home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kupas Tuntas Penyebab, Gejala, Hingga Cara Mengatasi Diare Saat Hamil

Kupas Tuntas Penyebab, Gejala, Hingga Cara Mengatasi Diare Saat Hamil
Penyebab diare pada ibu hamil|Gejala diare saat hamil|Adakah bahaya diare pada ibu hamil?|Cara aman mengatasi diare pada ibu hamil

Diare rentan terjadi pada siapa saja, tak terkecuali ibu hamil. Selain tentunya bisa mengganggu aktivitas si calon ibu, komplikasi diare yang dibiarkan terus dikhawatirkan dapat berdampak buruk pada bayi. Jangan panik, Bu! Pelajari lebih dalam mengenai penyebab, gejala, dan cara tepat mengobati diare saat hamil di artikel ini.

Penyebab diare pada ibu hamil

obat diare untuk ibu hamil

Penyebab dari diare itu sendiri kebanyakan adalah masalah pada sistem pencernaan.

Namun, berikut ini adalah berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko diare pada ibu hamil:

1. Perubahan hormon

Hormon adalah senyawa kimia yang mengalir dalam darah untuk mendukung berbagai kerja tubuh.

Nah selama kehamilan, kadar hormon akan mengalami banyak perubahan untuk menunjang kerja tubuh sampai saatnya melahirkan.

Beberapa hormon yang fungsinya sangat penting saat kehamilan adalah estrogen, progesteron, oksitosin, HCG, dan prolaktin.

Perubahan kadar hormon-hormon tersebutlah yang menjadi penyebab Ibu diare atau sering BAB saat hamil.

Sebagai contoh, kenaikan kadar prostaglandin yang merangsang kontraksi otot rahim juga membuat gerakan usus jadi lebih cepat.

Akibatnya, usus tidak bisa maksimal menyerap cairan dari makanan sehingga malah akan banyak terbuang bersama feses yang mengakibatkan diare.

2. Perubahan pola makan

Pola makan yang berubah drastis saat hamil juga bisa menjadi penyebab diare atau sering BAB.

Perubahan pola makan memang menjadi salah satu gejala klasik yang dialami ibu muda. Sebagian besar mungkin cenderung lebih memperbanyak makan buah dan sayur dengan tujuan untuk menyehatkan kandungan.

Meski sehat, terlalu banyak makan serat justru dapat menyebabkan diare.

Pasalnya, saat Anda terlalu banyak makan makanan berserat, gerakan usus cenderung menjadi lebih cepat dan berat.

Hal ini kemudian membuat usus tidak bisa bekerja efektif menyerap cairan untuk memadatkan feses. Akibatnya, feses yang keluar saat BAB justru lembek atau malah cair.

Di sisi lain, gejala ngidam saat hamil juga mungkin berperan terhadap risiko diare pada kebanyakan calon ibu muda.

Ngidam bisa terjadi ketika ibu hamil yang tadinya mungkin tidak pernah makan suatu makanan kemudian malah merasakan dorongan tinggi untuk memakannya.

Nah, perubahan nafsu makan yang mengagetkan ini bisa menjadi penyebab diare pada ibu hamil. Umumnya, diare atau sering BAB saat hamil ini terjadi pada trimester pertama.

American Pregnancy Association juga menyebutkan bahwa di trimester pertama kehamilan seorang ibu biasanya jadi lebih sensitif dengan aroma atau rasa makanan tertentu.

Ketika Anda mengonsumsi makanan tersebut, tubuh akan bereaksi negatif dengan menyebabkan perut mulas dan diare.

Namun, anggapan bahwa diare tanda hamil muda sebenarnya salah. Ibu hamil bisa saja mengalami diare saat hamil muda, tetapi bukan menjadi patokan tanda-tanda hamil.

3. Efek samping vitamin prenatal

Bagi kebanyakan ibu hamil, konsumsi rutin dari vitamin prenatal diperlukan untuk membantu mencukupi asupan nutrisinya.

Namun, penggunaan vitamin saat hamil sebaiknya tetap atas persetujuan dokter kandungan Anda terlebih dahulu.

Pasalnya, gangguan pencernaan adalah salah satu efek samping yang paling umum dari konsumsi vitamin prenatal.

Sebagai contoh, mengonsumsi suplemen zat besi dengan dosis lebih dari 30 mg sekali minum dapat menyebabkan masalah pada saluran pencernaan, entah itu berupa sembelit atau diare.

Untuk menghindari hal ini, Anda dapat mencoba minum vitamin sebelum tidur atau bersamaan dengan makanan lain agar lebih mudah dicerna.

4. Infeksi bakteri atau virus

Penyebab diare pada ibu hamil yang perlu diwaspadai adalah infeksi virus maupun bakteri.

Pasalnya, bakteri yang menginfeksi organ pencernaan ini menyebar dan berdampak buruk bagi janin.

Kuman penyebab diare saat hamil ini bisa masuk ke tubuh saat ibu hamil jajan sembarangan atau tidak rajin mencuci tangan sebelum makan dan sesudah pergi ke toilet.

5. Memiliki masalah medis tertentu

Pada beberapa kasus, penyebab diare pada ibu hamil adalah masalah kesehatan, seperti penyakit Celiac, sindrom iritasi usus besar, dan penyakit Crohn.

Bila sebelumnya Anda memiliki masalah medis ini, konsultasikan ke dokter mengenai rencana kehamilan agar tidak terganggu oleh diare.

Gejala diare saat hamil

diare-kronis

Diare (mencret) ditandai dengan bolak-balik BAB lebih sering daripada biasanya dengan feses encer atau lembek berair.

Itulah kenapa kebanyakan orang mengetahui gejala diare pada ibu hamil hanya buang-buang air. Padahal, gejalanya tidak hanya itu saja.

Gejala diare atau sering BAB saat hamil dapat berbeda-beda tergantung apa penyebab yang mendasarinya.

Gejala diare pada ibu hamil akibat perubahan hormon dan pola makan

Berikut gejala diare pada ibu hamil karena perubahan hormon dan pola makan:

  • Buang air besar lebih sering dari biasanya
  • Feses yang dikeluarkan cair
  • Kadang perut terasa mulas

Gejala diare saat hamil akibat infeksi

Berikut gejala diare atau sering BAB saat hamil karena infeksi:

  • Buang air lebih sering dengan feses cair atau berlendir
  • Feses bisa saja berdarah
  • Mual dan muntah
  • Mengalami demam menggigil
  • Merasa pusing

Gejala diare pada ibu hamil karena masalah medis tertentu

Berikut gejala diare atau sering BAB saat hamil karena masalah medis tertentu:

  • Buang air terus-menerus dengan feses cair
  • Perut mulas atau kram
  • Perut terasa kembung, mual, dan muntah
  • Berat badan menurun dan merasa kelelahan
  • Masalah kulit dan persendian

Gejala diare yang dirasakan ibu hamil tidak selalu sama. Beberapa mungkin merasakan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebab awalnya.

Adakah bahaya diare pada ibu hamil?

perkembangan kehamilan 2 minggu

Diare biasanya bukan penyakit yang berbahaya karena bisa segera membaik dengan perawatan yang tepat.

Diare pada ibu hamil yang disebabkan perubahan hormon dan pola makanan umumnya akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Namun, Anda tidak boleh menganggapnya sepele jika diare disebabkan oleh infeksi dan masalah kesehatan lain.

Hal ini karena pemulihan diare yang diakibatkan oleh infeksi dan masalah kesehatan lain biasanya berlangsung lebih lama.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter bila diare atau sering BAB tidak juga kunjung sembuh saat hamil.

Dokter akan membantu mengatasi gejala dan mencegah terjadinya bahaya diare pada ibu hamil, seperti dehidrasi.

Dehidrasi pada ibu hamil menjadi salah satu bahaya diare karena bisa memicu kontraksi dini yang membuat rahim mengencang dalam satu atau dua menit.

Namun, kontraksi yang ibu hamil alami ini bukanlah tanda-tanda melahirkan.

Dehidrasi yang disebabkan oleh diare saat hamil juga dapat menimbulkan tanda dan gejala lain, seperti:

  • Merasa haus terus-terusan
  • Bibir, kulit, dan selaput lendir mengering
  • Ibu hamil menjadi mudah marah dan susah konsentrasi
  • Urine yang keluar sedikit berwarna gelap atau bahkan tidak keluar sama sekali
  • Mata cekung
  • Detak jantung dan pernapasan jadi lebih cepat
  • Tekanan darah rendah

Membiarkan diare tanpa perawatan yang tepat pada ibu hamil bisa menimbulkan bahaya yang serius.

Bahaya diare yang terjadi secara terus-menerus pada ibu hamil dapat membuat volume air ketuban berkurang akibat keluarnya cairan saat Ibu sering BAB.

Kondisi ini dapat menyebabkan perkembangan janin menjadi terganggu, bahkan berisiko keguguran.

Bukan hanya itu, bahaya diare pada ibu hamil juga berisiko mengakibatkan ukuran tubuh bayi kecil saat lahir (small for gestational age).

Hal tersebut dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam Open Forum Infectious Disease.

Cara aman mengatasi diare pada ibu hamil

cara memilih dokter internis terbaik

Pengobatan diare saat hamil bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti:

1. Minum obat diare untuk ibu hamil

Mengatasi diare atau sering BAB saat hamil tidak boleh sembarangan pakai obat yang dibeli di apotek.

Beberapa obat diare yang umum seperti Pepto-Bismol (bismuth subsalicylate) dan obat yang mengandung Lomotil.

Lomotil dinilai dapat membahayakan janin pada trimester kedua dan trimester ketiga kehamilan.

Sementara itu, Pepto-Bismol diketahui mengandung salisilat yang mungkin bisa meningkatkan perdarahan serta memengaruhi kesehatan jantung janin.

Maka dari itu, Anda hanya boleh minum obat diare khusus untuk ibu hamil yang diresepkan dokter.

Di samping mengandalkan obat dari dokter, Anda juga harus tetap menerapkan perawatan di rumah agar diare cepat sembuh.

2. Perawatan di rumah

Perawatan ini meliputi penggunaan obat diare alami (atas izin dokter), memperbanyak minum air putih dan minum oralit, jus buah atau makan makanan saat diare.

Ketahui juga berbagai pantangan makanan saat diare yang sebaiknya dihindari.

Anda bisa makan makanan untuk ibu hamil yang berkuah bening, contohnya sup, agar membuat perut menjadi lebih nyaman.

Hal ini bertujuan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat dehidrasi saat diare supaya nutrisi ibu hamil tetap tercukupi.

Air putih dapat membantu mengisi kembali cairan yang hilang selama diare, sedangkan minum jus buah dapat membantu menambah asupan kalium yang penting untuk ibu hamil.

Air kaldu bermanfaat untuk mengisi kembali asupan natrium yang dibutuhkan.

Agar diare saat hamil cepat pulih, Anda juga perlu istirahat yang cukup dan hindari makanan yang bisa memperparah gejala, seperti makanan pedas, berminyak, dan berbumbu kuat.

Bila dehidrasi akibat diare saat hamil cukup parah, ibu perlu dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan medis darurat.

Pengobatan umumnya dilakukan dokter dengan pemberian cairan lewat infus. Selain itu, dokter akan mencari penyebab diare yang Anda alami.

Bila disebabkan oleh infeksi, mungkin saja dokter akan memberikan antibiotik yang aman untuk mengatasi diare Anda

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Diarrhea During Pregnancy. Retrieved 10 December 2020, from http://americanpregnancy.org/pregnancy-concerns/diarrhea-during-pregnancy/. Accessed 28/5/2018.

Warning Signs During Pregnancy. Retrieved 10 December 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=warning-signs-during-pregnancy-85-P01199

L. Newman, K., Gustafson, K., A. Englund, J., Magaret, A., Khatry, S., & C. LeClerq, S. et al. (2019). Effect of Diarrheal Illness During Pregnancy on Adverse Birth Outcomes in Nepal. Open Forum Infectious Diseasesv.6(2); 2019 Feb. doi: 10.1093/ofid/ofz011

OTC Medicines That Are Okay During Pregnancy. Retrieved 10 December 2020, from https://intermountainhealthcare.org/blogs/topics/live-well/2017/03/otc-medicines-that-are-okay-during-pregnancy/

Lomotil. Retrieved 10 December 2020, from https://www.nps.org.au/medicine-finder/lomotil-tablets#:~:text=Tell%20your%20doctor%20if%20you,the%20breathing%20of%20newborn%20infants.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 21/12/2020
x