11 Minuman Pelancar BAB yang Patut Anda Coba

    11 Minuman Pelancar BAB yang Patut Anda Coba

    Selain obat-obatan dari dokter, ada banyak cara alami untuk mengobati sembelit yang bisa Anda coba di rumah, termasuk minum minuman tertentu. Lantas, apa saja jenis minuman yang diklaim sebagai pelancar BAB (buang air besar)?

    Minuman pelancar BAB

    Sembelit (konstipasi) merupakan masalah pencernaan ketika penderitanya mengalami kesulitan untuk buang air besar.

    Hal ini terjadi akibat kotoran atau feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Dalam situasi normal, seseorang akan buang air besar sebanyak 1-3 kali sehari.

    Namun ketika seseorang mengalami gejala sembelit atau susah BAB, Anda akan BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu atau mengalami kesulitan saat BAB (BAB keras).

    Gejala konstipasi cukup mengganggu, mulai dari frekuensi BAB yang berkurang hingga sakit perut.

    Kabar baiknya, Anda bisa minum minuman untuk melancarkan BAB guna meredakan gejala sembelit.

    Di bawah ini beberapa jenis minuman pelancar buang air besar yang bisa Anda coba di rumah.

    1. Jus plum

    kandungan dan manfaat buah duwet atau jamblang atau java plum

    Salah satu jenis minuman pelancar BAB yang diklaim cukup efektif yaitu jus plum.

    Pasalnya, buah plum mengandung serat yang banyak, sedangkan serat bisa membantu melancarkan pencernaan.

    Bahkan, jus buah plum dianggap sebagai obat pencahar alami karena kandungan sorbitolnya yang tinggi.

    Kedua hal tersebut membuat jus ini tampak lebih unggul dibandingkan psyllium untuk meningkatkan frekuensi dan konsistensi feses.

    Meski tidak mengandung serat yang sama dengan buah yang utuh, jus plum masih kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

    2. Jus apel

    Selain buah plum, jus buah lainnya yang disebut mampu melancarkan BAB yaitu jus apel.

    Begini, buah apel mungkin mengandung asam malat yang dapat meningkatkan fungsi pencernaan dan organ hati.

    Bila dikombinasikan dengan serat dan mineral, jus apel mungkin bisa meredakan kram atau kembung akibat sembelit.

    Tak hanya itu, kandungan sorbitol di dalam apel pun telah terbukti dapat membantu melancarkan saluran pencernaan. Dengan begitu, pergerakan kotoran pun akan menjadi lebih lancar.

    3. Jus pir

    Mirip dengan apel, kandungan sorbitol di dalam jus buah pir membuatnya menjadi minuman pelancar BAB yang cukup populer.

    Hal ini dikarenakan sorbitol pada pir tidak dipecah di usus kecil, sehingga sejumlah air bisa tertahan selama proses pencernaan.

    Air tersebut menjadi pelumas pada saluran usus dan membantu merangsang gerakan peristaltik. Peningkatan gerakan tersebut bisa meredakan gejala sembelit.

    Sayangnya, kandungan serat pada jus tidak sebanyak buah pir utuh.

    Tak hanya itu, terlalu banyak sorbitol pada penderita IBS dapat memicu diare dan masalah lambung. Jadi, konsumsi jus buah pir sewajarnya saja ya.

    4. Kopi

    Beberapa dari Anda mengenal kopi sebagai minuman pemicu asam lambung yang patut dihindari.

    Fakta kopi tersebut memang benar, tetapi ternyata minuman berkafein ini bisa membantu melancarkan BAB.

    Kopi mengandung senyawa kimia yang dapat merangsang kontraksi otot di usus besar.

    Ini mirip dengan kontraksi perut yang terjadi setelah makan yang membantu mendorong limbah lebih cepat.

    Di sisi lain, kopi dapat memicu pelepasan gastrin, yaitu hormon yang dihasilkan oleh perut dan bisa meningkatkan pergerakan usus.

    Kondisi ini memungkinkan kemunculan efek pencahar pada kopi. Namun, studi lebih lanjut masih dibutuhkan.

    5. Air putih

    Minum air putih selama puasa sebelum tes darah

    Sudah bukan rahasia umum lagi bila minum air putih menawarkan khasiat bagi kesehatan pencernaan.

    Bagaimana tidak, tubuh memerlukan air untuk buang air besar yang normal. Pasalnya, air melunakkan feses yang tentu dapat membantu mencegah sembelit.

    Bila Anda mengalami konstipasi dan belum mendapatkan air yang cukup, cobalah mengonsumsi segelas besar air untuk memicu keinginan buang air besar.

    6. Air lemon

    Dikenal sebagai sumber vitamin C dan mineral lainnya, buah lemon yang diperas airnya bisa menjadi minuman pelancar BAB.

    Pasalnya, air lemon dapat meningkatkan produksi asam klorida dan sekresi empedu.

    Kedua senyawa tersebut diperlukan untuk proses pencernaan makanan dan mengurangi risiko asam urat. Bahkan, beberapa ahli menyarankan untuk minum air lemon ketika Anda mengalami sembelit.

    Anda bisa minum campuran perasan lemon dengan air hangat dan madu setiap pagi untuk mendapatkan pencernaan yang lebih baik.

    7. Teh peppermint

    Banyak orang yang telah memilih teh herbal sebagai obat alami untuk mengatasi masalah pencernaan selama ribuan tahun lamanya dan salah satunya yaitu teh peppermint.

    Peppermint yakni tanaman hijau yang terkenal karena rasanya yang menyegarkan dan bisa mengobati sakit perut secara alami. Hal ini dibuktikan melalui penelitian dari Electronic Physician.

    Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa minyak peppermint bisa digunakan untuk mengatasi gejala sindrom iritasi usus besar, mulai dari sakit perut hingga perut kembung. Manfaat ini pun mungkin berlaku pada teh peppermint.

    8. Teh jahe

    Tak hanya peppermint, teh jahe pun cukup populer sebagai minuman pelancar BAB berkat senyawa di dalamnya, yaitu gingerol dan shogaol.

    Kedua senyawa ini diklaim dapat membantu merangsang kontraksi dan pengosongan lambung.

    Hal tersebut memungkinkan jahe membantu mengatasi gejala sembelit, seperti mual, kram, kembung, dan masalah pencernaan lainnya.

    Walaupun demikian, para ahli masih membutuhkan penelitian lebih lanjut apakah efek tersebut berlaku sama ketika Anda minum teh jahe.

    9. Teh adas

    Tak kalah populer dengan peppermint, adas merupakan tanaman herbal yang berasal dari Foeniculum vulgare.

    Tanaman adas memiliki rasa yang mirip dengan licorice dan bisa dikonsumsi baik dalam keadaan mentah maupun matang.

    Tanaman herbal yang kaya antioksidan ini bisa dijadikan sebagai minuman teh untuk melancarkan BAB.

    Pasalnya, adas bisa bertindak sebagai obat pencahar, tetapi para ahli belum tahu bagaimana cara kerja herbal ini.

    Meski begitu, tidak ada salahnya untuk menyeduh teh herbal untuk sembelit yang satu ini sebagai salah satu cara melancarkan proses pencernaan, bukan?

    10. Teh dandelion

    Tahukah bahwa bunga dandelion yang bisa tumbuh di halaman rumput Anda bisa diolah menjadi minuman pelancar BAB?

    Faktanya, ekstrak bunga dandelion mengandung senyawa yang dapat memicu kontraksi otot dan meningkatkan pencernaan. Hal ini pun bisa melancarkan aliran makanan dari lambung ke usus kecil.

    Itu sebabnya, minum teh dandelion sewajarnya bisa menjaga kesehatan pencernaan. Namun, penelitian terhadap manusia masih diperlukan lebih lanjut.

    11. Teh hitam

    Teh hitam merupakan teh yang berasal dari tanaman Camellia sinensis. Tanaman ini sering diseduh dengan tanaman lain, seperti Earl Grey.

    Kandungan senyawa di dalam teh hitam menawarkan sejumlah manfaat bagi pencernaan. Sebagai contoh, thearubigins pada teh hitam dapat meredakan gejala sembelit.

    Hal ini mungkin dikarenakan ekstrak teh hitam dapat meningkatkan pengosongan lambung yang tertunda yang memicu masalah pencernaan akibat obat.

    Meski diklaim efektif sebagai minuman pelancar BAB, studi lanjut masih diperlukan.

    Jika buang air besar kurang dari 1-3 kali sehari, Anda sedang mengalami kondisi susah Buang Air Besar (BAB) atau sembelit.

    Jangan sepelekan kondisi ini karena bila dibiarkan, masalah pencernaan ini bisa menyebabkan penyakit komplikasi gawat lain seperti usus tersumbat, wasir (BAB berdarah), bahkan prolaps rektum.

    Guna mencegah sembelit, Anda dianjurkan untuk menambah asupan serat dalam makanan harian.

    Namun, ketika sembelit, segera konsumsi suplemen dengan bahan herbal dengan rasa anggur yang enak sehingga dapat membantu melunakkan tinja tanpa rasa mulas yang berlebih.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 08/07/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan