8 Cara Mempersiapkan Mental untuk Calon Ayah Menjelang Lahirnya Buah Hati

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama sudah siap, tas rumah sakit sudah diatur, bahkan dekor kamar anak sudah seindah istana. Anda pikir semua sudah siap untuk menyambut hari kelahiran yang ditunggu-tunggu. Tapi apa si ayah baru sudah siap lahir batin?

Tugas bagi calon ayah di ruang persalinan nanti bukan sekadar sebagai tukang foto merangkap tangan untuk dipegang (atau diremas) oleh istri. Aura yang Anda pancarkan selama menemani istri akan berpengaruh langsung pada kondisi bayi dan ibunya. Hadir sebagai sosok yang kalem, percaya diri, dan siaga akan banyak membantu istri Anda untuk lebih tenang selama persalinan dari awal hingga akhir.

Tenang, ada sejumlah cara mudah untuk mempersiapkan mental bagi ayah baru demi menghadapi persalinan sang istri nanti.

Apa saja persiapan mental yang harus dilakukan ayah baru sebelum hari persalinan?

1. Bicarakan kekhawatiran Anda dengan istri

Adalah tugas suami sebagai kepala rumah tangga untuk menjadi sosok yang kuat dan tabah. Tapi menjelang hari persalinan, memasang muka macho tanpa rasa takut tidak akan banyak membantu istri Anda.

Jika Anda memiliki kekhawatiran, kekalutan, atau kecemasan tertentu menjadi seorang ayah baru, utarakanlah sejujurnya pada pasangan Anda. Dengan saling berbagi uneg-uneg, Anda berdua dapat menyelaraskan pandangan dan mencari jalan keluarknya dengan kepala dingin, serta mengetahui bagaimana cara terbaik untuk bisa saling mendukung satu sama lain. Ketika Anda dan pasangan mengetahui kecemasan masing-masing, Anda dapat mempersiapkan mental Anda untuk menghadapi perubahan yang terjadi ketika anak Anda lahir. Ini dapat melindungi Anda dari depresi pasca persalinan yang juga bisa terjadi pada sang Ayah.

2. Tak apa untuk menangis

Ibu bukanlah satu-satunya orang yang mengalami gejolak hormon selama perjalanan menjadi orangtua. Ayah pun juga mengalami hormon yang terus naik-turun, khususnya penurunan kadar testosteron. Menekan emosi yang timbul akibat pergeseran kadar hormon ini dapat menyebabkan Anda mengalami gejala depresi postpartum.

Biarkan diri Anda sebebas mungkin untuk benar-benar merasakan segala emosi yang muncul untuk dapat memulai lembaran baru. Menangis di depan orang lain mungkin adalah sesuatu yang memalukan, jika Anda ingin, Anda bisa mencari tempat untuk menyendiri dan biarkan air mata mengalir — Anda juga bisa baca atau mendengarkan sesuatu untuk membangkitkan emosi Anda.

3. Olahraga untuk melepaskan stres

Kadang, melepaskan emosi negatif melalui sesi curhat atau menulis jurnal tidak cukup — sampah itu mungkin perlu dibuang melalui aktivitas fisik. Buatlah daftar dari semua ketakutan yang Anda hadapi seputar kelahiran anak Anda, dan semua bidang kehidupan Anda yang akan dipengaruhi oleh kelahiran anak. Setiap hari, atau dua hari sekali, pilih salah satu ketakutan dari daftar dan berolahragalah. Saat Anda berlari (atau bersepeda, atau pilihan olahraga lain) bayangkan semua ketakutan Anda ikut luruh dengan tetesan keringat Anda.

4. Praktikkan meditasi atau latihan pernapasan

Jika Anda benar-benar cemas dan gugup menyambut persalinan, penting untuk menemukan cara agar Anda bisa tetap tenang. Pejamkan mata, ambil napas dalam-dalam, pusatkan perhatian perhatian pada memori atau imajinasi yang membahagiakan, lalu hembuskan perlahan.

Anda mungkin merasa sedikit canggung untuk melakukan ini, tapi pada akhirnya, Anda bisa kembali ke kondisi Anda yang paling prima dan menjadi dukungan terbaik bagi istri selama melahirkan nanti.

5. Tunjukkan dukungan Anda

Ibu yang melahirkan dapat diselimuti oleh kepanikan yang luar biasa. Dan orang terbaik yang dapat meyandarkannya kembali ke dunia nyata adalah Anda, sang suami. Andalah yang paling mengerti dirinya, bukan?

Begitu kontraksinya semakin menguat, yakinkan dirinya bahwa ia sudah melakukan hal yang terbaik yang ia bisa sampai detik ini, dan bahwa Anda mencintainya. Anda juga bisa membantu pasangan Anda dengan mengompres es atau menyeka keringat dari alisnya. Dan meskipun beberapa wanita mungkin tidak suka disentuh saat persalinan, yang lain menghargai usapan lembut di leher atau punggung.

Persalinan bisa memakan waktu lama dan membosankan. Bahkan Anda mungkin akan menghabiskan semalaman suntuk hanya untuk menunggu. Alihkan pikiran istri adri stres dan kegugupan menghadapi persalinannya dengan membuatnya tetap sibuk. Siapkan pemutar musik berisi lagu-lagu favoritnya, ajak ngobrol santai, atau ajak ia untuk bermain kartu atau permainan papan lainnya.

6. Pasang muka tebal

Perempuan yang sedang melahirkan bisa melontarkan kata-kata pedas, lebih dari biasanya, sebagai caranya untuk mengatasi rasa sakit yang luar biasa. Coba untuk tidak terlalu diambil hati. Namun jika Anda benar-benar tersinggung, minta suster untuk menjaga istri Anda sebentar sementara Anda berjalan-jalan keluar untuk cari udara segar dan menenangkan pikiran.

7. Jadilah juru bicara bagi sang istri

Jangan menunggu sampai pasangan Anda meraung-raung kesakitan menghadapi kontraksi perut yang menyayat hati untuk mencari tahu bantuan apa yang ia inginkan dari Anda. Diskusikan rencana kelahirannya terlebih dahulu dari jauh-jauh hari — cari tahu bagaimana perasaannya tentang episiotomi dan harapan atau rekomendasi dokternya. Menggali semua rincian persalinan akan memungkinkan untuk Anda dan pasangan berdiskusi tentang semua pertanyaan dan kekhawatiran yang bahkan tak pernah terpikirkan sekalipun.

Dengan begini, “Ketika ibu kesakitan, ayah sering bisa memahami kebutuhannya dengan lebih baik dan memastikan keinginannya terpenuhi,” ungkap Sarah Kilpatrick, profesor OB/GYN di University of Illinois, dilansir dari Parents.

Di saat yang sama, bersikaplah fleksibel setelah persalinan dimulai — pasangan Anda mungkin berubah pikiran, atau situasinya mungkin memerlukan rencana tindakan baru. “Tidak ada yang menginginkan untuk melahirkan caesar, tapi ingat bahwa segala sesuatunya bisa tidak berjalan sesuai rencana,” kata perawat kerja Lisa Castillo dari George Washington University Hospital. Tetap saja, jangan ragu mengajukan untuk pertanyaan tentang pilihan Anda — apalagi jika istri Anda terlalu sakit untuk menanyakannya sendiri.

8. Manjakan diri Anda sendiri

Mungkin Anda terheran-heran, kenapa ayah yang harus memanjakan diri sendiri sementara istrinyalah yang sedang melalui cobaan yang berat?

Hidup Anda berdua akan berubah 180 derajat begitu si buah hati lahir ke dunia nanti. Ini membuat acara ngopi-ngopi santai atau tur sepeda pagi keliling kota mungkin hanya tinggal kenangan. Meluangkan waktu untuk memelihara kesejahteraan lahir batin diri Anda sendiri sebelum kelahiran bayi akan membantu Anda memasuki dunia ayah baru dengan lebih mantap.

Terakhir, ketahuilah bahwa tidak ada rencana yang sempurna. Tapi berikan tepukan di pundak sendiri karena Anda sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu istri menyambut kelahiran si buah hati; kemudian move on dengan mengetahui bahwa persiapan Anda tidak akan terbuang percuma. Kekuatan emosional yang sudah Anda bangun dari awal akan banyak membantu Anda di kemudian hari.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca