home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

IBS (irritable bowel syndrome) atau sindrom iritasi usus besar menyebabkan kerja usus besar terganggu. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan sistem kerja usus. Meski begitu, IBS tidak menunjukkan adanya kerusakan jaringan pada usus. Stres dan cemas diketahui sebagai salah satu pemicu munculnya gejala IBS. Namun, mengapa demikian?

Stres dan cemas bisa memperparah IBS

Stres dan rasa cemas merupakan bagian dari respons tubuh. Keduanya, muncul ketika Anda merasa tidak aman atau sedang dalam bahaya. Namun, ini tidak melulu berkaitan dengan situasi yang membahayakan jiwa karena berbagai tantangan yang Anda hadapi setiap hari, seperti ujian sekolah atau penilaian karyawan juga bisa memicunya.

Pada sebagian orang, stres dan kecemasan tersebut bisa atasi tanpa masalah. Akan tetapi, ini berbeda dengan orang yang memiliki IBS.

IBS (irritable bowel syndrome) menandakan adanya kerusakan pada sistem kerja usus sehingga menimbulkan berbagai masalah pencernaan. Ternyata, stres dan cemas bisa jadi pemicu munculnya gejala IBS, bahkan memperparah kondisinya.

Sebuah studi yang diterbitkan pada World Journal of Gastroenterology menjelaskan keterkaitan antara IBS dengan stres dan cemas.

Otak dan saraf bersamaan mengendalikan tubuh dan ini disebut dengan sistem saraf pusat. Sistem ini terbagi menjadi dua, salah satunya sistem saraf simpatik. Sistem ini aktif ketika Anda merasakan stres atau cemas dan merangsang pelepasan hormon yang dapat meningkatkan denyut jantung dan memompa lebih banyak darah ke otot-otot tubuh.

Aktifnya sistem simpatik ini juga bisa memperlambat atau bahkan menghentikan proses pencernaan. Hasilnya, pasien IBS yang sedang cemas dan stres akan mengalami gangguan keseimbangan antara otak dengan usus.

Usus bisa menjadi sangat aktif sehingga menyebabkan diare. Bisa juga sebaliknya, menjadi lebih lambat sehingga menyebabkan susah buang air besar. Kedua masalah pencernaan inilah yang nantinya memicu dan memperparah gejala umum IBS, meliputi diare atau sembelit yang bergantian, perut kram serta kembung.

Stres dan cemas pada orang dengan IBS juga melepaskan banyak hormon corticotropin-releasing factor (CRF). Hormon ini dapat mengaktifkan respons kekebalan tubuh. Jika kadarnya berlebihan, respons sistem imun terhadap makanan jadi berlebihan sehingga sering kali menimbulkan reaksi alergi.

Pada orang tanpa IBS, stres kronis bisa menyebabkan jumlah bakteri di usus jadi tidak seimbang. Kondisi ini disebut juga dengan dysbiosis dan dapat meningkatkan risiko IBS di kemudian hari.

Kiat mengatasi stres pada orang dengan IBS

IBS memang tidak disembuhkan, tapi Anda bisa mencegah kemunculan gejala sekaligus keparahan kondisinya. Caranya, mengikuti pengobatan IBS yang direkomendasikan dokter, seperti minum obat antidiare loperamide, suplemen serat, pereda nyeri pregabalin, dan obat lainnya.

Selain itu, dokter juga meminta Anda untuk menghindari makanan yang mengandung kafein, alkohol, gluten, dan bergula. Anda juga harus bisa mengontrol rasa stres dan cemas agar IBS tidak kambuh. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa Anda pilih untuk mengurangi stres dan cemas, di antaranya:

  • Belajar teknik relaksasi pernapasan dan relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan olahraga.
  • Melakukan kegiatan yang disukai atau bisa mengalihkan konsentrasi dari rasa stres, seperti membaca, melukis, bermain alat musik, atau menonton film.
  • Mengikuti konseling pada psikolog jika Anda kesulitan untuk mengatasinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Image: Shape [Accessed on May 11th, 2020]

Irritable bowel syndrome – Symptoms and causes. (2018, March 17). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/irritable-bowel-syndrome/symptoms-causes/syc-20360016 [Accessed on May 11th, 2020]

How can people with IBS manage stress? (2014, January 10). EverydayHealth.com. https://www.everydayhealth.com/digestive-health/experts-managing-stress-with-ibs.aspx [Accessed on May 11th, 2020]

Qin, H. Y., Cheng, C. W., Tang, X. D., & Bian, Z. X. (2014). Impact of psychological stress on irritable bowel syndromeWorld journal of gastroenterology20(39), 14126–14131. https://doi.org/10.3748/wjg.v20.i39.14126 [Accessed on May 11th, 2020]


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri