Perkembangan Bayi 12 Minggu atau 3 Bulan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 12 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan?

Menurut tes skrining perkembangan anak Denver II, perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Bisa melakukan gerakan tangan dan kaki bersamaan.
  • Bisa mengangkat kepalanya sendiri.
  • Bisa mengangkat kepalanya 90 derajat.
  • Bersuara dengan menangis.
  • Bisa menunjukkan respons ketika mendengar suara bel.
  • Bisa mengatakan “ooh” dan “aah”.
  • Bisa tertawa.
  • Bisa memekik kencang.
  • Bisa menyatukan kedua tangannya.
  • Bisa melihat dan mengamati wajah orang di dekatnya.
  • Bisa tersenyum kembali atau tiba-tiba saat diajak bicara.
  • Bisa tersenyum sendiri.

Kemampuan motorik kasar

Menginjak usia 12 minggu atau 3 bulan, perkembangan motorik kasar bayi tampak semakin pesat. Terbukti sekarang perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan ini tidak hanya lagi bisa menggerakkan tangan dan kakinya bersamaan.

Selain itu, Anda harus selalu mengawasi buah hari Anda terus, karena di usia ini bayi mulai berguling. Selain itu, ia juga dapat mengangkat kepalanya sekitar 90 derajat. Ini merupakan proses sampai nantinya perkembangan bayi 3 bulan ini mampu duduk dengan mantap.

Hal ini dapat dilihat saat Anda mendudukkan bayi, tidak tampak ada getaran pada kepalanya. Artinya, di perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan ini tubuh bagian atas bayi sudah cukup kuat untuk menopang kepala dan dadanya.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Anda masih akan sering mendengar bayi menangis pada masa perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan. Hal ini masih menjadi sebagai salah satu “senjatanya”. Namun di sisi lain, perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan juga sudah mulai mengatakan “ooh” dan “aah” saat melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.

Jadi, menangis bukan lagi menjadi satu-satunya cara bayi untuk berkomunikasi. Misalnya, saat ia sedang rewel dan menunjukkan tanda-tanda bayi lapar ingin menyusu, biasanya ia akan merespons dengan mengatakan “ooh” saat melihat Anda membawa botol ASI.

Contoh lain ketika Anda mengajaknya bicara, sesekali ia mungkin akan merespons dengan mengatakan “aah” atau “ooh” seakan memahami apa yang Anda sampaikan. Kabar baik lainnya, perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan  juga sudah pandai tertawa dan memekik di usia ini.

Kemampuan motorik halus

Selain menggerakkan tangannya ke berbagai arah, buah hati Anda juga mampu menyatukan kedua tangannya bersama. Perkembangan yang satu ini memang umumnya baru muncul di usia bayi 12 minggu atau 3 bulan.

Biasanya si kecil senang melihat mainan yang memiliki warna cerah. Hal ini dikarenakan kontras warna pada mainan cenderung lebih mudah dilihat bagi perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan.

Kemampuan sosial dan emosional

Jika Anda cukup sering berada di samping bayi, maka masa perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan, ia sudah cukup handal dalam mengenali wajah Anda maupun orang-orang yang selalu ada di dekatnya.

Bayi juga akan tesenyum sendiri saat melihat hal menarik, maupun membalas senyuman orang lain saat bayi diajak bicara.

Apa yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi usia 12 minggu atau 3 bulan?

Membacakan dongeng untuk bayi adalah salah satu cara terbaik untuk mendukung perkembangan bayi 12 minggu. Dengan mendengarkan suara Anda saat berdongeng, hal ini bisa membantu merangsang telinga bayi dalam menyesuaikan ritme dari kata-kata yang Anda lontarkan.

Mengubah nada saat membaca, berbicara dengan aksen, dan menyanyikan lagu untuk bayi juga akan membantu membuat interaksi antara Anda dan bayi Anda menjadi lebih menarik. Hal ini tentu akan membantu mendukung perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan.

Jika bayi hanya melihat ke arah lain atau tidak tertarik saat Anda sedang membacakan cerita, biarkan dia beristirahat sejenak. Anda perlu memberikan perhatian juga pada reaksi bayi selama masa perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan.

Ada banyak buku bagus yang bisa Anda bacakan untuk bayi. Pilih buku dengan gambar yang besar, karakter yang cerdas dan sederhana, atau buku yang hanya berisikan gambar sehingga Anda bisa menjabarkannya untuk bayi.

Anda bisa menciptakan suasana positif untuk merangsang perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan dengan cara:

  • Peluk bayi
  • Interaksi dengan bayi
  • Bicara dengan bayi
  • Buat bayi tenang dengan bermain
  • Ciptakan ruang terpisah untuk bayi
  • Turuti minat bayi

Kesehatan Bayi Usia 12 Minggu

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter terkait perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan?

Jumlah dan jenis pemeriksaan teknis dan prosedur yang akan dilakukan dokter beda-beda, tergantung kondisi dan perkembangan bayi 12 minggu. Namun beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan dokter pada perkembangan bayi usia 12 minggu atau 3 bulan adalah sebagai berikut:

  • Dokter akan memeriksa berat dan tinggi atau panjang badannya, serta lingkar kepala bayi untuk memastikan bayi tumbuh dengan baik
  • Pemeriksaan penglihatan, pendengaran, jantung dan paru-paru, dada dan punggung, untuk memastikan bayi sehat dan mencapai perkembangan selanjutnya
  • Anda juga harus menaruh perhatian pada kemungkinan masalah kesehatan lainnya, seperti pola makannya.

Catat informasi dan arahan dokter, serta informasi penting. Misalnya berat dan tinggi badan, lingkar kepala, tanda lahir, imunisasi, penyakit, obat-obatan yang diberikan, dan hasil tes dalam catatan perkembangan bayi 12 minggu.

Selain itu, jangan sepelekan ketika dalam perkembangan 12 minggu atau 3 bulan ini bayi kesulitan saat melakukan beberapa hal seperti:

  • Merespons ketika mendengar suara.
  • Mengikut arah pergerakan orang atau objek dengan matanya.
  • Tersenyum.

Jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter apabila ada masalah pada perkembangan bayi 12 minggu yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui saat menghadapi perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui selama perkembangan bayi usia 12 minggu atau 3 bulan, yakni:

1. Kepala bayi rata (peyang)

Bila kepala bayi Anda rata (peyang), ini mungkin karena bayi tidur terlalu lama pada posisi yang sama. Saat bayi lahir, tengkorak bayi sangat lunak dan fleksibel, sehingga ketika berbaring terlentang pada malam hari, kepala bayi bisa menjadi datar pada posisi tersebut.

Namun, jangan khawatir. Dalam sebagian besar kasus, sedatar apapun kepala bayi, akan kembali seperti semula ketika anak mulai merangkak dan duduk.

Untuk memastikan bahwa semuanya baik-baik saja, Anda harus membawanya ke dokter saraf anak. Tujuannya untuk menentukan apakah pada perkembangan 12 minggu atau 3 bulan ini bayi Anda perlu pengobatan khusus atau tidak.

Jika kasusnya tidak serius, dokter mungkin menyuruh Anda mencoba beberapa metode perawatan rumahan. Contohnya membiarkan bayi dalam posisi telungkup (saat terjaga dan diawasi orangtua) untuk memperkuat otot lehernya.

2. Kebotakan atau rambut rontok

Bayi memiliki kebiasaan yang tidak disadari dapat menyebabkan masalah pertumbuhan rambut seperti kebotakan atau rambut rontok. Kebiasaan tersebut misalnya saat bayi di perkembangan 12 minggu atau 3 bulan sering berada dalam posisi telentang.

Kondisi ini biasanya akan berkurang saat perkemabangan bayi 12 minggu sudah bertambah besar dan mengubah kebiasaan di atas. Sulit untuk memprediksi kapan rambut bayi akan tumbuh kembali.

Pasalnya, pertumbuhan rambut berbeda-beda pada setiap bayi, tak terkecuali di perkembangan usia 12 minggu seperti sekarang. Sejumlah rambut bayi akan kembali tumbuh secepatnya setelah rontok, sementara bayi lainnya membutuhkan waktu lebih lama.

3. Hernia

Hernia biasanya dialami hanya pada orang dewasa akibat membawa barang yang terlalu berat. Namun pada kenyataannya, anak kecil juga dapat mengalami hernia. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi laki-laki, bayi prematur dan kembar.

Gejala hernia pada bayi yang umum adalah munculnya benjolan seperti tumor di salah satu lipatan di antara paha dan perut, terutama saat bayi menangis atau marah.

Tumor sering mengecil saat bayi sudah diam atau tidak menangis. Anak Anda mungkin juga menderita hernia skrotum ketika semua usus melorot sampai saluran skrotum yang menyebabkan pembengkakan skrotum.

Jika hernia bayi tidak diobati, termasuk di perkembangan usia 12 minggu, kondisi ini bisa mengakibatkan tersumbatnya hernia oleh lapisan otot pada saluran inguinal. Kondisi ini membuat aliran darah dan proses pencernaan terganggu. Akibatnya, anak akan muntah, kesakitan, dan bahkan shock.

Apabila Anda melihat bayi pada perkembangan 12 minggu ini mendadak menangis kesakitan, muntah dan tidak bisa buang air besar, periksakan ke dokter secepatnya.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan?

Perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan ini umumnya sudah mulai tidur lebih lama di malam hari. Hal ini artinya, si kecil memberikan waktu lebih untuk Anda beristirahat.

Selain itu, hindari menduduki bayi di atas car seat atau kursi bayi di mobil tapi dengan meletakkannya di dalam keranjang atau troli di swalayan. Pasalnya, ini bisa memicu bayi menarik pegangan troli tersebut, dan berisiko membuatnya terjungkal.

Ditakutkan, ia akan jatuh dan mengalami luka karena perbuatannya ini. Pahami juga bahwa perkembangan bayi 12 minggu akan berbeda-beda. Membandingkan perkembangan anak Anda dengan anak lainnya justru akan membuat Anda khawatir dan mungkin mengecewakan, yang sebenarnya tidak perlu.

Jika Anda mencurigai bayi Anda menunjukkan perkembangan yang tidak wajar di usia 12 minggu atau 3 bulan, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Lalu, bagaimana perkembangan bayi 13 minggu?

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Januari 15, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca