home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sering Dikira Mirip, Begini Caranya Membedakan Gejala Diare dan Flu Perut (Muntaber)

Sering Dikira Mirip, Begini Caranya Membedakan Gejala Diare dan Flu Perut (Muntaber)

Masalah pencernaan adalah salah satu keluhan kesehatan yang paling umum. Rasanya setiap orang pernah mengalami diare atau flu perut alias muntaber setidaknya sekali seumur hidup. Kedua gangguan pencernaan ini memiliki gejala yang mirip sehingga sangat susah dibedakan orang awam. Lantas, apa Anda kena diare atau muntaber? Begini cara membedakannya.

Apa bedanya diare dan flu perut (muntaber)?

Diare dan flu perut sama-sama bisa disebabkan oleh konsumsi makanan-minuman yang sudah terkontaminasi dengan virus, bakteri, dan/atau parasit. Keduanya juga menunjukkan gejala umum yang mirip, yaitu sakit perut dan bolak-balik BAB dengan wujud feses cenderung cair lembek tidak beraturan.

Meski memiliki penyebab dan gejala yang serupa, kedua masalah pencernaan ini sebenarnya berbeda. Bila Anda terkena diare, bukan berarti Anda sudah pasti terkena gastroenteritis atau flu perut.

Pasalnya, diare sebenarnya merupakan sebuah gejala dari suatu penyakit, bukanlah jenis penyakit yang berdiri sendiri.

Sementara itu, flu perut adalah sebuah jenis penyakit infeksi yang dikenal dengan istilah medis gastroenteritis.

Flu perut alias gastroenteritis adalah salah satu penyakit yang dapat menyebabkan diare karena infeksi ini menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan Anda.

Selain gastroenteritis, diare juga bisa disebabkan oleh IBS, penyakit Crohn, dan kolitis (radang usus) karena ketiga kondisi ini bisa disebabkan oleh peradangan saluran cerna.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa diare dan flu perut adalah dua hal yang berbeda.

Gejala dan waktu sembuhnya berbeda

Walaupun flu perut juga menunjukkan gejala diare, tapi Anda juga perlu mengetahui gejala lainnya untuk bisa membedakan apakah diare yang Anda alami benar disebabkan oleh gastroenteritis atau masalah kesehatan lainnya.

Flu perut menimbulkan gejala mual-muntah (makanya juga sering disebut “muntaber”, alias muntah dan berak) dan kram perut.

Bila disebabkan oleh virus, gejalanya juga meliputi demam, nyeri kepala dan nyeri otot. Apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri, diare dapat disertai darah.

Gejala-gejala ini umumnya muncul 12-72 jam setelah makan atau terpapar kontaminasi agen-agen penyebab flu perut.

Sementara itu, diare hanya merupakan keluhan sering buang air besar (lebih dari 3 kali per hari) dengan konsistensi feses cair dan tidak menampakkan gejala lainnya.

Gastroenteritis umumnya dapat sembuh kurang dari 1 minggu setelah paparan infeksi pertama kali jika disebabkan oleh virus. Namun jika disebabkan oleh bakteri, lama sembuhnya bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu.

Cepat lambatnya waktu sembuh diare juga tergantung penyebabnya. Jika diare disebabkan oleh radang usus IBS, diare mungkin saja bertahan hingga 3 bulan karena IBS merupakan penyakit kronis.

Apa yang harus dilakukan bila mengalami flu perut dan diare?

Terlepas dari perbedaannya, gejala keduanya tetap saja dapat mengganggu aktivitas. Terutama bila Anda harus bolak-balik ke kamar mandi beberapa kali dalam sehari. Maka dari itu, berikut adalah hal yang harus Anda lakukan agar tubuh cepat pulih.

  • Banyak minum air putih untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Gejala diare dan flu perut bisa menyebabkan dehidrasi akibat muntah dan bolak-balik BAB.
  • Konsumsi obat anti mual seperti Ondansetron.
  • Minum obat diare untuk menghentikan gejala diare yang Anda alami.
  • Minum suplemen zinc untuk membantu mengurangi keparahan diare dan membantu mempercepat proses penyembuhan.
  • Jagalah kebersihan diri Anda. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Pastikan makanan yang anda makan bersih dan tidak terkontaminasi dengan apa pun.

Sebaiknya konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami masalah pencernaan untuk mencari tahu penyebab pasti dan cara tepat mengobatinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gastroenteritis “Stomach Flu”. (n.d.). Cornell Health. Retrieved 22 June 2021, from https://health.cornell.edu/sites/health/files/pdf-library/gastroenteritis.pdf

Ingle, Sachin & Hinge, C.R.. (2012). Gastroenteritis – Overview. International Journal of Pharma and Bio Sciences. 3. 607-613. Retrieved 22 June 2021.

Riddle, M. S., DuPont, H. L., & Connor, B. A. (2016). ACG Clinical Guideline: Diagnosis, Treatment, and Prevention of Acute Diarrheal Infections in Adults. The American journal of gastroenterology, 111(5), 602–622. https://doi.org/10.1038/ajg.2016.126. Retrieved 22 June 2021.

Gastroenteritis. (2011). National Digestive Diseases Information Clearinghouse. Retrieved 22 June 2021, from http://bezak.umms.med.umich.edu/CIRHT/Content/Other%20Health%20Open%20Educational%20Resources/Medicine/Medicine_Gastrointestinal/Reference-NIH-bleeding%20in%20the%20Digestive%20Tract-PublicDomain//Bleeding%20in%20the%20Digestive%20Tract%20-%20National%20Digestive%20Diseases%20Information%20Clearinghouse.pdf

Foto Penulis
Ditulis oleh dr. Ivena Diperbarui 11/07/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x