home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Pilihan Pengobatan Hepatitis Secara Alami

Berbagai Pilihan Pengobatan Hepatitis Secara Alami

Hepatitis adalah peradangan hati serius yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis. Penyakitnya bisa bersifat akut dan kronis, dengan gejala yang jarang terlihat pada awal penularannya. Agar tidak menimbulkan komplikasi, pasien tentunya harus mendapatkan pengobatan dari dokter. Namun, apakah ada cara lain yang bisa bantu mengobati hepatitis secara alami?

Obat untuk mengatasi hepatitis secara alami

Perlu Anda ketahui, hepatitis terdiri atas lima jenis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Setiap jenis hepatitis memiliki gejala yang berbeda-beda, maka pengobatannya pun akan disesuaikan dengan jenis tersebut.

Pemberian obatnya pun juga bergantung pada kondisi pasien. Dokter biasanya akan mempertimbangkan beberapa faktor seperti tingkat keparahan dari kerusakan hati, ada atau tidaknya kondisi kesehatan lain yang pasien miliki, serta jumlah virus yang terdapat dalam tubuh.

Nah, selain obat dokter, ternyata ada beberapa bahan atau metode alternatif yang bisa membantu pengobatan hepatitis. Namun, Anda harus ingat bahwa obat alami ini tidak akan menyembuhkan hepatitis seutuhnya. Hanya saja, penggunaannya bisa membantu meringankan gejala yang Anda alami.

Lantas, apa saja obat alami tersebut?

1. Milk thistle

Milk thistle merupakan obat alami untuk hepatitis yang paling terkenal. Ekstrak tanaman ini telah banyak digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan organ hati, saluran empedu, dan kantung empedu.

Potensinya pernah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang terbit pada jurnal Cellular Microbiology. Dalam penelitian tersebut, terlihat bahwa milk thistle dapat membantu menghambat virus hepatitis memasuki sel hati.

Sayangnya, studi lain yang terbit dalam jurnal JAMA tidak menemukan efek perbaikan yang signifikan pada pasien hepatitis C yang diberikan milk thistle. Maka dari itu, penggunaannya belum bisa digunakan sebagai obat utama untuk mengatasi gejala hepatitis.

2. Teh hijau

Mengonsumsi teh hijau bisa menjadi salah satu cara untuk bantu mengobati gejala hepatitis secara alami. Pasalnya, teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang dapat membantu melindungi sel hati dari kerusakan. Katekin juga bisa bantu cegah kanker hati.

Selain itu, menurut penelitian yang terbit pada British Journal of Pharmavcology, kandungan polifenol dalam teh hijau berpotensi untuk menghambat virus agar tidak masuk ke sel hati.

Lagi-lagi, konsumsi suplemen teh hijau terutama bila berlebihan tidak dianjurkan karena malah dapat menyebabkan kerusakan hati pada sebagian orang. Oleh karena itu, jika Anda ingin mencobanya, lebih baik minum seduhan tehnya langsung ketimbang minum suplemennya. Minumlah dalam jumlah sedang yang tidak terlalu banyak.

3. Zinc

Zinc merupakan mineral yang sangat penting untuk banyak fungsi tubuh. Ketika seseorang mengalami hepatitis, kadar zinc di dalam tubuh akan menurun. Hal inilah yang membuat pasien kerap mengalami kekurangan zinc.

Sebagai solusinya, Anda bisa mencoba minum suplemen zinc sebagai obat alami hepatitis. Satu penelitian di Jepang bahkan pernah menemukan bahwa pasien hepatitis C yang minum suplemen zinc selama tujuh tahun memiliki risiko kanker hati yang lebih rendah daripada pasien yang tidak meminumnya.

4. Kunyit

Anda tentu tak asing dengan bahan yang satu ini. Banyak orang menggunakan kunyit untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan atau hanya untuk sekadar menambah stamina.

Tak terkecuali untuk menjaga kesehatan organ hati. Dalam sebuah penelitian, kunyit menunjukkan aktivitasnya dalam menghentikan virus hepatitis C untuk menggandakan diri. Kunyit juga bisa bantu membersihkan racun dari organ hati.

5. Ginseng

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ginseng dapat menjadi obat alami hepatitis berkat khasiatnya yang mampu melindungi organ hati dari kerusakan akibat virus serta cedera.

Namun, ginseng tidak boleh dikonsumsi bila Anda sedang menjalani perawatan dengan obat golongan Imatinib atau Raltegravir. Sebab, dikhawatirkan interaksi obat ini akan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

6. Meditasi dan yoga

Penyakit hepatitis C, terutama yang sudah kronis, tentu bisa menurunkan kualitas hidup Anda. Tak jarang pasien yang mengalaminya merasa cemas dan stres, belum lagi bila gejala datang dan menimbulkan rasa nyeri yang tak tertahankan.

Untuk itulah dokter kerap menyarankan pasien melakukan meditasi dan yoga. Meski tak bisa mengobati hepatitis seutuhnya, kedua cara ini dapat meringankan beban yang Anda rasakan dan membuat tubuh terasa lebih nyaman secara alami.

Lewat meditasi, pasien diharapkan dapat lepas dari pikiran-pikiran yang membuat cemas serta membuat tubuh lebih rileks. Sedangkan latihan peregangan saat yoga dapat mengurangi rasa sakit atau pegal-pegal yang Anda rasakan selama mengalami gejala.

Yang harus diperhatikan sebelum menjalani pengobatan hepatitis

Terlepas dari apakah Anda menggunakan obat-obatan medis atau alami untuk mengobati hepatitis, Anda akan perlu menjalani tes darah rutin yang memungkinkan dokter untuk mengetahui secara pasti sejauh mana hati Anda masih berfungsi.

Pengobatan hepatitis akut dan kronis berbeda satu sama lainnya. Beristirahat, meringankan gejala dan menjaga asupan cairan yang memadai dianjurkan untuk pengobatan hepatitis virus akut. Pengobatan hepatitis virus kronis mencakup obat-obatan untuk membersihkan virus dan mencegah kerusakan hati lebih lanjut.

Selain itu, konsultasikan segala obat atau bahan alami yang ingin Anda gunakan untuk mengatasi gejala hepatitis. Hal ini penting agar obat yang Anda konsumsi tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Milk Thistle. (2021). National Cancer Institute. Retrieved 28 May 2021, from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/cam/hp/milk-thistle-pdq

Blaising, J., Lévy, P. L., Gondeau, C., Phelip, C., Varbanov, M., Teissier, E., Ruggiero, F., Polyak, S. J., Oberlies, N. H., Ivanovic, T., Boulant, S., & Pécheur, E. I. (2013). Silibinin inhibits hepatitis C virus entry into hepatocytes by hindering clathrin-dependent trafficking. Cellular microbiology, 15(11), 1866–1882. https://doi.org/10.1111/cmi.12155. Retrieved 28 May 2021.

Fried, M. W., Navarro, V. J., Afdhal, N., Belle, S. H., Wahed, A. S., Hawke, R. L., Doo, E., Meyers, C. M., Reddy, K. R., & Silymarin in NASH and C Hepatitis (SyNCH) Study Group (2012). Effect of silymarin (milk thistle) on liver disease in patients with chronic hepatitis C unsuccessfully treated with interferon therapy: a randomized controlled trial. JAMA, 308(3), 274–282. https://doi.org/10.1001/jama.2012.8265. Retrieved 28 May 2021.

Steinmann, J., Buer, J., Pietschmann, T., & Steinmann, E. (2013). Anti-infective properties of epigallocatechin-3-gallate (EGCG), a component of green tea. British journal of pharmacology, 168(5), 1059–1073. https://doi.org/10.1111/bph.12009. Retrieved 28 May 2021.

Matsumura, H., Nirei, K., Nakamura, H., Arakawa, Y., Higuchi, T., Hayashi, J., Yamagami, H., Matsuoka, S., Ogawa, M., Nakajima, N., Tanaka, N., & Moriyama, M. (2012).Zinc supplementation therapy improves the outcome of patients with chronic hepatitis C. Journal of clinical biochemistry and nutrition, 51(3), 178–184. https://doi.org/10.3164/jcbn.12-11. Retrieved 28 May 2021.

Foto Penulis
Ditulis oleh Winona Katyusha pada 06/07/2017
x