Bukan Hanya Satu, Ini 3 Jenis Botol ASI Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Maret 26, 2020
Bagikan sekarang

Ada berbagai cara supaya Anda bisa terus memberikan ASI eksklusif pada si kecil. Salah satunya dengan menyimpan ASI di dalam botol supaya tidak terbuang sia-sia. ASI perah bisa disimpan dalam rentang waktu tertentu untuk menjaga kualitas dan kesegarannya.

Ada berbagai jenis wadah alias botol yang kerap digunakan untuk menampung ASI selama disimpan. Sudahkah Anda tahu apa saja jenis botol tersebut dan bagaimana kelebihan serta kekurangannya saat digunakan?

Berbagai jenis botol penyimpan ASI

Menyimpan ASI merupakan pilihan terbaik bagi Anda yang ingin menyediakan stok ASI di rumah. Pilihan untuk menyimpan ASI biasanya juga dilakukan ketika produksi ASI pada payudara cukup banyak, tapi bayi sudah kenyang menyusu.

ASI yang telah dipompa, entah menggunakan pompa ASI elektrik ataupun manual, kemudian akan disimpan di dalam berbagai tempat. Tempat penyimpan ASI mulai dari suhu ruang, cooler box, kulkas, freezer, maupun freezer dengan kulkas.

Namun, jangan asal menyimpan ASI. Selain memiliki aturan dalam lama waktu penyimpanan, ada berbagai jenis botol yang juga bisa digunakan sebagai wadah penyimpanan ASI.

Botol ASI tersebut dapat dibedakan berdasarkan material bahan penyusunnya. Berikut beragam jenis botol yang bisa digunakan sebagai wadah ASI:

1. Botol plastik

Sumber: Baby Center

Botol plastik tampaknya yang paling sering sering digunakan sebagai salah satu wadah penyimpan ASI. Meski berbahan dasar plastik, Anda tidak perlu khawatir mengenai keamanannya saat digunakan.

Pasalnya, botol plastik biasanya telah dirancang sedemikian rupa sehingga aman untuk bayi. Jika Anda tidak ingin membeli botol ASI plastik yang mengandung bahan kimia tertentu, coba pilih botol yang bebas dari BPA (bisphenol-A).

Mayo Clinic juga menganjurkan Anda untuk memilih botol dari bahan plastik yang tidak memiliki kandungan BPA.

BPA merupakan jenis bahan kimia yang biasanya digunakan dalam pembuatan berbagai produk, seperti wadah makanan atau minuman maupun produk kebersihan.

Untuk memastikan botol plastik yang Anda beli tidak mengandung BPA, Anda bisa memeriksa simbol daur ulang berbentuk segitiga di bagian bawahnya.

Jika pada simbol daur ulang tertera angka “3”, “7”, atau label “PC”, kemungkinan ada kandungan BPA sebagai penyusun botol tersebut.

PC adalah singkatan dari polikarbonat yang biasanya dipakai sebagai bahan dasar dalam pembuatan plastik. Polikarbonat biasanya tidak disarankan untuk dipakai berkali-kali, terlebih dalam waktu yang lama.

Pilihan lainnya, Anda bisa mencari botol dengan nomor daur ulang “5”, karena terbuat dari polipropilen (PP atau polypropylene).

Label PP atau nomor daur ulang 5 yang terletak di bagian bawah botol merupakan pilihan bahan plastik yang baik. Khususnya dalam pembuatan produk wadah plastik untuk menyimpan makanan, botol minum, termasuk yang ditujukan untuk bayi.

Bukan hanya berlaku untuk menyimpan ASI, botol ini nantinya juga bisa digunakan saat menyusui bayi. Sebagai wadah penyimpan air susu ibu, botol plastik memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan.

Berikut kelebihan dan kekurangan botol ASI plastik:

Kelebihan botol ASI plastik

  • Ringan
  • Kuat
  • Tidak mudah pecah
  • Harganya relatif murah
  • Tersedia dalam berbagai ukuran berbeda

Kekurangan botol ASI plastik

  • Tidak bisa dipakai untuk jangka waktu yang lama
  • Tidak bisa direbus atau direndam di dalam air dengan suhu yang terlalu panas

2. Botol kaca

Jika ingin lebih memastikan botol yang Anda pakai aman dan bebas dari BPA, Anda bisa menggunakan bahan kaca. Ketimbang botol plastik, botol kaca memang jauh lebih berat yang mungkin akan menyulitkan bayi untuk memegangnya saat menyusu.

Meski begitu, jangan khawatir botol kaca ini akan mudah pecah. Sebagai solusinya, Anda bisa memilih botol dari bahan kaca yang dilengkapi dengan penutup botol berbahan silikon.

Silikon ini hadir dalam bentuk yang sesuai dan pas dengan botol sehingga bisa membantu melindunginya agar tidak mudah pecah.

Berikut kelebihan dan kekurangan botol ASI kaca:

Kelebihan botol ASI kaca

  • Lebih tahan untuk digunakan dalam waktu lama dibandingkan dengan botol plastik
  • Bebas dari bahan BPA
  • Botol bisa direbus atau direndam di dalam air dengan suhu panas

Kekurangan botol ASI kaca

  • Harganya relatif lebih mahal
  • Mudah pecah jika terjatuh
  • Lebih berat
  • Hanya tersedia dalam ukuran tertentu

3. Botol ASI plastik dengan disposable liner

Sumber: Lovely Lucky Life

Plastik dengan disposable liner adalah botol berbahan plastik, tapi dilengkapi dengan plastik sekali pakai yang sudah disterilkan.

Plastik sekali pakai yang sudah steril (disposable sterilized liner) ini ada di dalam botol, dan berfungsi sebagai tempat menampung ASI perah.

Berbeda dengan botol plastik dan kaca yang dijelaskan sebelumnya, botol yang memiliki disposable sterilized liner ini tidak menampung ASI langsung di dalamnya.

ASI dibungkus oleh plastik sekali pakai steril, yang berada di dalam botol. Plastik sekali pakai yang sudah steril ini juga bebas dari bahan BPA.

Akan tetapi, sesuai namanya, disposable sterilized liner hanya bisa digunakan sekali dan kemudian dibuang.

Berikut kelebihan dan kekurangan botol ASI plastik dengan disposable liner:

Kelebihan plastik dengan disposable liner

  • Botol plastik bisa digunakan kembali, karena hanya perlu mengganti disposable liner di dalamnya.
  • Botol plastik mudah dibersihkan dan tidak memakan waktu lama setelah disposable liner dibuang.
  • Bebas dari bahan BPA.
  • Sangat praktis untuk dibawa saat bepergian.

Kekurangan plastik dengan disposable liner

  • Harganya relatif lebih mahal karena hanya sekali pakai.
  • Harus selalu memiliki persediaan disposable liner, yang juga memakan biaya cukup mahal.

Menyimpan ASI di dalam botol vs kantung ASI

Sumber: Aero Flow Breast Pumps

Selain disimpan di dalam botol, air susu ibu yang telah diperah ini juga bisa ditampung di dalam kantung. Kantung ASI (breast milk bag) merupakan wadah penyimpan ASI yang didesain khusus sehingga dapat tahan selama ASI dibekukan dan dicairkan atau dihangatkan.

Kantung ASI ini juga sudah steril jadi tidak pelu disterilkan atau dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Namun, pastikan Anda memilih kantung ASI dengan segel rapat dan memiliki kualitas yang baik.

Dengan begitu, ASI perah yang ditampung di dalamnya tidak mudah bocor atau tumpah. Botol biasanya bisa langsung digunakan untuk menampung ASI saat dipompa, kemudian disimpan, dan selanjutnya diberikan kepada bayi.

Hal ini berbeda dengan kantung ASI. Pasalnya, tidak semua ASI yang dipompa bisa langsung ditampung ke dalam kantung.

Beberapa pompa ASI mengharuskan Anda untuk menampung ASI perah ke dalam botol terlebih dahulu baru kemudian dipindah ke dalam kantung untuk disimpan.

Sementara itu, jenis pompa ASI lainnya dilengkapi dengan peralatan khusus yang memungkinkan Anda untuk langsung menampung ASI di dalam kantung.

Melansir dari laman La Leche League GB, kantung penyimpan ASI dengan bahan dasar plastik dirancang untuk menampung dan menjaga agar kulitas ASI tetap bagus.

Selain itu, jika dibandingkan dengan botol, penggunaan kantung tidak terlalu memakan tempat di dalam ruang penyimpan.

Akan tetapi, ASI yang disimpan di dalam kantung tetap harus dipindahkan ke dalam botol saat hendak diberikan kepada bayi.

Secara keseluruhan, berikut perbandingan kelebihan dan kekurangan pemakaian kantung ASI:

Kelebihan kantung ASI

  • Harganya relatif murah.
  • Mudah digunakan.
  • Hanya sekali pakai, sehingga tidak butuh waktu lama untuk membersihkannya.
  • Ukurannya kecil dan memakan sedikit ruang, sehingga bisa disimpan dalam jumlah banyak di dalam cooler bag, kulkas, maupun freezer.
  • ASI yang disimpan di dalam kantung lebih cepat dan mudah dicairkan dibandingkan dengan botol kaca atau plastik.

Kekurangan kantung ASI

  • Ada risiko ASI bocor, tumpah, atau pecah.
  • Beberapa pompa ASI tidak bisa mengalirkan ASI langsung ke dalam kantung, tapi harus melalui botol terlebih dahulu.
  • Hanya bisa dipakai sekali, sehingga lama-lama bisa mengeluarkan biaya yang lebih besar ketimbang membeli botol kaca atau plastik.

Berbagai wadah penyimpan air susu ibu baik itu botol plastik, botol kaca, botol plastik dengan disposable liner, bahkan kantung, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pastikan penggunaan wadah penyimpanan dalam bentuk botol maupun kantung ini sesuai dengan kebutuhan dan selera Anda. Jika dirasa butuh lebih dari satu macam, sah-sah saja untuk memiliki beberapa jenis wadah penyimpan ASI.

Namun, penting untuk Anda perhatikan. Sebaiknya jangan menyimpan air susu ibu yang sudah diperah di dalam botol bekas pakai maupun kantung plastik yang seharusnya digunakan untuk menyimpan peralatan dan kebutuhan rumah tangga.

Selain karena bukan merupakan wadah penyimpan ASI, botol atau kantung plastik untuk kebutuhan rumah tangga tersebut berisiko kurang higienis terlebih bila sudah pernah dipakai sebelumnya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Menyimpan ASI di Dalam Freezer yang Harus Dipahami Para Ibu

Salah satu tempat yang bisa dipakai untuk menyimpan dan menjaga kualitas ASI yaitu freezer. Memangnya, seberapa tahan lama freezer dapat menyimpan ASI? 

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui Agustus 27, 2019

Beda dengan Pompa ASI Elektrik, Ini Kelebihan dan Kekurangan Pompa ASI Manual

Cara pakai pompa ASI manual jelas berbeda dengan pompa ASI elektrik. Begitu juga dengan kelebihan beserta kekurangannya. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui Agustus 27, 2019

Kapan Si Kecil Bisa Memegang Botol Susu Sendiri?

Seiring bertambahnya usia, bayi harus bisa menggenggam botol susu sendiri. Namun, kapan bayi bisa pegang botol susu sendiri? Berikut jawabannya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji

Kiat Jitu Melatih Si Kecil Supaya Berhenti Pakai Botol Susu

Saat bertambah besar, anak harus meninggalkan kebiasaan minum susu pake botol dot. Namun, bagaimana caranya? Simak cara agar anak berhenti ngedot di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang April 28, 2020
Bolehkah Menggabungkan ASI Perah Segar dengan ASI dari Kulkas?

Bolehkah Menggabungkan ASI Perah Segar dengan ASI dari Kulkas?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Oktober 11, 2019
Apakah Jamu Pelancar ASI Itu Manjur dan Aman Diminum?

Apakah Jamu Pelancar ASI Itu Manjur dan Aman Diminum?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang September 3, 2019
Berapa Lama Waktu Ideal untuk Menyimpan ASI?

Berapa Lama Waktu Ideal untuk Menyimpan ASI?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang September 2, 2019