home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Masih Kecil, Kok, Rambutnya Sudah Rontok? Kenali 7 Penyebabnya di Sini

Masih Kecil, Kok, Rambutnya Sudah Rontok? Kenali 7 Penyebabnya di Sini

Masalah rambut rontok tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Pasalnya, rambut rontok juga bisa dialami oleh anak-anak. Kerontokan rambut pada anak bukanlah masalah yang sepele. Jika tidak diatasi dengan segera, anak akan mengalami kebotakan dini. Lantas, apa saja penyebab rambut anak rontok?

Penyebab rambut anak rontok

1. Tinea capitis

Tinea capitis atau juga bisa disebut dengan kurap kepala merupakan infeksi jamur pada kulit kepala yang seringnya dialami oleh anak-anak. Gejala penyakit ini bisa berbeda-beda. Namun, umumnya kulit kepala seseorang yang mengalami kondisi ini akan terasa sangat gatal. Selain itu, kulit kepalanya terlihat bersisik, berwarna merah, dan kadang-kadang bengkak akibat terlalu sering digaruk.

Kebotakan juga bisa terjadi pada area yang terinfeksi. Biasanya pada bagian kepala yang mengalami kebotakan akan tampak titik-titik hitam yang sebenarnya merupakan rambut yang telah patah.

Dokter akan melakukan pemeriksaan mikroskopis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Setelah itu, umumnya dokter akan meresepkan obat antijamur minum, seperti griseofulvin yang diminum selama delapan minggu. Anak Anda juga diharuskan menggunakan sampo khusus antijamur seperti selenium sulfide atau ketoconazole untuk mengurangi penumpukkan jamur di kepala.

Tinea capitis merupakan penyakit yang menular. Itu sebabnya, anak Anda disarankan untuk tidak berbagi benda apapun kepada orang lain yang menyentuh kepala seperti topi, sarung bantal, gunting rambut, atau sisir.

2. Alopecia areata

Berbeda dengan tinea capitis, alopecia areata merupakan kondisi rambut rontok yang tidak menular. Kondisi ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang folikel rambut. Folikel rambut berfungsi sebagai unit pertumbuhan pada setiap batang rambut.

Nah, apabila folikel rambut mengalami kerusakan, ini berarti tidak ada rambut yang tumbuh pada satu batang rambut tersebut. Akibatnya, munculah kebotakan di daerah kepala tertentu yang biasanya mulus, berbentuk lingkaran atau oval dan berwarna merah muda pucat.

Kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya dan tidak kambuh lagi. Namun, beberapa anak ada juga yang mengalami sejumlah episode sembuh-kambuh-sembuh hingga beberapa kali dalam hidupnya, baru rambut permanennya bisa tumbuh. Sedangkan bila kerontokan yang dialami anak cukup luas, pertumbuhan rambutnya bisa sama sekali tidak terjadi.

Obat-obatan yang paling sering digunakan untuk mengobati rambut rontok yaitu minoxidil dan finasteride. Minoxidil dapat berbentuk cairan atau sabun. Biasanya obat ini digunakan pada kulit kepala dua kali sehari untuk membantu mengurangi rambut rontok dan membantu rambut tumbuh kembali. Sedangkan finasteride biasanya diminum dan hanya diberikan pada laki-laki.

Sebelum melakukan pengobatan tersebut, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu supaya anak Anda bisa mendapatkan diagnosis yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

3. Trichotillomania

Trichotillomania adalah rambut rontok karena kebiasaan yang dilakukan anak, misalnya menarik, mencabut, memelintir, atau menggosok-gosok rambutnya. Kerontokan rambut yang satu ini lebih disebabkan karena kondisi psikologis anak.

Anak-anak yang menderita stres dan kecemasan tinggi lebih rentan mengalami trichotillomania. Jika Anda melihat si kecil menarik-narik rambutnya, omelan saja tidak akan membantu menghilangkan kebiasaannya. Namun, konseling dan pengobatan yang tepat dapat membantu anak keluar dari situasi stres dan kebiasaan buruk tersebut.

4. Telogen effluvium

Telogen effluvium adalah kerontokan rambut yang disebabkan karena anak menderita stres berat atau depresi, setelah operasi, cedera parah, penggunaan obat tertentu, demam tinggi, infeksi berat atau penyakit lainnya, serta perubahan hormon tiba-tiba.

Kondisi ini bisa menyebabkan kebotakan sebagian atau kebotakan seluruhnya. Sampai saat ini, belum ada tes khusus untuk mendiagnosis telogen effluvium. Biasanya, setelah anak keluar dari situasi stres tersebut, pertumbuhan rambutnya akan kembali normal dan ini umumnya memakan waktu sekitar enam bulan sampai satu tahun atau lebih.

5. Kurang gizi

Meski jarang terjadi, rambut rontok pada anak bisa jadi gejala kekurangan zat gizi tertentu, seperti vitamin H (biotin) dan zat seng. Dalam beberapa kasus, rambut rontok pada anak juga bisa terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi vitamin A.

Memperhatikan asupan nutrisi dan gizi seimbang dalam makanan yang dikonsumsi anak sehari-hari adalah kunci penting untuk menghindari anak dari kekuragan gizi, yang pada akhirnya mengurangi risiko rambut anak rontok.

6. Gangguan endokrin

Penyebab lain rambut rontok pada anak adalah hipotiroidisme, yaitu suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak aktif yang mengakibatkan metabolisme jadi tidak teratur. Diagnosis hipotiroidisme bisa dilakukan dengan tes darah atau pemeriksaan kelenjar tiroid secara rutin (skrining). Dokter mungkin meresepkan obat tertentu yang berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup.

7. Penyebab lain rambut anak rontok

Selain beberapa penyebab yang sudah disebutkan di atas, terlalu banyak menyisir rambut, mengikat rambut terlalu kuat, atau menarik helai rambut juga diketahui dapat menyebabkan kerusakan rambut. Tidak mengikat rambut anak terlalu kuat bisa jadi salah satu cara efektif untuk mencegah rambut anak rontok.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hair Loss in Childern – https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hair-loss/hair-loss-in-children#1 diakses pada 28 Oktober 2107

Condition That Causes Hair Loss in Childrn – https://www.everydayhealth.com/hair-loss/conditions-that-cause-hair-loss-in-children.aspx diakses pada 28 Oktober 2017

Hair Loss in Childern: Common and Uncommon Causes: Clinical and Epidemiological Study in Jordan – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3999647/ diakses pada 28 Oktober 2017

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 01/11/2017
x