Buang Air Besar Jongkok atau Duduk, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Posisi buang air besar alias BAB dipengaruhi oleh jenis toilet yang digunakan. Di Indonesia, toilet yang digunakan umumnya adalah toilet jongkok dan toilet duduk. Pada awalnya, toilet yang kita gunakan ialah toilet jongkok, namun seiring masuknya pengaruh budaya Barat, toilet duduk mulai banyak digunakan, terutama di gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Namun, tahukah Anda bahwa toilet duduk disebut sebagai penyebab sejumlah masalah kesehatan seperti wasir, sembelit, IBD (penyakit radang usus), usus buntu, dan bahkan serangan jantung? Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita lihat penjelasannya berikut ini.

Berbagai masalah yang bisa ditimbulkan posisi BAB duduk

Jongkok adalah posisi BAB yang dilakukan oleh nenek moyang kita hingga pertengahan abad ke-19. Toilet yang dibuat seperti kursi hanya dipakai untuk raja dan orang-orang yang memiliki disabilitas (kecacatan fisik). Namun, “kemajuan” dari bangsa Barat merupakan hal yang menjadi penyebab meningkatnya penyakit usus besar dan penyakit panggul, seperti yang dijelaskan pada laporan dalam Israel Journal of Medicine Science.

Seiring berlangsungnya globalisasi, toilet jongkok dikonversi menjadi toilet duduk. Ini adalah suatu perkembangan yang buruk bagi masyarakat. Terdapat beberapa masalah kesehatan yang berpotensi berasal dari posisi BAB duduk, seperti wasir (hemorrhoid) dan fisura anal (robekan pada anus).

Posisi BAB mempengaruhi posisi usus

Bukti menunjukkan bahwa masalah usus dan panggul berkaitan dengan posisi BAB yang tidak tepat. Posisi BAB jongkok merupakan posisi terbaik karena Anda dapat mendorong pengosongan usus seluruhnya. Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar, posisi BAB jongkok sebenarnya dapat meluruskan dan melemaskan rektum Anda.

sitting vs squatting

Untuk keamanan, alam telah sengaja menciptakan hambatan untuk proses BAB yang hanya bisa dihilangkan dengan berjongkok. Posisi duduk dapat menyebabkan rektum tertahan oleh otot puborectalis. Hambatan ini membuat pengosongan kotoran menjadi sulit dan tidak sempurna, sama seperti mengendarai mobil tanpa melepaskan rem tangan.

Kesimpulannya, toilet duduk yang membuat individu melakukan posisi BAB duduk, telah menyebabkan sejumlah besar penderitaan yang tidak perlu. Manfaat ilmiah dari berjongkok di atas seharusnya menjadi pelajaran untuk kita kembali ke posisi BAB yang lebih alami. Namun, jika Anda telah menggunakan toilet duduk seumur hidup Anda dan belum pernah melakukan posisi jongkok sejak kecil, maka mungkin butuh waktu untuk membiasakan diri menggunakan toilet jongkok. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Oatmeal bukan hanya lezat, tapi juga penuh serat., mengenyangkan, dan cocok untuk Anda yang sedang berdiet. Simak 7 resep oatmeal berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Resep Sehat, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Selain lebih murah, waxing di rumah dengan bahan alami ternyata lebih aman karena memiliki kemungkinan infeksi lebih kecil daripada waxing di salon.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit kuku dan masalah pada kuku

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gambar operasi cantengan

Operasi Cantengan (Ingrown Toenail)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit