6 Jenis Gizi yang Diperlukan untuk Pertumbuhan Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat Medical Review Team.

Masa kanak-kanak adalah puncak pertumbuhan dan perkembangan tubuh, karena itu dibutuhkan lingkungan yang baik untuk menunjang proses tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anak adalah zat gizi yang didapatkan dari makanan yang dimakan oleh anak. Tidak ada zat gizi yang bisa bekerja sendiri untuk memaksimalkan pertumbuhan anak, semua memiliki perannya masing-masing. Sehingga, anak membutuhkan berbagai macam zat gizi agar proses pertumbuhannya bisa berjalan dengan normal dan cepat.

Sebenarnya zat gizi apa saja yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dengan normal serta agar pertumbuhannya bisa mencapai titik puncak maksimal?

1. Kalsium, zat penting untuk kesehatan tulang

Kalsium adalah zat mineral yang dapat membantu tulang tumbuh maksimal serta memberi kepadatan, sehingga tidak mudah keropos. Tidak hanya dibutuhkan oleh tulang, kalsium juga diperlukan untuk fungsi jantung, pembekuan darah, serta fungsi otot, walaupun dalam jumlah yang cukup kecil.

Pada dasarnya, ketika tubuh kekurangan kalsium, maka cadangan kalsium yang ada pada tulang akan diambil untuk mengganti kekurangannya. Karena fungsi utama kalsium adalah memadatkan serta menguatkan tulang, kekurangan kalsium dapat mengakibatkan osteoporosis di kemudian hari.

Sumber utama kalsium adalah semua produks susu. Kebutuhan kalsium tergantung dengan usia anak, menurut Kementerian Kesehatan adalah:

  • Usia 0-6 bulan: 200 mg/hari
  • Usia 7-11 bulan: 250 mg/hari
  • Usia 1-9 tahun: 500 mg/hari
  • Usia 10-18 tahun: 1200 mg/hari

BACA JUGA: Apakah Anak Perlu Minum Suplemen Kalsium?

2. Vitamin D, membantu penyerapan kalsium dalam tubuh

Vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium yang ada di dalam makanan, kemudian bersama kalsium membuat tulang menjadi lebih kuat. Vitamin D banyak ditemukan di berbagai macam produk susu, serta paparan sinar matahari. Vitamin D yang dibutuhkan oleh anak adalah:

  • Usia 0-11 bulan: 5 mg/hari
  • Usia 1-18 tahun: 15 mg/hari

3. Protein, zat paling penting dalam pertumbuhan

Protein adalah zat gizi makro yang berperan dalam membangun serta memperbaiki jaringan yang rusak. Di dalam tubuh, protein yang masuk akan diubah menjadi asam amino. Asam amino ini yang akan menjadi bahan baku tubuh untuk membangun sel-sel baru dan jaringan. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa anak yang diberikan makanan yang kaya akan protein, khususnya protein hewani, memiliki rata-rata tinggi yang normal bahkan lebih tinggi dari anak-anak seusianya. Sedangkan anak yang tidak mendapatkan asupan protein yang cukup cenderung lebih pendek.

Kebutuhan protein sesuai dengan umur anak yaitu:

  • Usia 0-6 bulan: 12 gram/hari
  • Usia 7-11 bulan: 18 gram/hari
  • Usia 1-3 tahun: 26 gram/hari
  • Usia 4-6 tahun: 35 gram/hari
  • Usia 7-9 tahun: 49 gram/hari
  • Usia 10-12 tahun: 56 gram/hari (laki-laki), 60 gram/hari (perempuan)
  • Usia 13-15 tahun: 72 gram/hari (laki-laki), 69 gram/hari (perempuan)
  • Usia 16-18 tahun: 66 gram/hari (laki-laki),59 gram/hari (perempuan)

BACA JUGA: 11 Sumber Protein Terbaik Dari Bahan Makanan Nabati

4. Serat, kompleks tapi sederhana

Agar proses pertumbuhannya baik dan berjalan dengan normal, serat adalah salah satu zat gizi yang diperlukan anak. Sebenarnya, serat adalah bagian dari karbohidrat, tetapi zat gizi ini tergolong dengan karbohidrat kompleks tanpa kalori. Sebuah penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup dan frekuensi yang sering, bisa mencegah seseorang terkena penyakit degeneratif atau gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan yang terjadi pada anak, seperti obesitas, tentu saja akan mempengaruhi langsung proses pertumbuhannya.

Berikut adalah kebutuhan serat anak sesuai dengan umur:

  • Usia 7-11 bulan: 10 gram/hari
  • Usia 1-3 tahun: 16 gram/hari
  • Usia 4-6 tahun: 22 gram/hari
  • Usia 7-9 tahun: 26 gram/hari
  • Usia 10-12 tahun: 30 gram/hari (laki-laki), 28 gram/hari (perempuan)
  • Usia 13-15 tahun: 35 gram/hari (laki-laki), 30 gram/hari (perempuan)
  • Usia 16-18 tahun: 37 gram/hari (laki-laki), 30 gram/hari (perempuan)

BACA JUGA: Kenapa Penting Makan Makanan Berserat?

5. Antioksidan, sebagai penangkal sakit

Antioksidan adalah zat gizi yang dapat menangkal kerusakan sel dan jaringan di dalam tubuh serta bisa mencegah seseorang terkena radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Contoh antioksidan adalah betakaroten, vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, likopen, dan selenium.

Dalam proses pertumbuhan, antioksidan ini sebenarnya bekerja untuk mencegah anak mengalami obesitas atau penyakit degenratif lainnya. Ketika seorang anak mengalami obesitas, maka hormon pertumbuhannya akan terganggu dan tentu saja hal ini akan menghambat proses tumbuh kembangnya.

6. Zat besi, zat gizi yang tidak boleh terlupakan

Zat besi yang ada di dalam tubuh, sekitar 70%-nya berbentuk hemoglobin yang berada di dalam darah. Hemoglobin merupakan zat yang berfungsi untuk mendistribusikan makanan serta oksigen ke seluruh tubuh. Zat besi juga dibutuhkan dalam pertumbuhan anak, hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan di Saharawi yang menunjukkan bahwa anak yang mengalami kekurangan zat besi memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan kelompok anak yang cukup zat besinya.

Berikut adalah kebutuhan zat besi anak:

  • Usia 7-11 bulan: 7 mg/hari
  • Usia 1-3 tahun: 8 mg/hari
  • Usia 4-6 tahun: 9 mg/hari
  • Usia 7-9 tahun: 10 mg/hari
  • Usia 10-12 tahun:  13 mg/hari (laki-laki), 20 mg/hari (perempuan)
  • Usia 13-15 tahun: 19 mg/hari (laki-laki), 26 mg/hari  (perempuan)
  • Usia 16-18 tahun: 15 mg/hari  (laki-laki), 26 mg/hari (perempuan)

BACA JUGA: Hati-Hati, Balita Anda Mungkin Kekurangan Zat Besi

Sumber
Yang juga perlu Anda baca