Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

7 Obat Herbal yang Membantu Mengatasi Hepatitis

    7 Obat Herbal yang Membantu Mengatasi Hepatitis

    Hepatitis bisa menyebabkan peradangan kronis pada hati. Pengobatan pun diperlukan untuk mengurangi keparahan hingga mencegah komplikasi. Obat herbal atau pengobatan alternatif dapat membantu untuk pemulihan hepatitis.

    Beberapa bahan alami dan kebiasaan sehat diketahui dalam beberapa penelitian memiliki potensi meredakan peradangan hati. Apa saja jenisnya?

    Berbagai macam obat herbal hepatitis

    kunyit sebagai obat herbal hepatitis

    Hepatitis biasanya muncul akibat virus. Ada lima jenis virus penyebab hepatitis, yaitu virus hepatitis A, B, C, D, dan E.

    Tingkat keparahan gejala hepatitis bisa berbeda untuk setiap orang, maka pengobatannya pun akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

    Selain obat dokter, ternyata ada beberapa bahan atau metode alternatif yang bisa membantu pengobatan hepatitis.

    Namun, Anda harus ingat bahwa obat herbal untuk hepatitis ini tidak bisa menyembuhkan penyakit seutuhnya. Penggunaannya membantu meringankan gejala hepatitis yang Anda alami.

    Lantas, apa saja bahan dan cara mengobati penyakit hepatitis secara alami?

    1. Milk thistle

    Pemberian milk thistle merupakan salah satu pengobatan hepatitis tradisional yang sudah terkenal sejak lama.

    Ekstrak tanaman ini telah banyak digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan organ hati, saluran empedu, dan kantung empedu.

    Potensinya pernah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang terbit pada jurnal Cellular Microbiology (2013).

    Dalam penelitian tersebut, terlihat bahwa obat herbal hepatitis ini dapat membantu menghambat virus hepatitis memasuki sel hati.

    Sayangnya, studi lain yang terbit dalam jurnal JAMA (2012) tidak menemukan efek perbaikan yang signifikan pada pasien hepatitis C yang diberikan milk thistle.

    Maka dari itu, penggunaannya belum bisa digunakan sebagai obat utama untuk mengatasi gejala hepatitis.

    2. Teh hijau

    Mengonsumsi teh hijau bisa menjadi salah satu cara mengobati penyakit hepatitis secara alami.

    Pasalnya, teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang dapat membantu melindungi sel hati dari kerusakan. Katekin juga bisa bantu cegah kanker hati.

    Selain itu, menurut penelitian yang terbit pada British Journal of Pharmacology (2013), kandungan polifenol dalam teh hijau berpotensi untuk menghambat virus agar tidak masuk ke sel hati.

    Lagi-lagi, penggunaan pengobatan hepatitis tradisional ini tidak dianjurkan secara berlebihan karena justru menyebabkan kerusakan hati pada sebagian orang.

    Oleh karena itu, jika Anda ingin mencobanya, lebih baik minum seduhan tehnya langsung daripada minum suplemennya. Minumlah dalam jumlah sedang yang tidak terlalu banyak.

    3. Zink

    Zink merupakan mineral yang sangat penting untuk banyak fungsi tubuh.

    Ketika seseorang mengalami hepatitis, kadar zink di dalam tubuh akan menurun. Hal inilah yang membuat pasien kerap mengalami kekurangan zink.

    Sebagai solusinya, Anda bisa mencoba minum suplemen zink sebagai obat alami hepatitis.

    Satu penelitian terbitan Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition (2012) bahkan pernah menemukan bahwa pasien hepatitis C yang minum suplemen zink selama tujuh tahun memiliki risiko kanker hati yang lebih rendah daripada pasien yang tidak meminumnya.

    Zink bekerja dengan cara menghambat proses peradangan dan aktivitas protein penyebab kerusakan jaringan pada hepatitis C kronis.

    Selain itu, zink juga baik untuk menjaga fungsi liver. Pasalnya, orang dengan penyakit liver kronis memiliki kadar zink yang rendah, apalagi jika muncul komplikasi hepatitis berupa fibrosis hati.

    Jadi, zink berpotensi menjadi obat untuk penyakit liver.

    4. Kunyit

    Anda tentu tak asing dengan bahan yang satu ini. Banyak orang menggunakan kunyit untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, tak terkecuali untuk menjaga kesehatan organ hati.

    Senyawa kurkumin pada kunyit menghambat masuknya seluruh genotip virus hepatitis C. Kurkumin juga merusak virus hepatitis C sehingga mengganggu proses infeksi ke liver.

    Tidak hanya hepatitis C, kurkumin juga menghambat aktivitas DNA virus hepatitis B sehingga tidak bisa berlipat ganda.

    5. Ginseng

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ginseng dapat menjadi obat herbal hepatitis.

    Hal ini dikarenakan pengobatan hepatitis tradisional ini mampu melindungi organ hati dari kerusakan akibat virus serta kemunculan jaringan parut atau fibrosis.

    Obat herbal hepatitis ini juga meningkatkan fungsi liver dan menurunkan jumlah virus hepatitis C di dalam darah.

    Namun, ginseng tidak boleh dikonsumsi bila Anda sedang menjalani perawatan dengan obat golongan imatinib atau raltegravir.

    Hal ini dikarenakan interaksi obat ini akan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, seperti kerusakan liver.

    6. Temulawak

    Tidak hanya kunyit, temulawak pun mengandung kurkumin. Senyawa kurkumin ini bersifat bersifat antioksidan sehingga bisa mengurangi peradangan pada liver.

    Jadi, obat herbal hepatitis ini berpotensi mengurangi komplikasi yang diakibatkan peradangan berkepanjangan, seperti kerusakan liver.

    Selain itu, kandungan kurkumin berpotensi menghambat penggandaan virus hepatitis B. Manfaat obat herbal hepatitis ini nantinya bisa menekan keparahan hepatitis.

    Tak heran, temulawak menjadi obat herbal untuk penyakit hepatitis B. Serupa dengan kunyit, kurkumin pada temulawak juga menghambat infeksi hepatitis C ke liver.

    7. Meditasi dan yoga

    Penyakit hepatitis C, terutama yang sudah kronis, tentu bisa menurunkan kualitas hidup Anda.

    Tak jarang pasien yang mengalaminya merasa cemas dan stres, belum lagi bila gejala datang dan menimbulkan rasa nyeri yang tak tertahankan.

    Untuk itulah dokter kerap menyarankan pasien melakukan meditasi dan yoga.

    Meski tak bisa mengobati hepatitis seutuhnya, kedua cara ini dapat meringankan beban yang Anda rasakan dan membuat tubuh terasa lebih nyaman secara alami.

    Lewat meditasi, pasien diharapkan dapat lepas dari pikiran-pikiran yang membuat cemas serta membuat tubuh lebih rileks.

    Sementara itu, latihan peregangan saat yoga dapat mengurangi rasa sakit atau pegal-pegal yang Anda rasakan selama mengalami gejala.

    Hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat herbal hepatitis

    Terlepas dari penggunaan obat medis atau herbal untuk hepatitis, Anda akan perlu menjalani tes darah rutin.

    Ini berguna agar dokter mengetahui secara pasti sejauh mana hati Anda masih berfungsi.

    Pengobatan hepatitis akut dan kronis berbeda satu sama lainnya. Beristirahat, meringankan gejala dan menjaga asupan cairan yang memadai dianjurkan untuk pengobatan hepatitis virus akut.

    Pengobatan hepatitis kronis akibat infeksi virus mencakup obat-obatan untuk membersihkan virus dan mencegah kerusakan hati lebih lanjut.

    Selain itu, konsultasikan segala obat atau bahan herbal yang ingin Anda gunakan untuk mengatasi gejala hepatitis.

    Hal ini penting agar obat yang Anda konsumsi tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Read, S., O’Connor, K., Suppiah, V., Ahlenstiel, C., Obeid, S., & Cook, K. et al. (2017). Zinc is a potent and specific inhibitor of IFN-λ3 signalling. Nature Communications, 8(1). doi: 10.1038/ncomms15245

    Hosui, A., Kimura, E., Abe, S., Tanimoto, T., Onishi, K., & Kusumoto, Y. et al. (2018). Long-Term Zinc Supplementation Improves Liver Function and Decreases the Risk of Developing Hepatocellular Carcinoma. Nutrients, 10(12), 1955. doi: 10.3390/nu10121955

    Anggakusuma, Colpitts, C., Schang, L., Rachmawati, H., Frentzen, A., & Pfaender, S. et al. (2013). Turmeric curcumin inhibits entry of all hepatitis C virus genotypes into human liver cells. Gut, 63(7), 1137-1149. doi: 10.1136/gutjnl-2012-304299

    Wei, Z., Zhang, Y., Ke, C., Chen, H., Ren, P., & He, Y. et al. (2017). Curcumin inhibits hepatitis B virus infection by down-regulating cccDNA-bound histone acetylation. World Journal of Gastroenterology, 23(34), 6252. doi: 10.3748/wjg.v23.i34.6252

    Ginseng. (2018). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK548200/

    Park, T., Hong, M., Sung, H., Kim, S., & Suk, K. (2017). Effect of Korean Red Ginseng in chronic liver disease. Journal of Ginseng Research, 41(4), 450-455. doi: 10.1016/j.jgr.2016.11.004

    Milk Thistle. (2021). National Cancer Institute. Retrieved 28 May 2021, from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/cam/hp/milk-thistle-pdq

    Blaising, J., Lévy, P. L., Gondeau, C., Phelip, C., Varbanov, M., Teissier, E., Ruggiero, F., Polyak, S. J., Oberlies, N. H., Ivanovic, T., Boulant, S., & Pécheur, E. I. (2013). Silibinin inhibits hepatitis C virus entry into hepatocytes by hindering clathrin-dependent trafficking. Cellular microbiology, 15(11), 1866–1882. https://doi.org/10.1111/cmi.12155. Retrieved 28 May 2021.

    Fried, M. W., Navarro, V. J., Afdhal, N., Belle, S. H., Wahed, A. S., Hawke, R. L., Doo, E., Meyers, C. M., Reddy, K. R., & Silymarin in NASH and C Hepatitis (SyNCH) Study Group (2012). Effect of silymarin (milk thistle) on liver disease in patients with chronic hepatitis C unsuccessfully treated with interferon therapy: a randomized controlled trial. JAMA, 308(3), 274–282. https://doi.org/10.1001/jama.2012.8265. Retrieved 28 May 2021.

    Steinmann, J., Buer, J., Pietschmann, T., & Steinmann, E. (2013). Anti-infective properties of epigallocatechin-3-gallate (EGCG), a component of green tea. British journal of pharmacology, 168(5), 1059–1073. https://doi.org/10.1111/bph.12009. Retrieved 28 May 2021.

    Matsumura, H., Nirei, K., Nakamura, H., Arakawa, Y., Higuchi, T., Hayashi, J., Yamagami, H., Matsuoka, S., Ogawa, M., Nakajima, N., Tanaka, N., & Moriyama, M. (2012). Zinc supplementation therapy improves the outcome of patients with chronic hepatitis C. Journal of clinical biochemistry and nutrition, 51(3), 178–184. https://doi.org/10.3164/jcbn.12-11. Retrieved 28 May 2021.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui Jun 03
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
    Next article: