Stop Membandingkan Anak dengan Anak Lain! Ini 9 Dampaknya

    Stop Membandingkan Anak dengan Anak Lain! Ini 9 Dampaknya

    Tiada hari tanpa berulah, itulah anak-anak. Saat anak memukul atau menggigit temannya hingga menangis, Anda tentu perlu menasihatinya. Sayangnya, di sela-sela kata nasihat, mungkin Anda pernah sesekali membandingkan anak dengan anak orang lain.

    Pernahkah ibu melakukannya? Sebenarnya, menasihati dengan membandingkan anak boleh atau tidak? Yuk, simak apa efeknya pada anak melalui ulasan berikut ini.

    Kenapa orangtua sering membandingkan anak?

    Kecenderungan orangtua untuk membanding-bandingkan anaknya sendiri dengan anak orang lain (atau bahkan saudara kandung si anak itu sendiri) sebetulnya berangkat dari naluri manusia paling dasar.

    Manusia memang tidak pernah lepas untuk membandingkan sesuatu dengan yang lain.

    Ini sejatinya merupakan cara berpikir yang rasional untuk bisa mengetahui dan membedakan mana yang baik dan buruk.

    Suka atau tidak suka, semua ini terjadi di bawah alam bawah sadar Anda.

    Itu kenapa orangtua sering kali “keceplosan” membandingkan anaknya dengan teman-teman sepantarannya. Tujuannya agar anak bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah diberi contoh.

    Namun, meski wajar dan sudah biasa, apakah cara seperti ini baik buat anak?

    Efek membandingkan anak dengan anak orang lain

    Membandingkan anak dengan temannya mungkin bisa memberikan dirinya gambaran bagaimana seharusnya mereka bersikap.

    Jika nasihat seperti ini ditanggapi secara positif oleh anak, ia akan termotivasi untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik.

    Namun, hanya sebagian kecil anak yang mendengarkan nasihat orangtua dengan cara demikian.

    Anak-anak umumnya tidak suka menerima kritikan dan juga belum begitu mengerti bagaimana harus meresponsnya dengan tepat.

    Terlebih meski terdengar pahit, nyatanya, tidak semua orangtua akan menindaklanjuti “perbandingan” tersebut dengan solusi nyata untuk membimbing atau mendidik anak mereka supaya lebih baik lagi.

    Kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada anak jika Anda sering membandingkannya, yaitu sebagai berikut.

    1. Meragukan dirinya sendiri

    anak dibesarkan tanpa ayah

    Hanya dengan terus membandingkan tanpa benar-benar memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperbaiki diri lambat laun akan membuat anak cenderung meragukan dirinya sendiri.

    Ini terutama terjadi begitu anak tahu bahwa ada orang lain yang lebih unggul dari dirinya.

    Anda bisa membantu anak berubah menjadi orang yang lebih baik tanpa harus membanding-bandingkan dirinya.

    Caranya, cukup dengan memberi tahu apa yang seharusnya ia lakukan dan terus membimbingnya supaya dapat berubah.

    2. Merasa cemburu

    Siapa bilang rasa cemburu hanya terjadi pada pasangan? Anak-anak juga bisa merasakannya.

    Saat Anda terus membandingkan dirinya dengan anak lain yang lebih baik, anak tentu jadi merasa cemburu karena ada orang yang jelas-jelas “difavoritkan” oleh orangtuanya sendiri.

    Kecemburuan yang terpupuk sejak kecil tidak baik untuk kesehatan mental anak karena dapat menimbulkan kebencian, permusuhan, atau kekecewaan mendalam. baik pada diri sendiri maupun orangtua dan teman-temannya.

    3. Sering berpikiran negatif

    Awalnya, anak mungkin terpacu untuk menjadi lebih baik.

    Namun jika Anda tidak pernah mengapreasiasi usahanya dengan terus membandingkan anak dengan yang lain, ia jadi tidak pernah merasa bangga dan puas dengan apa yang dilakukannya.

    Ia akan dirundung dengan pikiran negatif bahwa ia tidak akan pernah sukses karena terus merasa cemas dan takut gagal.

    Akibatnya, ia jadi tidak percaya pada kemampuan dirinya sendiri dan semakin terpuruk. Oleh karena itu, selalu puji anak atas hal sekecil apa pun yang sudah ia peroleh.

    4. Hubungan orangtua dengan anak jadi renggang

    orangtua kepergok selingkuh

    Terus mengatakan bahwa selalu ada orang lain yang lebih baik daripada anak lama-lama bisa menimbulkan kesalahpahaman.

    Hal ini bisa memengaruhi kedekatan antara anak dan ibu ataupun dengan ayahnya.

    Anak mungkin merasa dihina, disudutkan, tidak diperhatikan, dan tidak pernah didukung oleh orangtuanya sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

    Ia mungkin juga menganggap bahwa Anda tidak menyayanginya.

    Emosi anak yang tidak stabil bisa meluap karena ini, sehingga akhirnya Anda akan langganan beradu mulut dengan anak.

    Suasana kekeluargaan yang seharusnya hangat justru memanas dan bisa merenggangkan hubungan anak dan Anda.

    Jangan sampai kebiasaan membandingkan anak ini menjadi bumerang untuk Anda sendiri karena keliru dalam mendidiknya.

    5. Menyebabkan stres

    Bayangkan bila anak Anda telah melakukan semua yang dia bisa untuk mendapatkan nilai B dalam tugas bahasa Inggrisnya.

    Alih-alih memuji dia atas usahanya, Anda malah membanding-bandingkan anak dengan anak lain yang mendapat nilai A.

    Hal ini tentu akan dapat menyebabkan anak depresi atau stres dan mengalami kecemasan yang luar biasa.

    6. Mengalami kecemasan sosial

    Setelah merasa meragukan dirinya sendiri, dia bisa menjadi pemalu dan tidak mau berhubungan dengan orang lain.

    Anak Anda akan berpikir bahwa dia tidak punya apa-apa untuk dihargai atau dibanggakan.

    Lebih buruknya lagi, anak Anda mungkin menggunakan cara yang negatif saat berinteraksi dengan teman-temannya.

    Hal itu dikarenakan dia memendam perasaan negatif terhadap orang-orang yang selalu dibandingkan dengannya.

    7. Memunculkan persaingan

    cara melerai anak bertengkar

    Salah satu alasan Anda harus berhenti membandingkan anak dengan lainnya, yakni kebiasaan ini dapat memunculkan persaingan (sibling rivalry).

    Melansir Journal of youth and adolescence, ketika Anda membanding-bandingkan anak lain, mungkin saja anak Anda diam-diam akan membenci saudara atau temannya tersebut.

    Ia mungkin berasumsi orangtuanya lebih menyukai dan mencintai anak yang dibandingkannya. Akibatnya, anak akan berperilaku agresif, memicu anak bertengkar, dan menimbulkan kebencian.

    8. Mengganggu fokus belajar

    Saat Anda membandingkan dengan anak orang lain, maka seorang anak akan merasa dirinya tidak dicintai.

    Hal itu yang membuat ia hanya berfokus untuk mendapatkan atau memperoleh cinta dan perhatian orangtuanya.

    Ia kemudian tidak bisa fokus belajar atau bahkan dapat memperlambat proses belajarnya.

    9. Menghambat talenta

    Ketika anak-anak tidak dihargai dan terus-menerus dibandingkan dengan orang lain, bakat mereka tidak akan berkembang.

    Pada akhirnya, mereka akan kehilangan potensi dan bakat yang dimilikinya.

    Kesimpulan

    Jangan membanding-bandingkan anak Anda dengan anak orang lain. Pasalnya, apa yang Anda katakan bisa saja melukai hati anak Anda seumur hidupnya. Sebaiknya, fokus pada perkembangannya saja bila ingin anak Anda berhasil.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 01/08/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan