home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Abses Hati

Definisi|Tanda dan gejala|Penyebab dan faktor risiko|Komplikasi|Diagnosis dan pengobatan|Pengobatan di rumah
Abses Hati

Definisi

Apa itu abses hati?

Abses pada hati (liver/hepar) adalah kantung nanah yang terjadi pada organ hati akibat cedera yang dapat berkembang menjadi infeksi. Nanah adalah cairan yang terdiri dari sel darah putih dan sel mati yang terbentuk saat tubuh melawan infeksi.

Alih-alih mengalir dari tempat infeksi, nanah yang muncul berkumpul di dalam sebuah saku pada hati. Kondisi ini biasanya disertai dengan pembengkakan dan peradangan pada daerah sekitarnya dan menyebabkan rasa sakit dan bengkak pada perut.

Abses nanah umumnya dikategorikan menjadi dua yaitu piogenik atau amuba. Walaupun demikian, sebagian kecil dari penyakit liver ini disebabkan oleh parasit dan jamur. Bila tidak segera ditangani, kondisi yang disebut abses hepar ini dapat berakibat fatal.

Seberapa umum kondisi ini?

Abses hepar dapat terjadi pada siapa saja, terlepas dari usia dan jenis kelamin. Anda bisa mengatasi gangguan fungsi hati ini dengan mengurangi faktor risiko. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala abses hati?

Gejala abses hati mungkin tampak seperti dengan penyakit lainnya. Namun, ada beberapa tanda dan gejala yang paling sering muncul ketika seseorang mengalami kondisi ini, seperti:

Pada kasus yang lebih jarang, Anda mungkin merasakan sesak pada dada, nafsu makan menurun, hingga kulit dan mata menguning.

Beberapa gejala atau ciri lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa khawatir, segera konsultasikan dengan dokter.

Kapan harus ke dokter karena kondisi ini?

Segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami satu atau lebih gejala yang telah disebutkan di atas, terutama saat demam tinggi tak kunjung sembuh.

Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan cara diagnosis dan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab abses hati?

Abses hati umumnya terjadi akibat infeksi dari kuman, seperti bakteri, parasit, atau jamur. Jenis patogen yang menyerang hati Anda akan menentukan jenis abses yang dialami, seperti:

  • bakteri, yaitu Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae (abses piogenik),
  • amoeba, yaitu Entamoeba histolytica (abses amuba), dan
  • jamur penyebab abses hati, yakni Candida sp (abses hati jamur).

Masalah peradangan, seperti usus buntu, divertikulitis, dan kolesistitis juga sering menyebabkan abses amuba dan menimbulkan cairan nanah. Kondisi ini juga sering terjadi pada lingkungan dengan kondisi sanitasi yang buruk.

Selain itu, infeksi juga dapat terjadi ketika:

  • menyebar ke hati dari kantong empedu, saluran empedu, atau usus buntu,
  • mengalir ke dalam aliran darah menuju hati dari organ lainnya, dan
  • pasca-operasi atau cedera pada hati.

Apa yang meningkatkan risiko terkena kondisi ini?

Abses hati yang disebabkan bakteri biasanya adalah jenis abses yang paling sering terjadi. Umumnya, kondisi ini lebih rentan terjadi pada orang dengan masalah kesehatan seperti:

  • gangguan autoimun,
  • HIV/AIDS,
  • diabetes,
  • gagal ginjal,
  • lansia,
  • pasien yang menjalani kemoterapi,
  • infeksi hati atau masalah pada fungsi hepatik, dan
  • radang usus.

Selain itu, tidak menjaga kebersihan pun juga lebih rentan terhadap masalah liver ini, termasuk makanan yang tidak bersih. Bahkan, konsumsi makanan mentah atau dimasak setengah matang juga berisiko mengalami abses hepar.

Komplikasi

Kebanyakan kasus menunjukkan bahwa abses liver dapat diatasi dengan mudah bila segera ditangani. Apabila dibiarkan, abses hepar dapat menyebabkan berbagai komplikasi, antara lain:

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Setelah pemeriksaan fisik dan riwayat penyakit, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan tertentu untuk mengetahui penyebab abses hati, seperti:

  • ultrasound,
  • CT scan,
  • MRI pada bagian perut,
  • tes darah untuk melihat tanda-tanda peradangan, dan
  • biopsi hati jika pengobatan dengan antibiotik tidak efektif.

Umumnya, abses hepar dapat terlihat sebagai benjolan yang mengandung gas dan cairan saat dilihat dengan CT scan.

Apa saja cara mengobati abses hati?

Pengobatan abses hati biasanya akan tergantung pada jenis abses yang dialami. Pada kebanyakan kasus, cara mengobati abses liver akan dimulai dari rumah sakit dan berlanjut di rumah, meliputi:

  • minum antibiotik, baik lewat IV (intravena) atau secara oral,
  • menguras nanah dengan jarum atau kateter melalui kulit, dan
  • menjalani operasi abses bila sudah sangat parah.

Pengobatan di rumah

Normalnya, kebanyakan orang yang mengalami abses hati akan membaik dalam waktu 2 minggu dengan antibiotik dan pembuangan nanah.

Sementara itu, pasien dengan abses akibat amuba, mungkin akan mengalami demam ringan selama 4 – 5 hari.

Agar infeksi patogen tidak semakin parah, Anda bisa menerapkan rutinitas sehat, termasuk:

  • minum antibiotik sesuai petunjuk,
  • rutin memeriksakan diri ke dokter,
  • mencuci tangan sebelum makan, dan
  • hubungi dokter bila sakit perut, demam, atau diare.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ferri, F. F. (2012). Ferri’s Netter patient advisor E-book. Elsevier Health Sciences.

abscess, P. (2020). Pyogenic liver abscess: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 7 April 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000261.htm

Akhondi H, Sabih DE. (2020). Liver Abscess. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Retrieved 14 December 2020, from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538230/ 

Understanding Liver Abscess. (n.d). Fairview. Retrieved 14 December 2020, from https://www.fairview.org/sitecore/content/Fairview/Home/Patient-Education/Articles/English/u/n/d/e/r/Understanding_Liver_Abscess_90738 

Longworth, S., & Han, J. (2015). Pyogenic liver abscess. Clinical liver disease, 6(2), 51–54. https://doi.org/10.1002/cld.487. Retrieved 14 December 2020. 

Gaillard, F. (n.d). Hepatic abscess | Radiology Reference Article | Radiopaedia.org. Retrieved 14 December 2020, from https://radiopaedia.org/articles/hepatic-abscess-1 

Murren-Boezem, J. (2017). Abscess. Kids Health. Retrieved 14 December 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/abscess.html 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 06/01/2021
x