Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Operasi Abses

Operasi Abses

Meski kebanyakan kasusnya ringan, kemunculan abses di kulit bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan berkembang menjadi komplikasi serius. Pada beberapa kasus, operasi dapat dilakukan untuk menghilangkan abses.

Definisi operasi abses

Abses adalah kumpulan nanah yang membentuk benjolan pada kulit. Nanah disebabkan oleh bakteri yang terperangkap di bawah kulit. Abses muncul sebagai respons tubuh dalam melawan bakteri.

Munculnya abses bisa terjadi akibat gigitan serangga, pertumbuhan rambut ke dalam, penyumbatan kelenjar minyak, munculnya jerawat, kista, atau luka tusukan.

Nah, operasi abses dilakukan untuk mengeluarkan dan mengeringkan nanah dari kantung abses yang telah membesar.

Kapan saya perlu menjalani operasi?

Anda mungkin perlu operasi untuk mengangkat abses atau mengeluarkan nanah jika Anda memiliki abses yang ukurannya lebih besar dari 1 cm atau abses yang terus membesar dan menimbulkan nyeri yang lebih parah.

Operasi juga berguna untuk mencegah kemungkinan munculnya komplikasi yang serius.

Prosedur operasi abses

Jika abses Anda kecil (berdiameter kurang dari 1 cm), Anda dapat mengobatinya sendiri di rumah. Terapkan kompres hangat di area tersebut selama 30 menit sebanyak 4 kali sehari akan membantu menghilangkannya.

Anda tidak boleh mencoba mengeluarkan nanah dalam abses dengan cara memencet. Hal ini akan mendorong materi infeksi ke jaringan yang lebih dalam lagi.

Jangan menusukkan jarum atau instrumen tajam lainnya ke tengah abses karena Anda dapat melukai pembuluh darah di bawahnya, atau malah membuat infeksinya makin tersebar.

Bagaimana persiapan sebelum menjalani operasi abses?

Sebelum menjalani prosedur operasi abses, biasanya Anda harus melakukan pengobatan dengan antibiotik untuk mengobati infeksi dan mencegah penyebarannya ke bagian tubuh lain.

Pasien umunya diminta berada di rumah sakit sehari sebelum operasi. Namun bila Anda memiliki infeksi bakteri yang parah, Anda mungkin perlu menjalani perawatan dan observasi di rumah sakit terlebih dahulu selama beberapa hari.

Dokter akan memberikan informasi tentang kapan harus berhenti makan dan minum sebelum menjalani prosedur. Pastikan Anda mengikuti instruksi dokter dengan baik.

Bagaimana proses operasi abses?

Bila ukuran absesnya lebih kecil, operasi akan dilakukan di bawah pengaruh bius lokal menggunakan lidokain atau bupivakain. Namun, terkadang pasien memerlukan bius total. Bius akan diberikan lewat suntikan ke kulit dekat puncak abses.

Operasi berlangsung sekitar 10 sampai 20 menit. Dokter bedah akan memulai operasi dengan membuat sayatan di atas abses untuk mengeluarkan nanahnya.

Setelah nanah terkuras, dokter membersihkan kantung abses dengan larutan garam steril. Abses akan dibiarkan terbuka dan hanya ditutup dengan pembalut luka untuk menyerap nanah yang masih tersisa.

Bila kondisi abses lebih dalam atau berukuran lebih besar, dokter akan meletakkan pembalut antiseptik di dalamnya untuk membuat abses tetap terbuka. Hal ini dilakukan untuk membantu penyembuhan jaringan serta membantu menyerap nanah dan darah.

Nanah yang telah terkumpul akan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan kultur guna mengetahui penyebab infeksi bakteri.

Apa yang harus saya lakukan setelah operasi abses?

Penyembuhan luka biasanya memakan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu sampai pulih kembali, tapi hal ini bergantung pada seberapa besar ukuran abses Anda. Nantinya, jaringan yang terluka akan tumbuh dari bagian bawah dan samping lubang sampai menutup.

Setelah pulang dari rumah sakit, Anda harus disiplin melakukan perawatan luka operasi sendiri. Perhatikan selalu perban yang menutupi luka. Bila perban telah basah oleh darah atau nanah, segera ganti dengan perban yang baru.

Bila ada kasa yang ditempatkan dalam kantung abses, Anda bisa melepasnya sendiri di kamar mandi. Setelah itu, bersihkan area di sekitarnya seperti arahan yang diberikan dokter dan petugas kesehatan. Jangan lupa cuci tangan setelah membersihkan luka.

Untuk mengendalikan rasa sakit, Anda bisa mengonsumsi obat asetaminofen atau ibuprofen. Bagi Anda yang memiliki penyakit hati atau pernah menderita sakit maag, konsultasikan dahulu penggunaan obat-obatan ini pada dokter untuk memastikan keamanannya.

Selain itu, kabari dokter bila Anda mengalami demam, kemerahan, bengkak, atau nyeri yang semakin memburuk.

Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan proses tes ini, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Risiko komplikasi operasi abses

Berbagai komplikasi yang umum terjadi adalah seperti di bawah ini.

  • Rasa sakit
  • Perdarahan
  • Bekas luka yang tidak enak dipandang
  • Penyumbatan darah

Biasanya, abses tidak akan muncul kembali setelah operasi. Namun, tetap ada kemungkinan abses terbentuk lagi bila infeksi belum benar-benar sembuh.

Abses juga dapat terbentuk jika Anda mengalami infeksi Staphylococcus aureus (MRSA) yang kebal terhadap methicillin atau infeksi bakteri lainnya. Infeksi ini bisa menular bila Anda melakukan kontak langsung dengan orang lain.

Bila terjadi, dokter akan mengobati abses MRSA sama seperti abses serupa lainnya, dengan mengeringkan abses dan meresepkan antibiotik yang sesuai. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang kemungkinan komplikasi, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Abscess (Incision & Drainage). (n.d.). Fairview. Retrieved 8 September 2021, from https://www.fairview.org/patient-education/115683EN

Abscess Incision & Drainage Surgery. (n.d.). Ramsay Health Care. Retrieved 8 September 2021, from https://www.ramsayhealth.co.uk/treatments/abscess-incision

Abscess Incision and Drainage. (2020). Health Direct. Retrieved 8 September 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/surgery/abscess-incision-and-drainage

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 27/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri