home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sebaiknya Anak Makan Berapa Kali Sehari? Ini Jawaban dari Para Ahli

Sebaiknya Anak Makan Berapa Kali Sehari? Ini Jawaban dari Para Ahli

Anak Anda sering minta makan di luar jam makan? Atau malah sering ngemil makanan ringan tapi jarang makan? Jangan keburu marah dulu, bisa jadi hal ini karena Anda tidak tahu porsi makan anak yang tepat baik untuk makanan utama atau camilan ringannya. Memangnya, harus berapa kali anak makan dalam sehari? Cukup dua kali di tambah camilan di sela-sela jadwal utama makan? Atau tetap tiga kali tapi tidak usah ada camilan? Jika Anda masih bingung, Anda bisa temukan jawabannya di artikel ini.

Pentingnya mengatur jadwal anak makan untuk makanan utama dan camilan

Jika Anda selama ini memperhatikan bahwa si kecil sangat menyukai makanan camilan atau ngemil di waktu yang tidak tepat, hal ini sebenarnya sangat tidak baik karena bisa menimbulkan masalah pada berat badan.

Tidak hanya itu, makan camilan ringan secara tidak terkendali, bisa mengganggu selera makan anak karena merasa selalu kenyang. Padahal jika anak makan camilan di waktu dan porsi yang benar, makanan ringan justru bisa membantu si kecil untuk mencapai berat badan yang sehat.

Menurut Jodie Shield dan Mary Mullen, penulis Healthy Eating, Healthy Weight for Kids and Teens dari Academy of Nutrition and Dietetics anak-anak dan remaja perlu makan setiap 3 atau empat jam sekali dalam sehari, hal ini untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.

Lalu harus berapa kali sehari anak makan?

Untuk anak-anak mereka memerlukan makan tiga kali sehari dan makan camilan dua kali sehari.

Sedangkan untuk remaja, mereka memerlukan makan tiga kali sehari dan makan camilan sekali dalam sehari atau bisa juga dua kali sehari dengan catatan mereka sangat aktif secara fisik.

Libatkan anak untuk memilih makanan termasuk camilan ringan, Anda bisa berikan camilan ringan beberapa jam setelah jam makan atau satu sampai dua jam sebelum jam makan. Memberikan anak makan ringan beberapa jam setelah makan akan mencegah anak menolak makanan saat jam makan karena sudah merasa kenyang. Jadwal makan dan ngemil yang tepat bisa membantu si kecil memiliki berat badan yang sehat.

Panduan nutrisi makanan dan camilan ringan anak

Kebutuhan nutrisi anak makan sejatinya sama dengan yang dibutuhkan oleh orang dewasa. Dalam membuat resep makanan anak, orang tua sebaiknya mendasari pilihan menu kepada upaya pemenuhan kebutuhan nutrisi anak. Sejatinya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, harus ada dalam menu makanan anak sehari-hari. Lalu, nutrisi apa saja yang harus ada dalam makanan dan camilan anak? Berikut panduan nutrisinya untuk Anda.

1. Protein

Protein merupakan bahan utama penyusun sel dalam tubuh manusia. Tidak heran jika pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat memerlukan dukungan nutrisi ini. Beruntung, banyak pilihan sumber makanan yang mengandung protein. Senyawa ini bisa ditemukan di dalam susu, telur, makanan laut, dan daging. Bukan hanya berbasis hewan, protein juga bisa ditemukan di dalam tumbuhan. Kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian adalah sumber protein nabati yang layak dijadikan bahan dalam resep makanan anak.

2. Serat

Guna mendukung kinerja pencernaan anak, maka asupan serat harus tercukupi. Untuk itu, anak-anak harus rajin mengonsumsi makanan yang kaya serat, seperti sereal, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Meski anak-anak jarang menyukai makanan yang berasal dari jenis ini, tapi orang tua bisa atasi dengan mengaplikasikan resep makanan anak secara kreatif.

3. Kalsium

Guna mendukung pertumbuhan anak, kebutuhan kalsium dirinya wajib dipenuhi. Zat ini sangat penting untuk memperkuat tulang dan gigi. Bahan makanan yang kaya akan kalsium berasal dari susu dan produk olahannya, seperti keju dan yoghurt. Selain itu, beberapa sayuran berdaun juga bisa menjadi sumber kalsium yang layak diprioritaskan.

4. Antioksidan

Anak yang sehat memiliki kekebalan tubuh yang prima dalam menghadapi ancaman serangan penyakit dari luar. Untuk peran yang satu ini, biasakan anak diberikan sumber makanan dengan kandungan antioksidan yang memadai. Antioksidan memiliki peran vital dalam memperkuat imunitas tubuh manusia. Beberapa makanan yang mengandung senyawa ini, antara lain kacang almond, jeruk, bayam, tomat, wortel, buah beri, dan paprika.

5. Zat besi

Salah satu peran zat besi bagi tubuh adalah membawa oksigen di dalam darah dan menjaga semangat anak-anak tetap terjaga. Untuk mencukupi kebutuhan anak akan zat besi, daging tanpa lemak, ikan, sayuran hijau gelap, biji-bijian, buah-buahan, dan kacang-kacangan yang diperkaya zat besi senantiasa bisa diberikan.

6. Asam folat

Nutrisi lain yang wajib ada di dalam resep makanan anak adalah asam folat. Senyawa ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak anak. Kondisi kekurangan asam folat menjadikan anak berisiko menderita anemia. Beberapa sumber makanan yang mengandung asam folat adalah asparagus, bayam, sereal biji-bijian utuh, buncis, kacang hijau, dan kubis.

7. Karbohidrat

Untuk menunjang aktivitas anak, dibutuhkan jumlah energi yang memadai, salah satu sumbernya adalah karbohidrat. Kegunaan lain dari karbohidrat adalah membantu tubuh menggunakan protein dan lemak untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Beberapa sumber karbohidrat yang bisa didapat dengan mudah adalah beras, sereal, roti, kentang, dan pasta.

8. Lemak

Sumber energi lain yang mudah disimpan dalam tubuh anak-anak adalah lemak. Sumber-sumber lemak yang bisa disajikan pada anak adalah susu, ikan, daging merah, dan kacang-kacangan.

9. Vitamin

Vitamin memiliki peran vital bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Vitamin A sangat berguna untuk menunjang kesehatan mata, kulit, dan mencegah infeksi. Sementara itu, selain baik dalam melawan flu, vitamin C juga berperan penting dalam memperkuat dinding pembuluh darah, membantu proses penyembuhan luka, dan memperkuat tulang dan gigi. Vitamin A bisa diperoleh dari wortel, labu, bayam, ubi jalar, brokoli, minyak ikan, kuning telur, dan kubis. Sementara untuk vitamin C bisa didapat dari jeruk, stroberi, tomat, pepaya, mangga, kembang kol, brokoli, kentang, melon, dan bayam.

Melihat banyaknya bahan makanan yang mengandung nutrisi penting di atas, bukan hal yang sulit bagi orang tua untuk menentukan resep makanan anak yang sehat. Yang penting, semuanya harus seimbang dan jangan sampai kekurangan atau berlebihan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

When Should My Kids Snack?.

http://www.eatright.org/resource/food/nutrition/dietary-guidelines-and-myplate/when-should-my-kids-snack. Accessed 28/07/2017.

Nutrition for kids: Guidelines for a healthy diet. http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/nutrition-for-kids/art-20049335. Accessed 28/07/2017.

Food and Nutrition Guidelinesfor Healthy Children and Young People (Aged 2 –18 years). https://www.health.govt.nz/system/files/documents/publications/food-nutrition-guidelines-healthy-children-young-people-background-paper-feb15-v2.pdf. Accessed 28/07/2017.

9 Must-Eat Nutrients for Your Child. http://www.parents.com/kids/nutrition/healthy-eating/must-eat-nutrients/. Accessed 28/07/2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari pada 13/09/2017
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x