Periode Perkembangan

Bayi Baru Lahir Wajib Diberikan Vaksin Hepatitis B, Ini Alasannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Vaksin hepatitis B adalah salah satu imunisasi yang wajib diberikan sebelum anak berusia 1 tahun. Jenis vaksin ini termasuk vaksin pertama yang harus diberikan saat bayi baru lahir. Memangnya, kenapa, sih, bayi baru lahir harus diberikan vaksin untuk hepatitis B dan apa manfaatnya?

Bayi baru lahir rentan terkena penyakit hepatitis B

mencegah hepatitis pada bayi

Bayi baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih lemah. Karena itulah, ia sangat rentan terkena berbagai penyakit dari lingkungan. Tak terkecuali virus hepatitis B.

Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 95% penularan hepatitis B terjadi secara vertikal, yaitu dari ibu ke bayi pada saat persalinan. Sedangkan 5% lainnya terjadi secara intra uterine atau pada saat di dalam kandungan.

Jika penularan terjadi saat bayi, maka kemungkinan besar virus ini akan bertahan lama di dalam tubuh bayi dan terbawa sampai ia dewasa. Akibatnya, bayi mengalami hepatitis B kronis. Bila tidak cepat-cepat ditangani, hal ini bisa memicu komplikasi dan menyebabkan kematian.

Manfaat vaksin hepatitis B untuk bayi baru lahir

vaksin hepatitis

Virus hepatitis B yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Jika terus dibiarkan, infeksi hepatitis B bisa menjadi salah satu penyebab kematian bayi baru lahir di Indonesia.

Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan hepatitis B yang ampuh. Namun tak perlu khawatir, vaksin hepatitis B hadir untuk membantu mencegah bayi maupun orang dewasa terkena penyakit tersebut.

Vaksin untuk hepatitis B harus diberikan pada bayi baru lahir 24 jam setelah kelahirannya. Melansir dari siaran pers Kementerian Kesehatan RI, jenis vaksin ini bermanfaat untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak pada saat proses kelahiran. Bahkan, American Academy of Pediatrics (AAP) mengungkapkan bahwa vaksin ini 75-95% efektif mencegah perjalanan virus hepatitis B dari ibu kandung ke bayinya.

Waspada efek samping vaksin pada bayi

Sama seperti jenis vaksin lainnya, vaksin hepatitis B juga memiliki risiko efek samping pada bayi. Bayi Anda mungkin akan mengalami sedikit demam atau nyeri di area suntikan selama beberapa hari.

Akan tetapi jangan khawatir, efek samping ini cenderung sangat ringan dan bahkan jarang terjadi. Vaksin ini berisi virus yang sudah tidak aktif sehingga kecil kemungkinan menyebabkan infeksi atau peradangan pada tubuh. Jadi, jenis vaksin hepatitis B sangat aman dan bermanfaat untuk kesehatan si kecil di masa pertumbuhannya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca