Mengapa Sembelit Bisa Muncul Padahal Diare Baru Saja Sembuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sembelit dan diare adalah kondisi yang sangat bertolak belakang. Namun, bukan berarti sembelit setelah diare tidak bisa terjadi. Terkadang, sembelit muncul setelah diarea berhenti total. Mengapa demikian?

Penyebab sembelit setelah diare

Sembelit atau konstipasi merupakan sebuah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk BAB. 

Hal ini biasanya terjadi ketika kadar air dalam makanan terserap oleh tubuh sebelum memasuki usus besar.

Apabila sisa makanan terlalu lama berada di usus, akan ada banyak air yang akan diserap dan bisa membuat BAB Anda keras.

Jika Anda mengalami masalah pencernaan ini setelah menderita diare, ada beberapa penyebab memicunya terjadi, yaitu:

1. Flu perut

sakit perut saat flu

Flu perut atau gastroenteritis adalah infeksi bakteri atau virus yang menyerang lapisan usus sehingga menyebabkan peradangan. 

Diare jadi salah satu gejala flu perut yang paling sering muncul. Kondisi  terjadi ketika perut membengkak dan tidak bisa menyerap air. Cairan yang berlebihan inilah yang kemudian menyebabkan diare. 

Namun, flu perut juga bisa menyebabkan sembelit karena adanya peradangan pada otot. Kondisi ini kemudian membuat otot kehilangan sebagian kekuatan dan elastisitasnya.

Ketika hal ini terjadi, limbah kembali ke usus yang membuatnya menumpuk. Akibatnya, sembelit akan muncul setelah diare akibat flu perut.

Tak perlu khawatir, kondisi ini biasanya akan sembuh begitu infeksi diobati dan peradangan sudah benar-benar membaik.

2.Irritable Bowel Syndrome (IBS)

penyebab IBS

Salah satu penyebab mengapa Anda mengalami sembelit setelah diare adalah IBS atau irritable bowel syndrome

IBS merupakan sebuah kondisi ketika terdapat kerusakan pada cara kerja usus yang menyebabkan rasa sakit pada perut berulang kali. 

Orang yang mengalami IBS mungkin akan merasakan kontraksi otot perut seakan ingin buang air besar.

Selain itu, gangguan ini juga dapat terjadi ketika Anda makan makanan tertentu, seperti sayur atau minuman berkafein. 

Masalah pencernaan ini terbagi dalam tiga jenis, yaitu:

  • IBS-D (Diare)
  • IBS-C (Sembelit)
  • IBS-M (Campuran, yaitu diare dan sembelit terjadi bergantian)

Sembelit setelah diare yang diakibatkan oleh irritable bowel syndrome termasuk dalam kategori IBS-M.

Ada beberapa faktor yang umumnya membuat IBS-M terjadi, yaitu:

  • Faktor genetik atau keturunan
  • Infeksi dan peradangan
  • Pola makan yang berubah
  • Bakteri usus
  • Faktor psikologis, seperti stres

Bahkan, menurut sebuah penelitian dari jurnal Neurogastroenterotol Motil, para penderita IBS-M mengalami sembelit setelah mengonsumsi obat antidiare.

Oleh karena itu, kondisi ini dapat terjadi karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat diare

 3. Radang usus

gejala radang usus ciri-ciri radang usus

Tidak hanya IBS, beberapa orang yang menderita radang usus juga mengalami gejala berupa sembelit dan diare secara bergantian. 

Semua jenis radang usus akan memengaruhi cara kerja saluran pencernaan dengan berbeda.

Misalnya, penyakit Crohn dapat terjadi di saluran pencernaan mana pun. Akan tetapi yang paling sering terjadi yaitu di ujung usus kecil yang nantinya akan berganti menjadi usus besar.

Penyebab radang usus memang belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, sebagian besar kondisi ini dipengaruhi oleh kerusakan dan penurunan sistem kekebalan tubuh. 

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Current Gastroenterology Reports, orang yang mengalami radang usus tidak memiliki kemampuan maksimal untuk memindahkan natrium dan cairan.

Selama proses pencernaan berlangsung, usus juga tidak menyerap asam empedu yang diproduksi oleh hati, sehingga diare pun bisa terjadi. 

Bagi orang yang menderita radang usus karena gangguan autoimun, sembelit setelah diare kerap terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan usus Anda. 

Saluran pencernaan menjadi meradang dan perubahan gerakan otot pun terjadi yang akhirnya menyebabkan perpindahan BAB melalui usus besar semakin lambat.

Akibatnya, BAB Anda menumpuk dan sulit dikeluarkan.

4. Efek samping dari obat antidiare

obat gatal alergi

Sembelit merupakan salah satu efek samping yang ditimbulkan dari obat anti diare.

Pada obat anti-diare, terdapat senyawa yang bersifat antimotilitas, yaitu mengurangi gerakan peristaltik dan sekresi usus.

Akan tetapi, sifat tersebut ternyata bisa menyebabkan sembelit setelah Anda sembuh dari diare.

Salah satu jenis obat yang terbukti kuat sifat antimotilitasnya adalah loperamide. Sayangnya, efek samping obat yang satu ini berupa sembelit dan sakit kepala.

Maka itu, sangat diharapkan agar Anda mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan obat atau sesuai dengan anjuran dokter.

Sembelit setelah diare adalah salah satu kondisi yang cukup normal terjadi, terutama ketika Anda tidak memperhatikan asupan makanan, seperti kurang mengonsumsi makanan berserat.

Jika kondisinya tak juga membaik, sebaiknya konsultasikan ke dokter. 

Sumber Foto: Yahoo News

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sistiserkosis

Sistiserkosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Penyebab Hingga Cara Mengatasi Diare pada Anak

Infeksi bisa memengaruhi pencernaan anak sehingga terjadi diare. Apakah ini normal atau bisa berbahaya? Simak penjelasan diare pada anak di artikel ni!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Pencernaan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Ambeien (Wasir)

Ambeien (wasir) adalah membengkaknya pembuluh vena di anus yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan BAB berdarah. Bagaimana mengobati ambeien?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 30 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Salmonellosis

Salmonellosis adalah penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella yang menyerang usus. Bagaimana mengatasi penyakit ini? Simak selengkapnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
Infeksi Bakteri E Coli

Infeksi Bakteri E. coli

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit