4 Kegalauan yang Sering Menghantui Pikiran Para Calon Ayah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sudah siapkah saya menjadi ayah? Pertanyaan ini sering kali muncul di benak para pria ketika mengetahui bahwa pasangannya menunjukan garis dua tanda kehamilan pada tes kehamilan.

Di muka bumi ini, tidak ada yang namanya sekolah yang mengajarkan menjadi orangtua. Ketika Anda menjadi ayah, secara tidak langsung Anda belajar sambil mempraktikkan langsung peran tersebut. Mengenai siap dan tidak siapnya, hanya Anda yang mengetahui jawaban tersebut dari lubuk hati yang paling dalam.

Dan jika di masa kehamilan istri, Anda selalu dihantui empat pertanyaan ini, jangan khawatir. Ini wajar terjadi pada hampir semua calon ayah. Kami akan membantu Anda menjawab pertanyaan ini dan meyakinkan diri bahwa Anda sudah siap menjadi seorang ayah.

Pertanyaan yang akan muncul di benak Anda sebelum menjadi ayah

1. Kenapa saya merasa takut?

Wajar kok, merasakan panik, terkejut, takut, bingung, atau merasa tidak siap ketika Anda diumumkan menjadi akan menjadi ayah sebentar lagi. Karena Anda akan bertemu dengan suatu perubahan besar, tentunya Anda juga akan butuh penyesuaian yang besar. Jadi, normal saja kalau mood jadi suka berubah, banyak takut ke depannya, atau bahkan terlintas berpikir bahwa Anda belum siap untuk semua ini.

2. Apakah saya bisa merawat dan membesarkan anak?

Tidak pernah ada yang bisa menjawab pertanyaan ini, bahkan pasangan Anda yang mengandung dan melahirkan sekalipun. Fase pertama yang akan dilewati adalah, bagaimana cara merawat makhluk kecil lemah tak berdosa yang akan muncul ke dunia ini? Berbeda bagi Anda yang sudah sering bekerja atau merawat bayi, mungkin lebih santai melakukan hal ini. Tapi, bagaimana dengan pria yang belum pernah menyentuh popok sekalipun?

Seiring dengan berjalannya waktu, Anda akan mempelajari cara merawat dan membesarkan anak dengan cara Anda sendiri. Anda juga akan bertemu orang lain (teman, kerabat, atau mungkin orangtua sendiri) yang bisa Anda tanyakan saran, pendapat, dan pelajaran hidup menjadi ayah. Di sini, diharapkan Anda mendapatkan suatu pencerahan yang akan membawa Anda bagaimana mendidik sesosok manusia.

Jangan pernah malu atau ragu-ragu bertanya atau meminta tolong pada orang yang berpengalaman dalam menjawab pertanyaan Anda ketika akan menjadi ayah.

3. Apakah saya akan menjadi ayah yang baik?

Satu hal yang perlu Anda ingat, ketika menjadi ayah, Anda tidak bisa melewati semua tahapan sekaligus dengan baik. Pasti akan ada sedikit salah atau adanya pemikiran yang keliru. Sama saja situasinya dengan ketika Anda bertanya-tanya apakah Anda bisa menjadi suami yang baik untuk istri tercinta.

Kalau masih merasa bingung, takut, dan ragu, Anda bisa pergi ke kelas parenting yang bisa memberikan jawaban atas kecemasan Anda. Di sana, Anda akan mendiskusikan isu-isu penting ketika menjadi orangtua. Ajak pasangan Anda berdiskusi, sistem apa yang akan Anda gunakan ketika mendidik dan membesarkan anak Anda, dan ingin menjadi orangtua seperti apa Anda.

4. Apakah punya anak akan berdampak buruk pada hubungan dengan istri?

Banyak calon orangtua yang berpikir bahwa memiliki bayi akan membuat erat hubungan mereka. Nyatanya? Tidak semua pasangan merasakan hal yang sama sama. Butuh pengertian dan kesabaran ekstra dari satu sama lain, ketika sedang menghadapi masa-masa kehamilan dan menjadi orangtua baru.

Bagi Anda para pria, tekan sisi egoisme Anda serendah mungkin. Bagi istri, hamil, melahirkan, lalu merawat bayi bukanlah hal yang mudah untuk dilewati. Temukan cara untuk menjalin kerja sama yang baik dengan istri, agar semakin cepat pula Anda nyaman dengan peran baru sebagai Ayah. Dengan begitu, hubungan Anda dengan pasangan tidak akan goyah karena hadirnya manusia baru di kehidupan Anda berdua.

Jadi, apakah saya sudah siap menjadi ayah?

Anda bisa dikatakan siap menjadi ayah, ketika Anda membaca 4 poin di atas dan mengerti bagaimana akan melakukan hal tersebut nantinya. Tantangannya adalah, kerja sama yang baik antara diri Anda dan pasangan. Lakukan komunikasi dan diskusi bersama pasangan.

Ingat! Miliaran pria sebelum Anda juga mengalami hal cemas dan takut sebelum menjadi ayah. Tetapi banyak yang bisa melewati semua itu, hingga bisa disebut sebagai “ayah yang baik” oleh buah hatinya sendiri.

Tidak ada yang tahu bagaimana Anda akan melewati semua ini ketika berubah menjadi sosok ayah. Yang perlu dilakukan hanyalah memikirkan dan mencari jawaban bijaksana atas isu-isu mendidik anak dan menjadi orang tua dengan baik.  Jangan lupa saling mengerti dan saling menguatkan bersama pasangan, agar ke depannya bisa dijalani dengan baik, mengingat menjadi orang tua ini adalah perjalanan yang akan ditempuh oleh Anda berdua.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca