika kondisi ini terjadi berulang kali, inilah yang disebut sebagai penyakit refluks asam lambung alias GERD.

7. Tidak merokok

Kebiasaan merokok dan penggunaan produk tembakau berdampak buruk terhadap kesehatan lambung. Ini karena nikotin yang terdapat di dalam rokok atau produk tembakau dapat melemaskan otot sfingter kerongkongan.

Seperti halnya konsumsi alkohol dan kafein, hal ini bisa menyebabkan asam lambung mengalir naik ke kerongkongan. Tak hanya menimbulkan gejala maag, asam lambung yang sering naik juga bisa mengakibatkan radang pada kerongkongan (esofagitis).

Fungsi Kerongkongan (Esofagus) dan Penyakit yang Menyerangnya

8. Mengurangi tekanan pada perut

Tekanan pada perut dapat menekan lambung sehingga menyebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Untuk mengurangi tekanan berlebih pada lambung, Anda dapat melakukan hal berikut.

  • Tidak langsung berbaring setelah makan. Jika Anda ingin berbaring, tunggulah setidaknya 2 – 3 jam setelah makan.
  • Mengendurkan ikat pinggang, kancing baju, atau celana setelah makan dalam porsi besar.
  • Saat mengangkat barang, usahakan untuk menekuk lutut agar perut tidak tertekuk.

9. Meninggikan posisi tubuh

Saat tidur, tinggikan posisi tubuh Anda sekitar 15 – 20 cm dengan meletakkan bantal di bawah punggung. Sebisa mungkin, gunakanlah penyangga khusus yang lebih padat dibandingkan tumpukan bantal.

Meninggikan posisi tubuh ketika tidur akan mencegah aliran balik asam lambung ke kerongkongan. Ingatlah bahwa Anda sebaiknya juga menghindari kebiasaan makan sebelum tidur dan berbaring setelah makan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

GERD: Controlling Heartburn by Changing Your Habits. (2019). Retrieved 5 February 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/ut1339

GERD (Chronic Acid Reflux): Prevention. (2019). Retrieved 5 February 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17019-gerd-or-acid-reflux-or-heartburn-overview/prevention

Your Digestive System: 5 Ways to Support Gut Health. (2021). Retrieved 5 February 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/your-digestive-system-5-ways-to-support-gut-health

10 tips for a healthier gut. (2021). Retrieved 5 February 2021, from https://www.piedmont.org/living-better/10-tips-for-a-healthier-gut

Viladomiu, M., Hontecillas, R., Yuan, L., Lu, P., & Bassaganya-Riera, J. (2013). Nutritional protective mechanisms against gut inflammation. The Journal of nutritional biochemistry, 24(6), 929–939. https://doi.org/10.1016/j.jnutbio.2013.01.006

Dixon, L. J., Kabi, A., Nickerson, K. P., & McDonald, C. (2015). Combinatorial effects of diet and genetics on inflammatory bowel disease pathogenesis. Inflammatory bowel diseases, 21(4), 912–922. https://doi.org/10.1097/MIB.0000000000000289

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati Diperbarui 06/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x